pernikahan yang tidak didasari sama-sama mencintai akan lah sulit untuk kita.
begitu pun dengan Myranda, awalnya dia sangat bahagia menikah dengan lelaki cinta pertama nya, Namun Afandy tidak pernah mencintai nya. pernikahan mereka terjadi karena perjodohan kedua orangtua mereka. akankah Afandy membuka hatinya untuk myranda??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 32
perkelahian pun terjadi, Mira tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa menyaksikan nya saja dari dalam mobil.
seketika itu juga Hp Nathan yang berada di dalam laci dashboard mobil berbunyi. Mira mengambil hp tersebut dan mengangkatnya.
" kapten kamu di mana, " kata seseorang dari seberang menggunakan bahasa Korea
" maaf kami dalam keadaan masalah, bisakah kamu membantu kami" kata Mira menggunakan bahasa Inggris
lelaki tersebut sejenak terdiam, tidak biasanya Nathan bersama dengan seorang wanita.
" dimana kalian?" kata orang tersebut menggunakan bahasa Inggris
" aku tidak terlalu tahu nama tempat ini, tolong bantu kami," kata Mira
pria tersebut langsung mematikan hp nya dan memeriksa GPS Nathan.
Mira melihat Nathan kewalahan untuk melawan mereka, akhirnya dia keluar dari dalam mobil dan mengambil senjata tersebut.
dia berlari kearah Nathan dan memberikan pistol tersebut kepada Nathan.
" kenapa kamu keluar dari dalam mobil, aku menyuruh mu tetap didalam" kata Nathan
"kita berdua harus selamat, jadi tolong lindungi aku" kata mira memberikan pistol itu ke tangan Nathan
" baiklah,,, tetap lah di belakang ku. aku akan menuntun mu kedalam mobil" kata Nathan
Nathan harus menembak beberapa musuhnya agar bisa melindungi Mira. kini Mira sudah berada didalam mobil, namun sebelum mira sampai didalam mobil seorang musuh mereka ingin menusuk mira menggunakan pisau, Nathan menghalangi nya menggunakan lengan tangan nya dan akhirnya lengan tangan Nathan yang tertusuk pisau.
akibat itu senjata api yang di pegang Nathan terjatuh kearah ban mobil mereka.
Nathan melawan musuhnya dengan sisa tenaga nya, dan pada saat itu juga sebuah mobil datang dan ternyata itu mobilnya Fandi.
Mira melihat Fandi yang turun dari mobil.
" jadi ini ulahmu" kata Nathan
" itu akibatnya jika bermain-main dengan ku" kata Fandi
mira akhirnya keluar dari dalam mobil nya Nathan.
" Fandi tolong suruh mereka berhenti, aku akan ikut dengan mu" kata Mira
" Mira.... apa yang kamu katakan. cepatlah masuk kedalam mobil" kata Nathan
Mira melihat keadaan Nathan sudah tidak memungkinkan untuk melindungi nya, belum lagi tangan Nathan lagi terluka.
" baiklah jika kamu ikut denganku, aku akan melepaskan nya malam ini. tapi sebelum itu aku ingin memberikan nya pelajaran karena dia yang ingin bermain-main dengan ku" kata Fandi
" aku mohon jangan sakiti dia" kata Mira bersujud di kaki Fandi
" ok aku akan menuruti apa yang kau minta tapi dengan satu syarat" kata Fandi
" katakan apa syaratnya" kata Mira
" kamu harus mencium kaki ku dulu " kata Fandi
" baiklah " kata Mira
Nathan yang melihat Mira diperlakukan seperti itu, emosi nya kini sudah naik.
" Mira....... jangan lakukan itu" kata Nathan berlari langsung menendang dada Fandi
BUKKKKKKK
suara badan Fandi yang tergeletak jatuh, dan tentunya anak buah nya Fandi langsung menyerang Nathan.
Mira melihat Fandi bangkit dan mengambil benda tajam yang terletak disana dia berlari kearah Nathan. kemudian Mira juga melihat senjata api Nathan yang tidak jauh darinya.
" Nathan awas.... Fandi berhenti.... " teriak Mira, Nathan yang merasa dirinya dipanggil dia berbalik kearah suara tersebut dan pada saat itu juga Fandi menusuk perut Nathan menggunakan pisau tersebut.
*DO**AARRRRRR*
suara tembakan, dan pada saat yang bersamaan itu juga Mira menembak punggung Fandi.
seketika suasananya hening dan anak buahnya Fandi pun terdiam. Dengan lemas Mira menjatuhkan pistol tersebut dia melihat Nathan tersenyum kearah nya sebelum menutup matanya setelah itu secara bersamaan, Fandi dan Nathan jatuh tergeletak.
Mira berlari kearah mereka, sesampainya mira disana dia melihat kedua lelaki itu tidak sadarkan diri, dia duduk tersungkur.
Tapi seru kok cerita y. Makasih da menyuguhkan cerita ini jak author