Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Bara langsung memeluk gea,ia begitu khawatir dengan keselamatan istrinya.
"Sayang kamu gapapa kan? kamu kenapa kok bisa sampai terjatuh begini?'tanya bara
"Tadi ada yang motor yang melaju tinggi dan hampir menabrak gea jika saja saya tidak cepat menarik tangannya"jawab caca
"Sekarang kemana pengendara motor itu?"tanya bara
"Pergi ke arah sana pak"jawab caca menunjuk jalan keluar kampus
"Kita kerumah sakit sayang,aku khawatir sama kandungan kamu"ucap bara
"Aku gapapa kok aku mau langsung pulang aja"sahut gea
"Lo yakin ge? Periksa aja gapapa"ucap caca
"Iya gapapa kok gue yakin banget"sahut gea yakin
Ia memang merasa baik-baik saja hanya sedikit terkejut karena kejadian itu terasa begitu cepat. Bara juga tak ingin memaksa ia pun langsung mengajak gea pulang dan berpamitan serta berterima kasih kepada caca.
Didalam perjalanan pun bara terus menanyakan kepada istrinya itu jika ada yang sakit atau tidak. Dan dengan sabar gea menjawab jika dia baik-baik saja.
"Kok kamu bisa sampai kesitu si sayang? kan tadi mas udah bilang suruh nunggu kamu dilobby depan"ucap bara
"Kamu lama karena asik ngobrol sama perempuan"sahut gea ketus
Bara terdiam dan memikirkan kembali kejadian sebelumnya,ia menatap gea yang terlihat kesal.
"Maaf sayang tadi gadis itu bertanya soal pelajaran dan aku bilang jika temui aku saat jam aku mengajar saja,maaf jika membuat kamu menunggu terlalu lama"ucap bara
Gea hanya diam saja,entah kenapa moodnya saat hamil ini selalu berubah-ubah. Tak biasanya dia seperti ini,namun sekarang jika ada hal yang kurang mengenakkan ia pun langsung kesal dan marah sendiri.
Bara tak jadi keperusahaan,ia lebih memilih membawa gea pulang agar bisa beristirahat. Gea pun juga tak ingin membantah ia mengikuti saja kemana suaminya itu membawa dirinya.
Saat sampai dirumah gea langsung turun dari mobil diikuti oleh bara,kedua orang itu masuk kerumah yang terlihat begitu sepi.
"Ada tamu ya tadi?"tanya gea entah kepada siapa
"Palingan juga teman mama sayang"jawab bara berbohong
Tak mungkin jika ia mengatakan jika yang berkunjung adalah winda,sudah dipastikan mood gea akan semakin memburuk.
"Kamu kalo mau keperusahaan pergi aja mas,aku gapapa kok sendiran dirumah"ucap gea
"Gak usah sayang pekerjaan masih bisa aku handle dari rumah,nanti aku minta aja lucky mengantarkan berkas-berkas itu kerumah"sahut bara
"Yaudah kalo gitu aku ke kamar dulu,kalo kamu mau langsung keruang kerja gapapa"ucap gea
Bara tersenyum dan menganggukkan kepalanya,ia memastikan jika gea aman sampai ke kamar baru setelah itu ia pergi keruang kerjanya. Bara menghubungi lucky untuk membawa berkas-berkas penting nya kerumah,sebenarnya ia ada meeting hari ini namun bara tak ingin meninggalkan gea.
"Sebenarnya ada apa lagi dia datang kemari,kenapa dia selalu muncul dimana-mana"ucap bara memijit keningnya
"Kamu mikirin apa mas"ucap gea mengejutkan bara
"Sayang kok kamu ada disini? Katanya mau istirahat"ucap bara
"Aku gak bisa tidur mas,tiba-tiba ngerasa bosan berada dikamar yaudah aku kebawah aja nemenin kamu"sahut gea duduk disofa
"Baiklah jika kamu lelah bilang ya,nanti aku antar kamu ke kamar"ucap bara
Gea menganggukkan kepalanya dan mulai membaca buku-buku yang ada diruangan bara. Bara pun hanya membiarkan saja istrinya berbuat semuanya.
