aku menikah di bawah umur dan suamiku adalah guruku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuraya Raya Riyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejadian itu
part 32.
POV Erlangga.
" oke. kalau kamu tidak mau berganti pakaian sendiri maka aku akan melakukannya untuk mu" ucap ku tersenyum menyeringai sambil melihat ke arah tubuhnya yang membuat dia langsung mengambil piyama itu.
" jangan macam macam kamu" ucap Vianna menatap ku dengan tajam.
" aku cuma mau satu macam saja kok. turutin perintah ku itu saja. kalau kamu tidak mau aku berbuat macam macam sama kamu. cepat kamu pakai piyamanya. aku akan keluar dulu. kalau aku kembali lagi kamu belum juga berganti pakaian aku lah yang akan memakaikan piyama itu di tubuhmu" ucap ku berlalu meninggalkan Vianna di dalam kamar itu. aku akan menunggunya selama lima menit di luar pintu ini.
"ngapain kamu ada disini?" ucap Vianna melihat ku setelah membuka pintu.
" nunggu kamu bawel" ucap ku kemudian berjalan meninggalkan dia.
"lama amat sih bos. pegel nih nunggunya" protes hakim setelah aku membukakan pintu untuknya.
" laki kok Cemen baru juga nunggu berapa menit tidak ada satu jam sudah mengeluh apalagi kalau sudah punya istri suruh nunggu bisa bisa kayak apa nanti" ucap ku meledeknya.
" kamu di sini sama siapa ga?" ucap hakim menatapku setelah ia menatap ke arah meja ada sisir rambut berwarna pink itu.
"permisi om" ucap Vianna berjalan mendekati sofa yang ada bukunya. lalu duduk di sebelah hakim karna buku yang ia perlukan ada di dekatnya.
" iyaa" ucap hakim terpana melihat Vianna sedang sibuk membaca buku pelajaran.
" khemmm " ucap ku ketika melihat hakim menatap Vianna yang terlalu lama bagiku. walau pun itu cuma beberapa detik saja. hakim langsung menoleh ke arahku setelah mendengar deheman dari ku.
" siapa?" ucap hakim menatapku tajam
" istri ku" ucap ku yang berterus terang kepada hakim.
" apaan? sejak kapan kamu nikah ga? bukannya kamu selama ini sama Alina ya!" ucapan hakim yang berhasil membuat Vianna menoleh ke arah ku sekilas.
" apaan sih kamu Kim. gak usah di bahas lagi. kamu ke sini intinya mau apa ?" ucap ku memberi kode kepada hakim. biarlah nanti aku akan memberikan penjelasan pernikahan ku dengan vianna saat berdua saja. tak enak kalau Vianna sampai mengetahui tentang Alina.
############+++++++#############
POV Fino.
" apa aku pergi saja ke apartemennya Erlangga yaa?" setelah aku pulang dari rumah Tomi. lagi pula diakan tinggal sendirian di sana! ahh aku akan menginap di sana untuk malam ini.
" kamu gak berangkat lagi ke Paris bro" ucap Tomi menatap ku
" yaaaa elahh baru juga sampai di Indonesia udah di tanyain ajaaa kapan berangkatnya?" ucap ku menanggapi ucapan Tomi
". kan biasanya kamu itu kalau pulang ke Indonesia gak lama bro.di sini paling lama juga satu bulan" ucap teman ku ini.
" gak tau bro mau ke sana lagi apa nggak. tujuan ku palang ke sini hanya untuk pipi" ucap ku menatap teman ku ini.
" kamu sudah ketemu sama dia?" ucapnya
" waktu itu aku pergi ke minimarket gak sengaja ketemu sama dia" ucap ku
"terus cincin itu udah kamu kasihkan ke dia?" ucap Tomi menatap ku seperti menyelidiki kasus saja.
" Belum tom" ucap ku
" kenapa kamu gak ngasih cincin itu. kan sudah ketemu sama dia?" ucap Tomi berdiri melangkah ke pagar balkon kamarnya ini.
"waktunya belum tepat tom. lagi pula aku juga masih ragu untuk memberikan cincin itu. aku takut di tolaknya" lirihku
"kenapa takut di tolak? bukannya kamu pernah bilang sama aku kalau kalian dulu pernah berjanji yaa gak akan saling meninggalkan? terus kenapa kamu takut untuk meraihnya kembali" ucap Tomi menatapku
" aku merasa kalau dia menghindar dari ku tom" ucap ku
"coba besok kamu temui dia" ucap Tomi. Tomi benar besok aku akan menemuinya,
" sudah jam sepuluh ini tom aku pulang dulu ya " ucap ku melirik jam tangan yang ku pakai.
