Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIKACANGIN
"Kok gak balas?" gumam Kyara saat pesan kepada Owi tak dibalas, memang sudah lama mereka tak bertukar pesan. Kya sengaja tak membalas pesan Owi dulu karena Owi membahas Bagas terus, kemudian saat Kya mengomentari status Owi tanding voli, tak dibalas sang atlet, Sehingga dia berpikir Owi sibuk.
Sekarang, Kya mau mengabari kalau dua minggu lagi akan bertolak ke Jepang, Owi tetap tak membalas. Padahal dulu Owi bilang, kalau mau ke Jepang kasih kabar. Eh sekarang dikacangin. Ya jangan salahkan Kya kalau tak mau kasih kabar saat di sana.
"Kamu sengaja lama di Jepang mau sekalian sambang Owi?" tanya Justin kepo, apalagi tadi sempat melihat Kya menulis pesan di room chat dengan nama kontak Owi.
"Enggak. Murni ikut Kak Adit." Justin tersenyum mendengar jawaban jutek Kya.
"Kirain mau sambang Owi sekalian," ledek Justin. Kya hanya berdecak sebal. Kembali mengingatkan pada Justin bahwa Kya menganggap Owi hanya berteman, dan dulu sempat ada pembicaraan kalau mau ke Jepang diminta kasih kabar pada Owi, wajar saja Kya menepati pembicaraan kala itu.
"Ditunggu update foto jalan-jalannya ya, Kya!" ucap Justin sembari menyerahkan ACC cuti pada Kya, meski Kya termasuk founder toko tetap saja butuh administrasi untuk cuti, apalagi lama, kecuali kalau sakit, kan tidak bisa diprediksi.
Owi tersenyum saja mendapat pesan dari Kya, namun ia gengsi untuk membalasnya. Ditunggu sampai gadis itu sampai di Jepang saja, nanti akan ia ajak jalan-jalan. Mungkin mereka canggung untuk chat panjang karena sudah lama tak berkomunikasi, terlebih Owi menganggap Kya kembali dengan Bagas, karena beberapa kali Bagas mengunggah status terkait usahanya memulai dari 0 berlatar belakang kebun pisang. Owi mengartikan bahwa Bagas memulai usaha mendekati Kya dari 0 lagi. Ia juga tak mau kepo dengan makna di balik setiap status WA Bagas, hanya sekedar melihat dan memaknai sesuai pikirannya.
Bagas benar-benar lepas dari dunia voli, karirnya terpaksa berhenti, mungkin adanya campur tangan papa Lovy. Sudah terlanjur bermusuhan, tentu kalah dengan yang berkuasa. Bagas pun tak mau diam dan meratapi, ia beralih mengolah kebun bersama kedua orang tuanya. Instagramnya pun diisi dengan kegiatan olahraga yang biasa ia lakukan seperti lompat tali, push up, sit up, renang, dan juga jogging. Bagas seolah dipaksa menyerah oleh keadaan, dan diminta sabar oleh kedua orang tuanya. Lebih baik mundur dari dunia penuh permainan itu, asal hidup tentram.
Keluarga Kya mulai mempersiapkan kebutuhan untuk berangkat ke Jepang, mengingat di sana akan memasuki musim gugur. Kya pun berselancar di internet mengenai fashion yang cocok dengan musim di sana. Maklum dia ke sana memang tujuannya mengantar sang kakak survei kampus, tapi pasti lebih banyak jalan-jalan, alhasil urusan penampilan harus all out.
Aditya sampai menggelengkan kepala hampir tiap pulang kerja, Kya minta dijemput dan diantar ke mall untuk membeli printilan fashion yang akan dibawa ke sana. Adit sendiri sudah menasehatinya, bawa seperlunya saja toh nanti kamu bakal belanja juga di sana. Tapi apakah Kya menuruti nasehat sang kakak, oh jelas tidak. Baju sepatu sweater cardigan harus matching semua.
Belum lagi saat hari terakhir Kya masuk sebelum cuti, ia diberi uang jajan oleh Justin. "Status memberinya karena apa?" tanya Kya kaget juga dikasih uang saku oleh si bos, siapa tahu Justin kasih uang untuk titip oleh-oleh kan bisa.
