NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Davira Bellova Osta, sang Ratu Kerajaan Nether, mati di tangan suaminya sendiri.

Pengkhianatan sang Raja Liam mengakhiri hidup yang selama ini ia persembahkan untuk kerajaan.

Namun, ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Davira kembali ke masa lalu—tiga tahun sebelum darahnya mengalir di tangan suaminya yang kejam.

Kali ini, ia tidak akan memohon, ia akan melepaskan cintanya. Dan terlebih lagi, ia tidak akan mati untuk kedua kalinya.

“Liam…”

“Dahulu aku bersedia menyerahkan seluruh hidupku untukmu.”

“Tapi setelah kau sendiri yang mengakhirinya, jangan berharap aku masih menjadi wanita yang sama.”

“Kau mengambil hidupku. Maka kali ini, aku akan mengambil kembali semuanya darimu.”

Jika dahulu Davira dikenal sebagai Ratu Jahat, maka kali ini ia akan menunjukkan kepada seluruh kerajaan mengapa seorang ratu tidak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Cahaya obor memantul lemah di dinding batu yang basah, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di antara tumpukan karung gandum yang menjulang tinggi.

Udara di dalam lumbung bawah tanah itu begitu dingin hingga setiap hela napas berubah menjadi kepulan kabut tipis.

Davira melangkah perlahan di antara barisan karung-karung tersebut. Tangannya yang mengenakan sarung tangan kulit tipis terulur, meraba permukaan karung pertama dengan teliti.

Sejak awal memasuki gudang, Davira tidak langsung percaya pada apa yang terlihat rapi di bagian depan. Dengan gerakan cekatan, ia menekan bagian tengah karung, lalu beralih ke tumpukan yang berada di sudut paling gelap dan lembap—tempat di mana pengawasan biasanya paling longgar.

Elliot berdiri beberapa langkah di belakangnya. Pria itu tidak bersuara, namun sepasang manik kelamnya tidak pernah lepas dari setiap gerak-gerik sang istri.

Di bawah temaram cahaya obor, bayangan tubuh Elliot yang tinggi menaungi sebagian ruang kecil tempat Davira berdiri, menciptakan jarak fisik yang begitu dekat, nyaris intim, di tengah kesunyian yang mencekam.

"Kau mencari celah untuk membuktikan dirimu benar, atau sekadar mencari-cari debu?" suara Elliot memecah sunyi, rendah dan bergema lembut di dinding-dinding batu.

Davira tidak langsung menoleh. Ia baru saja memeriksa simpul tali pada salah satu karung di sudut terdalam, mendapati cap segel yang sudah pudar dan tekstur isi karung yang terasa tidak padat sebagaimana mestinya.

Ia menegakkan tubuhnya, lalu berbalik menghadap Elliot. Jarak di antara mereka begitu sempit hingga ujung jubah Elliot hampir bersentuhan dengan gaun Davira.

"Aku tidak sedang mencari debu, Tuan Elliot," jawab Davira tenang, manik kelamnya memantulkan nyala api obor dengan binar yang tajam. "Aku sedang mencari bukti dari apa yang sengaja ditutup-tutupi."

Davira menunjuk karung di hadapannya dengan dagu. "Secara fisik, lumbung ini terlihat penuh. Laporan keuangan mencatat pasokan gandum mengalir lancar dari para penyuplai utama. Tapi berat karung-karung di sudut ini jauh di bawah standar, dan kualitas biji-bijian di dalamnya sudah tercampur sekam kosong."

Elliot mengerutkan kening. Pria itu melangkah lebih dekat, menundukkan sedikit wajahnya untuk melihat apa yang ditunjuk Davira. Aroma pinus dan dingin salju dari tubuh pria itu berpadu dengan udara apak lumbung, membuat suasana terasa semakin pekat.

"Penggelapan?" bisik Elliot, suaranya berubah lebih serius, kehilangan nada meremehkan yang sempat ia miliki sebelumnya.

