NovelToon NovelToon
Cintai Aku Suamiku

Cintai Aku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: shanum

"Aku gak bisa cinta sama kamu, karena di hatiku masih ada orang lain. Aku minta, kamu gak berharap lebih sama pernikahan ini. Tunggu tiga bulan lagi, aku bakal bebasin kamu dari pernikahan ini."

Kalimat itulah yang terlontar dari bibir tipis Daffa pada malam pertamanya dengan Vania. Dia memang masih mencintai mantan istrinya, seorang wanita yang tak pernah ingin digantikan dengan siapa pun. Namun, ibunya justru menjodohkan Daffa dengan Vania, dan tak mampu untuk ditolak karena kondisi kesehatannya.

Akankah Vania bertahan dalam pernikahan tanpa cinta? Atau, dia justru rela diceraikan ketika pernikahan sudah berusia tiga bulan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak?

Johan melihat tangan putrinya, beralih pada wajah. "Kamu tidak menyukainya? Kenapa tidak membawa apa pun, Nia?"

Vania mengembuskan napas panjang singkat, lalu tersenyum lebar. "Bukannya papa harus membelikan yang lebih mahal dari itu? Nia gak suka semuanya, jadi kasih Nia sama yang lebih dari itu. Bisa?" jawabnya, tersenyum santai Johan. Akan tetapi, tidak dengan dua orang yang sedari tadi duduk saling menghadap arah berlawanan, mereka membulatkan mata kaget.

"Apa pun, papa akan memberikannya untukmu. Katakan saja," santai Johan.

Vania duduk di samping papanya, merapatkan kedua kaki dan meletakkan tangan di atas pangkuan. "Ini sangat mahal, apa papa bisa memberikannya?"

Johan menurunkan kaki tadi melipat, lalu menghadap Vania dan mengangguk serta mengulas senyuman. "Apa pun akan papa berikan, asal kamu bahagia."

Oksigen dalam ruangan ditarik oleh Vania, sebelum dia mengatakan apa diinginkan. Mata Daffa dan Arif belum teralihkan, sungguh terkejut mereka dibuat. Ingin Daffa memanggil istrinya, agar tak pernah meminta apa-apa. Namun, dia menahan diri tanpa membuat malu sang istri, jika sampai ditegur detik itu juga, di depan papanya. Menyipitkan mata yang dibuat tajam, telinga Daffa pun terpasang lebar dan bersiap mendengarkan apa diminta oleh sang istri.

"Nia," tegur Johan tanpa ada kesabaran untuk mendengar jawaban.

"Kasih sayang, cinta, perhatian. Itu semua bisa papa berikan pada Nia?" jawabnya pelan dan menyiratkan harapan. "Bukan harta atau kemewahan, hanya papa yang Nia mau buat kasih apa yang gak pernah Nia dapat selama ini. Nia gak peduli siapa papa di luar, karena yang Nia peduliin adalah papa dalam hidup Nia. Seorang ayah, bukan pengusaha." Terangnya berkaca-kaca.

Daffa dan Arif mengubah wajah terkejut menjadi sendu, tatkala mendengar pinta yang sepertinya memang jelas diharapkan dalam hidupnya. Johan memegang tangan Vania, mencondongkan sedikit tubuh. Bulir air mata yang jatuh disela lembut olehnya, lalu memberikan senyuman. Bibir keluh tanpa.mampu berucap kata, Johan memang ingin melihat seperti apa putrinya yang selama ini kerap didengar melalui cerita.

Apa dipersiapkan memang untuk Vania, tapi Johan sendiri ingin mengetahui apakah putrinya akan berubah ketika didilaukan oleh harta, seperti pernah dilakukan dulu dan menjadi penyesalan tersendiri. Namun, apa ditunjukkan sangat membanggakan, karena Vania bahkan tak peduli dengan semua kemewahan disuguhkan, kecuali meminta dirinya dengan segala yang memang ingin dicurahkan mulai awal pertemuan.

"Bukan Nia gak ngehargain apa yang papa kasih, tapi bukan itu semua, Pa. Karena kalau sekedar harta, mas Daffa juga bisa kasih ke Nia. Tapi, yang Nia mau cuma disayangi, dicintai dan diperhatikan, bukan disiram dengan harta, karena itu tetap saja akan membuat hati Nia tetap kosong." Pilunya berucap, diraih oleh Johan dalam pelukan.

"Papa mengerti, Sayang. Semua yang kamu mau, pasti akan selalu papa usahakan. Maaf karena gak pernah ada saat kamu butuh selama ini," tulus Johan.

"Maaf, Nia gak niat buat ungkit hal itu, Pa. Nia cuma ngomong apa yang Nia mau aja," mengurai air mata dalam dekapan.

"Papa tau, Sayang." Johan mengusap rambut belakang putrinya, begitu lembut dan menyiratkan banyak kasih sayang yang mampu dilihat oleh Daffa juga Arif.

Apa dikatakan oleh Vania dan menjadi pinta, itu sanggup menampar Daffa sebagai seorang suami, yang bahkan tak pernah memberikan hal itu pada Vania. Sekarang, ia memahami apa harus dilakukan, sebagai lelaki yang telah menariknya dalam hubungan pernikahan. Daffa pun jauh lebih memahami tentang kesalahan, di mana ia tak seharusnya melakukan padanya yang memiliki ketulusan.

Daffa masih menatap istrinya dengan keinginan menyeka serta membuat tenang, namun tak berani ia melakukan karena siapa yang melakukan pada Vania sekarang. Akan tetapi, itu berbeda ketika ia harus melihat Arif berdiri dan menghampiri Vania. Cepat tangan Daffa menarik lelaki itu menjauh, dan lebih dulu duduk di balik tubuh sang istri, melotot tajam padanya yang membuka mulut lebar.

