#Superhero
Kenneth Barry Winkler, seorang ilmuan jenius menjadi satu-satunya orang yang berhasil lolos dari ledakan laboratorium. Ia tiba-tiba memiliki sebuah kemampuan khusus karena efek dari ledakan berbagai bahan penelitian yang dilakukannya.
Karena menjadi incaran banyak organisasi, Kenneth menyembunyikan identitasnya sebagai seorang bartender di sebuah bar.
Namun sungguh sial, karena sebuah peristiwa dirinya harus menikahi seorang wanita dari keluarga terpandang.
Dengan menggunakan nama Kenneth Benjamin, ia menjadi menantu yang selalu diremehkan oleh istri dan keluarganya sebab dianggap sebagi pria tidak berguna.
Lalu, bagaimana Kenneth menjalani hidupnya dan bagaimana dia melakukan pembalasan dendam terhadap organisasi yang berusaha membunuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangan Es Menantu 32
" Apa, bagaimana bisa itu atas nama ku?" teriak Sang Presiden. Wajah Graham Alvin merah padam saat ajudannya memberi sebuah kabar. Ia memijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba berdenyut.
" Bagaimana bisa hal yang tidak kutahu menjadi kesalahanku?" geram Graham.
" Maaf Mr. Presiden, kabar dari mata-mata yang sudah saya perintahkan mengatakan bahwa kejadian ledakan laboratorium itu memang belum diketahui penyebabnya. Tapi sebuah sumber mengatakan penelitian yang dilakukan adalah atas perintah Anda."
Brak!!
Graham memukul meja nya dengan begitu keras. Ia jelas marah, namanya di catut oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
" Maaf Mr. Presiden mungkin apa yang saya katakan ini sedikit lancang. Saya merasa orang yang melakukan ini adalah orang yang mempunyai kedudukan tinggi dan wewenang lebih. Jika hanya orang biasa, tidak mungkin dia berani menggunakan nama Anda. Mereka tahu resikonya pasti besar," papar ajudannya tersebut.
Graham terdiam, apa yang dikatakan Richie--ajudannya itu memang benar. Tidaklah mungkin orang biasa berani macam-macam menggunakan nama presiden.
" Richie, terus selidiki ini. Jika orang itu memang bukan orang biasa maka kamu harus berhati-hati."
" Saya mengerti Mr. President."
Richie memberi hormat dan segera meninggalkan kantor Graham. Sedangkan Graham dia berusaha memutar otaknya. Hari ini dia akan bertemu dsngan Osbert, tampaknya ia akan menyembunyikan masalah ini dari perdana menterinya. Entahlah, dalam hati dan kepala Graham merasa bahwa seharusnya dia lebih waspada dengan Osberth.
Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat Graham berpikir seperti itu. Salah satunya adalah, setiap permasalahan mengenai pasar gelap datang, Osbert tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Dan, kasus obat terlarang juga cepat sekali ditemukan pelakunya tapi tidak pernah menyentuh pusat atau bandar terbesar. Semua selalu hilang begitu saja. Kasusnya memang benar selesai, tapi tidaklah tuntas.
Tok! Tok! Tok!
Cekleek
" Aaah Tuan Osbert, silakan masuk."
" Terimakasih Mr. Presiden."
Osbert tahu tatapan Graham kepadanya adalah sebuah tatapan menyelidik, tapi dia belum mengerti ada apa ini sebenarnya. Ia menunggu Graham berkata sesuatu dulu. Osbert tidak ingin menduga, karena jika itu dia lakukan maka bisa dipastikan bahwa Graham akan curiga terhadap dirinya.
" Bagaimana perjalanan dinas mu kemarin Perdana Mentri, dan aaah aku ingat soal kasus Eldoria. Apakah sudah ada peningkatan? Waktu itu kamu tidak memperbolehkan aku untuk masuk ke sana. Bagaimana sekarang."
" Konferensi kemarin berjalan dengan lancar. Kita terus meningkatkan kerja sama dalam bidang pariwisata dan perdagangan. Negara kita bagus soal pertanian dan perkebunan, maka dari itu merek meminta kita memasok sayur mayur ke sana. Tapi yang jadi permasalahan adalah Eldoria, sebagai pemasok sayur terbesar tapi saat ini jelas tidak bisa lagi diandalkan."
Osbert terus memberitahu keadaan Eldoria yang memburuk. Bahkan korban selalu bertambah setiap hari. Osbert mengatakan kepada Graham bahwa kemungkinan Kota Eldoria akan ditinggalkan.
Tentu saja ucapan Osbert adalah bohong. Jelas-jelas baru saja semalam dia bicara dengan walikota Mark Edison soal kota Eldoria yang mulai membaik. Nampaknya rencana dia ingin menjadikan kota mati masih sangat menggebu. Bahkan saat ini dalam kepalanya mulai memikirkan rencana untuk memperburuk keadaan.
" Begitu kah, itu sungguh sayang sekali dan tidak bisa dibiarkan. Eldoria merupakan aset penting bagi Negara Carvalon. Bagaimanapun juga harus mempertahankannya," tegas Graham.
Osbert hanya mengangguk. Di luar dia setuju dengan Graham tapi dalam hati jelas dia menolak dan memaki Graham dengan keras.
Pertemuan itu berlangsung setidaknya 1 jam. Osbert pun langsung undur diri untuk segera pulang. Tapi tampaknya ia tidak akan langsung pulang ke kediamannya, melainkan pergi menuju Eldoria untuk melakukan sesuatu.
Setelah Osbert pergi, Graham membuang nafasnya kasar. Dia jelas tidak percaya dengan ucapan Osbert.
" Richie, kemari sebentar."
Tak lama Richie pun datang menghadap. Ia sudah selesai dengan tugas yang pertama dari Graham.
" Siap Mr. Presiden apa yang akan jadi tugas saya?"
" Perintahkan orang untuk menyelidiki Eldoria, kata Osbert Eldoria semakin memburuk. Tapi menurutku tidak seperti itu. Bila perlu panggil Mark Edison kemari. Aku ingin mengetahui dengan pasti kondisi terkini. Osbert menutup akses semuanya terhadap Eldoria. Bahkan media sama sekali tidak diperkenankan masuk ke sana. Aku semakin curiga dengan Osbert."
" Baik Mr. Presiden saya akan segera menjalankan tugas tersebut. Permisi."
Graham terdiam, banyak sekali sepertinya teka teki dari perdana menterinya itu. Osbert seakan menyimpan banyak rahasia di belakangnya.
" Aku harus hati-hati, jika dia mengancam keselamatan rakyat maka aku pun tidak akan tinggal diam."
TBC
tidak terlalu bertele2
tapi masih banyak typo
secara overal, novelnya bagus banget