NovelToon NovelToon
Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: syitahfadilah

Naura Anindhita, gadis berusia 21 tahun yang masih berstatus mahasiswi di sebuah Universitas terpopuler di ibukota, dijodohkan dengan Wahyu Pratama yang berusia 29 tahun dan sudah bekerja di salah satu perusahaan ternama di ibukota serta menjadi kepercayaan temannya yang merupakan anak dari pemilik perusahaan tersebut.
Meski pernikahannya berawal dari sebuah perjodohan. Naura sangat bahagia karena diperlakukan dengan sangat baik oleh suaminya.
Semua sikap dan perhatian yang ditunjukkan oleh Wahyu, menunjukkan seolah dia sangat mencintai istrinya.
Namun, siapa sangka. Ternyata itu semua hanyalah sebuah cover yang Wahyu gunakan untuk menutupi hubungan nya dengan Diandra, kekasihnya sejak masa SMA.
Setelah satu tahun pernikahannya bertepatan dengan Naura yang bergelar sarjana, Naura mengetahui hubungan suaminya bersama Diandra yang ternyata adalah dosennya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32. NAURA JADI DOYAN MAKAN

Didalam kamarnya Wahyu tiada henti terus mondar-mandir menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 15:30, serta ponselnya yang terus menempel di telinganya yang terdengar hanya suara operator.

"Naura, kamu kemana sih udah sore gini belum pulang, telepon Mas juga gak kamu angkat angkat. Jangan bilang kamu pergi?" Tiba-tiba Wahyu kepikiran untuk memeriksa lemari pakaian istrinya.

Setelah memeriksa lemari pakaian Naura, Wahyu menghela nafas lega mendapati semua pakaian istrinya masih berada di dalam lemari.

"Alhamdulillah, semua pakaian Naura masih ada. Terus Naura kemana? Ya ampun Naura, kenapa sih bikin Mas khawatir begini" Wahyu pun kembali menghubungi nomor istrinya, namun lagi-lagi hanya suara operator yang terdengar disana.

"Aduh gimana ini, aku harus mencari Naura kemana, sementara aku tidak mengenal siapapun temannya Naura. Dan yang tadi itu aku juga tidak tau dia siapa. Arghhh... " Wahyu pun merasa kesal karena tidak tau harus kemana dan bertanya pada siap untuk mencari istrinya, dia pun mengacak-acak rambutnya frustasi.

Sedang Wahyu yang kebingungan mencari istrinya, sementara yang dicari kini belum juga bangun dari tidurnya karena kekenyangan.

Lusi yang sedari tadi hanya duduk disamping Naura bersandar dikepala ranjang sambil memainkan ponselnya, akhirnya membangunkan Naura setelah melihat jam di ponselnya yang menunjukkan ternyata hari sudah sore.

"Naura, Naura ayo bangun ini sudah sore, kamu harus pulang suami kamu pasti nyariin kamu" Lusi menepuk nepuk pundak Naura.

Dan tak lama, Naura pun akhirnya bangun. Dia merentangkan kedua tangannya ke atas kepala serta menggeliat seperti bayi, dan itu terlihat sangat menggemaskan dimata Lusi. Ternyata, temannya itu terlihat lucu juga disaat bangun tidur.

"Em, Lusi ini sudah jam berapa?" Tanya Naura, namun dia masih memejamkan matanya.

"Udah jam empat sore" jawab Lusi.

"Apa? jam empat sore?" Naura pun terlonjak kaget, dia seketika bangkit dari pembaringannya.

"Ya ampun Lusi, lama banget aku tidurnya, kenapa gak bangunin aku sih" kesal Naura.

Naura pun turun dari ranjang, kemudian melangkah menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Setelah selesai, Naura keluar dari kamar mandi lalu membawa tubuhnya duduk ditepi ranjang sambil mengusap wajahnya dengan handuk kecil. Sementara Lusi masih diam di posisinya yang bersandar dikepala ranjang.

"Lusi, aku pamit pulang dulu ya"

Lusi menatap Naura sebentar, kemudian turun dari ranjang. Lusi membuka lemari pakaiannya dan mengambil sweater dari dalam lemari lalu memakainya.

"Ayo aku antar pulang" ucap Lusi pada Naura.

"Gak usah Lusi, biar aku pulang sendiri aja. Aku gak enak ngerepotin kamu terus, aku udah numpang makan, numpang tidur, masa sekarang aku mau numpang mobil kamu lagi" kata Naura, dia merasa tidak enak pada temannya itu karena selalu merepotkan nya.

Meski Lusi tidak pernah merasa direpotkan, tapi tetap saja Naura merasa tidak enak. Karena pada dasarnya dia hanyalah orang lain yang mendapatkan keberuntungan bisa berteman dengan Lusi.

"Ck. Naura, harus berapa kali sih aku bilang, jangan merasa gak enak gitu sama aku, aku gak suka tau kalau kamu kayak gitu. Anggap aja aku tuh saudara kamu, jadi kamu tidak perlu merasa tidak enak sama aku. Aku tuh bakalan selalu ada buat kamu selagi aku ada waktu. Paham!" Naura mengangguk pelan, jujur saja dia masih merasa tidak enak kalau Lusi harus mengantarkan nya pulang.

"Naura, ayo buruan aku anterin kamu pulang. Aku gak mau yah disalahin sama suami kamu itu, udah bawa kamu sampai sore gini belum pulang juga" gerutu Lusi.

Tak ingin berdebat lagi, akhirnya Naura pun menurut diantar pulang oleh Lusi.

Dan kini mereka pun sudah sampai didepan dirumah suaminya Naura.

"Lusi, gak masuk dulu?" tawar Naura, sebelum turun dari mobil Lusi.

