Menikah karna ingin balas dendam. Inilah yang Verdiansyah lakukan pada seorang gadis cantik. Ia sengaja menikahi gadis tersebut untuk membalaskan dendam adiknya yang telah meninggal dunia.
Apakah yang akan terjadi? Akan kah Verdi mampu melanjutkan dendamnya? Atau malah jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Melati duduk di taman merenung akan nasibnya kelak seperti apa. Tidak mungkin Melati menyembunyikan kehamilannya kepada Verdi, karna perlahan tapi pasti perut Melati akan semakin besar dengan bertambahnya usia kandungannya.
Melati menghela nafas, lalu mengelus lembut perutnya yang masih datar. "Sayang, semoga kehadiranmu bisa membawa Ibu dengan kebahagiaan." ucapnya pelan.
🍃🍃🍃🍃
Pagi hari Sandra, langsung berlari menuju kamar mandi, memuntahkan semua isi perutnya di sana. Namun hanya cairan bening yang keluar. Verdi yang melihat, langsung menyusul sang istri.
"Sayang, kau sakit?" tanya Verdi sambil memijit pelan pundak belakang Sandra.
Sandra menggelengkan kepalanya dan terus mengeluarkan isi dari dalam perutnya.
"Ayo kita kerumah sakit." Ajak Verdi karna mengkhawatirnya Sandra
"Sayang, aku tak apa. Hanya masuk angin saja." Ucap Sandra lalu kembali berjalan keluar dari kamar mandi dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
"Serius sayang, kau tak apa?" tanya ulang Verdi.
"Hhmm." Jawab Sandra lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Sandra terdiam dibalik selimut, ia berpikir sejenak kenapa tiba-tiba ia muntah, padahal kondisinya jelas sekali sangat baik. Tidak ada sakit, tapi kenapa bisa begini. Lalu Sandra mulai mengingat kapan terakhir kali ia datang bulan, dan betapa kagetnya Sandra jika bulan ini ia sudah telat. Sandra lalu mengusap perut nya yang masih datar. "Apa ini yang dinamakan hamil? apa aku hamil?"
Sandra lalu membuka selimutnya dan langsung duduk di atas tempat tidur.
"Sayang, kau kenapa?" tanya Verdi mendekat kearah Sandra.
"Tidak apa." Jawab Sandra. "Sayang, kau tidak pergi bekerja?" tanya Sandra saat melihat Verdi masih belum bersiap-siap.
"Tadi nya aku mau pergi, hanya saja aku batalkam karna aku ingin menjagamu."
"Tidak usah sayang, aku baik-baik saja. Lihatlah!" Sandra lalu turun dari atas tempat tidur dan berputar di depan Verdi, menunjukkan bahwa dirinya saat ini baik-baik saja.
"Sungguh, kau baik-baik saja."
"Iya sayang," Jawabnya lalu mengeceup wajah Verdi. "Sana mandi, dan pergilah bekerja." Titahnya sambil mendorong tubuh Verdi agar masuk kedalam kamar mandi.
Setelah Verdi berada di kamar mandi. Sandra berjalan mondar-mandir bagai sebuah sertika yang sedang bekerja merapikan pakaian. Sandra menggigit ujung kukunya, memikirkan jika saat ini ia hamil, lalu siapa yang telah menghamilinya. Verdi kah? atau Alex sang pacar? Sungguh Sandra bingun dengan keadaan nya saat ini. Sandra lalu mengusap perutnya. "Siapapun ayahmu, yang jelas aku akan tetap aman menjadi nyonya di rumah ini. kehadiranmu, pasti akan membawa Verdi suamiku akan semakin cinta padaku."
Terdengar suara gemercik air yang sudah berhenti dari kamar mandi. Membuat Sandra langsung dengan cepat duduk di sofa. Verdi keluar dengan handuk yang menutup hingga pingganyang.
Sandra menelan salivanya secara kasar. Entah kenapa ia membayangkan saat ini Alex ada di hadapannya. Dan jika itu Alex maka dengan cepat Sandra akan melahap dan mengajaknya untuk berolahraga, menikmati surga dunia.
Otak Sandra sudah traveling, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang kekasih. Namun travelingnya otak Sandra berhenti kala Verdi menepuk bahu nya.
"Sayang, apa apa? kok melamun."
"Eehh itu, anu." Jawab Sandra gugup.
"Aku pergi kerja dulu, kamu baik-baik dirumah." Pamit Verdi setelah selesai berpakaian.
"Tidak sarapan dulu?" tanya Sandra.
"Tidak. Aku sarapan di kantor saja."
"Baiklah sayang, kalau begitu hati-hati di jalan." Sandra langusung mengecup singkat bibir Verdi.
smw pada gantung ceritanya