NovelToon NovelToon
Istri Rampasan Mafia Dingin

Istri Rampasan Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Pengantin Pengganti
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya Sonya Munic terpaksa harus membatalkan pernikahannya dengan Sagara Sardi tepat saat akan mengucapkan janji pernikahan. Batara Moretti datang merampas pengantin atas alasan utang keluarga. Padahal keluarga Munic telah mengatur pernikahan Batara dengan Talitha Munic, adik tiri Sonya. Di bawah ancaman nyawa ketua mafia paling berbahaya, Sagara terpaksa menyerahkan calon istrinya.
Tak mudah bagi Sonya, gadis yang terkenal lemah lembut hidup di lingkungan mafia dan sikap dingin Batara yang hanya menganggapnya sebagai istri pelunas hutang. Selain menagih hak suami istri Batara selalu diam dan acuh, saat Sonia mulai berdamai dengan keadaan, satu persatu kebenaran mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesombongan Yang Salah

"Tuan Batara memiliki watak yang sangat kejam jika menyangkut keselamatanku... aku tidak ingin orang-orang tidak bersalah itu harus kehilangan nyawa mereka hanya karena mencoba membantuku melakukan hal yang benar."

​Ibu Yooka terenyak, matanya berkaca-kaca mendengar ketulusan jiwa Sonya yang bahkan di ambang batas kematiannya sendiri masih memikirkan keselamatan para pelayan dan pekerja bawah di mansion ini.

​"Nyonya Sonya... Anda sungguh wanita yang berhati malaikat," ucap Ibu Yooka, mengusap air mata di sudut matanya sendiri. "Baiklah, saya mengerti sekarang. Mari, biarkan saya membantu Anda membersihkan diri dan mengganti pakaian kotor ini dengan pakaian yang baru."

​Dengan ketelatenan seorang ibu, Ibu Yooka membantu Sonya membersihkan tubuhnya menggunakan waslap hangat, menyeka sisa-sisa keringat dingin dan membersihkan diri dengan penuh kehati-hatian agar tidak mengganggu sirkulasi napas Sonya yang pendek. Setelah selesai, Ibu Yooka memakaikan gaun tidur katun putih yang longgar dan nyaman pada tubuh Sonya, lalu memapahnya kembali dengan sangat perlahan menuju ke atas ranjang king size.

​Setelah memastikan Sonya berbaring dengan nyaman di bawah selimut tebal, Ibu Yooka berdiri di tepi ranjang dengan raut wajah yang kembali serius. "Nyonya, meskipun kita menyembunyikan ini dari Tuan Besar, kondisi demam dan anemia Anda tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa penanganan medis. Izinkan saya memanggil kepala dokter klan untuk datang ke kamar ini secara rahasia guna menyuntikkan vitamin dan obat penguat jantung untuk Anda. Jika tidak, kondisi Anda akan kian memburuk."

​Sonya menatap Ibu Yooka dengan panik. "Tapi... bagaimana dengan Tuan Batara? Jika dokter itu masuk ke kamar utama, Tuan Batara pasti akan menyadarinya—"

​"Anda tidak perlu khawatir tentang hal itu untuk saat ini, Nyonya Sonya," potong Ibu Yooka dengan seulas senyuman menenangkan yang seketika meredakan kepanikan Sonya. "Tuan Besar Batara baru saja berangkat satu jam yang lalu menuju ke luar kota, ke kota Baston. Ada urusan bisnis klan yang sangat mendesak di sana, dan beliau akan berada di sana selama tiga hari ke depan. Mansion ini akan berada di bawah kendali pengawasan saya selama beliau pergi. Saya akan mengatur pergerakan tim dokter dan para pengawal agar semuanya tetap berjalan aman tanpa ada kebocoran informasi sedikit pun ke telinga Tuan Besar."

​Mendengar kabar bahwa Batara sedang tidak ada di mansion selama tiga hari ke depan, seulas rasa lega yang amat sangat seketika mengalir di dalam dada Sonya. Beban berat yang menghimpit jiwanya sejak pagi tadi seolah terangkat sebagian. "Terima kasih... terima kasih banyak, Ibu Yooka... Tolong atur semuanya dengan aman..." Bisik Sonya sebelum akhirnya memejamkan matanya kembali, membiarkan tubuhnya yang lemas mulai beristirahat di bawah pengawasan ketat wanita tua yang setia itu.

​Sementara suasana di dalam kamar tidur utama berselimutkan keheningan yang penuh kehati-hatian, atmosfer di lantai bawah, tepatnya di depan koridor penghubung menuju sayap ruang utama, justru dipenuhi oleh ketegangan yang memuakkan.

