NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Dan Rasa

Belenggu Janji Dan Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: "Emy"

seorang pria dingin yang terjebak di situasi tak terduga. Pria itu di nikah paksa oleh warga setempat, menikahi gadis sma kelas 3 bernama Rara Sephyra. Dalam hitungan detik statusnya berubah menjadi seorang suami.
Namun di sisi lain dia juga memiliki tunangan seusianya.
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya.
Apakah si pria akan mempertahan pernikahannya?
Atau akan memilih tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Emy", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Melihat keras kepalanya si kembar yang mirip dengan watak Athur, Tuan Ganesha akhirnya menghela napas pendek dan memperbolehkan mereka untuk bermalam di sofa panjang ruangan VIP tersebut.

Suasana malam di kamar VIP menjadi sedikit lebih tenang. Di sudut sofa, Evan memperhatikan Nina yang sejak sore hanya diam melamun dan belum menyentuh makanan kotak yang disediakan oleh rumah sakit. Jiwa lembut Evan yang tersembunyi di balik sifat tengilnya pun mulai keluar. Ia sengaja mengambil satu kotak makanan, lalu duduk di dekat Nina untuk merayu gadis remaja itu agar mau mengisi perutnya.

"Heh, Bocil," panggil Evan dengan gaya jail andalannya, sengaja menurunkan kacamata hitamnya ke ujung hidung untuk memprovokasi Nina.

"Lu kalau nggak mau makan sekarang, gue pastikan nasi kotak lu ini bakal gue kasih ke Fino. Biar kembaran lu makin subur, terus lu makin kurus kayak tripleks kontrakan kemarin. Mau lu?"

Nina yang mendengar provokasi garing itu refleks mengerucutkan bibirnya kesal, meski matanya masih berkaca-kaca. "Ih, Bang Evan menyebalkan banget sih!" ketusnya, namun akhirnya mau menerima sendok makanan yang disodorkan Evan dengan wajah cemberut yang menggemaskan.

Sementara itu, Fino yang melihat kembarannya sudah mulai mau makan langsung berjalan mendekati Bagas yang berdiri berjaga di dekat ranjang Athur. Fino melipat tangannya di dada, menatap wajah kaku kakak iparnya dengan suara yang sengaja dipelankan.

 "Om Bagas... kondisi si Abang tampan ini beneran aman kan? Luka tusuknya nggak bikin dia amnesia kayak di sinetron, kan?" tanya Fino dengan nada yang sok tenang padahal hatinya sangat cemas.

Bagas hanya tersenyum tipis mendengar ketengilan Fino. "Tenang saja, Fino. Bos Athur itu nyawanya sembilan. Dia pasti bangun sebentar lagi."

Setelah memastikan situasi di dalam ruangan sudah cukup terkendali oleh penjagaan Bagas dan Evan, Tuan Ganesha akhirnya menepuk pundak sang istri. Alden dan Amelia memutuskan untuk pulang ke mansion mewah mereka malam ini demi memulihkan stamina, dan berjanji akan datang kembali esok fajar untuk melihat perkembangan masa kritis Athur dan Rara.

Malam itu juga, setelah mengantarkan Mama Amelia ke dalam mobil untuk pulang bersama supir pribadi, langkah kaki Tuan Ganesha tidak mematung menuju arah pulang. Dengan raut wajah yang menggelap dan sorot mata elang yang memancarkan aura kematian, ia berjalan terburu-buru menuju parkiran bawah tanah Rumah Sakit Medika Utama.

Alden yang sejak awal tahu bahwa Papanya bukan orang sembarangan—seorang mantan penguasa dunia bawah tanah yang memiliki jaringan tak terlihat—langsung bisa membaca situasi. Firasat remajanya bergejolak hebat. Melihat sang Papa bergerak dengan langkah taktis bin berbahaya, Alden memberanikan diri untuk bersuara menahan langkah tegap ayahnya.

"Papa mau ke mana?" tanya Alden dengan suara yang ditekankan, menatap punggung tegap Tuan Ganesha.

Tuan Ganesha menghentikan langkah kakinya tepat di samping mobil sedan hitam berbalut antipeluru miliknya. Tanpa membalikkan badan, suara beratnya mengalun dingin membelah sunyinya parkiran basemen. "Ada sesuatu hal yang harus Papa bereskan malam ini, Alden. Sesuatu yang telah berani menumpahkan darah kakakmu."

Tuan Ganesha membalikkan tubuhnya perlahan, menatap wajah babak belur anak bungsunya itu dengan pandangan menguji yang sangat dalam.

"Kamu mau ikut?"

Alden sempat tercekat, namun kepalan tangannya di dalam saku jaket mengeras. Rasa frustrasi, rasa bersalah atas keributan pagi tadi, dan luka patah hatinya pada Rara mendadak melebur menjadi satu keberanian yang pekat. "Gue ikut, Pa. Gue juga mau lihat siapa bajingan yang udah bikin Kak Athur kritis."

