"Mengapa wajahmu selalu merasuki pikiranku setelah mencuri ciuman pertama darimu" Kim Charlos Antony
"Sialan wajah laki-laki itu merusak pikiranku setelah ia mencuri ciuman ini" Puput Fernandez
"Mengapa hati ini begitu sulit mengungkapkan perasaan padanya" Devander
Kisah cinta segitiga antara seorang anggota TNI dengan seorang agen rahasia yang memperebutkan sebuah hati beku dari wanita tomboy
Dapatkan mereka memperjuangkan cinta & juga akan mengulik masa lalu dari agen rahasia yang di panggil jendral tersebut yang merupakan anak dari ketua mafia yang berjaya pada masanya.
cuss baca aja cerita lengkapnya.
SILAKAN PROMO DI LAPAKKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Setelah berlama-lama berpikir akhirnya, ia pun menyadari, bahwa benda kesayangan miliknya itu terjatuh saat, ia berada dalam gendongan seorang pria yang telah menolongnya.
Tidak ingin berlama-lama berpikir, ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan di sebuah taman sembari menunggu sahabat yang tengah berada di sebuah kantin rumah sakit, dimana mereka membicarakan tentang bulan madu sepasang pengantin tersebut.
“Lebih baik gua jalan-jalan ke taman saja deh, nungguin duo curut kelamaan,” gerutu seraya bersungut-sungut.
Tak lupa ia memencet sebuah tombol, untuk memanggil seorang dokter, dan meminta ijin pada dokter tersebut, agar mengijinkannya berjalan-jalan di taman.
Beberapa menit kemudian, masuk lah seorang dokter ke dalam kamar rawat inap miliknya, memintanya untuk memeriksa keadaan tubuh dan luka jahitan di punggungnya.
“Adakah yang bisa saya bantu?” tanya dokter Ummi Ninis pada sang pasien.
“Boleh kah saya berjalan-jalan di taman?” jawab pasien tersebut dengan nada memelas.
“Tapi luka kamu tidak boleh terkena angin malam,” ucap dokter Ummi Ninis seraya menghela nafas berat.
“Ayo lah dokter, aku sudah terlalu bosan di kamar ini terus” rengek pasien tersebut pada dokter Ummi Ninis.
Karena tidak tega membiarkan pasiennya merasa bosan, mau tidak mau dokter Ummi Ninis pun mengijinkan pasiennya untuk berjalan-jalan di sekitar taman rumah sakit tempat ia di rawat.
“Baik lah saya ijinkan kamu, untuk mencari udara segar di luar, tapi kamu tidak boleh terlalu lama,” terang dokter tersebut pada pasien.
Mendapat ijin dari dokter yang merawatnya, membuat pasien tersebut senang bukan main, akhirnya ia bisa menghirup udara di sore yang sejuk di awali untuk menyambut udara malam.
“Tapi kamu harus pakai kursi roda dan di antar oleh suster untuk ketaman itu,” titah dokter Ummi Ninis.
Setelah mendapat ijin dari dokter yang merawatnya, ia di bantu seorang suster mendorong kursi roda untuk menuntunnya ke sekitaran taman rumah sakit tersebut.
Sesampai di taman sekitar rumah sakit, ia pun kemudian meminta seorang suster yang mengantarnya, untuk meninggalkannya seorang diri.
“Sus, bisakah tinggalkan saya sendiri disini?” pinta pasien tersebut pada suster yang mengantarnya.
“tapi......”
“Tinggalkan saja sus, jangan hiraukan saya,” selanya yang memotong perkataan suster.
“Baik lah, apa benar tidak saya tinggal, dan kamu juga jangan terlalu lama, ingat lah pesan dokter tadi,” peringat suster tersebut.
“Oh iya sus, kalau ada sahabat saya mencari, katakan saja pada mereka untuk menemui saya di taman,” jawab pasien tersebut seraya memberi pesan pada suster yang mengantarnya ke sekitaran taman rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di sebuah kantin rumah sakit terdapat sepasang pengantin yang tengah menikmati makanan tersebut, sembari bersundau gurau, membicarakan bulan madu mereka yang tertunda.
“Sayang tempat mana yang ingin kamu kunjungi, untuk bulan madu kita nanti?” tanya Hariansyah pada sang Istri.
“Eehh itu.....” sahut Mia sembari menggantungkan pembicaraan dengan sang suami, tentang negara yang selama ini di inginkan oleh Mia untuk di kunjungi.
“Jangan ragu sayang, katakan padaku tentang keinginanmu itu?” jawab Hariansyah dengan nada lembut dan tatapan penuh cinta.
“Aku sebenarnya ingin banget pergi ke Paris, mengunjungi menara eiffel , yang sejak dulu sangat ku mimpikan” jawab Mia dengan sendu.
“Apa kamu mau mendengarkan sebuah cerita, sebelum aku resmi menikahmu, sahabatmu itu justru lebih dulu mengetahui segala keinginan yang ada dalam dirimu,” tawar Hariansyah pada sang istri.
“Iya kah. Lalu kapan dia bilang begitu sama kamu hm?” tanya Mia pada sang suami tercinta.