"Bukan sekadar penggelapan biasa," ralat Davira, manik mereka terkunci dalam jarak yang begitu dekat. "Ini adalah sistem yang terstruktur. Para pengurus kastil sengaja membeli pasokan berkualitas rendah dengan harga penuh, lalu menyembunyikan selisihnya. Dan jika kita hanya memeriksa isi lumbung ini sampai esok hari pun, kita tidak akan pernah menemukan siapa otak di baliknya."

Elliot menatap lurus ke dalam manik mata Davira, terpesona oleh cara wanita itu membedah masalah dengan kepala dingin dan logika yang luar biasa tajam.

"Lalu, apa rencana selanjutnya, Lady Davira?" tanya Elliot.

Davira menarik napas dalam-dalam, menghirup udara dingin yang memenuhi paru-parunya sebelum memberikan jawaban yang telah lama ia susun di kepalanya.

"Masalah ini tidak berakar di dalam tembok kastil, melainkan di tanah tempat mereka tumbuh," ucap Davira mantap. Ia mengangkat wajahnya, menatap lurus manik kelam sang penguasa utara tanpa ragu.

"Sekarang juga... antar aku ke ladang petani di wilayah barat Orion."

*****

Tanpa membuang waktu, kuda tegap yang mereka kendarai membawa mereka melintasi gerbang barat, langsung menuju hamparan ladang kentang terluar di wilayah Orion.

Setibanya di sana, pemandangan yang menyambut mereka jauh lebih kelam dari sekadar angka-angka di atas kertas.

Di bawah langit siang yang kelabu dan membeku, puluhan petani lokal tampak membungkuk lesu di atas tanah beres. Pakaian mereka compang-camping, tak sanggup menahan dinginnya utara.

Di hadapan mereka, seorang pengawas—orang kepercayaan faksi Grand Duchess—tengah berdiri angkuh di atas gerobak kayu, menimbang hasil panen dengan timbangan yang jelas-jelas telah dicurangi.

"Hanya segini?" bentak sang pengawas kepada seorang petani tua yang gemetar ketakutan. "Dengan kualitas kentang yang kerdil dan berlubang seperti ini, kastil hanya akan membayar setengah koin per karung! Jangan berharap lebih!"

Petani tua itu bersujud di atas tanah bersalju, air matanya menetes sia-sia. "Tuan... kasihanilah kami. Untuk menanam satu bibit saja di tanah beku ini, kami mempertaruhkan segalanya. Harga itu bahkan tidak cukup untuk membeli semangkuk sup bagi anak-anak kami!"

"Itu urusan kalian!" cibir sang pengawas tanpa iba. "Aturan dari pengurus kastil dan keluarga Duncan sudah jelas. Jika kalian menolak menjual dengan harga ini, seluruh sisa lahan kalian akan disita sebagai denda pajak!"

Dari balik bayang-bayang kuda, Davira menyaksikan semuanya. Manik kelamnya menajam, api kemarahan yang dingin membakar di balik tatapannya.

Saat suara derap kuda mendekat, para petani dan sang pengawas sontak mendongak. Begitu mengenali sosok jangkung pria bersurai gelap di atas pelana—pangeran atau penguasa wilayah yang disegani—para petani seketika bersimpuh panik.

"L-Lord Elliot!" sang pengawas buru-buru turun dari gerobak, membungkuk dalam-dalam dengan tubuh gemetar, bukan karena takut pada sang pengawas, melainkan karena kehadiran sang penguasa utara yang jarang sekali turun langsung ke ladang terluar.