​Talitha Munic melangkah dengan gaya menghentak di atas lantai marmer mengkilap koridor lantai satu. Dia mengenakan gaun desainer berwarna kuning terang yang mencolok, dipadukan dengan kacamata hitam besar yang bertengger di hidung bangirnya. Setelah malam panjang yang dia lewati di sayap barat, malam yang di dalam ilusinya dianggap sebagai malam kemenangan mutlak atas tubuh Batara, keangkuhan dan rasa percaya diri Talitha kini telah melambung tinggi melampaui langit.

​Dia merasa dirinya kini bukan lagi seorang tahanan politik klan Munic, melainkan calon penguasa baru yang memiliki hak istimewa di mansion ini setelah berhasil "menyerahkan" tubuhnya pada sang harimau Inferno.

​Talitha membusungkan dadanya yang berisi, melangkah mendekati pintu gerbang kayu ganda berukir emas yang memisahkan sayap luar dengan area ruang utama tempat kamar tidur Batara dan Sonya berada. Di dalam benaknya, dia sudah tidak sabar untuk menerobos masuk ke dalam kamar tidur Sonya, berdiri di depan kakak kandungnya yang lemah itu, dan menceritakan secara detail dengan bumbu-bumbu provokatif mengenai bagaimana indahnya malam kebersamaan yang dia habiskan di atas ranjang bersama Batara semalam. Dia ingin melihat wajah Sonya hancur berantakan karena cemburu dan rasa sakit hati.

​Namun, baru saja kaki jenjang Talitha hendak melewati batas pintu koridor utama, dua orang pengawal elite klan The Inferno yang mengenakan setelan jas hitam formal dan memegang senjata laras pendek di pinggang mereka seketika melangkah maju, memotong jalur jalan Talitha dengan menyilangkan kedua tangan mereka yang kekar di udara.

​Sret!

​"Maaf, Nona Talitha. Anda dilarang keras untuk melintasi batas pintu ini," ucap salah seorang pengawal berwajah dingin dengan nada suara yang kaku tanpa kompromi. "Sayap ruang utama adalah area steril khusus untuk Tuan Besar dan Nyonya Sonya. Anggota luar tidak diizinkan masuk tanpa izin tertulis dari Tuan Besar."

​Talitha seketika menghentikan langkah kakinya, menurunkan sedikit kacamata hitamnya ke ujung hidung, menatap kedua pengawal di depannya dengan pandangan mata yang berkilat penuh amarah yang tersinggung.

​"Apa kau bilang? Anggota luar!" Bentak Talitha dengan nada suara yang tinggi dan sombong, berkacak pinggang di depan kedua pria berbadan kekar itu. "Buka mata kalian lebar-lebar, dasar penjaga bodoh! Apa kalian tidak tahu siapa aku, hah! Aku ini adalah Talitha Munic! Aku wanita yang telah menyerahkan seluruh jiwaku untuk Tuan kalian, Batara Moretti! Setelah apa yang terjadi di antara kami, posisiku di mansion ini sudah jauh lebih tinggi daripada pelayan mana pun, termasuk kakakku yang penyakitan itu!"

​Kedua pengawal itu sama sekali tidak bergeming. Ekspresi wajah mereka tetap datar seperti patung batu, sama sekali tidak terpengaruh oleh bualan sombong wanita di depan mereka. "Kami hanya mematuhi perintah langsung dari Tuan Besar Batara Moretti sebelum beliau berangkat ke luar kota pagi ini. Siapa pun yang mencoba menerobos area utama tanpa izin, akan langsung kami eliminasi di tempat."

​Talitha menggeram kesal, rahangnya mengencang menahan malu karena gertakannya sama sekali tidak mempan pada anak buah Batara yang berdisiplin tinggi. Melalui perdebatan kecil itu, telinga tajam Talitha juga berhasil menangkap sepotong informasi krusial, Batara Moretti saat ini sedang tidak berada di dalam mansion dan telah pergi ke luar kota selama beberapa hari ke depan.

​Sialan! Pria itu pergi ke luar kota di saat aku ingin menuntut hak-hak istimewaku pagi ini! Batin Talitha mengumpat kasar.

​Menyadari bahwa dia tidak akan pernah bisa menerobos barikade ketat kedua pengawal elite itu dengan kekuatan fisik atau sekadar gertakan lisan, Talitha akhirnya memutuskan untuk mundur. Dia menyentak kacamata hitamnya kembali ke atas pangkal hidungnya dengan gerakan kasar penuh kekesalan.

​"Baik! Hari ini aku akan mengalah pada kalian berdua!" Desis Talitha sombong, menunjuk wajah kedua pengawal itu secara bergantian dengan jari telunjuknya yang dihiasi cat kuku merah darah. "Tapi ingat baik-baik wajahku ini! Begitu Tuan Batara kembali dari kota Baston beberapa hari lagi, aku sendiri yang akan meminta beliau untuk memecat dan membuang kalian berdua ke jalanan karena telah berani bersikap lancang pada calon Nyonya baru di mansion ini!"

