Sekretaris lama bernama Indira Maheswari adalah sekretaris yang memiliki kompenten tinggi walaupun penampilannya tidak menarik.Dengan kacamata super tebal dan rambut yang selalu di ikat.Indira sangat tidak menyukai bos barunya anak dari bapak Abraham yang bernama Danish Bastian Abraham karena perlakuannya yang sering membawa keluar masuk wanita cantik dan sexy di kantornya.Begitupun dengan Danish yang tidak menyukai sekretarisnya yang cupu.
Danish akhirnya terperangkap dengan sekretarisnya karena rasa tanggung jawabnya sebagai seorang pria yang telah menghamili Indira.
yuk...guys baca dan nantikan per episodenya💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selingkuh?
Sudah hampir 3 hari lamanya Danish meninggalkan rumahnya untuk bekerja di luar kota. Danish juga tidak lupa menghubungi Indira untuk bertukar kabar dan melepas rindu. Namun entah mengapa ada rasa rindu yang tumbuh di benak Indira di malam yang sunyi ini.
Saat ini Indira berbaring diranjangnya tidak bisa menutup matanya, padahal ini sudah lewat tengah malam. Rasa rindu seperti menusuk sangat dalam dibenaknya. Ia benar- benar merindukan Danish.
Entah mengapa tiba- tiba kepalanya penuh dengan bayang- bayang wajah tampan sang suami. Entah mengapa tiba- tiba terasa begitu sepi ditambah malam yang sunyi seakan ikut serta mengiringi perasaan rindunya yang semakin dalam.
Ia menatap samping ia tertidur dimana Danish biasa berbaring, seakan begitu amat sepi tampanya. Biasanya wajah tampannya selalu menjadi penghantar tidurnya. Bahkan sentuhannya begitu menghangatkan tubuhnya.
" Kenapa tiba- tiba aku memikirkannya? aku merasa kesepian tampanya? Apakah sekarang aku sedang merindukannya? Emp.. Apa yang sedang dia lakukan? Apakah dia sudah tidur? " Batin Indira bertanya- tanya ingin tau keadaan Danish saat ini, ingin mendengar suaranya yang khas. Suara beratnya yang sangat menggetarkan jiwa Indira.
Indira segera mengambil ponselnya. Mencari kontak suaminya yang berada dipanggilan teratas.
" Apakah aku harus menghubunginya terlebih dahulu? Bagaimana jika ia merasa terganggu karena panggilanku? Apakah dia sudah tidur ya? " Fikir Indira, sebelumnya Indira tidak pernah menghubungi Danish terlebih dahulu. Terlebih lagi saat lewat tengah malam begini, Indira takut mengganggunya. Namun, rasa rindunya begitu berat, sehingga ia akhirnya menekan tombol panggilan.
'Maaf, nomer yang anda tuju, sedang tidak aktif'
Nomer Danish tidak bisa dihubungi.
" Emps, tidak aktif? Apakah dia biasa mematikan telfonnya jam segini? aku rasa tidak. Biasanya kalau di rumah, telfonnya nyala. Dan sebelumnya dia juga pernah mengangkat telfon di tengah malam. Akh, apakah aku tidak sabar, tunggu besok! Seperti biasanya dia akan menelfonku pagi- pagi! " Batin Indira langsung meletak ponselnya di meja nakas sebelah tempat tidurnya. Dan berusaha untuk menutup matanya.
...****************...
Keesokan harinya, Indira bangun dan langsung melihat ponselnya berharap ada pesan dari Danish. Sayang sekali, tidak ada pesan satu pun dari sang suami.
" Tumben...Jam 8 pagi? Bukankah dia sudah berangkat ke kantor? Dan memberiku ucapan selamat pagi. " Ucap Indira. Dimana Danish biasanya sebelum berangkat ke kantor pasti menelfon Indira memberinya ucapan selamat pagi dan mengobrol. Tapi entah mengapa hari ini tidak ada panggilan satupun atau pun paling tidak pesan. Membuat Indira heran dan sedikit khawatir.
" Apakah aku harus menelfonnya lagi? " Ucap Indira takut sang suami belum bangun.
Nomer yang anda tuju, tidak aktif.. Mohon menunggu beberapa saat lagi...
" Apa? Masih tidak aktif? " Ucap Indira semakin khawatir.
" ahk..Mungkin dia sedang sibuk dan lupa menghubungiku! " Ucap Indira membuang semua fikiran buruknya.
...****************...
