NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:266
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang Menyebar ke Seberang Lautan

Kesuksesan "Pusat Kreativitas dan Keterampilan Cinta Bali" membuat nama Nono dan Ayu semakin dikenal tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga mulai terdengar hingga ke luar negeri. Banyak orang dari berbagai negara yang membaca buku mereka, mendengar cerita perjalanan mereka, dan merasa terinspirasi oleh dedikasi mereka dalam berbagi kebaikan. Akhirnya, undangan-undangan pun mulai berdatangan dari berbagai negara di dunia, mengundang mereka untuk berbagi cerita dan pengalaman secara langsung.

Suatu pagi yang cerah, di ruang kerja mereka yang penuh dengan kenangan dan aroma kopi yang selalu harum, Nono dan Ayu sedang duduk berhadapan dengan tumpukan surat undangan dari berbagai negara—ada dari Jepang, Jerman, Amerika Serikat, hingga Australia. Wajah mereka terlihat penuh antusias, seolah-olah mereka kembali menjadi dua orang petualang muda yang siap menjelajah dunia.

"Yu," kata Nono pelan sambil memegang salah satu surat undangan dari Jepang. "Lihat nih, kita diundang ke Tokyo. Mereka pengen dengar cerita kita langsung. Wah, ini luar biasa banget ya. Kita bakal bisa berbagi cerita sama orang-orang dari budaya yang beda. Aku seneng banget bisa lakuin ini bareng kamu."

Ayu yang sedang membaca profil acara yang akan diadakan di Jerman dengan teliti menoleh ke arah Nono dengan alis terangkat sedikit, tatapannya penuh dengan pertimbangan yang matang dan kekhawatiran yang tulus. "Iya, Mas. Aku juga seneng dan bangga banget. Ini kesempatan yang luar biasa buat kita buat bawa cerita dan semangat Indonesia ke kancah internasional. Tapi ingat ya, Mas, perjalanan ke luar negeri ini beda banget sama perjalanan di dalam negeri. Ada urusan visa, jarak tempuh yang jauh, perbedaan waktu, dan juga kondisi fisik kita yang udah nggak muda lagi. Kita harus atur semuanya dengan sangat baik, jangan sampai kita kelelahan atau ada hal yang nggak diinginkan terjadi. Kamu tuh ya, kadang kalau lagi semangat, suka lupa mikirin risiko dan persiapan yang rumit. Kamu janji ya bakal dengerin aku dan jaga diri baik-baik selama perjalanan ini?" seru Ayu sambil menatap Nono dengan tatapan tajam yang khas, tapi matanya berbinar penuh cinta dan dukungan.

Nono tertawa renyah mendengar jawaban istrinya itu. Dia segera meraih tangan Ayu dan menggenggamnya erat di tangannya. "Ya ampun, Tuan Putri. Sampai kapan pun kamu tetep sama aja ya. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling bijaksana, kamu yang paling perhatian, dan aku yang paling beruntung bisa punya kamu. Makanya kan aku butuh banget bantuan kamu buat atur semuanya. Aku janji bakal dengerin kamu, bakal jaga kesehatan, dan kita bakal jalan bareng-bareng dengan santai dan bahagia ya. Pasti seru banget kan bisa keliling dunia bareng kamu?"

Ayu mendengus pelan tapi pipinya merona merah muda karena tersipu mendengar pujian manis dari suaminya itu. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suami yang manis mulutnya. Tapi ya udah, aku percaya sama kamu. Kita mulai persiapan perjalanan ini dari sekarang ya. Kita harus pastikan semuanya siap dan nggak ada yang ketinggalan."

"Siap, Tuan Putri! Pasti kita bakal atur semuanya dengan sebaik mungkin bareng-bareng," jawab Nono sambil tersenyum lebar.

 

Perjalanan internasional pertama mereka adalah ke Jepang. Saat mendarat di Tokyo, mereka disambut dengan sangat hangat dan hormat oleh panitia acara dan juga masyarakat setempat yang sudah penasaran ingin bertemu dengan pasangan suami istri yang kisahnya sudah menginspirasi banyak orang itu.

Di setiap acara yang mereka hadiri, di setiap cerita yang mereka bagikan, Nono dan Ayu selalu menyampaikan pesan tentang cinta, kerja keras, dan pentingnya saling mendukung. Cerita mereka yang sederhana namun penuh makna berhasil menyentuh hati banyak orang, bahkan mereka yang berasal dari budaya yang sangat berbeda sekalipun.

Tentu saja, di setiap perjalanan internasional ini, interaksi khas Nono dan Ayu tidak pernah hilang.

Suatu hari, saat mereka sedang berada di sebuah toko suvenir terkenal di Tokyo, Nono terlihat sangat antusias ingin membeli banyak sekali oleh-oleh untuk dibawa pulang.

