NovelToon NovelToon
Let Me Love You

Let Me Love You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:445.2k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

6 tahun mendapat perhatian lebih dari orang yang disukai membuat Kaila Mahya Kharisma menganggap jika Devan Aryana memiliki rasa yang sama dengannya. Namun, kenyataannya berbeda. Lelaki itu malah mencintai adiknya, yakni Lea.

Tak ingin mengulang kejadian ibu juga tantenya, Lala memilih untuk mundur dengan rasa sakit juga sedih yang dia simpan sendirian. Ketika kejujurannya ditolak, Lala tak bisa memaksa juga tak ingin egois. Melepaskan adalah jalan paling benar.

Akankah di masa transisi hati Lala akan menemukan orang baru? Atau malah orang lama yang tetap menjadi pemenangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Dosen Wanita Pengganti

Cukup sulit untuk melepaskan sang kekasih. Sedari tadi tangan Lala terus melingkar di pinggang Brian. Berkali-kali Alfa menghela napas kasar.

"Lebih bucin sekarang dibanding ke si Devan," gumamnya.

Pesawat yang akan ditumpangi Brian sudah akan berangkat. Wajah sendu nampak terlihat jelas.

"Don't cry."

Usapan lembut Brian berikan di pipi Lala. Kecupan di kening pun dia bubuhkan.

"I will Miss you."

"I will Miss you more."

Kembali mereka berpelukan. Alfa yang seperti obat nyamuk hanya bisa menghela napas untuk kesekian kalian.

"Safe flight, Mas."

Anggukan Brian menjadi awal perpisahan mereka. Satu bulan mereka akan dipisahkan jarak. Tak bisa bertemu secara langsung. Hanya bisa saling memandang lewat layar. Lala tak jua pergi sampai punggung sang kekasih menghilang.

"Balik, yuk!"

Lala pun memutar tubuh dan meninggalkan Bandara dengan hati yang sedih. Di dalam mobil pun tak ada percakapan apapun di antara kakak beradik itu.

"Berarti Masbri cuti ngajar dulu dong selama sebulan ini?"

"Iya."

"Dia bilang enggak siapa yang akan gantiin dia?" Lala menggeleng.

.

Cutinya Brian sudah tersebar ke seluruh kelas yang diajar olehnya. Mahasiswa nampak bahagia karena otak mereka bisa istirahat sejenak. Sedangkan, Lala nampak tak bersemangat. Hari pertama tanpa diajar oleh sang kekasih tercinta.

"Selamat pagi, Semua."

Suara seorang wanita yang sudah tak muda terdengar. Wajah yang masih sangat cantik juga pakaian ellegan membuat mahasiswa di sana terdiam.

"Perkenalkan, saya Queenara. Dosen pengganti Pak Brian King Atlanta selama satu bulan ke depan."

Setiap kata yang terucap mengandung sebuah kehangatan. Lala terpana pada dosen pengganti yang begitu keibuan. Bahkan di setengah jam pelajaran, mereka semua merasa begitu nyaman. Disela jam pelajaran pun celotehan ataupun curhatan kecil mahasiswa selalu diladeni dengan baik oleh Queenara.

Tak terasa dua jam begitu cepat selesai. Queenara sudah berdiri dan mengakhiri mata kuliahnya.

"Sampai jumpa besok lagi, ya."

"Iya, Ibu Ratu."

Queenara pun tertawa. Mahasiswa di kelas Lala kompak memanggil Queenara dengan panggilan ibu Ratu. Alih-alih marah, wanita yang berusia setengah abad itu malah nampak bahagia.

"Baru nih dosen asyik," ucap salah satu mahasiswa.

"Setelah otak diajak kerja romusha, akhirnya ada yang bisa ngajak otak bersantai dan bercanda."

Lala tersenyum kecil karena dia tahu siapa yang tengah dibicarakan rekan kelasnya. Brian memang banyak dibenci para mahasiswa karena tugas yang luar biasa banyaknya. Namun, mereka juga menyukai visual Brian yang begitu tampan dan tak membosankan.

Lala biasa keluar paling belakang. Dahinya mengkerut ketika melihat dompet kartu di atas meja. Dompet dari merk mahal. Lala segera meraihnya, dan tertera nama Queenara.

Lala segera menuju ruangan Queenara dengan membawa dompet milik sang dosen. Tangannya mulai mengetuk ruangan dosen wanita itu. Ketika terdengar suara dari dalam, Lala pun mulai masuk.

"Maaf, Ibu Queen," ucapnya.

"Iya, kenapa ya?"

Lala mulai berjalan ke arah Queenara. Dia memberikan dompet berwarna hitam dengan ukiran nama berwarna gold kepada wanita yang tengah duduk.

"Ya ampun."

"Ketinggalan di meja, Bu."

Queenara menatap Lala. Lengkungan senyum mulai terukir.

"Makasih, Cantik."

"Sama-sama, Bu," balas Lala dengan sangat sopan.

"Kalau begitu, saya permisi."

Baru saja memutar tubuh. Suara Queenara menghentikan langkahnya.

"Nama kamu siapa?"

Lala kembali memutar tubuh dan ternyata sang dosen sudah menghampirinya.

"Panggil aja Lala, Bu."

"Baiklah. Sekali lagi terimakasih, ya."

Di hari berikutnya, Lala yang tak nampak semangat mengikuti mata kuliah dihampiri oleh sang dosen.

"Setelah mata kuliah saya selesai, ke ruangan saya."

