NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 - Rencana gila nadia

...Chapter 32...

...----------------...

Suasana malam begitu dingin, Keluarga William baru saja sampai di kediamannya. Axion bergegas masuk ke dalam mansion nya bersama kedua orang tuanya.Seperti biasa, Para pelayan sudah pulang, Hanya sisa pelayan yang tinggal menetap saja di dalam kediaman.

"Tuan muda, itu?!"

Axion menoleh, Menatap pelayan yang terkejut sambil menunjuk seseorang di belakangnya. Saat menoleh, Axion melihat Nadia yang gemetar dengan baju basah kuyup. Gadis itu menggigil kedinginan.

"Nadia, Kau dari mana?" Tanya dayanti, Apakah ini cara lain gadis itu mendekati putranya?

"Aku...tak sengaja...jatuh ke danau nyonya." Ucap gadis itu menggigil.

"Yasudah, Pergilah berganti baju. Jangan terlalu lama berada di luar."Ucap dayanti, Delano suaminya itu mengangguk menyetujui ucapan sang istri.

"Baik nyonya." Ucap Nadia.

Axion menatap aneh Nadia, Gadis itu sepertinya terlihat berbeda. Biasanya akan merengek manja padanya. Apakah terjadi sesuatu pada gadis itu di perjalanan pulang?

"Mommy, Aku akan ke kamarku."Ucap Axion, Pemuda itu memasuki lift menuju kamarnya. Dayanti memijat pelipisnya yang pusing. Hari ini, Dengan kejam ia membuka identitas Nadia di depan semua orang. Ia memang sudah sangat kesal melihat rumor tentang putranya dan gadis itu.

"Kau ingin aku ambilkan secangkir teh?" Tanya Delano, Dayanti menggeleng.

"Ayo kita istirahat saja."Ucapnya, Sepasang suami istri itu pergi menaiki lift.

...--------------------------------...

"Kau dari mana tadi?" Tanya Mia, Kakaknya pergi entah kemana setengah jam dari pesta. Padahal Luzkay tipe orang yang jarang sekali meninggalkan keluarga saat sedang berkumpul.

"Bertemu teman." Ucapnya singkat.

Kedua kakak beradik itu berada di dalam satu mobil yang sama, Pesta itu sudah selesai. Keduanya sedang dalam perjalanan pulang. Mia mengangguk paham.

"Bagaimana dengan perasaanmu hari ini?" Ucap Mia, Di tengah kesunyian mereka.

Luzkay menoleh, Wajahnya sangat datar dan cuek. Lalu ia membuang wajahnya ke arah jalan raya. Mia tak boleh tahu apapun.

"Bagaimana denganmu?" Tanya Luzkay balik, Mia menaikan alisnya tanda bingung.

"Kau berdansa dengan anak keluarga Candra. Begitu serasi bukan?" Tanya Luzkay tersenyum tipis, Menoleh menatap sang adik. Mia yang malu langsung membuang wajahnya.

"Dia...Aku hanya pernah bertemu beberapa kali dengannya. Kami tidak seakrab itu."Ucap Mia menolak, Wajahnya memerah setiap kali membayangkan kedekatannya dengan Kevian.

"Kau akan berjodoh dengannya."Ucap Luzkay, Mia menoleh dengan wajah kesal.

"Memangnya kau dewa, Bisa tahu jodoh orang lain, Huh...menyebalkan!" Kesal Mia, Luzkay terkekeh pelan.

"Aku bukan dewa, Tapi aku bisa menciptakan masa depan semua orang yang ada di sini."Ucap Luzkay, Sekarang Mia yang tertawa kencang.

"Menciptakan masa depan, Kau pikir kau siapa...Dasar gila....hahahhaaaa."Mia tertawa geli, Ada saja kakaknya itu. Luzkay pun ikut tertawa.

"Sudahlah, Kau yang tidak tahu apapun itu sudah bagus."Batin pemuda itu.

...--------------------------------...

Clarissa sudah selesai mandi, Gadis itu merentangkan tubuhnya di kasur, Sambil menatap langit-langit kamarnya yang megah dan indah.

