NovelToon NovelToon
Rika dan Raja Iblis

Rika dan Raja Iblis

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:345.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Azai Nagamasa

Ozaki Rika atau dulunya Ozaki Ryu adalah manusia buatan dari era moderen dan secara tiba-tiba muncul di abad pertengahan yang menjadi wilayah iblis, ia ada di sana karena upacara pemanggilan yang dilakukan oleh Zarathos sang raja Iblis kecil di wilayah itu, Rika dinikahi karena sang Raja Iblis tidak ingin manusia itu disakiti bawahannya, ia memikirkan kegunaan gadis yang terpanggil olehnya karena ia tidak pernah menyangka akan memanggil manusia, karena dalam upacara itu harusnya yang terpanggil adalah monster kuat dari dimensi lain untuk membantunya perang melawan manusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azai Nagamasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Suamiku adalah Raja Iblis bab 31

"Kau menangis?"

"Diam, aku tidak mau membicarakannya!" seru Rika cemberut, jujur ini pertama kalinya ia merasa malu di depan Zarathos karena menangis.

"Tak apa, wajar jika kau ingin menangis, aku selalu akan berada di sisimu baik susah ataupun senang, kau juga bisa menangis seperti ini untuk melepaskan stresmu, aku malah senang kau mau berbagi kesedihan padaku," ungkap Zarathos sembari mengelus lembut kepala Rika.

Rika hanya diam dengan wajah yang bersemu merah, meski tipis itu tetap terlihat dan Zarathos sedikit senang dengan hal itu, 'Meski tidak pernah mengatakan hal romantis, Rika tetap punya sisi imutnya sendiri,' batin Zarathos.

"Betapa bodohnya," gumam Rika sembari mengalihkan pandangannya dari Zarathos.

Zarathos hanya tersenyum kecil melihat tingkah malu-malu Rika yang enggak ada manis-manisnya itu, mungkin karena aura alaminya yang lebih menakutkan.

"Ah iya bagaimana kalau kita melihat-lihat barang dagangan di sini, siapa tahu ada barang yang kau suka dan kita bisa membelinya untuk cindramata dari kota Gremory," usul Zarathos pada istrinya. Rika yang mendengar usulan suaminya hanya diam saja, "Rika," tegur Zarathos pada Rika.

"Ah iya aku rasa itu juga tidak ada salahnya," tanggap Rika sembari tersenyum canggung ke arah Zarathos dan hal itu membuat Zarathos keheranan.

"Rika apa kau masih memikirkan masalah tadi?" tanya Zarathos pada Rika.

"Yah, aku masih memikirkannya," jawab Rika dengan wajah cemberut.

"Sudahlah, kita akan bersenang-senang sebentar jadi lupakanlah apa yang aku katakan tentang pertemuan tadi ayo!" ajak Zarathos menarik Rika menuju kios-kios makanan dan juga perhiasan untuk menghibur hati Rika yang sedang galau gundah gulana.

Rika hanya bisa menurut sembari tersenyum tipis ketika mencoba beberapa makanan tradisional di sana sembari menahan nyeri datang bulannya, karena enggak mau minum jamu menjijikan itu lagi. Selain mencoba beberapa makanan, camilan dan minuman yang disediakan di kios-kios pasar, Rika dan Zarathos juga mampir ke kios perhiasan untuk membeli beberapa perhiasan, meskipun Rika tak pernah tertarik dengan yang namanya perhiasan yang terbuat dari emas, tapi untuk menghargai suaminya Rika pun menurut saja.

Rika hanya mengambil beberapa perhiasan yang menurutnya bagus, dan semua perhiasan yang Rika pilih bukan barang yamg terbuat dari emas melainkan hanya perhiasan murah dari plastik.

"Kenapa kau memilih barang murahan? Apa kau berpikir aku tidak bisa membayar barang mewah yang kau mau?" tanya Zarathos yang tak terima dengan pilihan istrinya yang hanya mengambil beberapa gelang dan cincin plastik.

"Kenapa kau marah? Aku hanya mengambil barang yang aku suka, sama sekali tak ada maksud untuk membuatmu berpikir kalau aku sedang menghinamu, tapi aku memang benar-benar tidak tertarik dengan perhiasan dari emas, aku lebih menyukai perhiasan plastik yang murah dan awet. Tak peduli seperti apapun pandangan orang pada perhiasan plastik yang murah dan tidak modis, tapi bagiku yang terpenting adalah, kenyamanan dalam memakainya," jawab Rika sembari tersenyum ke arah Zarathos dan memasang gelang plastik berwarna hijau giok dengan motif-motif bunga Sakura yang mengitari lingkaran gelang itu.