​Setelah meluapkan ancaman kosongnya, Talitha membalikkan tubuhnya dengan sentakan anggun yang dipaksakan, melangkah pergi meninggalkan koridor utama dengan langkah kaki yang sengaja dihentak-hentakkan ke atas lantai marmer.

​Meskipun rencana provokasinya untuk menghancurkan mental Sonya siang ini harus tertunda, suasana hati Talitha tidak sepenuhnya rusak. Ada seulas senyuman licik yang kembali merekah di bibir merahnya saat dia mengingat isi tas kulit mewahnya yang tergantung di lengan kirinya.

​Sebelum Batara melangkah pergi meninggalkan mansion menuju ke luar kota pagi tadi, Talitha yang cerdik telah menggunakan kelicikannya untuk mencegat mobil Batara di halaman depan. Dengan menggunakan dalih bahwa dia membutuhkan dana kompensasi hidup atas pengorbanan darah yang dia berikan untuk Jevan, ditambah dengan taktik manja yang memanfaatkan status kontrak politik mereka, Talitha berhasil membujuk dan mendesak Batara untuk memberikannya sejumlah uang tunai dalam jumlah yang sangat besar berserta sebuah kartu kredit keluarga Moretti untuk dia gunakan selama pria itu pergi.

​"Hmph, jika hari ini aku tidak bisa menghancurkan wajah dan harga diri Sonya, maka setidaknya aku bisa menggunakan uang suaminya untuk bersenang-senang di luar," gumam Talitha dengan tawa rendah yang sarat akan keserakahan ego. "Aku akan pergi ke distrik perbelanjaan termewah di pusat kota. Aku akan membeli semua gaun mahal, perhiasan berlian, dan segala hal yang bisa mempertegas status baruku di kota ini sebagai wanita kesayangan Batara Moretti."

​Talitha melangkah lebar menuju ke arah pintu keluar utama mansion, tempat sebuah mobil sedan mewah beserta seorang sopir pribadi klan telah menunggu untuk mengantarkannya pergi berbelanja sesuai perintah yang dia paksakan sebelumnya. Di dalam otaknya yang dipenuhi intrik busuk, benalu keluarga Munic ini merasa dirinya kini telah memiliki kendali penuh atas sebagian kecil kekayaan Moretti, tanpa pernah menyadari bahwa setiap langkah kakinya yang sombong di luar sana sebenarnya sedang diawasi oleh sepasang mata tak terlihat dari jaringan intelijen musuh yang siap memanfaatkan keangkuhannya untuk memicu badai konflik yang jauh lebih besar di masa depan.

1
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
dih emang bukan takdirmu, kalau kau belum tentu kuat juga sama si Batara kejam itu
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
gejolak apa itu🤣 ada rasa senang di rawat kah
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
astaga takut bener tiba² kena serangan jantung 😭🤣
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
ini orang gak tau diri dah, udah cuman pekerja gak ada hak buat memperlakukan istri majikan kayak gitu
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
jangan galak-galak apa batara
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
ini terlalu dewasa untuk aku yg kecil/Facepalm/
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
pakaian tempurnya terlalu kuat ini mah
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
yg dia mau bukan kau ngapain ih masih kayak gitu
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
semangat ya jangan menyerah wkwk
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kueselllll sumpah lihat Batara Moretti diperdaya oleh Talitha begitu saja pasti Sonya sakit hatinya melihat bayangan mereka berdua berhubungan intim 😢😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
Muft Smoker
lanjuut kaak ,,

gx tega iikh kak liat sonyaa di sakitin trus ,,

ayoo laa kak sx aj jadiin si Sonya wonder woman ,,
atau kasih kekuatan dikit ,, buat nampol si thalita ,, 😒😒😒😒
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
huffffs sulit bt meredakan rasa kecewa itu
terlanjur sakit dan kecewa
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Wanita gila yg terobsesi dengan tahta dan keangkuhan...
Hilang saja kau dr muka bumi ini
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Kebodohan Batara yg ngk mau cari solusilain .. malah menjebak dirinya sendiri dalam perangkap rayuann
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
hancurkan saja tuhh mafia bodohh.. yg ngk bisa tegas bt bunuhh tuhh yg diangap jalang tp dia terpedaya 😒
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Ahhh menyebalkan mafia bodohhhh.. mana kekajaman mu .. masak cuma karena janji yg ngk km tahu km jadi kacungg thalitha.. dasar bodohhh.. mafia bodohhh😤
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
kapok kamu Talitha selain mulutmu kayak comberan ternyata kamu wanita sesat penuh ambisius
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Hedehhh.. cepat km harus menolong suami mu Sonya cepatt..
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Waduh gimana kalau Sonya salah faham ini, bisa tambah rumit nantinya
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Dahh habisin aja dia dr pada kelamaan kmdi teross trus Dengan kata hutang darahh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!