Pagi berganti malam lagi, namun tidak ada satu pun panggilan dan pesan dari Danish. Membuat Indira merasa sangat khawatir. Setelah beberapa menit mencoba untuk menutup matanya. Suara ponsel terdengar membuat Indira terlonjak dan segera mengambil ponselnya.
Nomer tidak dikenal memberinya beberapa pesan dengan gambar yang masih sedang diunggah.
" Aku kira mas Danish. Gambar apa sih ini? Masih loading! " Ucap Indira berharap pesan tersebut dari Danish.
Matanya membulat terbuka lebar saat gambar tersebut berhasil diunggah, terpampang gambar sang suami tidur dengan seorang wanita tanpa pakaian hanya tertutup oleh selimut. Bahkan beberapa gambar adegan ciuman, tertawa dan lain- lainya yang tak patut dilihat oleh Indira.
Membuat tangan Indira tiba- tiba bergetar hebat dan ponselnya terjatuh begitu saja, air matanya langsung menggenang dipelupuk matanya.
" Apa? Jadi dia selama ini masih bermain- main dengan wanita lain? Jadi selama ini ucapannya hanya omong kosong! Astaga, mengapa aku sangat mempercayainya, mengapa hatiku tiba- tiba terasa amat sakit.. Agh.. Hiks... " Batin Indira sambil menekan dadanya yang terasa amat sakit sambil menangis deras. Air mata mulai bercucuran di pipi putih pucatnya.
" Pantas saja panggilanku tidak di angkat, ternyata dia lagi asyik- asyiknya bermain dengan perempuan lain. Dan bodohnya aku malah merindukan dia! Selama ini dia hanya sekedar melampiaskan nafsu kepadaku! Apa katanya, dia akan merindukanku? Merindukan apanya? Tubuhku saja? Aku juga yang salah, telah beranggapan bahwa dia telah berubah. Bukankah aku sudah tau dan biasa melihat dia bersama wanita lain? Tapi mengapa rasanya sekarang sangatlah sakit! " Batin Indira sambil menangis, hatinya semakin terasa amat sesak.
Bahkan ia sudah tidak menghiraukan ponselnya yang jatuh pecah di lantai. Dia sudah terisak- isak menangis di tengah malam. Indira mengira Danish sudah berubah dan menerima dirinya sebagai istrinya. Ia sudah salah menilai karena sikap Danish sebelumnya membuat Indira semakin luluh.
Bahkan Indira juga meragukan perjanjian kontrak nikahnya, yang pernah dibahas oleh Danish, bahwa Danish sudah tidak menghiraukan perjanjian kontrak nikah tersebut.
" Bukankah salah satu kertas perjanjian kontrak itu berada di tangaku! Yah, aku tau dia hanya menipuku. Aku yakin, setelah anak ini lahir, dia tetap akan menendangku! Hiks... " Ucap Indira sambil menangis tersedu- sedu.
...****************...
Malam berganti pagi, Jam sarapan juga sudah lewat semenjak satu jam yang lalu. Namun Indira tak kunjung datang. Membuat Brata sangat khawatir.
" Ranum... " Panggil Brata kepada salah satu pelayannya.
" Ia nyonya ada apa? " Tanya Ranum yang merupakan pelayan paling muda.
" Coba bangunkan nona muda untuk sarapan! " Perintah Brata kepada Ranum.
" Baik nyonya! " Jawab Ranum segera pergi ke lantai atas, tepatnya menuju kamar Indira berada.
Ranum mencoba mengetuk pintu kamar Indira setelah sampai di depan kamar Indira.
Tok...
Tok...
Tok...
" Nona muda? Bangun nona, nyonya memanggilmu untuk datang sarapan! " Panggil Ranum namun tidak ada jawaban. Sudah beberapa kali Ranum memanggil. Namun tidak ada jawaban. Membuat Ranum segera kembali memberi tahu Brata.
Brata yang mendengarnya langsung merasa khawatir. Akhirnya Brata pergi ke kamar Indira untuk membuka kamar Indira. Dimana Ranum tidak berani membukanya selama tidak mendapat izin masuk dari penghuninya.
Betapa terkejutnya Brata melihat Indira sudah tidur meringkuk penuh darah dan tidak sadarkan diri, Ya Indira mengalami pendarahan hingga darah memenuhi ranjang kamarnya.
" Indira!!!!!!!! " Teriak Brata dan juga Rosa.
" Cepat panggil ambulan! " Ucap Brata panik.
" Baik ma! " Ucap Rosa langsung menelfon nomer darurat.
Indira langsung di bawa oleh ambulans di rumah sakit terdekat. Dimasukkan ke dalam ruangan unit gawat darurat.