Zahra Maharani Setiawan adalah gadis berusia 17 tahun. Zahra gadis ceria nan periang,baik hati dan mudah bergaul dengan siapa saja. Zahra memiliki paras yang sangat cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang. Zahra memiliki sahabat yang sangat baik bernama Anita dan Rania.
Kehidupan Zahra berubah ketika kedua orangtuanya meninggal akibat dari kecelakaan. Hinga Zahra di asuh oleh kakeknya Zaky,itu pun tidak berlangsung lama karena kakeknya meninggal karena sudah sakit-sakitan. Zahra pun tinggal bersama adik bundanya,Rara.Hingga datanglah Hendro utusan dari Bu Misya yang memintanya untuk ikut ke kota.
Alan 30 tahun, seorang pengusaha yang sangat sukses.Mempunyai banyak usaha dari properti dan kuliner di semua kota dan luar negeri.
Bagaimana kehidupan Zahra selanjutnya? Apakah Zahra akan menemukan kebahagiaannya setelah mengetahui perjodohannya dengan cucu Bu Misya??
Apakah kehidupan pernikahan Zahra dan Alan bahagia?? Sedangkan Alan masih punya seorang kekasih,Mira.
Warning 18++ !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memey.Augusty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. PENYELESAIAN SEMUA MASALAH
Keadaan Zahra semakin membaik dan dokter pun memperbolehkannya untuk pulang. Alan membantu Zahra berjalan keluar setelah membereskan semua administrasinya. Zahra kembali merasa canggung karena terlalu dekat dengan Alan. Tapi Alan tak akan membiarkan Zahra berjalan sendiri apalagi saat ini keadaan Zahra baru saja membaik. Alan begitu berhati-hati sampai membantu mendudukkan Zahra di kursi depan dekat pengemudi.
" Apa sudah nyaman Za ....? Apa kamu mau beli sesuatu sebelum pulang Za ....?" tanya Alan sebelum menyalakan mesin mobilnya.
" Langsung pulang saja kak Al .... berada di rumah lebih nyaman bagiku." ujar Zahra sambil bersandar pada kursi mobil dan memejamkan matanya.
Alan paham bahwa Zahra masih butuh banyak-banyak istirahat. Tanpa bertanya lagi, Alan menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu mengendarainya ke arah rumah utama, rumah sang nenek. Zahra sampai tertidur pulas saat mobil yang di kendarai Alan sampai didepan pintu utama. Alan tak tega membangunkannya, Bu Mirna yang melihat langsung membantu membukakan pintu.
Nenek Misya pun membiarkan Alan mengendong Zahra menuju kamar di samping kamarnya di lantai 2. Ini kali pertama Alan masuk ke kamar Zahra, setelahnya Alan meletakkan Zahra hati-hati di tempat tidurnya. Menyelimutinya dan memandangnya beberapa saat kemudian Alan keluar dari kamar itu untuk berbincang dengan sang nenek.
" Bagaimana Al ? apa kamu sudah mempertimbangkan permintaan nenek ?" tanya Nenek pada cucunya itu.
" Maksud Nenek ....?" tanya Alan bingung
" Zahra Al .... kamu mau kan Al ?" kata nenek berharap.
" Al .... masih belum tahu nek " jawab Alan begitu saja.
Tak lama Alan menerima telepon dari Pak Hendro. Pihak polisi telah berhasil menangkap Mira. Alan pun pergi setelah menerima panggilan tersebut. Alan pun langsung melaju menuju kantor polisi dimana Pak Hendro tengah menunggunya. Alan pun mendapat izin bertemu dengan Mira di dalam selnya. Mira tampak bahagia mengetahui kedatangan Alan.
" Sayang, kamu datang ? Aku rindu kamu Al. " ujar Mira mengulurkan tangannya.
" Ya aku datang untuk melihat kehancuranmu Mir .... Kamu bilang rindu? hah yang benar saja Mir .... Aku tak kan tertipu lagi olehmu." kata Alan sarkastik.
" Sayang jangan gitu .... aku tau kamu masih cinta aku, kamu gak kan memenjarakan kekasihmu begini sayang ...." pinta Mira masih berharap.
" Setelah perbuatanmu yang akan mencelakai Zahra .... tak kan aku biarkan kamu lepas begitu saja .... Apa kamu pikir kalau aku tak tau kalau kamu yang ada dalam mobil sewaan itu Mira " kata Alan menegaskannya.
FLASHBACK ON
Saat Alan dan Zahra berada di GOR Soemantri secara tak sengaja Mira melihatnya. Saat itu juga timbul niat di dalam hatinya untuk membalas semuanya pada Zahra. Apalagi saat Mira melihat Zahra dan Alan tengah tertawa bersama, ada rasa gak suka dan amarah dalam hatinya. Mira terus mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh keduanya. Dan akhirnya kesempatan itu datang saat melihat Zahra tengah menyebrang seorang diri.
" Akan aku balas semuanya .... kamu harus mati Zahra .... ya kamu harus menerimanya, aku benci kamu Zahra .... aku benci kamu !!" seru Mira di dalam mobilnya.
