NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : Kereta di Tepi Jurang

Langit di atas pinggiran ibu kota Arkania meremang kelabu. Angin dingin meniup serpihan daun kering di sepanjang jalan setapak berbatu yang membelah Hutan Pinus Hitam—jalur sepi yang biasa dilintasi oleh rombongan bangsawan jika ingin menuju ke area vila peristirahatan tanpa harus berdesakan di jalur kota.

Di dalam sebuah kereta kuda, Evelyn tengah duduk menyandarkan badannya melihat pemandangan dari kaca jendela.

Di pangkuannya, tergelar dokumen aliansi Asteria dan Obsidian Keep yang sudah diberi catatan kaki.

Di seberangnya, Julian sedang sibuk merapikan berkas-berkas sampel batu kristal Luminite.

"Sidang Agung besok lusa pasti bakal panas banget," gumam Julian seraya mengusap pelipisnya. "Fraksi Putra Mahkota sudah menyebar mata-mata di sepanjang gerbang dewan. Aku dengar Rosalia makin sering bolak-balik ke ruang kerja Nathaniel membawa teh dan jamuan khusus."

Evelyn menyunggingkan senyum tipis, jemarinya memutar-mutar ujung pena dengan sangat tenang. "Biarkan saja dia menari di atas panggungnya, Kak. Makin tinggi dia terbang, makin hancur rasanya pas dia dihempaskan ke tanah besok."

Namun, belum sempat Julian membalas ucapan adiknya, guncangan hebat mendadak menghantam kereta kuda mereka!

GUBRAK!

"AAAGH!"

Ringkik kuda terdengar memekik histeris di luar! Kereta kuda mendadak meliuk tajam ke arah kanan, melindas bahu jalanan yang terjal hingga membuat Julian hampir terlempar dari kursinya!

"Ada apa ini?!" seru Julian panik, menahan tubuh Evelyn agar tidak bentrok dengan dinding kereta.

SRRRK!

Suara rem roda besi beradu kencang dengan batu jalanan. Kereta itu akhirnya berhenti secara mendadak dengan posisi miring berbahaya di tepi jurang kecil yang dipenuhi semak belukar.

Pintu kereta terdorong terbuka kasar dari luar. Sang kusir yang mukanya pucat pasi menampakkan kepalanya dengan napas memburu kencang.

"Nona Evelyn! Tuan Julian! Maafkan saya!" seru kusir itu bergetar hebat. "Tiba-tiba ada sebuah kereta kuda tanpa lambang bangsawan menabrak sisi kiri kita dari arah semak-semak! Kuda depan kita kaget dan patah poros rodanya!"

Evelyn memiringkan kepalanya,

"Kamu nggak apa-apa, Kak Julian?" tanya Evelyn tenang seraya merapikan gaunnya.

"Aku nggak apa-apa, tapi kamu..." Julian buru-buru memeriksa adiknya.

"Aku baik-baik saja," potong Evelyn cepat. "Mari kita turun dan lihat permainan konyol apa yang sedang dicoba seseorang."

Evelyn melangkah keluar dari dalam kereta kuda.

Di hadapan mereka, sebuah kereta kuda bertirai hitam tampak berhenti melintang, memblokir jalan menuju ibu kota.

Di sekeliling kereta itu, berdiri tiga orang pria berjanggut dengan pakaian serba hitam, mereka menyembunyikan sarung pedang di balik pinggang mereka.

Namun, yang menarik perhatian Evelyn bukanlah para pria bersenjata itu.

Dari balik bayangan pohon di samping jalan, muncul sosok gadis —lengkap dengan jubah berkerudung yang menutupi rambut cokelat keemasannya.

Rosalia.

Gadis itu melangkah keluar secara perlahan. Di tangannya, ia memegang sebuah botol kaca kecil yang mengeluarkan bau manis yang samar-samar menyengat hidung.

"Rosalia...?" gumam Julian terperanjat, matanya membelalak tak percaya melihat kehadiran putri angkat Count Valerius di jalur sepi ini. "Apa-apaan ini?! Kamu yang menyuruh kereta itu menabrak rombongan Rosenberg?!"

