NovelToon NovelToon
PULAU BAYANGAN

PULAU BAYANGAN

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romansa / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:695k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lee

Warning, mengandung *** !!!
Bagaimana rasanya bila suatu hari kita terjebak di sebuah pulau terpencil dengan beberapa orang asing yang kebetulan pergi bersama kita ?
Itulah yang terjadi pada seorang pria tampan berdarah biru yang sudah di jodohkan dengan seorang perempuan yang juga sama sama keturunan ningrat,harus terjebak di sebuah pulau terpencil bersama seorang gadis misterius dan beberapa orang asing, mereka harus melewati berbagai ujian saat ingin keluar dari pulau itu, mulai dari terjebak badai dan berbagai kejadian yang hampir merenggut nyawa mereka, sehingga tanpa di sadari benih benih cinta tumbuh diantara mereka.
Bagaimana kisah selanjutnya,? ikuti saja kisahnya.
Selamat membaca,,, semoga hari anda menyenangkan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemas

"Maaf pak, karena belum 24 jam, laporan tetap kami catat, dan ada baiknya bapak tetap mencari ke beberapa tempat yang biasa di datangi atau ke tempat teman temannya" ucap polisi yang berjaga malam itu.

"Tapi pak, saya sudah mencarinya kemana mana, saya takut terjadi apa apa pada nya," ucap Damar penuh kecemasan.

"Maaf, anda saudara atau suami, atau ?" tanya polisi jaga itu.

Damar terdiam sejenak, mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan petugas tadi, jujur saja dirinya pun sulit untuk mengartikan dan menggambarkan hubungan kedekatan nya dengan Rani seperti apa.

"Emh, dia---" ucap Damar ragu ragu.

"Dia selingkuhan tunangan saya ini pak polisi !" cicit Ajeng yang ternyata diam diam mengikuti Damar ke kantor polisi.

"Dia, dia yang sudah meneror dan menculik pacar saya !" tunjuk Damar, dia menyebut Rani sebagai pacarnya.

"Kau menuduh tanpa bukti, aku bisa melaporkan mu balik, tapi aku tidak akan melakukannya, karena kamu cintaku, hahahaha !" racau Ajeng tak karuan.

"Ajeng !?" ucap seorang polisi yang baru keluar dari ruangannya, dia merasa terganggu dengan suara ribut ribut dari luar ruangan nya.

"Bang Boris !?" Ajeng menyipitkan matanya memperjelas sosok pria di depannya.

"Iya, aku Boris, lama tak jumpa, aku baru seminggu ini di pindah tugaskan ke sini," terang polisi yang ternyata bernama Boris itu pada Ajeng.

Damar hanya diam menyaksikan pertemuan Ajeng dan Polisi itu, lalu Damar membuka pembicaraannnya lagi.

"Maaf, bagaimana dengan nasib pacar saya ?" ucapan Damar mengagetkan dua orang teman lama yang sedang reuni itu.

"Hahaha, kamu cemburu ? Dia hanya teman lama ku, dulu saat saat kamu kuliah di luar negri dia yang selalu menemani ku" Ajeng masih terus saja meracau tak karuan.

"Ajeng, kamu masih saja seperti itu, melampiaskan kemarahan dengan mabuk mabukan !" ucap Boris lirih.

"Dia, gara gara dia aku seperti ini, dia Damar yang sering aku ceritakan dulu, calon suami yang tak pernah perhatian itu !" cicit Ajeng menunjuk dada Damar.

"Oh, maaf perkenalkan saya Boris temannya Ajeng, ada yang bisa saya bantu ?" Boris menyodorkan tangannya ke arah Damar.

Damar menerima jabatan tangan laki laki berpostur tinggi dan berperawakan lumayan kekar itu, lalu Damar menceritakan kronologi kejadian hilangnya Rani.

"Baik, bukannya saya mau membela Ajeng, tapi kita tidak bisa sepenuhnya mempercayai omongan orang yang sedang dalam pengaruh minuman beralkohol, bisa saja dia hanya kesal dan mengatakan semua itu, kita tunggu sampai dia benar benar sadar sambil menunggu barangkali ada kabar dari pacar mu itu."urai Boris memberi saran.

Damar hanya bisa menghela napas panjang, dia sungguh tak bisa tenang sebelum mengetahui keadaan dan keberadaan Rani saat ini.

