Alicia Sandra Hellypolter baru saja lulus SMA malah dinikah kan dengan pilihan ibu tirinya yang jahat. Alicia yang di kerap di panggil Cila yang sudah berharap agar bisa keluar dari keluarga Hellypolter malah berujung pergi ke neraka kedua bagi Cila. Padahal Cila sudah menderita di rumah nya sendiri ternyata Cila malah lebih menderita di rumah suaminya. Cila di campakkan oleh suaminya karena semua keluarga suami nya menganggapnya mandul padahal dirinya belum di sentuh oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Rasanya Alicia masih canggung dengan kedua orang tua Mark. Siapa yang tidak Canggung? biasanya tidak ada orang yang baik, kini ada orang seperti itu datang ke kehidupan.
Emma dan Ethan pun terlihat bahagia saat bermain dengan opa dan Daddy mereka. Alicia terharu melihat kedua anaknya begitu bebas tertawa bersama dengan keluarga yang lengkap.
"Terimakasih sudah menjaga menantuku selama ini besan" Ucap Catrien kepada Anna. Kini ketiga wanita itu sedang duduk santai temani dengan secangkir teh.
Catrien tidak tahu lagi bagaimana dengan nasib kedua cucunya atau menantunya jika tidak bertemu dengan Anna.
"Saya sudah menganggap Alina sebagai Putriku sendiri Nyonya" Jawab Anna dengan tersenyum.
"Ahhh..jangan panggil aku Nyonya, kita ini adalah besan" Kekeh Catrien. Anna pun hanya tersenyum menanggapinya.
"Dan aku juga sangat bersyukur kalau nak Alina mau menerima putra sulung ku. Aku bahagia kalau sekarang Mark sudah ada pendamping hidup." Sungguh resah sebenernya Catrien melihat putranya yang tidak kunjung menikah. Bahkan tidak ada isu dekat dengan seorang perempuan.
Catrien takut bahwa putranya memang seorang gay. Tidak lucu kalau pewaris keluarga Darknees adalah seorang Gay.
"Apa Mommy tidak marah, Aku hanya anak yang di buang" Melihat keluarga Mark yang bahagia tentu ada rasa minder. Sudah dari keluarga Bilioner keluarga bahagia lagi.
Catrien menyerhitkan dahinya." Untuk apa sayang? kamu mau menikah dengan putraku saja aku sudah bersyukur sekali" kekeh Catrien.
"Terimakasih telah menerima kami dengan baik Catrien" Catrien memang sangat cantik dan sesuai dengan hati nya juga. Walaupun sudah menjadi dari istri keluarga besar Darknees tidak membuatnya akan terbang tinggi.
"Iya Mom, Mom Anna benar. Padahal aku tadi sudah takut kalau tidak diterima terutama dengan kedua anakku" Sahut Alicia membenarkan ucapan dari Anna.
"Astaga sayang...Kamu terlalu banyak menonton drama. Lihat itu Daddy mertua mu begitu bahagia bermain dengan Ethan dan Emma. Kebahagiaan putraku juga adalah kebahagiaan ku"
Alicia mengangguk, Benar sekali perkataannya Catrien. Kebahagiaan anak juga kebahagiaan seorang ibu.
"Sepertinya Emma akan menjadi seorang ratu" Lihatlah bagaimana ketiga pria yang berbeda umur itu cara membahagiakan Emma.
Anna menganggukan kepalanya, sedangkan Alicia hanya tersenyum menanggapi ucapan Catrien.
"No, Opa" Teriak Emma dengan tawa menggelar seisi mansion.
Abraham terus menggelitik Emma dengan perasaan yang puas. Abraham pun sangat jarang tertawa luas seperti ini. Mungkin karena sudah ada cucu. Siapa saja yang mendengar tawa Emma pasti akan ikut tertular juga.
"Opa, stop. Ema capek Opa"
Cup..cup..cup..
Abraham berhenti, tak lupa ia mencium seluruh wajah Emma sampai habis.
"Opa sangat tampan" puji Emma yang mana membuat Abraham terkekeh dengan senyum nya.
Jangan tanya bagaimana wajah Mark saat ini, sudah masam. Kenapa Putrinya begitu centil? telinganya sudah panas mendengar Putrinya memuji Abraham.
"Opa tahu opa tampan, makanya oma mu memilih opa sebagai suaminya" jawab Abraham. Gemas sekali dengan cucu nya yang satu ini. Sepertinya ahli waris akan Abraham jatuhkan kepada Emma. Bukan Mark, Michael ataupun Ethan.
Selain tampan, juga good rekening tentunya.
"Emma, siapa yang lebih tampan menurut mu? opa atau Daddy" Tanya Mark dengan berdecak.
Emma berpikir sambil menatap Mark dan Abraham bergantian. Bingung harus memilih diantara mana karena dua-duanya sama-sama tampan.
"Lebih tampan uang Daddy" Jawab Emma yang mana membuat semua orang langsung tertawa.
"Jawaban yang bagus cucuku" Ucap Catrien dengan memberikan jempol kepada Emma. Memang Emma selalu di luar eksfektasi orang...
"Mmmm...Alina, bagaimana dengan pernikahan kalian? maksud Mommy acara repsepsinya?" Tanya Catrien. Anak nya sudah menceritakan bagaimana kisah perjalanan antara putranya dan juga Alicia. Percayalah tadi Abraham akan memberikan bogem menta-mentah kepada putranya, tapi terhalang karena masih ada cucu mereka di satu ruangan yang sama.
"Ahhh itu Mom..." Alicia pun bingung harus menjawab dengan apa? Sesungguhnya dirinya pun tidak tahu bagaimana." Aku tanya dulu sama Mark Mom" Lanjut Alicia. Catrien hanya menganggukan kepalanya sebagai jawabannya.