Zarathos yang melihat senyum bahagia dari istrinya hanya bisa menghela nafas dan membayar harga dari gelang plastik yang di pesan istrinya dan gelang murah itu dibayar dengan harga 2 kali lipat dari harga aslinya, "Ambil saja kembaliannya sebagai tips karena telah membuat istriku tersenyum," tanggap Zarathos ketika melihat si pedagang ingin memberikan kembaliannya.

Si pedagang pun tersenyum dan mengangguk, Rika dan Zarathos pun pergi melanjutkan langkah untuk menikmati pemandangan pasar yang ada di depan mereka.

"Terima kasih tuan!" seru si pedagang perhiasan imitasi itu, ya semua isi dagangannya tidak ada yang bagus kecuali perhiasan plastik, karena aksesoris emasnya merupakan imitasi yamg dibuat semirip mungkin dan dijual semahal mungkin, ia tidak menyangka kalau Rika lebih tertarik dengan perhiasan plastik yang ia jual ketimbang emas imitasi yang terlihat sangat mirip dengan aslinya.

Di beberapa warung makan, Rika hanya memesan satu piring untuknya dan satu piring untuk Zarathos dan sisanya dibungkus dalam jumlah banyak untuk di bawa pulang.

"Rika kenapa kau membawa begitu banyak makanan? Bahkan jika kau bilang itu untuk para Jendral dan pelayanmu, makanan yang kau bawa itu terlalu banyak tahu," tanggap Zarathos mempertanyakan tindakan Rika dalam membeli banyak makanan.

"Diamlah, aku melakukan ini bukan untuk menghaburkan uang kita semata, tapi ada alasan khusus yang membuatku melakukan hal ini," ujar Rika sembari tersenyum dan berjalan ke gang-gang kecil yang tersembunyi lalu mulai memberikan para iblis gelandangan, makanan yang baru saja ia beli, Rika memberikannya sembari tersenyum kecil.

"Terima kasih Nona, anda baik sekali," tanggap iblis tua yang sudah kakek-kakek.

"Sama-sama, aku dan suamiku pamit dahulu dan semoga kakek tidak kelaparan lagi, ujar Rika lalu pergi meninggalkan iblis tua yang kurus itu sembari tersenyum lembut.

Zarathos pun menatap Rika yang terus membagi-bagikan makanannya pada para gelandangan di kota itu.

"Apakah ini salah satu hal yang diajarkan ayahmu, padamu?" tanya Zarathos yang melihat sisi lembut dari Rika.

"Jika ayahku tahu ini ia pasti akan mencambuk ku seharian penuh karena telah memberi makan apa yang ia sebut sampah masyarakat," jawab Rika dengan wajah datar ketika ia sudah menyumbang banyak makanan dan menyisakan beberapa untuk para Jendral dan pelayan mereka berdua yang mungkin sudah beristirahat di penginapan.

"Lalu kenapa kau melakukan ini?" tanya Zarathos pada Rika sedikit penasaran.

Rika terdiam dengan pertanyaan Zarathos lalu wajahnya yang sempat murung tiba-tiba tersenyum lembut dan dengan menampakan gigi putihnya dan mata yang terpejam senyum penuh keceriaan itu baru pertama kali Rika tampakkan pada dirinya.

"Kau mungkin tidak percaya akan hal ini, tapi. Yah bisa dibilang saat ini sudah menjadi kebiasaan buruk ku sejak lama, aku tidak bisa melihat orang-orang duduk lama di jalanan mengharapkan uang dari orang-orang yang lewat, jika aku melihat bakat tersembunyi dari mereka aku pasti akan merekrutnya dan melatihnya agar ia bisa menjadi lebih berguna, tapi jika dia hanyalah kakek tua yang tak bisa melakukan apapun aku akan memberikannya uang atau makanan secara cuma-cuma. Aku melakukannya untuk menghilangkan rasa cemas dan khawatir pada diriku," ujar Rika menjelaskan apa yang menjadi dasar dari tindakannya.

"Khawatir? Tentang apa Rika?" tanya Zarathos pada istrinya sembari menyimpan sisa bingkisan yang tidak Rika berikan atau memang disisakan untuk para bawahan ke dalam dimensi khusus.