Tok!
"Masuk"ucap bara
Lucky datang membawa berkas-berkas yang diminta oleh bara. Lucky melirik gea yang asik dengan bukunya. Ia sebenarnya ingin memberitahu tentang kedatangan winda keperusahaan namun harus ia urungkan mengingat jika ada gea didalam sana.
"Kenapa pada diam? Aku menganggu ya?"tanya gea
"Engga"jawab bara dan lucky barengan
"Terus kenapa diam?"tanya gea
"Sabar kali ge baru juga datang masih ngatur napas ini mah"jawab lucky
"Mau minum apa? Biar aku ambilin?"tanya gea
"Gak usah lo diem aja disitu"jawab lucky
"Yaudah gue cuma nawarin kalo gak mau ya gak apa-apa"ucap gea cuek
Lucky menatap cengo ke arah gea,sedangkan bara sudah fokus dengan berkas-berkas ditangannya.
"Ini harus turun lapangan?"tanya bara
"Iya bar besok kita turun lapangan"jawab lucky
"Kenapa harus besok?"tanya bara
Ia jelas tak bisa meninggalkan istrinya begitu saja,lucky juga paham dengan pikiran bara namun ya harus bagaimana lagi namanya juga kerja.
"Aturan nya si 2 hari yang lalu,kan kemarin lo gak masuk karena gea hamil itu. Nah hari ini juga harus nya meeting tapi harus lo tunda juga"jawab lucky
"Kamu bilang gak ada pekerjaan yang mendesak mas,kenapa kamu gak masuk kerja aja. Aku gapapa kok ditinggal dirumah sendirian nanti juga mama pasti pulang"ucap gea
"Besok juga kalo kamu mau pergi kerja,pergi aja gapapa. Besok kan ada mama dirumah jadi aku ada temannya"sambungnya lagi
"Kamu yakin sayang? kemungkinan selesai nya malam mas takut jika tidak bisa pulang"sahut bara
"Ya gapapa kan bisa pulang paginya,jangan jadikan alasan kamu gak mau kerja ya mas. Ingat lo kita udah mau punya anak kebutuhan juga bakal nambah nantinya"ucap gea
"Baiklah mas akan usaha kan besok untuk pulang,walaupun malam juga gapapa"sahut bara
Gea hanya menganggukkan kepalanya dan mulai merebahkan tubuhnya disofa tersebut. Sepertinya gea sudah mulai mengantuk. Bara dan lucky saling tatap dan membiarkan saja ibu hamil tersebut untuk tidur.
"Kalo dia udah nyenyak pindahin ke kamar tamu aja bar kasian itu pasti tidurnya gak nyaman"ucap lucky
"Hmm gue pindahin dia dulu"sahut bara
Bara berjalan menuju sofa dimana istrinya berada,bara memastukan istrinya tidur baru ia mengangkat tubuh gea pelan-pelan menuju kamar tamu. Tak lama kemudian bara pun kembali,bara tahu jika ada hal yang ingin disampaikan oleh lucky tadi,namun saat melihat kehadiran gea lucky pun tak jadi.
"Ada apa?"tanya bara
"Winda datang keperusahaan"jawab lucky
"Gue gatau dia tahu perusahaan lo darimana,yang jelas dia datang dan mencari lo"ucap lucky
"Dia juga datang kerumah saat gue dan gea dikampus,gue gatau niat dia datang untuk apa lagi"sahut bara menghela napas
"Gue udah usir dia dari perusahaan gue terlalu malas buat liat muka dia lagi,sakit hati gue karena penghinaan dia dulu belum bisa hilang gitu aja. Dan saat liat dia muncul lagi sakit hati gue malah nambah. Lo sebaiknya omongin soal winda sama gea jangan sampai winda sendiri yang ngomong ke gea dan buat gea salah paham nantinya"ucap lucky