"Ampuni lancang kami, Lord Elliot," ucap sang pengawas, mencoba memasang senyum sok ramah. " Jika pemandangan kotor di ladang ini mengejutkan Anda. Tapi tenang saja, urusan pengadaan pangan di sini berada di bawah kendali penuh keluarga Duncan, semuanya diurus dengan sangat efisien—"

Sebelum sang pengawas sempat menyelesaikan kalimatnya, Davira melangkah maju, ia berjalan mendekati timbangan yang tergantung di gerobak, mengambil satu karung kentang kecil, lalu menimbangnya sendiri di hadapan sang pengawas.

"Efisien?" suara Davira mengalun rendah, dingin, dan menusuk tulang. Ia menatap lurus ke arah sang pengawas yang mulai kebingungan. "Kau menyebut perampokan terang-terangan ini sebagai efisiensi?"

Sang pengawas terkesiap, wajahnya memerah karena tidak terima ditegur oleh seorang wanita asing yang bahkan bukan siapa-siapa di mata para pekerja lokal.

"Hei, Nona! Anda tidak tahu apa-apa tentang aturan di sini! Jangan ikut campur urusan administrasi kastil jika Anda hanya tahu cara duduk manis di dalam istana!"

Para petani di sekeliling menahan napas, ngeri melihat seseorang berani membentak seorang wanita bangsawan di hadapan sang Lord.

Namun, sebelum sang pengawas sempat melangkah lebih jauh untuk mengusir Davira, suhu di sekitar mereka mendadak merosot drastis.

Sebuah bayangan hitam menjulang di belakang Davira. Elliot perlahan turun dari kudanya. Pria itu melangkah tenang, namun setiap injakan sepatunya di atas salju terdengar seperti palu algojo.

Tanpa sepatah kata pun, Elliot berdiri tepat di samping Davira, menatap sang pengawas dengan manik kelam yang memancarkan niat membunuh yang pekat.

"Jaga mulutmu, bajingan," suara Elliot bergemuruh rendah, berat, dan mutlak, membuat sang pengawas seketika jatuh tersungkur ke atas salju karena lututnya lemas seketika. "Dia adalah Lady Davira, istriku dan Nyonya baru Rumah Orion. Dan apa yang ia perintahkan kalian harus menurutinya."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
LAHHH 😭 Davira malah terinspirasi
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Elizabeth santai menyodorkan daging, sementara orang-orang di sekitarnya mundur perlahan karena takut jadi menu tambahan 😭🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Orang lain mungkin sudah pucat ketakutan, sementara dia malah bangga memperkenalkan hewan peliharaannya. 🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
kuda berbulu 😅
Karo Karo
update nya jangan lama-lama kk thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: iya kak 🤗 ikuti teruss yah ☺️
total 1 replies
Karo Karo
oh jelas soalnya dalam buku bgtu banyak pelajaran yg bsa membungkam mulut orang yg hanya bsa pake otot tpi tdk pake otak 😂
Karo Karo
wah wah 😂 mantap
Karo Karo
mantap
Karo Karo
tok tok tok lah Thor 😁
Karo Karo
keren kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: makasih ☺️🤗
total 1 replies
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Fiona tralu meremehkan Davira. Nanti juga kena batunya sendiri 🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keren banget, Davira, jangan remehkan mantan ratu. tunjukkan kalau mantan ratu punya aura wibawa 🤣👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Nah, saingan akhirnya muncul, pasti bakal makin panas🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
duh Davira lagi2 harus menghadapi perlakuan yg menyakitkan, Grand Duchess terlalu meremehkan Davira 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Visualnya benar² membantu membayangkan Davira, Elliot, dan suasana kerajaannya 🥰
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Kasihan Davira, tapi yahh dia memang harus menghadapi konsekuensi dari kehidupan sebelumnya 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keputusan terbaik! Tinggalkan Liam dan malangnya, mulai lah hidup baru bersama Elliot👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Semoga di kehidupan kedua ini Davira bisa menyelamatkan Elliot & keluarganya.
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Idette siap² tersaingi. Davira sekarang tak klah mempesona
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Davira terlalu sabar di kehidupan pertamanya. Aku ikut sesak bacanya 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!