NovelToon NovelToon
Mertua Galak

Mertua Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:225.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: rezza_handira

Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.

Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.

Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.

Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MG

Ku coba menenangkan hati ku agar anakku segera berhenti menangis, sambil menunggu antrian aku menyusui nya agar tenang, aku tidak berbicara sepatah katapun dengan suamiku, aku jadi teringat masalah yang telah lalu.

🎆 ceritanya flashback sambil menunggu antrian di bidan 🎆

"Mama ingin memandikan cucu mama" pinta mertua ke Bani.

"Ya sudah ma, mandikan saja" kata bani.

"loh kok tapi pusarnya di kasih jepitan begini nggak, dikasih beradin sama perban, dulu kamu waktu masih bayi begitu ban" kata mertua.

"Ini dari rumah sakit bu, cara atau ilmu terbaru seperti ini di jepit bu" ibuku menjelaskan pada besan nya.

"Mama nggak berani ban, ganti perban di pusernya" kata mertua ku.

"Ya sudah ibu yang mandikan bayi, nanti saya yang ganti perban di pusernya" kata ibu ku.

"Nggak di kasih alkohol sama betadin tali pusernya ban?" kata mertua ku saat selesai memandikan bayi dan ibuku mengganti perban pada tali pusar anakku.

"Aturan sekarang, tali pusee ngga di kasih betadin sama alkohol Bu, buat cepat kering, di rumah sakit kan sudah di jelaskan Bu" jelas ibuku.

"Ngga di kasih bedak ban, masa habis mandi ngga di kasih bedak" kata mertua ku lagi.

"Sama dokter kan sudah di jelaskan bu, bayi tidak di kasih bedak karena gampang terhirup, kalau di bedakin sehabis pipis juga bisa menutup jalan pipis nya, ibu emang ngga dengar penjelasan dari dokter kemarin" kata ibuku.

"Di kasih bedak itu bulu halus atau bulu monyetnya biar hilang Bu, anak saya dulu begitu kok ngga apa apa" kata mertua dan tetap kasih bedak ke tubuh anakku.

Ibuku cuma geleng kepala, mungkin dalam hatinya berkata batu banget punya besan.

alhasil keesokan harinya, badan anakku yang terkena bedak berwarna merah dan seperti ada nanah nya, kami langsung membawa ke dokter, dan penjelasan dari dokternya anakku alergi parfum pada bedak, kami pun di ceramahi nya padahal waktu dirumah sakit sebelum pulang semua sudah dijelaskan.

🎆🎆🎆

"Jangan sembarang ya ngasih apa ke anak, sudah ketahuan nih, kulitnya sensitif, lebih baik konaultasi ke dokter dulu" nasehat ibuku.

"iya Bu" jawab ku dan Bani barwng di sertai anggukaan tanda mengerti.

"Ini Sahara, air rebusan sirih di minum, biar jahitan cepat kering, cepat banget ini buat jahitan kering mama dulu minum beginian" kata mertua ku bawa air rebusan sirih.

"Anak saya sudah saya mintakan obat paten Bu sama dokter kemarin, pas kontrol juga sudah bagus jahitannya, hari ini sebelum saya pulang, saya panggil dokter untuk cek jahitan nya lagi, sekalian periksa anaknya" jelas ibuku.

"Oh ya sudah, nanti pas tindik bawel aja ke bidan nya, harus pas, di tengah, biasanya kan bidan tindik kuping bayi ngga pas tengah, sok sok ada yang ke atasan, sok sok ke pojok, nggak lempeng gitu di tengah, udah bawelin saja bidan nya harus pas pokoknya tindikanya" kata mertua ku.

Tidak ada yang menjawab omongan mertua ku, ibu ku sebagai besan hanya terheran dengan mertuaku, cerewet dan semaunya sendiri, aku sendiri juga pusing setiap mendengar setiap ocehan nya, entah mengapa kalau aku sedang kalut, selalu saja teringat perkataan menyakitkan mertuaku, kenapa dia tidak pernah belajar dari apa yang sudah pernah terjadi.

🎆 flashback selesai 🎆

"Pasien selanjutnya" panggil asisten bidan.

"Iya saya Bu" aku tersadar dari lamunan.

"Mari silahkan masuk" kata asisten bidan.

Aku menjelaskan apa yang terjadi dengan anakku, kepada Bu bidan langganan ku, suami juga mengakui dan menjelaskan pada Bu bidan, kalau dia meneteskan minyak kayu putih pada paha Nissa yang ada bekas suntikan imunisasi nya, alasanya supaya anak tidak panas sehabis di imunisasi.