“Anu... Itu sehabis aku melamarmu saat itu, apakah kamu ingat aku dan dia berbicara empat mata?” jawab Hariansyah dengan raut wajah yang serius.
Yang mendapat anggukkan langsung dari sang istri tercinta.
FLASHBACK ON
Saat itu setelah Hariansyah melamar Mia di kelulusan mereka, dengan gerakkan secepat kilat, sahabat mereka Puput meminta Hariansyah membicarakan hal penting secara empat mata.
Namun karena Mia baru saja di lamar oleh Hariansyah, hal tersebut otomatis membuatnya cemburu, karena ia sama sekali tidak mengetahui pembicaraan penting antara sahabatnya dan sang pujaan hati.
Sedangkan dua orang tersebut selesai membicarakan hal penting, dan sebelum Hariansyah kembali menemui sang pujaan hati, ia di kejutkan dengan suara dari sahabatnya, yang mengatakan padanya, bahwa Mia selalu memimpikan untuk bisa mengunjungi tempat yang selalu di nantikan.
“Ngomong-ngomong Har, apa lu ngerti enggak......” ucap Puput menggantung yang di sela oleh Hariansyah dengan nada candaan.
“Enggak.....” sela Hariansyah dengan nada candaan.
Namun tidak berlangsung lama, saat Hariansyah di tatap dengan tatapan tajam dan menusuk oleh sahabatnya.
“Oke santai, gua kan cuman bercanda, jangan sensi amat ya buk,” jawab Hariansyah dengan raut wajah yang memelas.
Yang membuat sahabatnya memutar bola mata, saat melihat kelakuan Hariansyah.
“Intinya gua sudah lama menyiapkan tiket bulan madu buat kalian nanti, apa lu keberatan?” tanya Puput to the point.
“Buset lu sama saja dari dulu sampai sekarang enggak pernah berubah, tapi tunggu lu bilang apa tadi, tiket bulan madu?”
“Sudah deh Har, jangan banyak tanya, gua sudah kasih kalian tiket bulan madu tersebut sebagai hadiah pernikahan kalian nanti, karena tempat yang ingin di kunjungi Mia itu London, sudah sangat lama dia ingin pergi kesana”
Hal tersebut membuat Hariansyah bungkam, karena selama mereka berpacaran, hingga saat ia melamar wanitanya, ia pun tidak mengetahui tempat impian yang ingin di kunjungi oleh wanitanya
“Lalu darimana lu tahu semua tentang Mia?” tanya Hariansyah.
“Apa lu lupa siapa gua hm?” jawabnya seraya menghisapkan rokok.
“Btw thanks ya, lalu lu ngerokok gini apa mami tahu?” kata Hariansyah sembari bertanya pada sahabatnya.
“Jangan pedulikan gua, intinya persiapkan pernikahan kalian itu, dan untuk dia biar gua yang urus, oke. Noh lu sudah di tungguin sama Mia tuh disana” jawabnya dengan enteng seraya meninggalkan Hariansyah seorang diri.
FLASHBACK OFF
Setelah menceritakan tentang tiket bulan madu tersebut, Hariansyah pun menjelaskan tentang pembicaraan pentingnya dengan sang sahabat pada istri tercinta.
“Jadi intinya kita sudah ada tiket bulan madunya sayang, maafkan aku selalu membuatmu cemburu, kamu tahu kan, aku sudah memantapkan pilihan untukmu, jadi jangan ragukan aku, kamu mengerti sayang,” jawab Hariansyah pada sang istri dengan penuh cinta.
“Lalu waktu apa yang kalian bicarakan?” tanya Mia dengan nada serius.
“Oh itu ya, kami hanya membicarakan soal tiket bulan madu kita itu saja kok,” ucap Hariansyah dengan gugup.
Mia sebenarnya pun tidak sepenuhnya percaya, dengan perkataan dari sang suami tercinta, Namun ia hanya bisa menunggu, bahwa sang suami tercinta, suatu saat nanti akan menceritakan segala kemisteriusan dari sahabatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maafkan ya baru bisa on dan baru bisa up
hari ini aku up bab 2 dulu
terima kasih sudah selalu sabar menunggu
tunggu kejutan lagi
see you nex time
pas koma nengoin pas udah sadar lupa ruangan nya...
MAAF YA ALUR YANG KU BUAT INI SANGAT MEMBAGONGKAN KARENA INI MURNI HASIL PEMIKIRANKU SENDIRI
JADI BILA KALIAN TAK KUAT DENGAN ALUR YANG BERTELE-TELE SILAKAN SKIP AJA LAGIAN GAK NGARUH JUGA D AKU YANG PENTING AKU TETAP BUAT NERUSIN ALUR SAYANG KAN KALAU GAK D TERUSIN JADI NIKMATIN AJA YA ALUR YANG SANGAT MEMBAGONGKAN DAN TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MAU MAMPIR MAAF BILA AKU TAK MEMBALAS KOMEN KALIAN BUKAN BERARTI AKU SOMBONG KARENA KALIAN NGOMEN JELEK DI KARYA INI PUN GAK NGARUH BUAT AKU KITA KETEMU LAGI UNTUK BAB BARU YA TERIMA KASIH SALAM LITERASI 😊😊😊