Hari ini di penuhi dengan kehangatan dan kebahagiaan terutama dengan si kembar. Alicia hampir menangis merasakan momen ini. Apalagi memang dirinya dari kecil tidak pernah mendapatkan kebahagiaan.
Sore harinya Catrien dan Abraham langsung pulang. Si kembar malah ikut bersama dengan opa dan oma mereka akibat rayuan dari Abraham. Entah apa yang di janjikan nya? sehingga Emma dan Ethan mau ikut. Yang jelas Mark bahagia.
Cekklek...
Pintu terbuka, hal yang pertama Mark lihat adalah istrinya sedang membersihkan tempat tidur mereka.
"Kau sudah selesai bekerja nya?" Tanya Alicia.
"Iya" Jawab Mark lalu datang menghampiri Alicia lalu memeluk nya dari belakang. Yeah Alicia tentu nya merasa gugup, mungkin belum terbiasa saja.
"Bagaimana dengan si kembar yah? apa mereka rewel bersama dengan Mommy dan Daddy" Walaupun ini bukan pertama kalinya ia jauh dari si kembar tentu membuat nya tetap ke pikiran, apalagi mereka bersama dengan Catrien dan Abraham yang takut akan merepotkan mereka.
"Mereka tidak akan rewel" Jawab Mark dengan menghirup aroma Alicia yang wangi.
"Aku suka wangi mu, membuat ku ingin menghamili mu" bisik Mark lalu Mark mengulum telinga Alicia yang membuat Alicia jadi merinding.
"Mark, geli" Alicia mencoba melepaskan dirinya. Sepertinya pria ini sedang birahi. Alicia tidak mau melakukannya untuk saat ini.
"Bukankah ini waktu yang pas untuk kita berdua sayang?" Mark tersenyum smirk. Lalu Mark langsung melepaskan tali piyama Alicia sehingga terpampang lah tubuh Alicia yang hanya memakai kain segitiga saja.
"Bahkan kau juga tidak memaki B3h"
Alicia langsung terkejut, ia juga menutupi si kembar nya dengan kedua tangannya.
"Apa yang kau lakukan Mark" kesal Alicia sekaligus merasa malu juga. Pria ini memang mesum sampai tingkat mesum nya ke langit ke 7.
"Tentu saja akan segera menghamili mu" Max langsung menyerbu Alicia dengan mencium nya terlebih dahulu lalu tangan nya pun ikut bergerak lincah di dada istri nya.
Mark sangat tahu dimana dimana titik sensitif Alicia sehingga mudah membuat Alicia ikut b*rahi juga.
"Apa kau tak lelah Mark?"
"Kalau beginian aku tak akan lelah sayang, walaupun kamu meminta 24 jam non stop aku pasti akan menyanggupinya" jawab Mark. Alicia mengerdik mendengar yang di katakan oleh suaminya.
"Ahkkk Mark" Suara indah Alicia langsung keluar saat Mark menyusu seperti bayi. Perlahan Mark membaringkan Alicia tanpa melepaskan nya.
Mark sudah merasa puas dengan pemanasan nya, Alicia pun sudah sangat basah. Mark pun dengan cepat-cepat melepaskan bajunya sehingga Alicia langsung membuang muka melihat sesuatu yang panjang di pangkal paha Mark.
"Sayang..." Mark kembali mencium Alicia. Tapi perlahan Mark mengambil tangan Alicia lalu membawanya menyentuh tongkat nya.
Alicia jelas terkejut saat pertama kali menyentuh barang laki-laki.
"Ahkkk..Alicia" Wajah Mark langsung mendongak saat tangan mungil itu menyentuh tongkat nya. Padahal hanya tangan tapi Mark merasa ini sudah sangat luar biasa.
"Pijat sayang" Pinta Mark. Alicia ragu tapi teringat dengan petuah dari ibu mertua nya tadi. Bahwa seorang istri wajib melayani suaminya, terutama dengan melayani batin. Bagaimana pun kalian sudah suami istri, apalagi lelaki itu bernafsu besar. Jika kamu yang tidak melayani dengan baik, disitulah terjadi yang namanya perselingkuhan itulah yang di katakan ibu mertua nya.
Tapi melihat wajah Mark yang menatap harap kepadanya dan teringat juga nasehat dari ibu mertua nya, perlahan Alicia melakukan nya.
"Ouhhhh shit Beby, kamu memang harus belajar" Mark mengeram tidak tahan. Walaupun masih kaku tapi Mark menyukai nya.
"Lebih cepat sayang" pinta Mark dan Alicia melakukan nya sesuai perintah dari Mark.
Tangan istrinya terlalu sempurna, Mark tidak tahan, Mark lalu kembali mencium istrinya dan tangan nya meremas dada Alicia. Ini sangat sempurna bagi Mark.
Susu kental cair langsung keluar menyembur ke wajah Alicia membuat Alicia langsung tersentak.
"Ahhhh Beby, maafkan aku sayang" Mark buru-buru mengambil tisu lalu membersihkan wajah Alicia.
Tapi lucu juga melihat wajah Alicia yang tersentak tadi.
Tapi tanpa di sadari Alicia sesuai sudah masuk di bawah sana.
"Sssshhtt Mark" Wajah Alicia mendongak. Mark memasukkan tongkat nya terlalu dalam.
"Yesss Beby" Alicia tidak tahan, rasanya punya nya begitu menggatal ingin lebih.
"Gerakkan Mark"
Senyum cerah melebihi matahari langsung terpancar di wajah Mark. Hanya dua kata tapi bisa membuat nya merasa senang.
"Tentu sayang"