NovelToon NovelToon
Queen Bullying Vs King Street

Queen Bullying Vs King Street

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fuqin Gennil G

Cinta pandangan pertama harusnya tertarik dengan orang yang baik hati dan tidak suka merendahkan orang lain. Geri spesies laki-laki culun yang beda!

Tak sengaja mengintip tragedi pembullyan seorang Adel yang menyiksa temannya sampai memohon pun tak ada gunanya. Geri suka yang kuat dan tak lemah mental. Sebab, ia menyamar sebagai lelaki lemah dan terkenal pintar jadi dia menjebak Adel dengan trik murahannya.

Bagaimana kelanjutan nasib Adel dan Geri saat mereka bertemu? sifat sama kuatnya dengan kapasitas otak jauh berbeda!

Kaum yang suka meng-halu merapat segera ya!!😌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuqin Gennil G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari alasan

Membayangkan hidup di alam bebas bersama teman-teman tampak menyenangkan untuk Layla. Sesampainya di rumah, dia akan mempersiapkan segala kebutuhan yang akan dibawa nanti.

Selain itu, tak kalah serunya Lelaki yang ia kagumi pun turut hadir disana. Meskipun beda grup karena Geri kakak kelasnya tapi ada kemungkinan untuk bisa berpapasan dengan lelaki tampan itu.

Menurut Layla Geri itu cowok yang perhatian, pintar dan baik dalam memperlakukan perempuan. Kacamata yang menghiasi wajahnya itu tetap tidak bisa menyembunyikan ketampanan yang tercetak jelas.

"Bun.." panggil Layla yang tidak melihat keberadaan wanita paruh baya itu.

memeriksa dapur namun tidak ada, Layla menghampiri ke kamar bundanya dan membuka pelan pintu kamar.

"Bunda didalam?"

Dilihat ke kasur rupanya bunda sedang berbaring tertidur. Layla berjalan pelan mendekat.

"Bunda, bunda tidur? Sudah makan belum?"

Namun, tidak ada jawaban. Layla menyentuh pelan tubuh Bundanya lalu menggerakkan agar bundanya bangun.

"Bun... Bangun," Layla merasa ada hal yang aneh. Di cek kening bundanya ternyata benar dugaannya bunda sedang tidak enak badan.

"aduh...aku harus gimana nih?"

"Apalagi masih belum nyiapin ini itu"

Layla mencoba menyiapkan apa adanya dengan mengkompres bundanya, mengambil obat yang biasanya diberikan bunda kepadanya saat dirinya sakit seperti ini.

Lalu bergegas mandi ketika selesai merawat bundanya. Agak bimbang apakah Layla ikut untuk acara sekolah atau disini menemani bundanya. Akan tetapi, dia sungguh-sungguh ingjn ikut disatu sisi bundanya sendirian di rumah dalam kondisi sakit.

"Hah...bunda sakit diwaktu yang tidak pas." gumamnya tangannya memasukkan pakaian ke dalam tas dan tak lupa skincare.

...

Adel tidak tertarik sama sekali di rumahnya dia sudah uring-uringan tidak mau ikut.

"Bun aku gak mau ikut acara sekolah" rengeknya

"Pengen dirumah aku, rebahan, terus nonton drakor."

Sementara bundanya tidak menghiraukan ucapan anaknya yang menendang-nendang angin melampiaskan kekesalannya itu

"Ayah...bikinin surat sakit lah!!!" ucap Adel sambil lari menghampiri ayahnya di ruang kerja.

"Yah, Minta tolong dong bikinin surat sakit buat Adel." celetuk anak itu mengintip dari pintu.

Ayah Nino mendongakkan kepalanya lalu kembali fokus ke kerjaannya. Adel menggeram kesal tidak ada satu pun orang yang mau membantunya. Semuanya abai terhadap dirinya.

Adel mendekat lalu bergelayutan manja di punggung Ayah Nino. "Yah.. Adel bener-bener gak ada minat buat ikut."

"Hemmm terus," jawab Ayah Nino

"Ya terus bikinin surat buat Adel biar aku gak ikut Ayah!" Adel hanya perlu bersabar untuk menghadapi orang tuanya.

"Terus kamu nyuruh ayah buat berbohong gitu?"

