Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hampir ketahuan
"kau membiarkan istri mu di ganggu oleh mantan kekasih nya" ucap Didi saat masuk ke ruangan Bara
" bukan urusan ku" ucap Bara Ketus
"kau tau syarat poligami??harus bisa adil...." sindir Didi
"dia yang membuat ku poligami"
" apapun alasan nya saat ini dia masih istri sah mu, perlakukan dia sama dengan kau memperlakukan Tiwi" saran Didi
" aku tak mencintai nya di,kami menikah hanya karna perjodohan"
" meskipun dia bersalah kau tak bisa menghakimi nya Bar,dia berhak bahagia,lepaskan atau adil" tegas Didi
" jika itu pilihan nya aku mau melepaskan tapi tidak semudah bicara Di,,aku tak ingin Tiwi hidup menderita dengan ku, apalagi kami akan segera memiliki anak"
" Tiwi hamil??" tanya Didi penasaran
" kau meremehkan ku kawan.....!!!" seru Bara" aku lelaki normal,tidak seperti Raihan" kesal Bara
" kenapa Raina tidak hamil?"
" aku tak pernah menyentuh nya" jawab Bara singkat
" Raina cantik apa kau tak tertarik pada nya?" pancing Didi
" dia terlalu murahan, sebelum menikah dia sudah tak perawan" jelas Bara
" dari mana kau tau,kau sudah mencobanya?" ucap Didi menaikkan Alisnya
"dia sendiri yang bicara saat mabuk,biasanya orang mabuk tak pernah berbohong"
" berbeda dengan Tiwi aku yang mengambil keperawanan nya" lanjut Bara
"jadi bagaimana dengan Raina, kasihan jika kau menggantung nya begini"
" kenapa kau mulai peduli dengan kehidupan Raina,jangan bilang kau menyukai nya" tebak Bara
" jika kau melepaskan nya, tidak ada salah aku mengejar nya"
" hmmm...boleh Juga" ujar Bara cuek dan menepuk pelan pundak Didi
****
seminggu berlalu Raihan pun sudah kembali kerumah...
Malam ini semua keluarga berkumpul di ruang keluarga menikmati acara televisi
" Bagaimana perkembangan proyek mu bar?" tanya Pak Harun
" semakin membaik pa,tidak ada yang bermasalah" ucap Bara
" bagus lah...kau memang berpotensi dalam bidang bisnis sama seperti papa mu" puji pak Harun
" na,,apa kalian tidak ingin konsultasi pada dokter,sampai saat ini kamu belum juga hamil na?" tanya nyonya Fatyah
" belum ma,,nanti jika sudah waktunya pasti juga hamil" jawab Bara
" bukan begitu,,mama sudah sangat ingin menggendong cucu,kalian sudah pada menikah tapi belum juga memiliki anak"
" sabar ma,,kamu kira secepat itu,semua butuh proses,lagi pula mereka baru menikah dan masih proses perkenalan...biarkan saja mereka saling mengenal dulu,nanti juga akan di berikan keturunan" sanggah pak Harun
" iya ma,,aku tidak menunda,tapi memnag belum di berikan kepercayaan ma" jelas Raina
" han....kamu dan Tiwi kapan? " tanya Raina
"huks....huks ..." Tiwi yamg sedang menguyah makanan pun tersedak
"wi....minum" Bara refleks menyodorkan.gelas minum nya,,dan di minum oleh Tiwi hingga habis semua mata memandang kearah Bara
" maaf....aku refleks melihat Tiwi tersedak" ujar Bara
" tidak apa,,untung kau memberikan nya,kalau tidak Tiwi bisa muntah di sini, Akhir-akhir ini dia tidak enak badan" ucap Raihan
" terimakasih" ucap Tiwi tertunduk
Raina melihat pada Bara seperti ada yang di sembunyikan tapi Raina tak bisa mengetahui itu apa....
Raina masuk kedalam kamarnya
" seperti nya kak Raina cemburu ma,,aku jelaskan dulu" ucap Raihan segera mengejar kakak nya
" maaf....ucap Bara menatap pak Harun dan Nyonya Fatyah bergantian
Pak Harun segera beranjak pergi dan di ikuti nyonya Fatyah
" mas..... hampir saja ketahuan" ucap Tiwi pelan
" aku khawatir pada mu yank" balas Bara pelan
" tapi harus lihat situasi mas,semua ada di sini" tekan Tiwi
" sana bujuk kak Raina" ucap Tiwi ketus
" aargggg" Bara kesal sendiri di buat nya....