Sementara itu Rika hanya memandang datar jalanan pasar dan berlari riang lurus ke depan entah apa yang ia pikirkan, setelah jarak ia dan Zarathos sudah mencapai lima meter, Rika kemudian berpaling dan menatap ke arah Zarathos lalu berkata.

"Dari dulu sampai sekarang, aku terus membayangkan bagaimana jika suatu saat aku seperti mereka, bagaimana aku bisa hidup jika semua orang memiliki pola pikir yang sama seperti ayahku, makanya aku secara diam-diam membantu para gelandangan, agar suatu saat jika kecemasanku soal aku menjadi gelandangan menjadi nyata ada beberapa orang baik yang memberikan bantuan, sama seperti diriku yang membantu para gelandangan kota," jawab Rika dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya.

Zarathos pun ikut tersenyum dan berlari mengejar Rika sembari berkata, "Nampaknya kau bukan orang yang bisa merubah sifat alami milikmu Rika dan kenapa kau memberiahuku hal semacam ini?"

"Karena kau bertanya padaku jadi aku menjawabnya dengan baik. Seperti kataku, aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu, hal ini untuk hubungan kita, kejujuran yang pahit jauh lebih baik dari manisnya kebohongan," tanggap Rika mengingatkan Zarathos mengenai alasan kenapa ia begitu jujur kepadanya, "Oh iya, satu lagi, aku hanya akan membuka diri kepadamu, jadi tak usah khawatir tak akan ada yang bisa mengetahui diriku selain kau dan ayahku," ucap Rika sembari tersenyum manis ke arah Zarathos.

"Rika, aku tak pernah menyangka kalau kau akan setia padaku, padahal aku sudah sering melukaimu," ucap Zarathos pada Rika sembari menggandeng tangannya.

"Aku akan tetap setia padamu, sampai kapanpun itu, tak peduli seberapa beratnya jalan yang kita berdua jalani, aku akan tetap melaluinya bersamamu hingga akhir," ungkap Rika dengan tatapan datarnya.

Zarathos hanya diam mendengarnya dan melanjutkan?- jalannya menuju penginapan bersama Rika sembari bergandengan.

Sementara itu ditempat Enja dan Mary, nampak mereka berdua sejak tadi hanya diam dan tak ada satupun dari mereka yang berani untuk angkat bicara terlebih dahulu, keduanya hanya diam dan berjalan santai di sekitar sungai yang cukup sepi dan hanya disinari oleh rembulan merah dan sekumpulan kunang-kunang warna-warni.

Terlihat suasana antara mereka berdua itu sangat canggung karena diantara keduanya tak ada yang berani angkat bicara. Enja juga terlihat masih memikirkan topik pembicaraan sedangkan Mary rada gemetar karena merasakan aura kuat dari Enja yang sedang berpikir.

'Oh ibu apa salahku?' yang gugup dan takut kalau ia akan dicurigai oleh Enja yang terkenal kejam dalam membantai dan membunuh penghianat.

"A-ano..." ucap Mary mencoba memulai pembicaraan untuk menghilangkan rasa canggung mereka.

"Hem?" gumam Enja menanggapi ucapan Mary.

"J-jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Mary agak canggung.

"Ah iya, ehem begini ... a-apakah Kanjeng Ratu berhasil bersosialisasi dengan baik?" tanya Enja pada Mary dengan santai sembari mencari cara agar ia bisa bersama Mary lebih lama ia memerlukan topik pembicaraan yang bagus.

"Ya dia dapat melakukannya dengan baik, aku bahkan sempat mengira kalau Kanjeng Ratu akan gagal karena gugup, tapi nyatanya dia malah bisa mengatasi kegugupan itu dengan sangat mudah, bahkan membentuk aliansi dengan tiga Ratu Iblis," jawab Mary pada pertanyaan Enja dan terlihat Mary menjelaskan hal itu dengan wajah bahagia.

"Wow baguslah, soalnya aku juga sempat cemas mengenai Kanjeng Ratu, entah kenapa sewaktu diperjalanan menuju kota aku kadang melihat Kanjeng Ratu melamun," gumam Enja sembari menghela nafas lega.

"Enja ..." gumam Mary yang tidak menyangka dan mengira kalau Enja yang terlihat seperti iblis galak yang mengerikan bisa memiliki rasa perhatian pada Rika.

"Ah ano, apakah perkataanku terdengar aneh?" tanya Enja agak khawatir.

