satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesembuhan Baron
Sasmita dan Kuncoro mengikuti langkah Gunardi, mereka memasuki lorong menurun yang cukup panjang, setelah berjalan dua ratus langkah, kini terlihat ujung lorong yang bersinar, Sasmita cukup heran karena cahaya di ujung lorong itu terlihat seperti pelangi, berwarna warni bukan putih seperti tanda sinar matahari yang masuk, tetapi dia tetap mengikuti langkah Gunardi
" Plash" Saat melewati cahaya itu, Sasmita kaget, karena apa yang dilihat do depannya
" Beberapa puluh rumah kayu kuno berdiri dan terlihat masih kokoh, ada juga beberapa bangunan kuil yang terlihat megah dan terawat
, di beberapa tebing ada air terjun yang berkabut .
" Selamat datang di kediaman Keluarga Sutasoma" Ucap Gunardi saat mereka telah melewati lorong itu.
" Luar biasa, aku baru melihat desa yang indah seperti ini," Sasmita berkata dengan takjub, ia segera mengeluarkan hpnya bermaksud mengabadikan keindahan kediaman Sutasoma,
" Eh hp ku mati, padahal di luar tadi masih full baterainya?" Ucap Sasmita kaget
Baron yang mendengar itu mengeluarkan hpnya juga, tetapi sama kondisi hpnya mati, seperti milik ayahnya.
" Di sini ga di bolehkan ada peralatan elektronik " Ucap Gunardi menjelaskan, rupanya lembah itu di beri pelindung dengan ilmu ilusi atau ilmu Pamuja tingkat tinggi, menciptakan medan magnet tersendiri, Sasmita dan Baron menyadari tak ada kabel listrik di sana penerangan menggunakan lampu teplok yang memakai minyak
" Ayo kita temui sesepuh di tempat semedinya" ajak Gunardi , Sasmita mengangguk, kuncoro masih menggendong Baron karena kursi Roda tak bisa di bawa ke sana
Sesepuh yang di maksud ternyata tinggal di sebuah goa yang ada di salah satu tebing dekat dengan air terjun
" Sesepuh mohon menghadap" Gunardi berkata dengan suara agak keras di mulut goa
" masuklah kalian" dari dalam goa suara berat dengan nada dingin membuat bulu kuduk merinding mendengarnya
Gunardi mengajak mereka masuk
saat sampai di hadapan sesepuh keluarga Sutasoma, Gunardi dan Kuncoro segera memberi hormat sedangkan Sasmita dan Baron menjadi terkejut dengan penampilan sesepuh
Di hadapannya, sosok tinggi kurus kering dengan rambut riap riapan duduk bersila di atas batu datar dan saat sosok itu membuka mata tatapannya membuat Baron dan sasmita berlutut
" Pemuda lemah" gumam sesepuh itu saat melihat kondisi baron sambil mendengus
" Eyang, aku memang pemuda lemah, tolong bantu aku untuk menjadi kuat" Baron dengan cepat berlutut dan memohon
" untuk menjadi kuat itu butuh proses, jika kau mau yang cepat ada resikonya" jawab sesepuh itu
" Boleh aku tahu prosesnya seperti apa?' tanya Baron yang penasaran
" Kau harus latihan selama beberapa tahun, menghimpun tenaga dalam, orang yang mencelakaimu setidaknya mempunyai latihan lima tahun , dan mempunyai bakat yang bagus" sesepuh itu menjelaskan tentang tenaga dalam , hanya saja ia salah menduga, Satria yang melukai Baron baru berlatih 3 bulan, tetapi memang tehniknya berbeda jadi latihan Satria seolah sudah beberapa tahun latihan, dan satria juga mengajarkan pada Bimo dan Hadi
Baron terdiam, lima tahun terlalu lama, ia sudah tak sabar ingin menghajar Bimo, dan juga Bimo selama ia latihan pastinya akan latihan juga ia tak akan bisa menyusul kekuatan Bimo
" Maaf sesepuh, kalau cara yang cepat bagaimana?" tanya Baron, ia ingin tahu seperti apa resiko mengambil jalan pintas
" Nanti aku jelaskan, sekarang kalian pergilah aku akan mengobati lumpunnya dulu" sahut sesepuh itu menyuruh mereka pergi
