NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dunia Masa Depan / Anak Genius
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yantiri

Tia adalah Seorang perempuan Desa yang merantau ke kota untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Dia perempuan cerdas, tangguh,dan menyayangi ibunya.Singkat cerita Dia menemukan jodohnya dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yantiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.32 Bertemu Bela

Hari ini Tia akan mengajukan cuti.Dia berencana Liburan sekolah akan berlibur ke Jerman .Dia ingin bertemu dengan sahabatnya.

Minggu depan anak-anak sudah mulai ujian sekolah.Mereka akan berangkat setelah pembagian raport.

Jason sudah mengatur pemberangkatan mereka.Dia sesuaikan dengan jadwalnya.

Tak terasa hari ini anak-anak ujian sekolah.Tia mendampingi anak-anaknya belajar.Alex belajar dengan sungguh-sungguh ia ingin menjadi juara umum di sekolahnya. Hasil ujian semester tahun ini, akan diberikan pada mamah Bela.

Nayla dan Narendra belajar membaca dan berhitung.Walaupun Mereka masih anak TK.Meraka tetap giat belajar.Narendra sudah pintar membaca namun belum pintar berhitung.

Nayla sudah pintar berhitung namun belum pandai membaca cepat.

Hari ini adalah hari pembagian raport.Tia dan Jason membagi tugas mereka mengambil raport.Jason mengambil raport si kembar sedangkan Tia mengambil raport Alex.

Di sekolah Alex

Semua murid dikumpulkan dari kelas 7-9 berbaris di lapangan Sekolah.Sekolah akan mengumumkan peringkat kelas dari masing-masing kelasnya.Alex mendapatkan peringkat 1 dan juara umum 1.

Alex maju kedepan dan diberikan piala.Para orang tua menunggu di dalam kelasnya.Alex berlari mendekati Tia lalu memeluknya.

Alex:"Aku berhasil mah."

Tia:"Selamat nak, mamah Bela pasti bangga."

Sore ini Mereka menuju Bandara Soekarno-Hatta.Penerbangan Jakarta ke Jerman 17 jam.Ini adalah penerbangan pertama ke Jerman untuk Ibu,Tia ,dan anak-anaknya.

Mereka sudah mempersiapkan Visa, paspor,dan tiket pulang juga.Mereka akan berlibur 10 hari disana.

Penerbangan mereka lancar.Mereka tiba pukul 10. Mereka dijemput oleh suaminya Bela.Sedangkan Bela menunggunya di rumah.

Tiba di rumah Bela

Bela terlihat sangat kurus, dia duduk di kursi roda.Alex mendekati mamahnya lalu memeluknya erat.

Bela:" Kamu anak mamah, sayang.''

Alex:''iya ini Alex anak mamah.Aku rindu mamah...."

Mereka berpelukan, Isak tangis mereka melepas rindu.8 tahun mereka tak pernah bertemu.

Dari pernikahan keduanya Bela tidak memiliki anak . Rahimnya bermasalah.Tetapi suaminya tetap menyayangi dan mencintai Bela.Bela mengidap kanker rahim.

Kankernya sudah menyebar ke organ tubuh yang lain.Bela rutin melakukan pengobatan hanya untuk mengendalikan pertumbuhan sel kanker dan memperpanjang masa hidup.

Hidup seseorang tak ada yang tahu.Semua sudah Tuhan takdirkan.Menurut para dokter,umur Bela tak akan lama lagi.Tapi itu hanya menurut medis.

Walaupun peluang sembuh total kanker di fase ini sangat kecil,Bela masih tetap semangat.Dia selalu rutin kemoterapi dan konsultasi kepada dokter.

Alex:"Mamah ,Alex bawa hadiah untuk mamah.Mamah harus sembuh."

Alex memberikan piagam penghargaan juara umum di sekolahnya kepada Bela.Penghargaan yang Alex dapatkan itu tidak mudah.Semua membutuhkan perjuangan.

Begitupun maksud Alex memberikan piagam itu supaya Mamah Bela tetap semangat dan berjuang terhadap penyakitnya.Alex yakin mamah Bela bakal sembuh lagi.

Bela:"Do'akan mamah nak supaya mamah bisa sembuh.

Jason:"Aku berjanji Bela,jika kau sembuh.Alex boleh tinggal bersamamu selamanya.Aku tahu kamu selalu menderita tanpa Alex."

Bela:"Sungguh? Terimakasih Jason."

Tia memeluk Bela.Walaupun Bela pernah menikah dengan Jason.Tia tetap menyayangi Bela.Dia juga sangat menyayangi Alex seperti anak kandungnya sendiri.