"Tidak, tidak ada yang aneh kok," tanggap Mary sembari tersenyum lembut ke arah Enja, ia nampak mulai mencoba untuk bisa mengenal Enja lebih jauh.

"Syukurlah, aku senang ... oh iya sedari dulu bahkan sebelum Kanjeng Ratu hadir di kerajaan, aku sudah menaruh hati padamu," ungkap Enja dengan wajah sedikit bersemu.

"Eh? Tuan Enja, a-apa maksud t-tuan berkata seperti itu?" tanya Mary.

"Aku tahu kau merasa aneh dengan perkataanku, karena kita selama ini tak pernah bertemu langsung dan berinteraksi lebih dari sekedar sapaan. Namun, aku tak ingin memendam perasaan ini lebih lama lagi, aku ingin kau tahu betapa aku mencintaimu," ungkap Enja dengan malu-malu terlihat wajahnya memerah ia nampak tak tahu harus mengatakan apa pada saat ini, jujur ia merasa lega, akan tetapi di sisi lain ia juga khawatir kalau-kalau Mary menjauhinya.

"Aku..."

"Kau tak perlu menjawabnya sekarang Mary, aku tahu kau perlu waktu untuk berpikir, tapi aku bisa memberitahumu kalau kau sudah bukan lagi pelayan kikuk yang perlu bantuan dari roh api dermawan yang hanya datang dengan surat, karena kau sudah melihat siapa dia dan dia adalah orang yang mengutarakan perasaannya sekarang," ungkap Enja sembari tersenyum lembut ke arah Mary dan mengelus wajah Mary yang berwarna coklat dan lembut itu.

Mary yang mendengar ucapan Enja langsung memeluk Enja dengan air mata yang berlinang, "Jadi kau adalah sosok yang selalu membantuku selama ini? Kenapa kau tak pernah menemuiku secara langsung?" tanya Mary dengan nada penuh haru.

"Itu karena aku tidak diizinkan untuk meninggalkan pos jagaku jika tidak ada tugas khusus seperti ini, aku sangat senang ketika tahu kalau kau ikut dalam misi ini, aku senang tapi aku sadar kau tidak begitu, kau tak tahu siapa aku ditambah wajahku yang tidak tampan melainkan menyeramkan, aku juga kadang berpikir apakah aku bisa bersanding dengan sosok Dark elf sepertimu," ungkap pelan Enja ia sedikit minder dan menatap pantai dan membiarkan tubuh panasnya diterpa angin malam yang dingin.

"Tapi aku penasaran kenapa kau bisa mencintaiku, bukankah kita hampir tak pernah bertemu sama sekali, bagaimana bisa kau membantuku?" tanya Mary pada Enja.

"Pertannyaanmu agak sulit untuk dijawab, tapi aku akan menjawabnya dengan baik, satu aku mengetahui tentangmu dari hewan peliharaanku yang hilang dan ketika kembali ia terlihat terluka. Namun, luka yang ia dapatkan dibalut perban atau nampaknya ia sudah dirawat oleh seseorang dengan baik, jadi aku bertanya padanya siapa yang merawatnya dan aku mendengar kalau seorang dark elf cantik yang baik hati melakukannya, ketika aku mengetahui hal itu sku meminta anak buahku untuk mencari tahu apapun tentangmu dan alu mulai membantumu diam-diam, awalnya hanya rasa balas budi, tapi setelah sekian lama melihat semua pekerjaanmu aku mulai menyukaimu tapi karena pekerjaan aku tidak punya waktu untuk menyatakan perasaan ini," ungkap Enja dengan wajah lesu, ia tahu kalau Mary akan menganggapnya sebagai stalker dan bisa saja membuat gadis yang ia cintai itu membencinya.

Mary yang mendengar jawaban dari Enja mengenai kenapa dan bagaimana ia bisa jatuh cinta padanya, hanya bisa diam dan menatap ke arah Enja, "Jadi begitu, setidaknya aku sudah tahu siapa yang membantu pekerjaanku selama ini. Aku sangat senang mengenalmu Tuan Enja. Meski begitu aku perlu waktu untuk menjawab perasaanmu, maaf."

Enja yang mendengar jawaban dari Mary hanya tersenyum kecil, "Setidaknya kau tidak langsung membenciku. Aku harap suatu saat nanti kau bisa memberikan jawaban pasti padaku," ucap Enja sembari tersenyum lembut ke arah Mary.