Rosalia tidak mengindahkan pertanyaan Julian.

Wajah Rosalia tampak begitu berantakan.

"Aku udah ngasih peringatan ke kamu, Evelyn..." desis Rosalia, mengabaikan keberadaan Julian yang kebingungan.

"Aku udah bilang ke kamu buat mundur dan biarkan cerita ini berjalan sesuai skenario asli!"

Julian mengernyitkan dahinya bingung mendengar bahasa asing yang diucapkan Rosalia. "Bahasa apa yang kamu bicarakan, Lady Rosalia?! Apakah kamu sudah gila?!"

"Diam kamu, karakter figuran!" bentak Rosalia histeris pada Julian, matanya berkilat gila.

Rosalia mengambil tiga langkah maju, mengacungkan botol kaca di tangannya ke arah Evelyn.

"Di dalam novel asli..." kata Rosalia dengan napas memburu tajam, "...Evelyn von Rosenberg harusnya terbaring sekarat di atas ranjang karena penyakitnya bertambah parah.”

Rosalia menyunggingkan senyum miring.

"Karena kamu nggak sakit lagi..." racau Rosalia, "...maka aku sendiri yang harus memastikan tubuhmu kembali sekarat seperti alur aslinya!"

Rosalia melempar pandangan ke arah tiga pria di belakangnya. "Lakukan sekarang! Buat wanita itu meminum racun penekan mana ini dan hancurkan kereta mereka!"

Tiga pria bersenjata itu langsung mencabut pedang pendek dari balik baju mereka.

Mereka melangkah maju dengan derak kaki yang berat, mengepung Evelyn dan Julian di tepi jalan.

Julian refleks menarik pedang dari balik pinggangnya, pasang badan di depan Evelyn dengan raut wajah murka. "Jangan berani-berani menyentuh adikku, bajingan!"

Namun, Evelyn justru mengulurkan tangannya, menepuk bahu Julian pelan dari belakang.

"Mundur sedikit, Kak Julian," panggil Evelyn.

"Evelyn?! Mereka membawa senjata!" seru Julian cemas.

Evelyn menyunggingkan senyum miring.

"Kamu benar-benar menyedihkan, Wulan..." tutur Evelyn santai. "Kamu berpikir kalau dengan menyewa tiga preman dan bawa racun ini... kamu bisa maksa alur cerita balik ke tanganmu?"

"Bacot!" jerit Rosalia murka. "Serang dia! Paksa dia minum racun itu!"

Salah satu pria bermantel melompat maju, mengayunkan pedangnya ke arah bahu Evelyn seraya mengulurkan tangannya untuk mencengkeram leher sang putri Rosenberg!

Namun, sebelum mata pedang itu sempat menyentuh tubuh Evelyn...

BZZZZT!

Sebuah tekanan mana es yang tajam, dan bersuhu di bawah nol derajat mendadak meledak dari dalam tubuh Evelyn!

Evelyn tidak perlu lagi menggunakan tongkat sihir atau mantra. Alur mananya yang sudah pulih total dan diperkuat oleh ekstrak Frost-Blooded Amaryllis mengalir deras di dalam pembuluh darahnya.

PRANG!

Dinding es bening berukir kelopak bunga mencuat tinggi dari dalam tanah basah, menghantam dada pria bermantel itu dengan kekuatan yang dahsyat!

"AGGGH!"

Pria itu terlempar ke belakang setinggi dua meter, menghantam pohon hingga tumbang dan pingsan seketika.

Dua pria lainnya tersentak kaget. Kakinya membeku di atas tanah, matanya membelalak tak percaya melihat pendar energi mana tingkat tinggi yang membungkus seluruh tubuh Evelyn!

"M-mana es murni...?! Wanita ini bukannya lumpuh sihir?!" seru salah satu preman itu terbata-bata.

Evelyn melangkah maju. Setiap pijakan kakinya di atas tanah basah seketika membekukan rumput di sekitarnya menjadi kristal es bening yang mengilap.

"Kamu lupa ya, Wulan?" bisik Evelyn seraya menatap Rosalia yang kini berdiri dengan wajah pucat pasi.