"Yu, ayo dong kita beli ini, sama ini, sama itu juga. Wah, ini semua lucu banget dan kelihatannya bagus banget buat oleh-oleh buat keluarga, teman, sama karyawan di rumah. Sayang banget kalau nggak kita beli," kata Nono sambil menunjuk tumpukan barang suvenir yang sudah dia ambil.

Ayu yang melihat itu langsung menahan tangan Nono dengan tatapan tajam. "Eh, jangan ngomong sembarangan dong, Mas! Kamu tuh ya, lupa ya sama kapasitas koper kita? Kalau kamu beli sebanyak ini, gimana mau dibawa pulang? Nanti malah repot sendiri di bandara. Lagian, kan kita juga masih mau pergi ke negara lain. Kamu harus pilih yang paling penting dan paling berkesan aja. Kamu tuh ya, kadang kalau lagi senang belanja, suka lupa sama logistik dan kenyamanan sendiri kalau nggak ada aku yang ngawasin," seru Ayu dengan tegas.

Nono tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya ampun, Tuan Putri. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling benar, kamu yang paling bijaksana. Aku sih cuma pengen bawa pulang kenangan yang banyak buat orang-orang di rumah aja kok. Ya udah, aku pilih yang paling penting aja ya. Janji deh."

Ayu mendengus pelan but tersenyum lebar. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suami yang manis. Oke deh, boleh beli, tapi jangan kebanyakan ya."

Begitulah, di setiap negara yang mereka kunjungi, selalu ada momen-momen manis dan perdebatan kecil yang membuat perjalanan mereka semakin berwarna dan penuh kenangan. Mereka tidak hanya berbagi cerita, tetapi juga belajar banyak hal baru dari budaya-budaya asing itu, dan membawa pulang pengalaman yang semakin memperkaya hati dan pikiran mereka.

 

Setelah selesai mengunjungi Jepang, perjalanan mereka berlanjut ke Jerman, lalu ke Amerika Serikat, Australia, dan berbagai negara lainnya di Eropa dan Asia. Di setiap tempat, jejak cinta dan inspirasi yang mereka tinggalkan begitu dalam. Banyak orang yang merasa terbantu dan termotivasi setelah mendengar cerita mereka. Banyak pasangan dari berbagai negara yang menjadi lebih semangat membangun mimpi mereka bersama, dan banyak orang yang merasa lebih kuat menghadapi cobaan hidup setelah mendengar tentang perjuangan Nono dan Ayu.

Suatu sore, saat mereka sedang berada di sebuah taman indah di Swiss, duduk berdua di atas bangku kayu sambil memandang pemandangan pegunungan yang megah dan indah, Nono menoleh ke arah Ayu dengan tatapan penuh cinta dan keharuan.

"Yu," bisik Nono pelan. "Lihat nih, betapa indahnya dunia ini. Dan betapa beruntungnya kita bisa keliling dunia dan berbagi cerita sama orang-orang baik dari berbagai bangsa. Rasanya hati aku penuh banget, Yu. Aku nggak nyangka hidup kita bisa seberharga dan seindah ini, bisa menjangkau sampai ke seberang lautan."

Ayu tersenyum lembut sambil menyandarkan kepalanya di bahu Nono. Angin pegunungan bertiup sejuk, membelai rambut mereka yang sudah memutih. "Iya, Mas. Aku juga ngerasa hal yang sama. Kita emang diberkati banget. Dan lihat nih, cinta kita udah mengalir ke seluruh dunia. Tapi ingat ya, Mas, ini bukan berarti kita berhenti di sini. Masih banyak tempat lain yang bisa kita kunjungi, masih banyak orang yang bisa kita temui, dan masih banyak cerita yang bisa kita bagikan. Kamu siap kan buat lanjutin perjalanan ini bareng aku selamanya?"

Nono menggenggam tangan Ayu dengan erat dan mencium puncak kepalanya dengan lembut. "Siap, Tuan Putri! Selamanya aku bakal siap buat nemenin kamu ke mana pun kita pergi. Selama kita berdua sama-sama, dunia ini bakal terus jadi tempat yang indah, dan perjalanan kita bakal terus penuh dengan cinta dan kebahagiaan. Aku sayang banget sama kamu, Yu. Selamanya."

"Aku juga sayang banget sama kamu, Mas. Selamanya," jawab Ayu pelan.

Di taman yang indah itu, di bawah langit sore yang berwarna keemasan, Nono dan Ayu tahu bahwa perjalanan hidup mereka masih terus berlanjut. Perjalanan keliling dunia ini hanyalah salah satu bab lagi dalam kisah cinta mereka yang tak pernah berakhir. Masih banyak petualangan yang menunggu, still banyak momen indah yang menunggu untuk diukir, dan masih banyak cinta yang menunggu untuk dibagikan. Dan mereka yakin, langkah-langkah mereka selanjutnya akan tetap indah, tetap seru, dan tetap penuh dengan cinta yang abadi yang akan terus mengalir selamanya, menjangkau setiap sudut dunia yang bisa mereka capai.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!