Mira pun langsung menghidupkan mesin mobil dan melakukannya dengan kecepatan tinggi. Zahra terserempet dan saat melihat Zahra terluka, Mira Langi melarikan diri sebelum di datangi oleh warga sekitar. Mira pun meninggalkan tempat itu secepatnya dan mengembalikan mobil yang di sewanya itu. Mira kembali seakan-akan tak pernah melakukan hal buruk apapun dan pada siapapun.
FLASHBACK OFF
Mira begitu terkejut saat tau ternyata Alan mengetahui perbuatannya. Bahkan yang melaporkannya tak lain adalah Alan sendiri. Mira telah berurusan dengan orang yang salah. Mira lupa siapapun orang yang telah membuat masalah dengan Alan, tak akan ada yang bisa lepas begitu saja.
" Sayang, aku minta maaf tolong bebaskan aku ya .... aku mohon Al " pinta Mira bertampang memohon.
" Ha ha ha .... kamu minta aku membebaskanmu setelah semua kelicikan dan kejahatan kamu ?? Oohhh itu tak mungkin, jadi selamat menikmati konsekuensi atas semua perbuatanmu." ujar Alan lalu meninggalkan Mira begitu saja.
Sedangkan Mira terus memohon padanya tapi tak di hiraukan nya. Alan pun menambahkan laporannya tentang penipuan juga. Alan dan Pak Hendro segera meninggalkan kantor polisi setelah semua laporan terselesaikan. Alan ingin kembali ke apartemennya untuk memikirkan kembali permintaan sang nenek. Alan belum bisa membuka hatinya kembali saat ini. Alan perlu waktu untuk menata kembali hatinya.
Alan pun yakin bahwa Zahra pun belum ada rasa yang sama kepadanya. Yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Zahra dan masalah perusahaan yang belum terselesaikan. Alan telah mengatur hari pertemuannya dengan masing-masing kepala keluarga. Alan ingin menyelesaikan semua secepatnya. Pak Hendro pun telah menerima semua laporan yang terkait di lapangan. Pak Hendro terus memantau penyelidikan-penyelidikan yang di lakukan oleh anak buahnya.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Keesokan harinya yaitu hari yang ditentukan bertemunya semua orang, Alan memasuki ruangan diikuti oleh Pak Hendro. Alan pun mengucapkan sepatah dua patah sebelumnya dan mulai menjelaskan semuanya.
" Selamat pagi semua undangan, saya ucapkan banyak terimakasih karena Anda semuanya sudah bersedia hadir dengan jemputan dari anak buah saya. Terimakasih sebelumnya."
" Saya di sini sebagai pemilik perusahaan tidak pernah memberikan kewenangan untuk mendirikan bangunan di lahan yang sudah Anda semua jadikan rumah. Dengan ini saya sertakan bukti dari sertifikat lahan tersebut. Ada beberapa oknum yang dengan sengaja menyalahkan gunakan nya."
" Silahkan masuk ...." pinta Alan berwibawa.
Lalu masuklah aparat kepolisian yang telah memborgol seseorang.
" Ini adalah salah satu karyawan yang saya beri kepercayaan mengurus lahan tersebut. Tapi karena suatu hal, dirinya bersekongkol dengan pihak lain tergiur oleh tumpukan uang. Silahkan bawa orang itu pak .... laporan selanjutnya akan di urus setelah pertemuan ini selesai. " kata Alan mempersilahkan pihak berwajib membawa orang tersebut.
" Disini saya tidak akan melakukan hal-hal tersebut kepada Anda semua. Saya akan memberikan ganti rugi kepada Anda seandainya Anda semua berkenan mengosongkan rumah-rumah Anda. Saya telah menyediakan rumah yang akan menjadi milik pribadi dan sertifikatnya pun atas nama Anda sekalian."
" Silahkan dipikirkan terlebih dahulu dan saya harap pembicaraan ini tak sampai di dengar pihak lain. Apalagi hal ini terjadi, maka saya minta maaf kalau sebagai gantinya tidak ada rumah untuk Anda sekalian. Karena rumah-rumah itu dalam tahap penyelesaian saat ini. Di salah satu properti saya di suatu kawasan yang sebelumnya sudah hampir rampung terbangun."
Pertemuan hari ini berjalan lancar dan sesuai dengan yang diinginkan. Semua kepala keluarga berjanji akan merahasiakan semua yang diperbincangkan dalam pembahasan ini.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE & KOMENTARNYA YA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPDATE CERITANYA.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Alan itu pintar tp bodoh...pintar nyelesaiin masalh kantornya tp bodoh dgn urusan rmh tgga nya....
ktnya Alan usianya sdh 30an tp kelakuannya kayak ABG labil...
bikin greget aj tuh sm sifatnya Alan....
pengen deh getok kepalanya pake ulekan sambel.....😡😡😡
maaf yaa Thor... 🙏
Bisa memaparkan pasal" nya secara detail...
hingga kita jg para pembaca bisa tau ttg pasal" dan hukum nya....makasih Thor....Aq syukak karyamu
lope U Thor....😍😍😍