"Lain kali aja ya, Naura. Ini udah sore banget, takutnya Mama Papa aku keburu pulang, dan mereka pasti marah kalau aku gak ada dirumah" kata Lusi.

"Hem, ya udah deh. Tapi sekali lagi makasih ya udah anterin aku pulang"

"Ck. santai aja kali"

"Ya udah kalau gitu. Salam sama Om dan Tante, aku udah lama juga gak ketemu Papa Mama kamu"

"Ok siap, nanti aku sampaikan. Ya udah gih kamu turun sana masuk rumah" perintah Lusi." Dan Naura pun turun dari mobil Lusi.

"Naura, kamu harus kuat yah, jangan terlihat lemah dihadapan suami kamu" ucap Lusi saat Naura kembali menampakkan wajahnya di jendela pintu mobil.

Namun, Naura hanya mengangguk pelan sembari mengerjapkan kedua matanya diiringi dengan senyuman tanpa menjawab.

"Aku masuk dulu ya, kamu pulangnya hati-hati dijalan. Sekali lagi makasih loh, seharian ini aku uda ngerepotin kamu. Oh ya jangan lupa ya bekas makan aku tadi dicuci, hahaha" canda Naura kemudian melambaikan tangannya pada Lusi sembari berjalan masuk kedalam rumah.

Lusi pun membalas lambaian tangan Naura, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah Wahyu.

******

Ceklek...

Wahyu yang sedang duduk disofa sembari memejamkan mata, terkejut karena mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka.

"Naura, alhamdulillah akhirnya kamu pulang juga, Mas khawatir banget, Mas pikir kamu pergi ninggalin Mas" ucap Wahyu, tersenyum.

Baru saja dia akan memeluk istrinya yang baru pulang itu, namun dengan cepat Naura melangkah masuk kedalam kamar mandi.

Bruk... Naura masuk kedalam kamar mandi, dan menutup pintunya kamar mandi dengan kasar, sehingga Wahyu mengelus dada karena lagi lagi terkejut.

"Naura... " Lirih nya sembari mengelus dada.

Akhirnya, Wahyu pun kembali membawa tubuhnya duduk disofa yang sebelumnya dia duduki, menunggu istrinya keluar dari dalam kamar mandi. Pandangan Wahyu tak lepas menatap pintu kamar mandi yang baru saja tertutup dengan kasar.

Lama menunggu, namun istrinya tak juga keluar dari kamar mandi. Merasa khawatir akhirnya Wahyu pun mengetuk ngetuk pintu kamar mandi beralasan ingin buang air kecil.

Tok... tok...tok...

"Naura, kamu masih lama nggak? Mas kebelet ini mau pipis. Naura, Naura... "

Tok... tok... tok...

"Naura, Mas kebelet pipis, buka pintunya dong, nanti Mas pipis dicelana ini"

"Aku masih lama, pergi ke WC dideket dapur aja" sahut Naura dari dalam kamar mandi, sementara Wahyu hanya bisa menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. Usahanya beralasan ingin buang air kecil tak berhasil membuat istrinya keluar dari dalam kamar mandi.

Didalam kamar mandi, ternyata Naura sedang berendam didalam bathtup.

"Bodo amat, mau pipis dicelana juga terserah" gumam Naura yang mendengar panggilan suaminya dibalik pintu kamar mandi.

Tiba-tiba Naura merasakan perutnya yang lapar lagi, akhirnya dia pun keluar dari dalam bathtup, kemudian segera membilas tubuhnya lalu membungkus tubuhnya dengan bathrobe.

"Aku ini kenapa ya, akhir-akhir muda sekali lapar" Sembari melangkah keluar dari kamar mandi, Naura bergidik ngeri mengingat ucapan Lusi yang mengatakan dirinya hati-hati menjadi babon karena doyan makan.

"Aduh, tapi aku laper banget lagi. Nih perut kenapa sih, perasaan tadi dirumah Lusi aku udah makan banyak banget, tapi sekarang kok laper lagi ya" gumamnya, Naura pun meraih gagang pintu kamar mandi dan membukanya.

1
febby fadila
iya bayu lelaki bodoh ogeb itu sohibmu 🤣🤣
febby fadila
mending tu anak keguguran aja biar nggak alasan wahyu untuk kembali dengan naura lagi
febby fadila
gayanya wahyu kek korban dia 🤣🤣🤣
febby fadila
lagian naura knp juga masih mau ketemu sama si wahyu bikin emosi aja
febby fadila
tenang bayu naura sekarang resmi jomblo tp maaf janda ya
febby fadila
🤣🤣🤣🤣 bakalan nangis bombay kamu wahyu klw tau naura yg akan dekat sama bayu
febby fadila
woooww visualnya keren thor,
febby fadila
woooowww 🤣🤣🤣🤣🤣

merdeka ya lepas dari suami pecundang
febby fadila
jangan mau dong klw pisah ya pisah aja, ngapain syarat bodoh kek gitu
febby fadila
ckkk.. banyak alasan minya syarat segalah , drama
febby fadila
wahyu kah atau bayu
febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 syukurin enak banget puas aku
febby fadila
woooww mantap naura, biar janda yg penting janda berkelas,
febby fadila
waaa jodoh naura adal bos suaminya 🤣🤣🤣
febby fadila
sudah terlambat penyesalanmu wahyu
febby fadila
waaa bayu bakaln dapat jandanya wahyu si naura ini 🤭🤣🤣
febby fadila
gimna reksi kamu nanti klw tau bog bosmu itu nanti suka sama istrimu 🤣🤣🤣
febby fadila
ambil garpu trus colok tu otak anak lakimu mama biar dia sadar diri
febby fadila
hadeeee jalannya ditempat kapan cerai atau naura pergi gitu
febby fadila
ayo pergilah naura ngapain kamu lama² sama si brensek itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!