"Sebenarnya siapa yang membuatku masuk ke sini, Tidak mungkin secara tiba-tiba aku masuk ke Sini tanpa alasan?" Clarissa berbicara dengan pelan, Setelah lebih dari 2 bulan ia menetap di dunia ini menjadi Clarissa. Ia masih belum tahu alasan mengapa dirinya bisa masuk ke dalam cerita ini.

Tok! Tok!

"Nona, Anda sudah tidur?" Sera berbicara di balik pintu, Clarissa tidak menjawab hanya berjalan menuju pintu dan membukanya.

"Ada apa?" Bingung Clarissa, Sera tersenyum.

"Tuan muda Axion memberikan anda bunga lily, Terdapat surat juga di sini."Ucap Sera tersenyum, Clarissa mengambil sebuket bunga Lily itu, Di dalam bunga itu terdapat sebuah surat.

"Baiklah, Terima kasih Sera."Ucap Clarissa, Ia kembali masuk ke dalam kamar.

Clarissa menatap bunga Lily itu dengan bingung, Biasanya Axion akan mengabarinya jika memberikannya sesuatu. Dengan rasa penasaran yang penuh, Gadis itu mulai membuka isi surat itu.

...Clarissa, Malam ini kamu begitu cantik, maafkan aku yang kemarin bersikap cuek padamu. Mari kita berbaikan, Aku mengundangmu untuk pergi ke Galeri seni jovanka— Alexion Derrel William....

Clarissa tersenyum layaknya seseorang yang berhasil mendapatkan suatu Hadiah, Padahal nyatanya ia tau tulisan ini bukanlah milik Alexion. Karna ia dan Axion tidak pernah bermusuhan sungguhan.

"Emm...menarik, Kalau begitu. Aku ingin lihat...Siapa orang yang ingin menjebak-ku." Ucap Clarissa tersenyum.

*

*

*

Pagi datang dengan cepat, Menyambut Clarissa yang sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Ia menggendong tasnya, Berjalan bersama Robert yang kini sedang menunggunya di area halaman mansion.

"Kau sudah siap?" Robert tersenyum hangat, Clarissa mengangguk.

Gadis itu masuk ke dalam mobil bersama Robert, Pak Akbar siap mengendarai mobil Mercedes hitam itu keluar dari halaman mansion.

Keadaan hening, Hanya ada sedikit suara ramai kendaraan yang membunyikan sedikit klakson mobilnya. Clarissa tersenyum menyambut pagi ini.

"Clarissa, Malam tadi...itu bunga dari siapa?" Tanya Robert penasaran, Ia yang kebetulan berada di luar rumah melihat Sera, Pelayan pribadi Clarissa yang membawa sebuah buket bunga lily yang terlihat mahal.

"Owh...itu dari Axion, Dia meminta maaf padaku karna bersikap cuek padaku kemarin."Ucap Clarissa tersenyum.

Sepengetahuan Clarissa, Rasa ingin tahu Robert itu sangat tinggi. Ia juga tipe pria yang akan mencari tahu sendiri jika ingin tahu sesuatu. Ia terlalu gengsi untuk bertanya.

"Oh...dia meminta maaf, Apa kau memaafkannya?" Tanya Robert, Clarissa tersenyum dan menggeleng.

"Aku memaafkannya, Karna ku lihat dia tulus sekali memberikanku bunga, Aku sangat suka bunga pemberiannya."Ucap Clarissa, Gadis itu tersenyum lembut sambil membicarakan bunga pemberian Axion.

Robert menatap Clarissa dengan wajah kesal yang tertahan, Ia tak tahu mengapa ia merasa kesal saat Clarissa tersenyum begitu pada pria lain. Walaupun tujuan awalnya mendekati gadis itu bukanlah untuk hatinya.

"Sudahlah, Untuk apa bunga indah. Aku lebih senang bersama Robert."Ucap Clarissa bergelayut manja di lengan Robert, Pemuda itu berhenti menahan rasa kesalnya.

"Clarissa, apa dia hanya memberikanmu bunga?" Tanya Robert, Clarissa menggeleng.

"Dia mengajak-ku ke galeri seni jovanka, Yang sedang sangat populer itu."Ucap Clarissa, Robert mengangguk paham.

