"Bu, aku tak ingin di jodohkan!" ucap Tania.
Namun sayang waktu pertunangan mereka hanya tinggal menghitung jam saja. Rasanya Tania ingin kabur dari sana. Namun Tania tak tahu kemana.
"Sudahlah sayang, kau harus menurut! Pria itu sudah mapan. Kau tidak perlu bekerja lagi. Cukup mengurusnya saja!" sahut bu Rosa.
Tania terdiam. Selama ini dia lah yang menjadi tulang punggung keluarganya semenjak ayah nya meninggal.
"Tapi bu, bagaimana dengan sekolah Rania jika aku menikah nanti?" ucap Tania.
Bu Rosa menarik nafasnya pelan. "Kau tidak perlu khawatir ibu sudah mengaturnya! Kau cukup turuti ibu saja!" sahut Bu Rosa.
Sebenarnya Bu Rosa hanya ingin melihat putrinya menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irh Djuanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejauhan David terungkap
Sementara polisi telah menemukan jejak rekaman CCTV dari sebrang lokasi kejadian. Di sana terlihat 3 orang pria baru saja keluar dengan tingkah yang mencurigakan. Polisi pun mengecek plat mobil itu. Dan tanpa di sangka mobil itu milik dari seorang pengusaha yang paling tersohor di kota itu. Yang tak lain dan tak bukan Malvin Maldonado.
Polisi pun langsung menghubungi Andika. Andika langsung bergegas menuju kantor polisi dan Anton atasannya itu pun ikut dengannya.Sementara di rumah Tania menjadi tremor ia gemetar hingga tubuhnya meringkuk di lantai.
"Nona, kau kenapa?" ucap Intan panik.
Intan menariknya dan membawanya ke sofa. Lalu Intan meminta bik Ijah untuk membawakan air putih untuk Tania.
"Bik Ijah, bisakah kau bawakan air putih untuk nina Tania?" teriak Intan.
Tak berapa lama bik Ijah datang dan memberikan segelas air yang di minta Intan tadi. Intan langsung memberikannya pada Tania.
"Neng,apa yang terjadi, kenapa kau tiba-tiba lemas?" tanya bik Ijah.
"Dia dia apakah dia yang memperkosa ku?" ucap Tania gugup lalu tanpa terasa air matanya mengalir.
Intan dan Bik Ijah menatap bergantian. Mereka tak mengerti siapa yang di maksud Tania itu. Mereka tak tahu jika tadi David menemui Tania.
"Siapa nona? jelaskan pada kami?" sahut Intan.
"David" sahut nya.
Mereka berdua terperanjat. Intan mengingat nama itu. Ia merasa tak asing dengan nama itu.
"Maksud nona, pak David yang mengantar kita belanja tempo hari?" tanya Intan.
Tania mengangguk. sementara Andika menggeram setelah keyakinan itu terbukti. Dari awal dia sudah menduga karena kurang cukup bukti ia pun tak bisa berbuat apa-apa.
"Pak, sebaiknya segera tangkap pria itu, aku yakin jika pelakunya putranya yang bernama David Malvin!" ucap Andika.
Polisi pun segera bertindak mencari mereka. Sementara David sudah terbang ke Inggris. Andika langsung kembali setelah Intan menghubunginya dan memberitahukan jika Tania mencurigai seseorang sebagai pelaku pemerkosaan itu.
"Di mana Tania?" tanya Andika.
Andika langsung memeluk istrinya. Ia melihat Tania pucat itu pun mersa cemas.
"Ada apa sayang? Apa yang terjadi?" ucap Andika.
Tania menangis, ia sudah tak dapat membendung air matanya lagi.
"Kau tahu siapa pelakunya?" tanya Andika.
Tania mengangguk. Lalu Andika membawa Tania duduk di sofa.
"Katakan padaku siapa pria itu?" tanya Andika lagi.
"David" sahut Tania singkat.
Deg
Jantung Andika berdesir. Dugaannya benar bahwa pria itu yang telah memperkosa istrinya. Namun Andika bingung kenapa tiba-tiba Tania bisa berkata seperti itu.
"Apa kau bertemu dengannya?" tanya Andika.
Tania mengangguk lagi. Lalu ia menjelaskan jika setelah Andika pergi, David sempat menghampiri nya. Dan Tania mencium aroma parfum yang sama dari David dengan pria yang memperkosa nya. Hingga Tania menyimpulkan jika memang David lah pelakunya.
"Brengsek!" pekik Andika.
Kedua tangan Andika terkepal dan rahangnya mengeras. Rasa dendamnya menyelimuti pikirannya. Ia ingin melampiaskan kemarahan nya itu. Belum sempat Andika bangkit, Tania menariknya.
"Aku tak ingin kau mengotori tangan mu dengan bajingan itu! Berjanjilah padaku kau tidak akan melakukan apa pun! " ucap Tania.
Andika kembali duduk dan mendekap erat istrinya lalu mengecup kening Tania lembut.
"Baiklah! Kau tidak perlu khawatir. Polisi telah mengusut kasus ini. Kita serahkan pada polisi" sahut Andika.
Walau Andika mengatakan seperti itu, namun untuk menyenangkan istrinya saja. Andika akan tetap melakukan apa yang di ucapkan nya pada David dulu. Ia akan membalas segala yang dilakukan David pada istri nya.
selama ini yg jahat kan haryono.
ceritanya makin seru
Buat si Tania menceraikan si Andika, udah cukup2 Penderitaan si Tania dlm Cerita mu ini Thorr..
Tak usah Hidup Bersama si Andika lg, kasihan si Tania disakitin terus sm Lelaki Pengkhianat dan Lelaki Jahat.
kasian sekali Tania jd penampungan dan pelarian
ceritany...maaf ya..masukkn...biar berbobot ceritany