Tuan Ganesha menyunggingkan senyuman tipis yang sangat dingin, melihat kilatan nyali di mata Alden. "Masuk ke mobil. Malam ini Papa akan menunjukkan padamu, bagaimana cara keluarga Hermawan menghancurkan tikus pengkhianat."

Dua mobil taktis hitam melaju kencang menerobos lebatnya hutan di pinggiran kota, hingga berhenti di depan sebuah bunker beton raksasa yang dijaga ketat oleh puluhan pria berpakaian hitam. Itu adalah markas besar militer tersembunyi milik Tuan Ganesha.Di dalam ruangan interogasi yang pengap, dingin, dan kedap suara, Jesika dan Daren sudah dalam kondisi terikat rantai besi tebal di atas kursi kayu.

 Wajah Jesika sudah hancur oleh sisa maskara dan air mata ketakutan, sementara Daren menunduk dengan rahang mengeras rapat meski sekujur tubuhnya penuh lebam akibat diringkus oleh informan rahasia tadi sore.

Brak!

Pintu besi tebal itu dihantam terbuka. Tuan Ganesha melangkah masuk dengan wibawa mutlak seorang raja mafia, diikuti oleh Alden yang berjalan di belakangnya dengan mata nanar menyaksikan pemandangan kejam di depannya.

"T-Tuan Besar Ganesha..." cicit Jesika dengan suara bergetar hebat ketakutan, seluruh keangkuhannya sebagai anak borjuis lenyap seketika.Tuan Ganesha mengabaikan Jesika seolah wanita itu hanyalah seonggok sampah. Langkah kakinya berhenti tepat satu meter di depan Daren. Pria paruh baya itu melepaskan sarung tangan kulit hitamnya dengan gerakan yang sangat santai namun mencekam.

"Daren... Daren," ucap Tuan Ganesha dengan suara rendah yang menekan atmosfer ruangan.

 "Tiga tahun kau bekerja di samping anak sulungku, Athur. Dipercaya memegang proyek Kota S, diberi fasilitas mewah, tapi malam ini kau memilih menusuk pinggangnya dari belakang karena dendam bodohmu tentang kakak perempuanmu, Sintya. Benar begitu?"Daren mendongak dengan mata memerah penuh kebencian, meludahkan darah dari mulutnya ke lantai.

 "Hahaha! Ya! Gue emang benci sama keluarga lu, Ganesha! Kakak gue, Sintya... mati bunuh diri karena dicampakkan dan dihancurkan hidupnya oleh Athur! Athur brengsek itu pantas mati membusuk di ruang ICU sekarang!" raung Daren histeris, melepaskan seluruh rasa dendam yang selama ini ia simpan rapat-rapat.Mendengar tuduhan Daren, Tuan Ganesha justru tidak meledak marah. Sebaliknya, pria paruh baya itu justru mengeluarkan suara kekehan rendah yang sangat dingin, sebuah tawa mengejek yang membuat bulu kuduk Alden di belakangnya meremang.

"Bodoh. Kau bener-bener anak muda yang sangat bodoh, Daren," sindir Tuan Ganesha, mengeluarkan sebuah map usang berwarna kuning dari balik jasnya lalu melemparkannya tepat ke wajah Daren hingga kertas-kertas di dalamnya berhamburan.

"Buka matamu dan lihat fakta yang selama ini sengaja saya dan Athur sembunyikan rapat-rapat darimu," desis Tuan Ganesha, tatapan matanya mengunci Daren tanpa ampun.

"Kakakmu, Sintya... dia sampai detik ini masih hidup. Dia tidak pernah mati bunuh diri seperti cerita palsu yang sengaja disebarkan oleh musuh kita untuk memanfaatkanmu."

Deg.

Jantung Daren seketika serasa berhenti berdetak. Matanya membelalak sempurna menatap lembaran foto-foto resmi medis terbaru di atas lantai. Foto seorang wanita yang sangat mirip dengan Sintya sedang hidup tenang di sebuah rumah sakit rehabilitasi luar negeri yang seluruh biayanya dikirimkan secara rahasia atas nama rekening Athur Louise Kaelan setiap bulan.

"T-tidak mungkin... ini bohong!" teriak Daren terbata-bata dengan tubuh yang mulai gemetar hebat.

"Athur tidak pernah mencampakkan kakakmu, Daren," potong Tuan Ganesha dengan suara berat yang menembus pertahanan mental Daren.

1
Embhul82
bagus ceritanya q suka
Emy: makasih sudah mau mampir. Jangan lupa kritik dan saran
total 1 replies
Embhul82
up lagi kak 🤭
Brigita
kurang paham di ini sih
Emy: makasih bnyak kak sudah di koreksi. sebagai manusia pasti tetap ada kesalahan. Alhamdulillah kak sudah di perbaiki
total 1 replies
Brigita
lanjutt truss kakk😍👍💪
Emy: terimakasih kak
total 1 replies
Brigita
semangat kakkk💪💪💪👍😍
Emy: Makasih sudah hadia kak. kritik dan sarannya y kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!