NovelToon NovelToon
Istriku Bukan Adikku

Istriku Bukan Adikku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Beda Usia / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Itta Haruka07

Menikah di usia belia, sama sekali tidak pernah terlintas di benak Karamel. Apalagi jika suaminya berusia sepuluh tahun lebih tua darinya. Karena permintaan terakhir sang ayah, Kara terpaksa setuju untuk menikah dengan Azka, pria yang dianggapnya tua.

Azka memiliki alasan tersembunyi sehingga dia mau menikahi Kara yang sama sekali tidak dikenalnya. Hingga dia pun mengajukan perjanjian dengan gadis yang dianggapnya sebagai bocah itu. Perjanjian itu akhirnya mereka setujui sebelum menikah.

Setelah menikah, sifat kekanak-kanakan Kara semakin terlihat jelas, hingga membuat kesabaran Azka teruji.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Sanggupkah Azka mengubah Kara menjadi lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBA — Bab 32

Azka mengantar Kara sampai ke kampus dan ikut turun untuk sekalian mengajar. Saat mereka turun dari mobil, memang tidak ada yang curiga dengan hubungan suami istri itu karena mengira Karamel adalah adik Pak Azka.

“Ra, tumben enggak diantar pacar kamu?” tanya Seli yang tiba-tiba datang dan langsung merangkul Kara.

“Pacar?” Wajah Kara mendadak panik. Masalahnya dia sedang berjalan di depan Azka yang mungkin akan marah nantinya.

“Iya, pacar. Kak Arsha,” jawab Seli dengan sangat jelas. Yang dia tahu, Arsha memang dekat dengan Karamel dan seisi kampus mengira Arsha adalah pacar Kara.

Kara melirik sang suami yang masih berjalan di belakangnya. Lalu, dia mengajak Seli untuk berjalan dengan cepat. Kara takut jika suaminya akan marah dan semakin memperburuk hubungannya dengan Arsha.

***

Azka baru selesai mengajar dan akan ke ruangannya. Tanpa sengaja dia berpapasan dengan Seli yang kebetulan lewat juga. Gadis itu berjalan sendirian tanpa ada Kara di sampingnya. Hal yang bisa dibilang sangat langka.

“Seli, bisa ke ruangan saya sebentar?” tanya Azka.

Seli langsung salah tingkah mendengar pertanyaan sang dosen tampan. “I-iya, Pak,” jawabnya tanpa ragu.

Seli mengikuti Axka ke ruanhannya. Dia tidak tahu apa yang akan Azka lakukan, karena melihat wajah tampannya saja sudah membuatnya lupa daratan.

“Duduk dulu, Seli!”

“Ah, iya, Pak.”

“Kamu sudah lama berteman dengan Karamel?” tanya Azka setelah Seli duduk.

“Kara? Oh iya Pak Azka ‘kan kakaknya ya.” Seli cengar-cengir tidak karuan. “Iya, kami sudah berteman dari SMA, Pak.”

Azka menggut-manggut. “Jadi, kamu tahu dong pergaulan Karamel? Saya takutnya dia salah bergaul saja.”

“Oh itu. Iya, tahu banget, Pak. Meskipun dia itu kurang pinter, tapi dia anak yang baik kok, Pak. Dia ‘kan temenan sama saya.”

“Sebelum ayahnya meninggal, dia suka ....”

“Kalau masalah itu, dia enggak bergaul sama saya, Pak. Jadi, dia itu punya cowok namanya Ello. Pacarnya itu kuliah di luar kota. Mendiang ayahnya itu kolot banget, Pak. Kara enggak boleh keluar rumah kalau lewat maghrib. Nah, pas udah mulai kuliah ini, dia mulai berontak, ya namanya anak muda ‘kan pengen juga bergaul. Nah, kenalanlah dia sama Alex, jadi pulang terlambat. Mungkin karena itu, ayahnya terlalu memikirkan kenakalan Kara yang sebenarnya baru dimulai. Jadi, Pak Azka jangan marahin dia ya, dia enggak nakal kok sebenarnya, apalagi temenannya sama saya,” sahut Seli panjang lebar.

Seli tanpa sadar menceritakan semua yang dia tahu tentang Karamel pada Azka. Padahal, dia tidak tahu siapa Azka. Hanya karena Azka tampan, dia dengan mudah menghianati temannya.

Ini anak mantep juga buat dikorek-korek informasinya. Aku baru mancing sedikit, langsung saja nyerocos.

“Oh, bagus kalau dia berteman sama kamu. Saya pikir, dia itu terlalu polos atau pura-pura polos.” Azka tersenyum mengingat istrinya yang masih bingung soal edukasi seekssual.

“Kalau masalah itu, ya dia memang begitu, Pak. Oh iya, pasti di rumah Pak Azka sering ngajarin Kara ya, saya mau juga dong diajarin, Pak.”

“Diajarin apa?” Azka memicingkan mata. Bayangannya masih tertuju pada kejadian tadi malam saat dia menjelaskan tentang hubungan suami istri pada Kara. Apa jangan-jangan Seli juga mau?

“Diajarin mata kuliah Pak Azka dong. Kara ‘kan lemot banget, pasti di rumah Pak Azka ngajarin dia lagi, ‘kan?”

Kalau di rumah pelajarannya beda, Seli. Pelajaran biologi khusus Karamel.

1
mom syam
tante penyelamat rumah tangga ini sihh👍👍👍👍
Nanik Kusno
Belum baca....
Nanik Kusno
udah baca yang ini...
Nanik Kusno
Yuuuhhhuuu...semua bahagia dengan penuh cinta 🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Oh ...dia. PMS ini opo HIV???
Nanik Kusno
Siapa lagi ini.....mantan....musuh ....or temen pengkhianat.....😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Yuuuhhhuuu.....yang sudah unboxing.... sweet banget sih....☺️☺️☺️☺️☺️🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Akhirnya.... semua clear.... semua bahagia..... tinggal memenuhi permintaan papa mama untuk cucu....☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️
Nanik Kusno
Haishhhhh.... semuanya mendrama..... untung Azka kekeh 😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Huuuuhhhhh....bagus Azka ... tetapkan hatimu ... jangan mudah tergoda.. 💪💪💪💪💪👍👍👍👍
Nanik Kusno
Nah lho ,.di balik kan ma Karamel.....
Nanik Kusno
Kerasukan setan Mondy....🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Nanik Kusno
Mondy butter cookies
Nanik Kusno
Kenapa Karamel selalu ingat ma sosis jumbo Azka....???😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Modus pollllll si Om.....😏😏😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
Lanjut Kak
Nanik Kusno
Semoga kalian berdua baik2 saja....
Nanik Kusno
Karamel sekarang sangat dewasa.... berfikir dan bersikap anggun..... kesakitan dan penderitaan yang dialaminya membuat dia menjadi wanita dewasa...👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Untung Karamel punya Tante yang sangat bijak.... semoga Karamel bisa menentukan langkah selanjutnya agar menjadi lebih baik...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!