Dari dulu Bela selalu menolak untuk melakukan operasi.Namun hari ini dia menyetujui untuk melakukan operasi.Dia berharap operasinya berjalan lancar demi hidup bersama dengan Alex.

Jimi adalah Suami Bela.Dulu Jimi adalah dokternya Bela.Namun sudah 5 tahun ,dia adalah suaminya.Bela merupakan pasien Jimi.Dia cinta pada pandangan pertama.Jimi menyukai Bela sejak pertama kali Bela jadi pasiennya.

Seiring berjalannya waktu,mereka menikah.Terkadang pernikahan tanpa adanya keturunan itu sangat menyakitkan.Namun mereka tetap bersabar.Jimi tak pernah mempermasalahkan anak.

Hari ini Jimi menghubungi rumah sakit untuk dibuatkan jadwal operasi istrinya.

Tring...tring

Jimi:"Hallo,ok besok kami akan ke sana."

Bela:" kenapa dad?"

Jimi:"Besok kamu bisa operasi."

Jimi memeluknya istrinya.Dia mencium kening istrinya.Sudah lama dia membujuk istrinya operasi,namun istrinya tidak mau.Tindakan operasi hanya 40% sembuh,namun kesembuhan sudah ditangan Tuhan.Itu hanya perkiraan medis bukan takdir.

Hari mulai gelap ,Alex menginap di rumah Bela.Sedangkan yang lainnya menuju mansion keluarga.Tia tidak tahu kalau ternyata Jason memiliki mansion di Jerman.

Ibu dan Tia merasa di khianati mereka.Ternyata keluarga Jason memiliki mansion di berbagai negara.Sebenarnya mansion ini punya kakeknya Jason.Namun sekarang dirawat oleh para asisten rumah tangga.Mereka bekerja sudah berpuluh-puluh tahun sehingga menjadi kepercayaan keluarga Jason.

Tiba di mansion Ibu dan Tia merasa takjub.Sangat mewah dan megah ,mereka seperti Cinderella yang di bawa ke istana.

Mereka masuk kedalam mansion . Mereka beristirahat di kamar yang sudah disediakan.

Pagi-pagi Bela sudah diruang operasi.Suaminya sedang menyiapkan perlengkapan operasi.Alek bersama Tia dan Jason menunggunya di luar.

Ibu dan ayah tidak ikut ke rumah sakit.Mereka menjaga si kembar di mansion.

Di rumah sakit Tia memeluk Alex.

Alex:"Mah, mamah Bela akan sembuh kan?"

Tia:"Kita berdo'a saja ya..."

Alex memperhatikan lampu ruang operasi.Sudah beberapa jam, belum ada tanda-tandanya selesai.Tia memeluk suaminya.Hatinya tidak tenang,takut ada sesuatu terjadi disana.

Jason:" Semua akan baik-baik saja ,sayang."

Alex memandang Tia dan Jason bergantian.Dia menundukkan kepalanya.Alex menangis dalam diam.Dia takut terjadi apa-apa dengan mamah Bela .

Alex:"Mah, Alex ke mushola dulu."

Tia:"Ayo mamah antar, biar papah disini menunggu."

Tia dan Alex menuju musholla.

Alex dan Tia berdo'a dengan khusyuk.Mereka berdo'a semoga Bela diberikan kemudahan dan kenyamanan operasinya.

Tia melirik ke arah Alex.Alex masih berdo'a disampingnya.

POV Alex

Ya Allah...

Izinkan Alex berkumpul dengan mamah Bela...

Berilah kesempatan mamah Bela untuk mendampingi Alex hingga dewasa....

Ya Allah...

Lancarkan dan mudahkan operasi mamah Bela...

Berilah kesembuhan untuk mamah Bela...

Tia menangis mendengar do'a Alex.Selama ini dia merasa bersalah pada Alex.Dia sudah memisahkan anak dan ibunya.Ternyata Alex selama ini menahan rindu bertahun - tahun pada Bela.

Tia Menggenggam tangan Alex. Dia menguatkan kepada Alex bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Tia:" Nak, ma'af kan mamah. Mamah Tia baru sekarang menemukan mamah mu."

Alex:"Mamah tidak salah,ini sudah takdir.Alex beruntung mamah Tia sudah mau menjadi mamah Alex ".

Tia:"Ayo kita ke depan ruang operasi lagi."

Pintu ruangan operasi terbuka

Tap...tap

Alex segera menghampirinya

"Dad, mamah Bela ?",katanya.

Dokter Jimi hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi.

1
yantiri
semangat juga
💪 terimakasih
yantiri
alur cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!