"Pak, mengoleskan minyak kayu putih pada bagian tubuh yang di imunisasi itu tidak dianjurkan, karena bisa menyebabkan bengkak atau iritasi pada kulit bayi yang sensitif" jelas Bu bidan.

"Iya Bu saya mengerti" jawab Bani.

"Bapak dapat informasi dari mana pak, mengenai minyak kayu putih mencegah anak tidak panas saat imunisasi?" tanya Bu bidan.

"Biasa Bu nenek nenek, kalau di bilangin jawabanya selalu jaman mama dulu nggak begitu" kataku sebelum Bani menjawab.

"Kalau orang dulu emang begitu, ajak konsultasi aja deh kapan kapan neneknya" kata bu bidan sambil tertawa.

"Iya bu, maaf namanya juga anak pertama bu,, saya kan masih kurang paham, pikir saya kalah orang tua kan sudah pengalaman" jawab Bani.

"Ibu kan sudah punya nomor saya, biasanya juga konsultasi via pesan pak, kalau ada yang di tanya kirim pesan saja nggak apa apa kok pak, seperti biasa, lain kali tanya dulu ya pak, setiap anak kak beda beda, ini anak bapak, type kulitnya sensitif banget pak, harus lebih protektif dan hati hati" jelas Bu bidan.

Aku dan Bani mengangguk mengerti, semoga ini jadi pembelajaran dari Bani, tidak asal mengiyakan setiap perkataan mamanya mengenai pengasuhan anak, setelah berpamitan serta mengucapakan terimakasih pada Bu bidan, dan membayar biaya konsultasi dan berobat kami berpamitan pulang, Bani meminta maaf tentang apa yang terjadi barusan, aku hanya tersenyum menanggapinya.

"Maafkan ayah ya Nissa, ayah ngga tahu" ucapnya sedih.

"Lain kali jangan asal kasih ya yah, dari awal kak mami sudah bilang kepada semua orang, kalau mau apa apa ke anakku, tanya dulu, ini loh maksudnya yah, kalau sudah terjadi seperti ini mungkin ayah baru Paham kan maksud mami, dari kemarin kamu bilang aku kasar, nggak menghormati orang tua, siapa yang ngeluarin uang kalau sudah begini, mama kamu kan nggak ngeluarin uang sama sekali kan" kataku panjang lebar.

"Iya maaf, nanti aku bilangin mama ya" jawab Bani.

"Kasihan anakku" kataku sambil membelai rambut Nissa yang tertidur di kasur.

"Gampang susah ya mi, ngurus balita" kata Bani lagi.

"Lah iya yah, sekarang sudah tahu kan yah, apa yang mami maksud dengan kalau mau apa apa dengan anakku ngomong dulu ke aku" kata ku

"Iya aku tahu, maafin mama juga ya, namanya juga orang dulu, dia nggak ngeri aturan jaman sekarang, kamu juga harus pahami mama ya mi" kata Bani.

"Masa sudah lama tinggal di kota ngga tau sih bi, masa kalah sama aku yang kata mama mu orang desa rumah nya kecil" kata ku.

"Sudah mi, jangan di ambil hati omongan mama, emang orang nya ceplas ceplos" kata Bani.

"Katanya ceplas ceplos kok kalau di ceplosin balik, pakai drama air mata buaya, ngatain mantu kasar, dia bilang ngga bisa di kasarin" kata ku.

"Kok air mata buaya sih mi, mama itu nangis beneran tahu" kata Bani.

Aku hanya menghela nafas panjang, dan berharap, semua ini cepat berlalu, aku berbaring di samping anakku dan memeluknya, aku berharap menjadi ibu yang bahagia untuk anakku, sehingga anakku akan tumbuh dan berkembang dengan sempurna.

~bersambung~

jangan lupa dukung terus penulis ya pembaca yang baik hati.

1
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
winezy
❤️❤️
mutoharoh
seruuu sekali ternyata ceritanya
mutoharoh
mampir untuk membaca,jangan lupa mampir juga kak
Puan Harahap
hadir thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
udah hadir thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
lanjut kk
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
hadir kk

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
Puan Harahap
hadir kk thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
hello
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Lidia Tikla
next author, semangat
Lidia Tikla
wah, masuk penjara
Lidia Tikla
ih, ngeselin banget ni mantan mertua
Lidia Tikla
Bani jadi stress ya
Lidia Tikla
yang kuat mama Nisa
Lidia Tikla
wah, cerai ya
Tika Ardiani
thour lanjutan mertua galak gada yaa?
Afandi
mertua kayak gitu ke laut aja
Windye Indie Prakoso
Like n vote untukmu thor..

Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!