Dia menjadi pengganti posisi kakak nya untuk menikah dengan lelaki cacat. Lelaki cacat itu awal nya adalah pacar dari kakak nya sendiri. Sayang nya, karna kecelakaan yang membuat kaki lelaki itu lumpah. Itu menjadi penyebab kakak dari gadis itu memaksa adik nya menikah dengan pacar nya.
Bagai mana kisah gadis itu, setelah hidup sebagai pengganti pacar kakak nya. Ikuti terus kisah nya bersama Cahaya cibta pengganti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
R32
Saat Rina pulang kerumah, mama nya sudah pulang dan berada di ruang keluarga sambil membaca majalah.
"Assalamualaikum." kata Rina memberi salam pada mama nya.
"Walaikumsalam, baru pulang kamu." kata mama.
"Iya ma, baru pulang." kata Rina.
Mama awal nya tidak melihat, namun pada akhir nya ia melihat juga tangan anak nya yang di balut perban.
"Kenapa tu tangan, habis ngapai kamu sampai tangan mu harus di perban segala." kata mama.
"Rina jatuh di jalan tadi ma, gak parah kok." kata Rina.
Yang nama kan mama, orang tua yang melahir kan kita. Walau pun ia tidak suka pada kita, atau benci pada kita sekali pun. Namun, naluri sayang nya masih tetap melekat. Biar bagai mana pun benci nya dia pada kita anak yang ia lahir kan. Ia tidak akan sebenci orang lain pada kita. Ia akab tetap mencemas kan kita sebagai anak nya.
Sama juga hal nya dengan mama Rina, ia terlihat cemas saat anak nya terluka. Walau bibir nya bilang ia tidak bisa sayang pada Rina. Namun, hati nya tidak bisa bohong kalau ia juga sayang sama anak nya.
"Kamu kok bisa jatuh segala sih Rina, gak hati-hati banget kamu jalan nya." kata mama.
"Maaf ma, aku gak segaja tadi nya. Aku tabrak mobil yang lewat. Untung nya mobil itu gak laju." kata Rina.
"Itu bagai mana keadaan mu, apa ada yang sakit sama kamu." kata mama.
"Udah di bawa kerumah sakit buat priksa, mana tahu ada luka dalam yang serius." kata mama lagi.
Terlihat sekali raut cemas di wajah mama. Walau pun mama tidak menunjuk kan kalau ia sedang mencemas kan Rina saat ini. Namun, dapat di lihat dari cara nya bicara. Kalau ia sedang sangat cemas pada anak nya.
Rina sangat merasa senang dalam hati nya. Ia merasa mama memperhati kan diri nya saat ini. Ia sangat bahagia dengan perhatian mama itu pada nya.
"Aku gak papa kok ma, gak usah cemas pasa ku." kata Rina sambil tersenyum manis.
"Gak usah senyum kamu, mama cuna cemas kalau papa mu melihat ini. Nanti bisa-bisa papa malah ngomel-ngonel gak jelas lagi." kata mama menutupi rasa cemas nya.
"Udah gak papa kok ma, papa juga gak akan tahu kalau aku jatuh. Asal kan mama gak kasih tahu papa kalau aku jatuh." kata Rina.
"Itu urusan kamu sama papa mu. Mama gak ikut campur urusan kamu sama papa mu." kata mama.
"Iya ma, aku tahu kok. Oh ya ma, apa kak Indah udah sampai keKorea." kata Rina.
"Udah kok, kak mu udah mendarat beberapa jam yang lalu. Ia juga udah sampai di hotel yang ia pesan." kata mama.
"Bagus deh kalo udah sampai, aku gak perlu cemas lagi sama dia." kata Rina.
"Apa yang harus kamu cemas kan, ia kan kak kamu bukan adik mu." kata mama.
"Gak ada ma, hanya cemas saja sama kak Indah. Walau pun dia kakak ku, tapi dia kan selalu bertingkah aneh." kata Rina.
"Udah deh Rina, gak usah urus kak mu saat ini. Kamu urus saja urusan mu, kamu juga kan punya urusan sendiri." kata mama.