Galeri seni yang khusus menyediakan lukisan milik seorang pelukis ternama yang sangat jarang menunjukkan diri. Tetapi karyanya jelas di akui dunia. Bahkan beberapa pengusaha pecinta seni siap membeli karyanya hanya untuk di pajang di ruang kerjanya.

"Begitu ya, Axion itu tidak akan mengajak Nadia kan?"Tanya Robert, Clarissa menggeleng.

"Aku tidak tahu, Tetapi tidak apa jika dia mengajak Nadia. Nadia kan temannya sejak kecil."Ucap Clarissa, Tanpa sadar Robert mengusap rambut Clarissa dengan lembut. Sifat pengertian, Lembut dan baiknya tidak berubah.

Clarissa terlalu baik, Gadis itu bahkan tidak pernah berpikir bahwa orang yang hampir mempermalukannya di pesta nyonya dayanti adalah Nadia.

Terkadang, Robert merasa bersalah bila mengingat ia yang harus menjatuhkan keluarga Clarissa hanya untuk menggapai apa yang ia inginkan. Tetapi jika ia tak melakukan itu, Keluarga William saja tidak akan cukup untuk menekan ketiga keluarga itu. Karna Kenny dan bellen sama kuatnya dengan keluarga William.

"Sejak kapan aku mulai ragu, hanya kehancuran keluarga bellen yang bisa membuatku hidup dengan layak. Atau mungkin aku hanya akan menghancurkan keluarga bellen, Tanpa membunuh Clarissa?" Batinnya dilema.

"Sudah sampai, Kau sekolah yang benar ya."Ucap Clarissa, Robert turun dari mobil dengan kedua mata yang tidak fokus.

"Robert, Babay!" Teriak Clarissa sambil membuka kaca mobilnya, Robert tersenyum dan membalas lambaian tangan Clarissa.

"Kau terlihat senang sekali di perlakukan baik oleh Clarissa ya." Robert menoleh, Seseorang berbicara dengan nada yang sangat sarkas, Wajahnya yang awalnya sumringah menjadi bertaut.

Nadia tersenyum sinis menatap Robert, Tidak ada lagi wajah gadis lemah, Tidak berdaya atau bahkan menangis hanya karna hal kecil. Nadia seolah menjadi orang lain.

"Aku hanya menjalankan rencana kita."Ucap Robert berdalih, Ia berjalan menjauh menaiki tangga kecil tepat di pintu masuk tanpa memperdulikan Nadia.

"Malam ini, Ayo kita habisi Clarissa." Ucap Nadia, Robert langsung menghentikan langkahnya.

"Kau gila?!" Tanyanya menoleh kaget.

TBC

like dan komen.

1
lin sya
mnding velica jujur sm xion ttg dunia novel, siapa tau mereka ttp brjodoh klo ares bneran bsa bikin clarisa asli hdup dan nadia mati
JasmineA
kek kucing aja nyawa si nadia...tp keknya halo protagonist nya nadia ilang dan masuk ke tubuh axion deh...terus nadia matinya nnt gimana?masa gak mati2 sih
lin sya
sbnrnya luzkay siapa, penulis novel nya kah atau org yg hdup didunia sm kyk clarisa tp dia kan pnya rasa sm clarisa dan nadia klo hdup lgi, trus musnahnya dgn apa
Author hidup: Luzkay suka Clarissa
Alexion suka velica

wkwk
total 1 replies
JasmineA
sayonara Nadia...selamat ketemu raja yama di neraka😉
falea sezi
jd Mia sama tora ikutan balik
Author hidup: Tora aja, Mia engga
total 1 replies
JasmineA
tampaknya nadia yang terlahir kembali sgt meledak2 ya emosi nya
JasmineA: benar...pion nya lepas dri genggaman😂
total 2 replies
JasmineA
palingan harus cacat tuh Nadia dibuat kevian
JasmineA
iya kan situ cuman pelayan atuh...udah cukup bagus kok diberi gaun syantik walau bekas daripada diberi gaun compang camping kan😉
JasmineA
anak pelayan aja belagunya mintak ampun💆🏻‍♀️ mana ngaku kerabat jauh keluarga axion lagi😂
Saidatul Farisha
uish clarisa menjadi rebutan🤭
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Author hidup: Makasih kakak cantik
total 1 replies
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!