" Eyang terima kasih" ucap Sasmita senang anaknya Baron langsung di tangani oleh sesepuh
Gunardi membawa Sasmita dan Kuncoro keluar dari kediaman sesepuh itu
Setelah mereka pergi Sesepuh itu berdiri, dan mendekati ujung goa
ia menekan satu batu yang menonjol di sana
Kreeeeeek
drrrrrrrrrt
saat ia menekan batu itu, dinding goa bergetar dan bergeser,
Wuuut
Wuaaaaaa
Baron menjerit ketakutan saat sesepuh itu menggerakan tangan kearahnya dan tubuhnya melayang
Byur
Baron di angkat dengan kekuatan ajaib dan di jeburkan ke dalam sebuah kolam yang ada di dalam goa itu
Aaaaargh
Baron langsung menjerit saat tubuhnya masuk ke kolam, ia merasa ada ribuan semut yang menggerayangi urat kaki dan kemaluannya yang putus di sertai rasa panas
" tahan jika ingin sembuh!" bentak sesepuh itu membuat Baron mengkeret sambil menahan sakit
selama beberapa jam Baron di rendam di kolam itu, sesepuh Sutasoma juga tidak diam saja ia dari pinggir kolam menggerakan tangannya , walau Baron tak tahu apa yang di lakukan sesepuh itu, tapi ia bisa merasakan jika dari tangan sesepuh itu menglir satu energi yang memijat dan menyambungkan urat kaki dan kemaluannya yang putus
" Coba kau berdiri!" seru sesepuh itu setelah setengah harian Baron berendam
Baron mencoba berdiri dengan ragu,
" Aku sembuh!" baron berteriak senang saat ia mencoba berdiri dan berhasil
" Kau sembuh tetapi kau harus bersumpah setia pada keluarga Sutasoma" ucap sesepuh itu saat melihat Baron kesenangan
" Ya sesepuh, aku akan setia pada keluarga Sutasoma"ucap Baron berjanji
" Kau keluarlah, besok malam kembali kemari" ucap Sesepuh itu , rupanya tenaga yang ia kerahkan untuk mengobati Baron sangat besar ia harus memulihkan diri dengan bersemedi
"Iya eyang, Terima kasih" Baron keluar dari kolam dan berlutut di hadapan sesepuh itu, setelah itu baru ia melangkah keluar
" Baron kau sembuh!" Sasmita yang melihat Baron keluar sendiri dan berjalan menjadi senang
" Iya ayah aku sembuh" sahut Baron senang
" ha ha ha akhirnya pikiranku bisa tenang" Sasmita berkata dengan gembira.
Gunardi dan Kuncoro mengajak mereka berkeliling di kediaman Sutasoma yang luas
Hiaaaaat
hiaaaaat
saat melewati satu sebuah lapangan terdengar suara seperti latihan, Baron yang tertarik segera mendekat ke arah suara
" kak kuncoro Mereka lagi latihan silat?" tanya Baron
" Iya mereka lagi berlatih silat, lihat gerakan mereka serempak kan" Kuncoro menunjuk delapan orang yang sedang melakukan satu jurus bersama sama
" Iya mereka serempak yah, untuk latihan yang kompak begitu biasanya berapa lama?" tanya Baron lagi
" Mereka sudah dua tahun berlatih baru bisa kompak dalam satu tim latihan" Gunardi yang menjawab pertanyaan Baron
" Apa kau mau ikut berlatih?" tanya Kuncoro
" aku boleh ikut latihan?" sahut Baron bertanya balik
" bisa tapi di bagian sebelah sana?" ucap Gunardi, sambil menunjuk ke arah tempat berlatih yang lain , yang hanya ada beberapa anak remaja sedang melakukan kuda kuda
" Kenapa harus di sana?" tanya Baron mengernyit kecewa
" kamu pemula, jadi harus belajar dari dasar, kuda kuda dasar dari jurus," tutur Gunardi
" Kalau langsung ikut berlatih di sini memangnya kenapa?" tanya Baron lagi
" Kamu bisa salah urat, yang berlatih di sini rata rata sudah tiga tahun latihan, dan juga sudah memiliki tenaga dalam yang lumayan" jelas Gunardi
Baron mengangguk, ia jadi ingin cepat tahu apa resiko mengambil jalan pintas untuk punya kesaktian
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