Sampai pagi Damar masih di Kantor polisi, menunggu Ajeng yang tertidur disana, saat Ajeng terbangun dia merasa bingung karena kini dia berada di ruang kerja Boris.

"Apa yang terjadi, kepala ku berat sekali !" ringis Ajeng memegangi pelipisnya.

"Ini minumlah, aku membuatkan mu teh madu agar mabuk mu hilang," ucap Boris menyodorkan secangkir teh madu hangat.

"Bang Boris ?" pekik Ajeng.

"Sudah jangan kebanyakan bersandiwara, kemana kau membawa Rani, kau sembunyikan di mana dia ?" Damar sudah tak bisa menahan kekesalannya, setelah selama semalaman bersabar.

"Rani ? Apa maksudmu ? aku tidak menyembunyikannya !" elak Ajeng.

"Rani menghilang, semalam kau bilang kalau kau yang sudah mengirim paket menjijikan itu sebagai teror ke apartemen Rani, pasti hilangnya Rani ada hubungannya dengan mu, kan !" tuduh Damar.

"A- aku memang mengirimkan bangkai itu, karena aku kesal kamu menginap di tempat wanita itu,tapi aku tak tau menahu soal hilangnya wanita itu, dan syukurlah kalau wanita itu memilih pergi, semoga dia tak kembali lagi !" tampik Ajeng.

"Tuh, anda dengar sendiri kan, pak polisi, dia mengakui kalau dia yang meneror pacar saya !" tunjuk Damar.

"Cih, pacar ! Ingat, tiga hari lagi kamu akan menjadi tunangan ku !" decih Ajeng.

Drrrrt,,,, drrrrt,,,,

Sebuah pesan dari nomor tak di kenal masuk ke ponsel milik Damar.

"Tak ada yang bisa keluar dari pulau bayangan dengan selamat " begitu isi pesannya dan di tambah foto Rani yang tertidur lemah di atas perahu kayu.

"Ah, sial ! Rani !" geram Damar meraup wajahnya kasar, dia sungguh tak menyangka kalau dia bisa kecolongan sampai sampai Rani di bawa kembali ke Pulau maksiat itu.

Damar benar benar sudah terkecoh, dia menyangka Ajeng yang telah menculik Rani,tapi ternyata ada orang lain yang menculik Rani.

"Ada apa ?" tanya Boris menangkap hal yang mencurigakan.

"Aku harus pergi !" ucap Damar bergegas pergi dari ruangan itu.

"Sebentar, !" Boris menjegal langkah Damar.

"Maaf pak, saya harus segera pergi menyelamatkan pacar saya !" tegas Damar.

"Apa yang terjadi ?" Boris merasa ada sesuatu yang tak beres terjadi.

"Pacar saya di culik !" ucap Damar.

"Ceritakan pada ku, dan ijinkan pihak kepolisian membantu mu," kata Boris.

"Maaf, tak ada waktu untuk bercerita, saya harus segera terbang dan menyelamatkan pacar saya yang di bawa ke pulau bayangan !" ucap Damar sambil berlalu, pikirannya kacau tak menentu memikirkan apa yang terjadi kini pada Rani, dan siapa sebenarnya yang telah membawa Rani kembali kesana.

"Pulau Bayangan ?" beo Boris kaget.

Sebuah pesan masuk kembali ke ponselnya,

"Pasti akan banyak pelanggan yang suka bila pacar mu ini di jadikan wanita pemuas laki laki di sini,!" lagi lagi pesan itu di sertai dengan foto Rani, kini sebuah gambar dimana Rani sedang duduk di perahu kayu dengan tangan dan kaki terikat dan sebuah pisau di todongkan di lehernya.

"Berengsek ! Bajingan !" umpat Damar dengan wajah semerah tomat karena menahan amarah.

"Aku akan pergi bersama mu !" ucap Boris yang ternyata ikut membaca pesan di ponsel Damar.

"Aku akan berangkat sendiri, aku tak mau mencelakakan orang lain !" tegas Damar.

"Aku polisi, aku biasa menghadapi segala bentuk penjahat, apa kau lupa ?" tekan Boris meyakinkan.

"Maka pergilah sendiri kalau anda ingin pergi kesana, dan aku akan tetap pergi sendiri, jangan pergi bersama ku !" tolak Damar.