Mary hanya menundukkan wajahnya dan terlihat pipinya bersemu merah ia nampak malu untuk menatap Enja.

"Baiklah! Karena aku sudah menyampaikan perasaanku padamu, sekarang saatnya kita bersenang-senang!" seru Enja dengan nada ceria dan menarik tangan Mary dengan lembut dan Mary pun berlari mengikuti langkah kaki Enja dan ia tersenyum lembut ke arah lelaki itu, jujur ia pertama kali melihat Enja tersenyum ke arahnya, meskipun rupanya mengerikan, tapi senyumnya itu membuat tampang Enja sedikit menjadi lebih baik.

'Nampaknya Tuan Enja ini juga tidak buruk. Senang rasanya mengetahui siapa yang membantuku ketika aku terlalu sering membuat kesalahan dalam bekerja dan meskipun ia menyeramkan, tapi siapa sangka ia punya hati yang lembut, meskipun kadang aku melihat ia mudah marah dan selalu bertengkar dengan saudaranya Suija,' batin Mary yang tersenyum tipis mengikuti langkah Enja menuju ke suatu tempat.

Di kamar hotel.

Terlihat Zarathos dan Rika berbaring di kasur yang sama, "Rika," panggil Zarathos sembari menatap Rika yang berbaring di sampingnya.

"Hm..." sahut Rika dengan nada datar dan nampak Rika sedang memejamkan mata sembari menyentuh perutnya, nampaknya ia sedang menahan sakit.

"Apa kau sudah meminum jamumu?" tanya Zarathos pada Rika istrinya.

"Ugh, tenanglah aku sudah meminumnya kok sudah 3 menit lalu hehe," jawab Rika, namun wajahnya tak bisa berbohong ia nampak menahan nyeri di perutnya dan juga Rika terlihat memejamkan matanya dan gigit bibir bawah karena ia sebenarnya sangat tidak mau memakan jamu menjijikan itu dan ia pun lebih memilih menahan nyeri di perut dari pada meminum jamu yang akan membuatnya muntah saat tahu bahannya.

"Sepertinya kau berbohong padaku Rika, cepat katakan yang sebenarnya, kau sendiri yang bilang kau tak suka kebohongan dalam sebuah hubungan," desak Zarathos pada Rika.

"Baiklah aku mengakuinya, aku tidak meminumnya sama sekali, puas?!" jawab Rika sembari meringis kesakitan dan nampak wajahnya juga nampak malu mengakui kenyataan itu.

"Kenapa kau tidak meminumnya, lihatlah kau jadi sakit sendirikan?" tanggap Zarathos dengan pertanyaan pada istrinya, ia juga menyentuh perut Rika yang sedang kesakitan.

"Itu karena dirimu sialan!" tanggap Rika sembari memberikan kata-kata kasarnya pada Zarathos.

"Apa salahku sayang?" tanya Zarathos sembari mendekatkan wajahnya pada Rika yang sedang kesakitan.

"Karena aku tahu bahannya dan juga rasanya yang sangat tidak enak, aku jadi tidak mau meminumnya lagi dan aku benar-benar tidak sanggup jika harus meminum jamu aneh buatan tabibmu itu tahu!" balas Rika sembari menangis karena nyeri diperutnya.

Zarathos yang mendengar jawaban dari Rika, langsung menahan tawanya karena jujur saja ia tidak pernah menyangka kalau ia akan mendengar hal semacam itu dari mulut istrinya.

"Hei kau menertawakanku kan! awas saja aku akan menghajarmu ketika rasa nyeri ini berhenti!" seru Rika ketika melihat suaminya sedang menahan tawa.

"Ahahahahahahahaha! Maaf aku-aku tidak menyangka kalau kau melan bulat-bulat perkataanku ahahaha!" tawa Zarathos sembari tersenyum tipis dan mengelus wajah Rika dengan lembut.

"Dasar bodoh! Istrimu sedang sakit dan kau tertawa lepas seperti itu! Apa kau punya hati sebagai suami hah?!" marah Rika sembari menahan rasa nyeri di perutnya, terlihat ia juga duduk dan mencengkram krah baju suaminya.

"Tenangkan dirimu, aku tahu kau marah tapi aku punya cara untuk mengurangi rasa sakitnya," tanggap Zarathos sembari mendekatkan wajahnya ke arah Rika.

"Kalau begitu lakukan!"

