NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi nyata.

10 TAHUN LALU. 

Di sebuah gedung yang tampang warna warni melambangkan keceriaan, tapi nyatanya keadaan di dalamnya lebih gelap dari rumah yang sudah tidak dihuni bertahun-tahun. 

“Kenapa muka lo?” 

“Gaga, gue bosen pengen nyoba pengalaman baru,” Jawab Rain yang tampak lesu setelah keluar dari salah satu ruangan. 

“Mau nyari cara penyiksaan yang lebih seru?” Tanya Dirga yang sudah paham karena Rain baru saja menyiksa lima orang di dalam ruangan yang baru dia masuki. 

“Gak, gue mau jadi manusia normal, gue bosan jadi mafia terus, hidup adanya cuma penyiksaan dan pembunuhan doang, gak seru.”

“Gak seru lo bilang? Itu lima nyawa yang tiap hari lo permainkan apa kurang membuat lo merasa seru?”

“Bukan begitu, gue jenuh dengan rutinitas hidup gue, dari kecil gue sudah kalian ajarkan berkecimpung di lingkaran hitam ini, gue pengen nyoba jadi manusia normal di negara yang belum mengetahui gue ini siapa.”

“Maksudnya lo juga mau pindah negara?”

“Iya, gue pengen jenguk bokap gue di Indo, apa dia benar-benar bahagia?”

“Bahagia? Lo salah baca artikel atau salah baca biodata?”

“Iya gue tahu dia jahat cuma sejahat apa? Apakah kejahatannya sudah bisa membuat dia bahagia atau tidak?”

“Gue kira bahagia yang sesungguhnya, gak taunya bahagia yang itu, pikiran lo bisa berubah ke arah yang baik gak, Rain?”

Rain tertawa nyaring membuat Dirga menggelengkan kepala. “Gue gak bisa jagain lo kalau lo pindah ke Indo, kerjaan gue lagi banyak disini.”

“Lo tenang saja, disana ada Alvin yang pasti akan siap menjaga gue, lagian gue bisa jaga diri juga kok.”

“Percaya, tapi kalau lo mau berubah jadi manusia normal lo juga harus berpura-pura jadi cewek yang lemah gak bisa berantem, Pura-pura mudah ditindas, intinya banyak hal yang harus lo rubah dan gue yakin lo gak bisa.”

“Gue bisa, gue akan merubah semua sifat gue, tenang aja. Nanti gue bilang sama Alvin juga biar menjaga gue selayaknya gue ini manusia normal.”

“Lo sudah yakin dengan keputusan lo?”

“Iya gue yakin, boleh ya!”

Dirga berpikir cukup lama, dia tidak takut jika banyak yang membully Rain tapi dia lebih takut Rain akan banyak musuh dan akan menjadi bulan-bulanan bokapnya saja, tapi melihat kesungguhan Rain mungkin ini titik balik agar Rain tak lagi menyiksa dan membunuh orang. 

“Ok gue ijinkan tapi kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk sama lo bilang sama gue dan Alvin.”

“Iya siap.”

Satu jam kemudian Rain sudah mendapatkan tiket dan satu jam lagi adalah waktu keberangkatannya. 

“Lo yang bener aja, cepet si cepet tapi masa iya satu jam gue sudah harus terbang, check-in nya kapan?” Omel Rain sambil membereskan barangnya. 

“Kan lo yang minta dicarikan yang cepet, ya itu paling cepet, urusan check-in gampang sudah diatur sama Tomi, lo tinggal datang dan naik.”

Meskipun masih terus ngomel akhirnya Rain sekarang sudah siap dan langsung pergi ke bandara, sebenarnya mereka punya pesawat pribadi tapi Rain ingin merasakan menjadi manusia normal dari awal dia datang. 

Beberapa jam berlalu dan akhirnya Rain sudah sampai di Indonesia, dan dia sudah bersiap untuk menemui sang papa yang sudah bertahun-tahun tidak ditemui

BRUKK

“Eh maaf gue gak sengaja,” ucap seorang pria yang sekarang sedang membantu seorang cewek membereskan barang bawaannya yang jatuh berserakan karena ditabrak cowok di depannya. 

“Iya gak apa-apa. Terima kasih sudah membantu,” Jawab Rain singkat, didalam hatinya sudah sangat emosi tapi dia ingat kalau dia sekarang menjadi manusia normal yang baik. 

 

“Ini kartu nama gue, kalau ada yang luka atau barang lo yang rusak bisa hubungi gue. Gue sekarang lagi buru-buru ada meeting,” Ucap cowok itu sambil menyerahkan kartu nama dan setelah diterima Rain dia langsung pergi. 

“Rio? RL GROUP,” ucap Rain setelah membaca kartu nama di tangannya.

“DIRGA!” Black terbangun sambil ngos-ngosan dan itu membuat Alvin kaget. 

“Lo mimpi apa Black?” Tanya Alvin sembari mengambilkan minum Black. 

