Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"Ternyata nyonya selama ini sakit, pantas saja perubahan nya sangat jauh."
"Benar, nyonya yang muda dulu itu berkulit putih dan langsung. Tapi pulang-pulang dari kota langsung berubah je--hmmp!" Bibi yang hampir mengucapkan kata-kata canggung itu segera di bekap dan di singkirkan dari pandangan.
Mereka tentu waspada, takut Su Wanwan terutama tuan muda ini tersinggung.
"Aduh bibi-nenek, mulai sekarang jangan panggil nyonya lagi. Aku sudah bilang akan berubah, jadi cukup panggil saja namaku sendiri."
"Ah iya, kami hampir lupa. Wanwan, sekarang kami akan memanggil mu begitu."
Su Wanwan mengangguk, setelah basa-basi sebentar ia akhirnya pamit pergi. Berjalan pelan menjauh hingga saat tatapan tak tertuju pada mereka, akhirnya ia menarik suaminya bersembunyi di balik pohon besar.
Su Wanwan melirik sekitar hingga akhirnya menghela napas pelan. "Kebiasaan boros ini tetap tidak berubah ya, berapa perak yang kau punya di kantong mu memang nya, huh?"
Huo Beichen tersenyum dan memeluk manja istrinya. "Nyonya, ini salahku, aku tidak akan mengulangi nya lagi. Ini semua uang yang ku bawa, ku berikan padamu." Sambil berbicara manja yang di sengaja tangan nya mengeluarkan beberapa pecahan perak tael dan uang kertas ribuan tael.
"CK, berhenti bercanda. Panggilan itu karena pemilik tubuh asli, tidak ada hubungannya dengan ku." Ucap Su Wanwan sambil menyimpan uang itu ke dalam sistem.
"Baiklah-baiklah, tapi sebenarnya apa tujuan istriku? Apakah hanya ingin memperkenalkan suamimu kepada warga desa? Itu tidak mungkin kan?"
Maksud Huo Beichen, istrinya sudah menjadi kultivator. Dan kultivator sebaiknya tidak terlalu berhubungan dekat dengan dunia fana, jika tidak akan menimbulkan karma.
Namun Su Wanwan tentu menggeleng, "Yah, memberitahu orang-orang hanyalah bonus. Gaji pokonya adalah hal yang akan kita lakukan ini."
"Apa?"
"Ikut aku"
Su Wanwan menarik suaminya pergi dan berjalan menuju rumah lama, ia berjalan menuju rumah lama Keluarga Su, atau lebih tepatnya rumah yang sekarang di tempati Su Weiwei.
"Adik, kakak datang berkunjung!" Serunya saat sampai di depan halaman rumah Su Weiwei.
Tepat setelah seruan nya, pintu halaman segera terbuka. Su Weiwei menatap Su Wanwan dan Huo Beichen dengan bingung, "nona, anda yang berteriak?"
Su Wanwan mengangguk. "Adik, kamu sudah tidak mengenali kakak mu ini ya?"
Su Weiwei menatap wajah gadis muda ini, hingga ia akhirnya merasa familiar. Seketika ingatan nya mengingat wajah kakaknya-- Su Wanwan saat masih muda sebelum pergi ke kota saat itu. Meskipun tidak secantik ini, namun wajah di hadapan nya memiliki kemiripan yang sangat jelas dengan kakak nya.
"S-su Wanwan?!"
Su Wanwan tersenyum. "Wah, kamu sudah tidak peduli senioritas? Tidak memanggil ku kakak lagi?"
"M-maksud ku Kakak, bagaimana kamu..."
"Bagaimana aku bisa berubah cantik?" Su Wanwan tersenyum. "Selama ini aku sebenarnya sakit hingga membuat tubuh ku membengkak dan hitam. Namun setelah bertemu suamiku, aku mendapatkan pengobatan dan berhasil di sembuhkan menjadi seperti semula."
"S-suami!?"
"Ah, aku lupa memperkenalkan suamiku. Ini suamiku, kami menikah saat muda dan sempat kehilangan kabar namun kami bertemu kembali beberapa waktu lalu."
"Suamiku, ini adiku."
Ucap Su Wanwan, sambil diam-diam melihat dengan serius setiap reaksi dan ekspresi yang di keluarkan kedua wajah di depan nya.
Huo Beichen hanya mengangguk menatap nya sekalian lalu kembali menatap dirinya, tidak terlihat ada apa-apa yang membuat nya terpaku seperti melihat air di padang gurun. Sementara Su Weiwei seperti terpaku, ia menatap Huo Beichen selama beberapa saat hingga akhirnya menundukan pandangan nya.
Su Wanwan hanya tersenyum tipis, ia lalu melihat ke bagian dalam halaman. "Adik, kamu memiliki kereta keledai? Wah, kalian mau kemana?"
"A-aku membawa anak-anak berjualan di pasar kota, kamu menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa membeli keledai ini dan membuat kereta nya sendiri." Su Weiwei menjelaskan dengan hati-hati, seolah takut Su Wanwan tertarik dan meminta bisnis nya.
Alis Su Wanwan terangkat ke atas, ternyata meskipun tanpa cheat Su Weiwei akan tetap menjadi pedagang dan membangun bisnis nya sendiri. Hanya saja saja tanpa jari emas, pertumbuhan nya tidak setinggi itu.
Su Wanwan tersenyum. "Ah, jadi kalian akan pergi ke pasar kota ya. Kalau begitu maaf aku tidak akan menganggu kalian lagi, sampai jumpa"
Su Wanwan menarik suaminya pergi, sementara Su Weiwei menatap keduanya pergi seolah ada sesuatu yang mengganjal hingga akhirnya menghela napas dan menggelengkan kepala. Apapun pikiran yang tiba-tiba datang ini kepalanya, hidup nya sudah cukup baik.
***
Like dan Vote guys~
Jangan lupa komentar dan berikan Gift~