Zarathos pun tersenyum dan mencium bibir istrinya lalu mengalirkan energi sihirnya ke tubuh Rika melalui ciumannya. Dan seketika tubuh Rika mulai lemas dan rasa nyerinya juga sedikit berkurang.

"Terima kasih," gumam Rika setelah Zarathos melepaskan ciumannya.

"Sama-sama," tanggap Zarathos yang langsung tidur di samping Rika yang juga tertidur.

Keesokan harinya.

Rika dan Zarathos pun bersiap pulang ke kerajaan mereka dan terlihat ada dua Raja Iblis menghampiri Zarathos diikuti oleh istri-istri mereka.

"Ada perlu apa kalian berdua menemuiku, Leviathan dan Lucifer?" tanya Zarathos pada mereka.

"Kami ingin membicarakan lebih lanjut mengenai aliansi yang istrimu tawarkan pada kerajaan kami," balas Lucifer dan Leviathan.

Mendengar hal itu Zarathos langsung menatap Rika karena istrinya tak memberitahunya hal itu.

"Kau tak menanyakan hal apa yang aku lakukan, jadi aku tak memberitahumu kalau aku sempat menawarkan kerja sama dengan, istri Tuan Lucifer dan Tuan Leviathan. Dan aku juga tidak menyangka kalian merespon permintaan aliansi ini dengan cepat," tanggap Rika sembari tersenyum tipis.

"Yang penting adalah, kita harus mencari tempat yang bagus untuk berdiskusi, karena untuk menjalin aliansi perlu pembicaraan rahasia dari orang-orang yang tidak berkepentingan," tanggap Leviathan.

"Saya cukup setuju, tapi karena aku adalah orang baru jadi aku tidak tahu tempat yang tepat, jadi untuk pemilihan tempat aku serahkan kepada Tuan Lucifer dan Tuan Leviathan, aku yakin kalian punya rekomendasi tersendiri," tanggap Rika dengan santai.

Bersambung

1
auathenabiruu
itu dia bukan merendahh itu karena dia anaknya baik dan sopan eaa
auathenabiruu
tapi.. ini formal
auathenabiruu
jangan SD lagi deh, aku jadi kasihan sama kamu
auathenabiruu
SD aja dan perbaiki diri
auathenabiruu: heheh maksudnya tadi sadar diri, ehh tau tau dia sempurna jadi gak jadi SD deh
total 2 replies
Aquanda17_
Keren kak novelnya😍
Frando Kanan
btw thanks cerita ini bgs 👍
❄•MASTER•OF•GU•❄: hehehe btw kk mana nomer kk aku pegen minta
total 7 replies
Frando Kanan
eh? kok......apa mungkin kembali ke masa lalu Rika (Ryu)?
Frando Kanan: hmm...
total 2 replies
Frando Kanan
Bru merasakn perih? menyakitkn? LALU GMNA DGN RIKA!! HA???!!!
Frando Kanan: cih....itulh...mereka udh melupakan ttg ini....jika Dr awal gk sudi lht rakyat sendiri....bknny bs cari mkn sendiri kn? bs cari minum sendiri kn? bs bersihkn rmh sendiri kn? Dan semua jg....hmph 😒....para bangsawan sdh melupakan ttg yg sederhana ini...
total 2 replies
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣 mlh ngompol.... bner2 bch idiot 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hamdi: Gimana lagi kesadarannya dipaksa ada dan membuatnya nggak bisa pingsan
total 1 replies
Frando Kanan
mrleskipun lo kaisar penguasa atas...tpi syngny lo mlh menyingung raja iblis
Anggun
thor gk ada season 2nya gk ada?
Hamdi: kalau mau cari aja di profil gua ada
total 2 replies
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣 ini msh blom apa2? ckckck 😏
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣 rasain...dsr bch idiot....krn lo sendirilh anggap remeh musuh lo 🤣🤣🤣🤣
Frando Kanan
pedang zupiter huh....heh 😏
Frando Kanan
cih.... akhirny bertemu kembali...di bch malapetaka sialan yg buat seluruh manusia mati 💢👿
Anggun
😭thor
Hamdi: Maaf Keputusan Author udah oval
total 3 replies
Frando Kanan
btw next Thor 😃
Frando Kanan
oee Thor...apakh ini next eps bkl perang itu adalah next akhir?
Hamdi: mungkin saja
total 1 replies
Frando Kanan
njirr...
Frando Kanan: gk...
total 2 replies
Frando Kanan
btw next Thor 👿👿👿💢💢💢💢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!