Johan dan Vania tersentak, melihat ke arah Daffa. "Mas kenapa?" tanyanya sembari mengusap wajah dengan telapak tangan.

"Itu, mau deketin kamu lagi! Gak anggap aku banget!" gerutu Daffa kesal sembari melirik tajam Arif.

Vania tertawa kecil, "mas ini bisa aja."

"Emang iya loh! Dia itu suka banget nyari kesempatan buat deketin kamu, Nia! Aku gak suka!" menoleh Daffa menunjukkan tanpa ragu kekesalan tengah melanda hatinya.

"Apa yang salah kalau seorang kakak deketin adiknya sendiri?" santai Johan.

"Ya salah dong, Nia udah ni—," terpotong perkataan ngototnya. "Ka-kak? Di-dia kakak Nia?" pelan dan mengeja, menunjuk pada Arif juga istrinya.

"Kenapa? Kaget? Gak terima?" cecar lelaki masih berdiri itu, Daffa menoleh pada istrinya meminta penjelasan lewat mata.

"Iya, Mas. Aku juga baru tau pas tinggal di panti, kalau mas Arif itu anaknya papa juga." Terangnya lembut, melongo Daffa dengan mata membola.

"Bu-bukannya dia anak donatur panti? Dia cinta sama kamu dan mau rebut kamu, itu gimana?" tanya Daffa masih kebingungan.

"Papa kan donatur panti, tapi selama ini emang aku taunya kalau mas Arif itu anak Bu Ruli. Ternyata Bu Ruli itu istri asistennya papa yang suka datang ke panti," terang Vania.

"Emang apa salahnya kalau kakak cinta sama adiknya? Jelas aja pengen rebut, orang liat adiknya gak bahagia," ucap Johan sembari menyandarkan punggung perlahan.

Daffa menunjukkan gigi atas bawah rapat, bibirnya terangkat ke atas sangat kesal. "Tiap kali ngomong, gak ada bedanya sama orang lagi nyuapin racun!" sangat pelan Daffa berucap, tapi masih sanggup didengar oleh istrinya. "Hehehe, gak ngomong apa-apa kok." Menggeleng dan tersenyum dalam bibir rapat.

"Dikiranya kita gak ada telinga?! Kita bisa denger!" tutur Arif.

"Siapa peduli?! Gak ada!" sinis Daffa.

"Emang siapa yang minta dipeduliin sama kamu, sih?! Gak ada juga!" tak mau kalah Arif.

"Ya bagus! Mulai hari ini gak usah ikut campur urusanku juga!" tutur Daffa.

"Aku ikut campur urusan Nia, karena emang udah kewajiban kakak buat jagain adiknya!" tegas Arif, memancing suami adiknya berdiri.

"Eh, lihat siapa ini?!" menunjuk diri sendiri. "Su-a-mi-nya! Paham?!" mengeja dan menekan kalimat.

"Terus? Ada yang nanya, gitu? Gak ada! Berani aja kamu nyakitin Nia lagi, aku bakal langsung bawa dia pergi!" peringat Arif tegas. "Gak ada keluarga yang mau terima, pas keluarga lainnya disakitin! Inget itu! Punya adik cewek, kan?? Tau gimana perasaanku pas adikku justru disakitin?! Ngerti gak?!"

Daffa membuka mulut saja, seolah mengatakan sesuatu tapi suara tak bisa keluar. Vania memaksakan senyuman pada papanya yang mulai mengurut kening, "emang suka gitu kalau ketemu, Pa. Akrab banget, ya?" sembari tersenyum Vania berucap.

"Kamu bisa tahan, ya?" heran Johan, menggaruk kepala tak gatal Vania dan menatap dirinya yang kini menggelengkan kepala.

Dikasih tau juga susah semuanya. Vania berbicara dalam hati.

1
Lenika Ariska Milala
ktNy end... tpi kok gk ada lanjutany,,
Isti Rahayu
kenapa sih bilang cinta aj susah .emang cintanya cuma buat Nessa yg udah jdi tanah bawa tu cintamu Dafa Sampek ke liang lahat kenapa Dafa gak ikut masuk kubur aj kalo cinta mati .untung ketemu istri yg berhati emas seperti Vania bisa terima apa adanya😱
Anneke28 Annetje
ceritanya sdh tamat ya kak ke ingin vania berubah apa tdk ada ke lanjutannya ceritanya bagus lo
Rudi Yanto
bacakan
Nun Umshar
sellu is the best
Wati_esha
Terima kasih informasinya.
Omi Rohimah Omi
Luar biasa
Grace Kristianti
lanjut Kak ceritanya bagus, Maaf bintangnya baru dikasih
Rosikh Nurhayati
semangat thor,,
Rosikh Nurhayati
ngakak banget
Rosikh Nurhayati
sukaa tp gengsian
Rosikh Nurhayati
sediiiih
Rosikh Nurhayati
haduhhhh amit2
Ani
banjirrrrr air mata q
Ilham Risa: Hai kak, mampir yuk ke novel aku "Tentara Itu Ayah Dari Putraku" makasih kak🙏
total 1 replies
Tri Soen
Woalaaaah Dafa bilang nya gak cinta sama Vania tapi kok bisa2 nya cemburu gitu 😂
Tri Soen
Apa sich mau nya Daffa ...mau nya marah2 trs je Nia ...ntar darting lho 🤭
Yeti Budiawati
bagus ceritanya, di tunggu kelanjutannya 👍👍👍😘😘😘😘😘
Yati Maryati
keren banget
Yati Maryati
Daffa udah mulai bucin
kasian yang namanya Arif jadi sasaran hehehe
Poni Puspasari
Lanjutttt Thorrrrrr..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!