"Di dunia fiksi ini... racun dingin yang tadinya menyiksa Evelyn... sebenarnya adalah pemicu awakening mana es tertinggi jika berhasil dinetralkan."

Evelyn mengibaskan jari tangannya pelan ke udara.

TAK!

Dua tombak es tipis tercipta melayang di udara, menancap tepat satu milimeter di depan leher dua preman yang tersisa, memaksa kedua pria itu langsung menjatuhkan senjata mereka dan berlutut memohon ampun dengan tubuh gemetar.

"A-ampun, Nona! Ampun! Kami dibayar oleh wanita itu!" jerit para preman itu panik.

Evelyn tidak mengindahkan para preman murah itu. Ia melangkah mendekat. Rosalia mundur ketakutan hingga kakinya tersandung akar pohon dan jatuh tersungkur di atas tanah.

Botol kaca berisi racun di tangan Rosalia terlepas dan menggelinding jatuh ke dekat kaki Evelyn.

Evelyn menunduk, mengambil botol kaca itu dengan dua jarinya, lalu mengamatinya sejenak.

"Trik yang sangat murahan..." gumam Evelyn seraya menjatuhkan botol kaca itu tepat di atas batu tajam.

PRANG!

Kaca itu pecah berkeping-keping, melepaskan cairan racun hitam yang seketika membeku menjadi es tak berguna di atas tanah.

Rosalia menengadahkan wajahnya yang berantakan, menatap Evelyn dengan air mata ketakutan dan amarah dendam yang mengalir di pipinya. "Kamu... Kamu beneran monster, Evelyn..."

Evelyn berlutut pelan di samping Rosalia, memegang dagu gadis berambut cokelat itu.

"Ini bukan skenario novel lagi, Wulan," bisik Evelyn dengan senyuman paling dingin yang pernah ada. "Kamu mencoba mencelakai aku hari ini hanya untuk ngebuktiin kalau kamu itu lemah, panik, dan nggak punya taktik nyata selain bergantung pada status 'pemeran utama' yang sudah kadaluarsa."

Evelyn melepaskan cengkeramannya, seraya berdiri tegap.

"Besok lusa di Sidang Agung Dewan Bangsawan..." tutur Evelyn seraya melirik Julian yang sudah memanggil pengawal tambahan untuk mengamankan lokasi, "...bukti racun ini, perbuatan licikmu hari ini, dan seluruh kejahatan fraksi Putra Mahkota... bakal aku buka di depan mata raja dan duke Kekaisaran Arkania."

Evelyn berbalik, melangkah menuju kereta kuda bantuan yang baru saja tiba dikawal oleh empat ksatria keluarga Rosenberg.

Rosalia terduduk sendirian di atas tanah basah berlumpur, menatap pecahan kaca racunnya dengan napas terengah-engah.

Usahanya untuk memutar kembali alur novel secara paksa telah gagal.

1
Ael
👍👍
Fazira
😍😍😍
Fazira
kompor mulai lagi
Fazira
seneng ya Cassian 😍
Fazira
lanjutkan Evelyn 🤣
Fazira
diam kau Rosalia /Panic//Panic/
Fazira
sabar Evelyn 🤭
Fazira
bener ya di dunia ini karena ada orang yang suka sama kita pasti ada orang yang gak suka sama kita /Frown/
Fazira
suka deh sama Cassian 😍
Fazira
😍😍
Fazira
😍😍😍
Ael
🤣🤣
Fazira
lanjut kak 💪
Fazira
Cassian Cassian apapun yang Evelyn katakan pasti kamu percayai 🤭
Fazira
Rosalia ini nekat banget yaa
Skyline Scribe
Cassian lucu banget yaaa
Fazira
Rosalia ini emang hatinya udah jahat
kesel banget sama dia/Panic/
Skyline Scribe: kok bisa yaa ada orang ngomong kaya gitu
total 1 replies
Fazira
Rosalia transmigator jugaa
Fazira
/Puke/
Skyline Scribe: jijik sama Rosalia yaa🤣
total 1 replies
Skyline Scribe
dia adalah tokoh yang cukup penting kak😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!