Lala begitu terkejut, tapi Queenara malah menyunggingkan senyum penuh arti. Hati kecilnya terus bertanya.

"Ada apa?"

Dengan jantung berdegup cukup kencang, Lala datang ke ruangan Queenara. Sayup terdengar dari luar sang dosen tengah berbicara dengan seseorang. Lala memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan.

"Jangan khawatir. Fokus saja di sana," ucap Queenara pada panggilan yang tengah berlangsung, dan itu mampu Lala dengar dengan jelas karena dia sudah berada di ruangan Queenara.

Ponsel segara Queenara letakkan. Dia tersenyum ke arah Lala yang sedikit gugup.

"Luangkan waktu untuk ngopi bareng Ibu."

Lala terhenyak mendengar kalimat yang tak Lala duga sebelumnya. Queenara menghampiri Lala dengan wajah teduhnya.

"Segelas cokelat panas akan membuat suasana hati kamu sedikit berubah."

Lala tak bisa menjawab. Dosen di depannya seperti tahu isi hatinya. Ya, dia tengah dilanda rindu. Di mana untuk seminggu ke depan Brian akan sulit dihubungi karena banyak yang harus dia selesaikan.

"Sebagai ucapan terimakasih karena kamu sudah menemukan dompet Ibu."

.

Mereka tiba di sebuah kafe yang tak jauh dari kampus. Sesuai yang diucapkan Queenara, secangkir cokelat panas sudah ada di depan Lala.

"Makasih, Bu."

"Sama-sama, Cantik."

Queenara terus memperhatikan Lala. Belum ada obrolan di antara mereka berdua hingga kalimat sang dosen mulai keluar.

"Kalau liat kamu kayak gini seperti melihat anak saya."

Atensi Lala mulai beralih. Dia menatap Queenara dengan begitu lekat.

"Kalau kondisi hatinya sedang tak baik-baik saja wajahnya tak bisa berdusta."

"Saya tidak apa-apa kok, Bu."

Queenara meraih tangan Lala. Dia tersenyum teduh dan tulus.

"Sorot mata kamu tidak bisa berbohong, Cantik."

Lala pun menunduk. Usapan lembut di punggung tangannya membuat Lala merasakan sentuhan yang begitu familiar. Perlahan, kepalanya pun dia tegakkan.

"Kamu boleh kok cerita sama Ibu. Anggap aja Ibu adalah bestie kamu."

Senyum pun terukir di wajah Lala. Dosen wanita ini hampir mirip dengan sang bubu dari segi berucap.

"Ibu janji, ini akan menjadi rahasia kita berdua."

Queenara sudah menunjukkan jari kelingkingnya dan disambut tawa oleh Lala. Akhirnya, dia menautkan jari kelingkingnya di jari sang dosen.

Lala mulai menceritakan apa yang tengah dia rasakan. Perihal dirinya yang tengah merindukan seseorang yang berada di belahan bumi yang lain. Padahal, hubungannya belum ada seminggu. Tanpa Lala sadari dia menceritakan semuanya kepada Queenara. Hatinya pun merasa nyaman juga lega ketika bercerita pada wanita paruh baya yang masih sangat cantik.

"Kuncinya kalian harus saling percaya dan saling ber-positif thinking supaya hati dan pikiran kalian sehat."

Lala pun mengangguk setiap kali Queenara memberikan nasihat kepadanya. Lala seperti tengah curhat dengan sang bubu.

"Ibu bahagia banget hari ini. Soalnya mimpi Ibu mendengarkan curhatan anak perempuan tercapai."

"Ternyata seasyik ini ya memiliki anak perempuan," tukasnya lagi.

"Apa anak Ibu laki-laki?" tanya Lala.

"Ya. Laki-laki satu-satunya." Lala sedikit terkejut.

"Perempuan mana ya yang akan beruntung menjadi menantu Ibu Queen. Penasaran," ucap Lala disambut tawa oleh Queenara.

"Kalau kamu aja yang jadi menantu Ibu gimana?"

...*** BERSAMBUNG ***...

Mana nih komennya? Banyakin ya ..

1
sukensri hardiati
di kampus nggak boleh kaya gitu sm mhsnya pakdos
Enink Puri
kok jadi sedih ya bacanya😥😥😥
Eny Hidayati
dunia bergetar karena cinta Brian pada Lala.
Eny Hidayati
penuh kejutan ... sampai ikut terpana.
Karlina Sweetfftttyytttyyy66666667
suka bangetttt pakai banget sama alur cerita ny,
ms. S
cerita kyk gini kok dikit yg baca. cerita dan alurnya jelas, bagus dan ga menye menye. good job
sokbinsokmar
Ya kamu laaaaah😂😂😂😂😂
tak banyu jawab ya La😂
piah Hasan
mantap masbri.. i love you.. /Smile/
Heny
Devan jht klau suka sm lea knp suka jln sm lala
Ndari Assufi
senengnya dicintai totalitas
Ndari Assufi
pinter juga deketin lewat adek
aryani
mdh²an cuma adik angkat sakala
aryani
terciduk ma camer y la😁
aryani
Lala aja yg ketinggalan kereta karna fokus ma s Devan sampai² g tau klo keluarganya akrab ma brian
aryani
aaahhh Lala mleyot😁
aryani
cie cie dah love love
aryani
devan kalah cerdik dr brian
aryani
uh pak dos curang. maennya ma adiknya Lala😁
aryani
semangat othor
aryani
ada yg ketakutan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!