Leonardo William Wijaya, dan Alea Albert Stevan adalah dua anak kembar yang terpisah. Keduanya tergabung dalam kelompok mafia yang di takuti di negaranya masing-masing.
Kedua saudara kembar itu bertemu saat mencari kedua orang tua mereka yang ternyata ayahnya sudah di bunuh oleh seseorang. Dia tahu dari cerita pembantu ayahnya tuan Albert kalau kedua orang tuanya di bantai oleh orang terdekat ayahnya.
Mereka menemukan ibunya masih hidup dalam keadaan hilang ingatan dan terganggu kejiwaannya yang tinggal di kampung hutan bersama pembantunya. Dari cerita pembantu ayah dan ibunya di bunuh, Lea dan Leo ingin membalaskan dendam atas kematian Albert Stevan William.
Berhasilkah mereka membalaskan dendam pada orang yang telah membunuh ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Jebakan
Memang tidak jauh gubuk itu berada, hanya satu kilo meter saja jaraknya di bandingkan perjalanan mereka ke dusun kecil tersebut.
Tanpa rasa takut dan penuh ketenangan, pak Fajar berjalan terus tanpa bicara lagi. Sesekali dia melirik ke belakang apakah kelima orang itu akan berbuat mencurigakan dan menyekapnya bahkan membunuhnya.
"Apakah masih jauh gubuknya?" tanya Leo.
"Tidak, sebentar lagi," jawab pak Fajar.
Keadaan sangat sunyi sekali, hanya suara binatang hutan dan burung-burung malam menyuarakan menandakan mereka ada di dalam hutan tersebut.
Sayup-sayup terlihat sinar cahaya lampu dalam gubuk itu, keanehan tampak terlihat karena dari pantulan cahaya dalam gubuk itu tampak lampu terang. Padahal di dusun kecil itu saja tidak ada listrik sama sekali. Tetapi kenapa di dalam gubuk itu ada sinar lampu senter yang tergantung di atas?
"Jhon, apa kamu siapkan semuanya?" bisik Leo.
"Ya tuan, kita sepertinya bukan mendapatkan apa yang kita cari. Tapi sesuatu yang mengejutkan," jawab Jhon.
"Hmm, bagus. Apakah di belakang juga sudah tahu keadaannya?"
"Mungkin hanya Edward yang waspada, sejak dari awal dia selalu waspada. Itu bagus, kita tidak akan terjebak terlalu dalam nantinya," ucap Jhon lagi.
"Baiklah, kita ikuti semua yang dia katakan. Jangan terlalu terburu-buru, beri isyarat pada Edward," ucap Leo.
"Ya tuan."
Pak Fajar menajamkan telinganya mendengar pembicaraan Leo dan Jhon, tapi dia tidak jelas menangkap percakapan keduanya. Dia berjalan perlahan, tangannya di masukkan ke dalam saku celananya seolah sedang kedinginan.
"Harus hati-hati masuk ke dalam gubuk itu tuan, karena pemiliknya belum tentu menerima kedatangan kita," ucap pak Fajar.
"Apa pemilik itu ada di gubuknya?" tanya Leo.
"Jelas ada di gubuknya, ini malam hari. Waktunya istirahat, anda meminta datang ke tempat ini sore hari. Tentu saja sampai di tempat ini akan tiba malam hari, dan orang di gubuk itu tentu sedang tertidur," jawab pak Fajar.
"Tuan, saya ingin buang air kecil. Anda bisa ikut dengan pemandu itu," ucap Jhon.
"Di gubuk itu juga ada tempat untuk buang air kecil, anda bisa buang air kecil di dalam saja," kata pak Fajar.
"Anda tahu sekali gubuk itu pak Fajar, apakah anda sebelumnya pernah datang kesana?" tanya Lea kali ini.
"Tentu saja, saya sudah tiga kali datang kesini. Jadi saya tahu tempat ini dan keadaan di dalam gubuk itu," jawab pak Fajar.
Mereka sudah berdiri di depan pintu gubuk kecil itu. Keadaan gubuknya memang seperti rumah sederhana, tapi meterial yang di gunakan hanya kayu dan daun palem serta daun kelapa juga bambu.
Pak Fajar dia sejenak, tangannya yang masih di saku celananya belum di keluarkan. Seakan sedang menunggu sesuatu.
"Kenapa ada diam pak Fajar? Bukankah anda tahu pemilik rumah ini? Panggil pemiliknya dan suruh keluar," ucap Lea.
Pak Fajar menoleh dan tersenyum, lalu tangannya satunya keluar dari saku celananya dan menarik handel yang terbuat dari kayu.
Begitu handel berputar dan pintu terbuka, tampak sinar lampu menyorot begitu terang hingga menyilaukan mata. Dengan sangat cepat pak Fajar menunduk dan datang berondongan peluru yang sangat cepat pula.
Dor! Dor! Dor!
Leo juga yang lainnya langsung menunduk, mundur dengan merangkak dan membalas serangan yang bertubi-tubi. Semua siap juga langsung membalas serangan peluru tersebut, yang kaget adalah Lea.
Gadis itu tidak menyangka jika mereka di jebak oleh sang pemandu itu. Dia hampir terkena peluru jika gerakan cepat Edward melindunginya dan membalas serangan tersebut.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Serangan terus bertubi-tubi dari arah gubuk kecil itu, Jhon yang tadi pergi dari rombongan itu segera mendekat ke gubuk kecil dari belakang. Dia mencoba mencari sebuah celah kecil atau jendela agar bisa mengetahui ada berapa orang di dalam gubuk itu.
Sejenak keadaan hening, tidak ada balasan peluru yang menyasar. Jhon memberi isyarat pada Leo dari kejauhan agar tidak membalas serangan peluru itu.
"Leo, kenapa bisa begini? Siapa mereka?" tanya Lea pada kakaknya.
"Entahlah siapa mereka, tapi mungkin saja itu adalah anak buah Demian yang sengaja sudah di siapkan jika ada yang mencari tahu keberadaan dusun kecil itu dan pembantaian dua puluh tahun lalu," jawab Leo mengisi ulang senjatanya.
"Kenapa sejak tadi tidak curiga kalau pemandu itu orang-orang mereka?" tanya Lea.
"Aku tidak tahu, Jhon yang menyewa orang itu. Sial sekali kita terjebak di sini, apa yang mereka lakukan di dalam gubuk itu? Kemana laki-laki pemandu tersebut?" ucap Leo menatap ke depan gubuk.
Keadaan sunyi, belum ada balasan dari Leo mau pun dari dalam gubuk. Entah berapa orang yang ada di gubuk tersebut, Leo harus menyelesaikannya sebelum waktu pagi hari.
"Nona, Edward terkena tembakan," teriak Cathy memegangi tangan Edward yang berdarah.
Lea dan Leo menoleh ke arah Edward, benar saja darah mengalir banyak dari lengan Edward. Dengan cepat Lea mendekat, dia cemas melihat keadaan Edward.
"Ada apa?"
"Edward terkena tembakan."
"Apa?!"
_
_
*****
lemah banget
cerita kembar mafia..
tpi g ada yg pinter berkelahi
biasa klw suda mafia maupun cewekl lawanya bnyk dan sangar"
la ini jgn kan bosnya yg di kawal
bodyguardnya pun g bisa apa"
soalnya judulnya mafia kembar tp kok letoy harusnya Badas semua,ini cewenya banyak tanyanya,lemah gemulai lagi,aksinya cm dikit aja
utk cowonya okelah bisalah
🙏🙏🙏