"Uang saku dari bos ke anak buah!"
"Titip oleh?"
"Buat jajan kamu, Kya."
Kya melihat mobile bankingnya dengan tatapan heran sekaligus menatap penuh selidik pada Justin, "Kayak pacar saja, dikasih uang jajan."
"Anggap saja pacar tak sampai."
"PADI dong."
"Itu kasih tak sampai." Keduanya tertawa kompak dan Kya masih mengorek alasan Justin memberi uang saku, hingga dia pun menerima dan memastikan tak ada timbal balik bagi Justin setelah memberi uang saku tersebut, Kya sampai heran berapa banyak uang Justin ya, main transfer 5 juta ke dirinya tanpa berpikir panjang. Kya pun menyadari rezeki anak sholehah tak boleh ditolak, semoga Justin memang ikhlas.
Drama keberangkatan dimulai karena ulah papa. Jadwal penerbangan sekitar pukul setengah 10 malam, tapi papa minta berangkat ke bandara selepas maghrib. Kya jelas saja protes, ngapain lama-lama di bandara, pikir gadis itu. Tapi percuma, berurusan dengan orang golongan A itu harus banyak mengalah, banyak pertimbangan khawatir macet di jalan, atau ada hal yang bisa menghambat menuju ke bandara, begitu sang jenderal memberi alasan lebih baik menunggu di bandara daripada harus lari-larian mengejar jadwal keberangkatan.
Papa mengajak makan malam di resto bandara, Kya memilih makanan Jepang, kalau si bungsu sudah memilih mereka pun menuruti. Adit tak banyak protes, perkara makanan saja. Cuma anehnya, tadi di rumah protes setengah mati perihal berangkat lebih awal, nyatanya Kya sangat menikmati suasana bandara, setelah makan ramen, lanjut ke roti khas di bandara, mama sampai protes tuh perut anak perawan atau gentong sih, gak ada kenyang-kenyangnya.
Mereka berangkat menggunakan pesawat bisnis class, akomodasi ditanggung oleh papa. Kya jadi penasaran berapa uang tabungan papa dan mamanya, sehingga berani menanggung biaya akomodasi untuk kedua anak beliau yang sudah bekerja. Memang Kya tahu, sang papa pengusaha ternak ayam, dan juga sapi, tapi masa' iya uangnya sebanyak itu. Kalau sang mama sih, Kya percaya, dokter kecantikan punya klinik dan produk skincare, wajar pundi uang-uangnya banyak.
Bismillah 🇯🇵 i'm coming 😍.
Kya sengaja update status WA dengan menyertakan foto selfinya di kursi bisnis, dan tak lupa Adit sengaja memonyongkan bibir di dekat kepala sang adik saat Kya menyalakan kameranya.
"Norak!" ejek Adit, Kya hanya berdecak sebal.
"Biarin, WA WA aku, sosmed sosmed aku, terserah aku, kalau perlu seluruh dunia harus tahu kalau aku bisa naik bisnis class ke Jepang."
"Harusnya donaturnya yang dipotret," sindir Aditya yang tak bisa semenit saja tanpa menjahili sang adik, hingga sang mama yang duduk di depan, menoleh dan melotot kepada mereka. Pelototan itu seolah mengatakan gak di rumah gak di pesawat tengkar saja. Mama gibeng kalian.
Sehingga Adit dan Kya pun diam dan anteng seketika, kemudian mendengarkan intruksi pramugari sebelum pesawat take off. Perjalanan sampai ke bandara Tokyo menghabiskan waktu kurang lebih 7 jam. Enaknya naik pesawat malam itu sesuai dengan jam tidur, setelah mendapat beberapa service pelayanan, Kya pun sudah mengantuk. Ia sudah siap menjelajahi dunia mimpi dengan kursi penumpang yang nyaman, saking nyamannya ia tak berminat melihat film, seperti sang kakak.
Dasar kebo, begitu Adit mengejek sang adik kalau sudah tidur pulas.