Black meminum habis air yang Alvin berikan. “Gaga mana?”

“Dirga lagi ada kerjaan sebentar, lo kangen sama dia?”

“Apa dulu gue sangat dekat sama Gaga? Jawab jujur Pin!” Alvin diam, dia takut jika jawabannya nanti malah membuat Black jadi memaksa otaknya untuk mengingat semuanya. 

“Pin, barusan gue mimpi kejadian yang sudah sangat lama dan di mimpi itu, gue tampak sangat dekat dengan Gaga, dia sangat perhatian sama gue, dia sangat menjaga gue, Alvin jawab gue!”

“Gue akan jawab tapi tolong jangan paksa otak lo untuk mengingat semuanya, ya.” Black mengangguk. 

“Iya, lo memang dulu sangat dekat dengan Dirga, kita bersahabat bertiga, kita tinggal bertiga di Jepang tapi saat lo berusia dua puluh tahun gue balik ke Indo buat menjalankan perusahaan papa dan lo tinggal di Jepang sama Dirga. Jadi yang menjaga lo tinggal Dirga.”

“Gue juga akhirnya meninggalkan Gaga balik ke Indo buat tinggal sama bokap gue?”

“Iya, tiga tahun setelah gue pindah ke Indo lo juga ikut kembali ke Indo tapi lo gak ngabarin gue dengan alasan lo mau jadi manusia biasa dan lo pikir jika lo bilang sama gue maka gue akan menggagalkan semua itu dengan penjagaan yang gue lakukan.”

“Apa Gaga tahu kalau gue gak ngomong sama lo?”

“Dirga gak tahu, dia tahunya kalau gue tahu dan dia berpikir tak ada laporan dari gue berarti lo aman, padahal keadaan lo sebaliknya.”

“Di masa itu Handoko menyiksa gue?”

“Iya, cuma untuk apa yang Handoko lakukan jangan paksa otak lo untuk mengingatnya karena itu akan terlalu menyakitkan, sekarang Handoko juga sudah mendapat balasannya.”

“Sebenarnya Handoko kalian taruh diman? , kenapa gue gak boleh tahu? Bukannya akan lebih aman di penjara? Kenapa malah kalian lepaskan?”

“Penjagaan kakek Ares jauh lebih aman dari penjara, udah lo tenang saja, Handoko masih hidup hanya lagi mendapat sedikit pembalasan yang sudah pasti lebih buruk dari kematian.”

“Dulu gue juga jahat, lebih dari jahatnya kakek Ares maupun nenek Ayu, ya?” Alvin diam, dia tak mau membuat otak Black tambah berat dengan banyaknya kenyataan yang dia ketahui. 

“Jawab aja gue gak akan memaksa otak gue untuk mengingat semuanya, gue sudah mendapat gambaran di mimpi gue barusan, jika kedekatan gue dengan Gaga saja bisa lo konfirmasi, harusnya yang ini juga bisa.”

Alvin masih diam, dia sangat berat untuk menjawab iya, itu akan membuka sisi gelap Black yang sebenarnya sudah disembunyikan selama sepuluh tahun. 

“Gaga, dulu gue jahat ya?” Tanya Black pada Dirga yang baru masuk dengan membawa makanan. 

Dirga bingung, dia baru saja datang dan ditodong dengan pertanyaan yang tidak dia mengerti sama sekali, Dirga menatap Alvin yang memalingkan wajahnya seolah dia tak ingin memberikan pendapatnya. 

“Gaga kok diam kaya Pin, dulu gue jahat ya, dulu banget pas kita masih di Jepang?” Dirga tambah bingung mendengar pertanyaan kedua, Dirga kembali menatap Pin yang masih tidak mau menatap Dirga. 

“Lo sudah ingat semua?”

“Belum, tapi gue tadi mimpi dan di dalam mimpi gue itu gue sangat dekat sama lo, tapi gue sangat jahat.”

“Lo gak jahat kok, lo cuma membalaskan apa yang harus orang itu dapatkan, lo tidak menyiksa orang tanpa alasan, semua ada alasannya. Orang yang lo bunuh juga orang yang sudah mendapatkan vonis hukuman mati dari kepolisian, jadi lo gak akan mendapatkan hukuman karena lo malah menjadi eksekutor dari pihak polisi.”

“Oh jadi itu alasan gue sampai sekarang gak pernah di penjara?”

“Iya, dengan kata lain pekerjaan lo itu legal dan sudah mendapat persetujuan polisi hanya lo melakukan pekerjaan lo bukan di kantor polisi.” Black tersenyum dan mengangguk. 

‘Untung percaya, meskipun semua itu benar tapi ada hak lain yang belum bisa kita ceritakan Black,’ batin Alvin. 

“Lalu apakah gue memang dulu pernah mengenal Rio tapi bukan dengan status kakak ipar?”

BERSAMBUNG. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!