"Ya gak juga kali Yah. Adel bener sakit loh "

Sebelah alis Ayah Nino terangkat heran dengan ucapan putrinya barusan. Dia tidak yakin jika putrinya benar-benar sakit, melihat tingkahnya saja sudah membuktikan bahwa Adel baik- baik saja.

"Ayah rasa kamu sehat wal'afiat sayang!" ujar ayahnya dengan penekanan.

"Kata siapa? Ayah mana tahu kondisi tubuh Adel! Yang lebih tahu itu cuma Adel." Adel tidak terima demi kelancaran rencananya dia harus melakukan sebisanya.

"Tentu saja ayah bisa langsung tahu dilihat dari tingkahmu aja sudah lebih dari cukup membuktikan kamu sehat banget."

Adel yang mendengarkan hal itu, mendengus sebal. "Hah, Ayah Nino dan Bunda Herni memang bikin Adel sebal ya,"

"Ya udah kalo gitu, gak perlu minta tolong suruh bikinin surat. Sana masuk kamar terus mandi."

Ayah Nino malah senang karena tidak perlu susah-susah membuat surat penipuan untuk anaknya yang ingin berlagak sakit. Dan Ayah Nino tahu jika acara sekolah yang satu ini termasuk ke dalam nilai rapot saat membaca surat di meja ruang tamu tadi.

"Enak banget gak mau ikut, kamu itu perlu bereksplorasi di dunia luar agar mempunyai pengalaman dengan teman-temanmu yang lain." gumam Ayah Nino ini melihat putrinya pergi dari ruangannya.

"Kalo gitu ayah aja yang gantiin aku survival."

Ayah Nino memutar matanya malas, "Tidak ada alasan, ikutlah acara itu Del. Kamu akan menemukan hal yang menantang."

Kali ini Adel gagal membujuk ayahnya. Pada akhirnya iya memasrahkan diri untuk berpartisipasi.

Dengan langkah malas ia masuk ke dalam kamarnya untuk menyiapkan segala kebutuhan. Adel memasukkan permen coklat lebih dulu daripada pakaian dalamnya sendiri.

Adel...Adel😮‍💨

Sementara para lelaki jangan ditanya, mereka sangat bersemangat jika berhubungan dengan petualangan. Jiwa bebas mereka memberontak, otak mereka mulai memikirkan apa yang akan mereka lakukan saat di alam bebas nanti.

Mereka saling berbalas pesan sambil menanyakan apa yang akan dibawa nanti

"Lo berdua bawa apa aja?" tanya Geri

"Oh tentu saja gue bakal bawa kopi sasetan gue." balas Zio

"Gue bawa domino sama remi deh!" ganti Sam membalas

Geri menggeram kesal melihat balasan kedua temannya itu. Selalu saja otak kedua temannya tidak pernah benar.

"Kalo lo Ger? Kalo bisa sih lo bawa cemilan yang banyak ya!" Zio yang suka memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memeras Geri.

"Oh ya Ger lo bawa kaos lebih ya, gue antisipasi takut kekurangan kaos," Sam pun dengan seenak jidatnya meminta Geri membawakannya kaos dan parahnya itu milik Geri.

"Lo berdua itu gak niat emang ya, Mendingan lo berdua bawa keperluan lo sendiri-sendiri. Emang ya sukanya bikin gue mati muda."

"Hehehe...Lo kan kaya raya Geri,"

"Humm.. Gue mah apa saya yang kismin."

"Gue doa'in dompet lo berdua gak isi-isi." Geri mulai gemas dengan tingkah temannya.

1
Yanti Hendayanti
Luar biasa
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
semangat up nya ya sukses sllu
lineg boboo: terimakasih dukungannya untuk Boboo
total 1 replies
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
lanjut kak
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
adel tipe anak yg males belajar wkwkwk
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Mksudnya menghibur banget
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Bahasa penyampaiannya beda sama yang lain thor, bikin ketawa hihi
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Belum
lineg boboo: makasih atas koreksiannya, 🫶
total 1 replies
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Itu
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Anakku
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Hihihi, keluarga yang unik
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Untuk mu
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
Tingkah Geri sama Adel gemesin banget, semangat author up nya
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
aku sudah like and rate 5 ya kak, semangat up nya
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
Seru thor cerita nya karakater Adel nya keren and unik banget, bisa² nya anak baru udh berani sama si anak lama, wkwk. Semangat author
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
harmonis and lucu banget keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!