" kok pulang sih Fin, nginap lah di sini sudah lama kamu tidak menginap di sini lagipula aku juga sendirian disini. mama papa ku ada kerjaan di luar kota" ucap Tomi berjalan menuju tempat duduk di balkon ini.
"lain kali aja yaa. aku mau pergi ke tempat Erlangga sekalian menginap di sana, semenjak pulang ke Indonesia aku belum pernah bertemu dengan dia" ucap ku lalu meminum kopi yang ada di atas meja ini.
" kalau ke sana kan bisa besok besok toh ini juga sudah di sini. apa kamu tidak mau menginap di rumah ku ini?" ucap Tomi yang kekeh ingin aku menginap di rumahnya.
" ya udah aku tidur disini. tapi kamu jangan ngorok yaaa" ledekku yang bersamaan dengan tertawa kecil di mulut ku ini.
###################
POV Alina.
sudah larut malam mata ini juga tak kunjung memejamkan mata entah kenapa aku mengingat kejadian itu. kejadian yang sangat mengerikan yang pernah aku rasakan selama aku hidup di dunia ini dimana seseorang telah berhasil merenggut kesucian ku. banyaknya alkohol yang ku minum waktu itu sampai aku tak sadarkan diri. aku cuma mengingat kejadian itu Yang awalnya aku berada di sebuah bar bersama teman ku Alika. saat itu aku berpamitan dengan Alika mau ke kamar mandi untuk buang air kecil tetapi setelah selesai dari kamar mandi aku tak sadarkan diri dan tiba tiba saja aku sudah berada di dalam kamar hotel bersama dengan seorang pria asing. aku yang baru saja sadar disampingku sudah ada seorang pria asing yang tengah tertidur pulas bahkan ia tak mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya. tidak cuma itu saja aku melihat pakaian yang ku kenakan waktu malam itu juga berserakan dimana-mana. saat aku ingin bangun dari tempat tidur ku terasa sangat sakit di bagian sensitif ku. bahkan untuk bergerak pun rasanya sangat sangat. aku melihat di sprei ada bekas cairan berwarna merah kental yang aku yakini itu pasti cairan dari \#@\#\#\#@ku. aku menangis histeris di ranjang itu martabat ku yang selama ini ku jaga sepenuh hati untuk suamiku kelak tapi apa yang terjadi hari ini. martabat ku sebagai seorang wanita telah hancur lebur di rampas oleh seseorang yang tak ku kenal ini. dia yang tertidur terbangun melihat ku menangis. bahkan dia juga terkejut melihat apa yang terjadi pada kami. atau dia cuma berpura pura saja waktu itu. aaaaah aku tak mau mengingat kembali apa yang terjadi pada saat itu. aku jijik pada diriku sendiri aku sudah kotor. bagaimana jika aku menikah nanti suamiku mempermasalahkan hal ini. ya tuhan huhuhuhu.
" Alina, apa yang terjadi sama kamu nak! kenapa kamu duduk dilantai dan menangis begini?" mama yang baru saja tiba langsung memeluk tubuhku. dari nada bicaranya dia begitu kawatir dengan keadaanku.
" akuu gak papa kok ma. tadi sebelum tidur aku sempat menonton film sedih mungkin kebawa sampai di mimpi" ucap ku menatap wajah perempuan yang telah melahirkan ku ini. tidak mungkin aku akan mengatakan yang sebenarnya terjadi pada diriku ini. pasti mama akan syok berat bila mendengar anak perempuannya telah berbuat hal yang memalukan itu. walaupun itu terjadi karena aku tak sadarkan diri.
" kamu benar nak gak papa?" ucap mama mengelus rambut ku dengan lembut.
" iyaa ma. mama sendiri kenapa belum tidur jam segini?" ucap ku menatap ke arah mama
" tadinya mama sudah tidur karena kebangun kebelet pipis. mama mau mengambil air putih merasa harus tadi pas mau ke dapur melewati kamar mu kayak ada suara yang menangis makanya mama masuk ke kamar mu " ucap mama menatap ku.
bersambung