"Aku polisi, aku bisa melindungi mu di saat saat yang di perlukan!" bujuk Boris.

"Sudah cukup aku melihat dua orang polisi tewas di hadapan ku, aku tak ingin terbebani karena membiarkan mu pergi bersamaku, dan terjadi apa apa pada Anda pak !" jelas Damar membuka pintu mobilnya.

"Tunggu, polisi tewas ? Apa maksudmu ?" Boris menyusul Damar dengan berlari ke arah pintu penumpang dan masuk lantas duduk di samping Damar yang merasa kesal karena Boris terus membuang waktunya.

"Pak, tolong turun dari mobil saya, saya harus bersiap siap dan mengejar penerbangan pagi !" kesal Damar.

"Tidak, aku akan ikut dengan mu, ini penting bagi ku," Boris bersikukuh untuk ikut dengan Damar.

"Tidak ! Maaf saya tidak ada waktu meladeni anda !" Damar turun dari mobilnya dan memberhentikan taksi yang melintas lalu masuk ke taksi itu meninggalkan Boris yang menganga karena tak menyangka Damar akan bersikap senekat itu.

"Sayang ! tunggu !" panggil Ajeng yang juga di tinggalkan Damar di halaman kantor polisi.

"Ayo cepat masuk, bawa aku ke rumah tunangan mu itu !" pekik Boris.

"Kenapa kamu ada di mobil Damar ?" tanya Ajeng bingung.

"Cepatlah sebelum dia pergi jauh," Boris menyalakan mesin mobil Damar yang di tinggal begitu saja dengan kunci tergantung.

"Pergi jauh ?" beo Ajeng.

"Tak ada waktu, cepat naik, aku akan menceritakannya di jalan !" ajak Boris tak sabaran.

1
Mattea Bee
Terimakasih Thor untuk karyanya yang Luar Biasa 👍
Tetap semangat berkarya Thor/Determined//Determined//Determined/
Lita: terimakasih ❤❤❤🙏
total 1 replies
Mattea Bee
Seru.. seru..‼️‼️
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Retno Anggiri Milagros Excellent
uh judesnya.. jangan gitu Rani..🤭😂
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga sehat selalu,,, ❤️
total 1 replies
Retno Anggiri Milagros Excellent
Yah.. ceritanya membuat penasaran
Lita: selamat datang, selamat membaca, semoga sehat dan bahagia selalu,,, ❤️
total 1 replies
Retno Anggiri Milagros Excellent
oh ternyata mencari orang to
Herman Manus
luar biasa
Lita: terimakasih atas dukungannya kakak 🙏❤️
total 1 replies
Widhi Labonee
wooowq kereen karyamu kak .. hebat, bs membuatku seolah melihat film action,, sampek anak ku kaget saat aq teriak saking kaget ato seru... makasih ya kak lita,,swear terkewer keweraq padamuuuhhh...
ttp semangat berkarya nya yaaaa.... ehmuuuaaahh dr manado
Lita: terimakasih kakak ❤️🙏🥰
total 1 replies
Widhi Labonee
adooohhh kiapa omesku lgsg trbayang papahna anak" yg suka pake sarung d rumah aih...wkwkwkkw lemahnya aq nih
Lita: gasss ntar malem lah kakak 😄🤭✌️
total 1 replies
Widhi Labonee
sebenarnya ngana bemu dmn seh ni pulo kak othor? jauh tak dr Bunaken? dr Sangihe Talaut? kl deket ntar torang momjemput itu bang Damar biar torang bw k Manado saja noh, wkwkwkkwkw
Widhi Labonee: wkkwkwkwkw sa ae kak....
total 2 replies
Zuraida Zuraida
pasti itu ajeng
Zuraida Zuraida
ternyata sifeby itu polwan bodoh, ntu aje stres
Zuraida Zuraida
simila tu kemungkinan besar orang suruhan penjahat yang menghuni pulau
Zuraida Zuraida
pasti tempat transaksi dan perempuan muda dijadikan pela.... atau trafiking
Zuraida Zuraida
pasti ada pesugihan di ntu pulau
Jeng Anna
Saran aja beb, sblm ada iklan bisa dikasih jeda agak panjang ato kode misal titik² panjang, ato paragraf yg agak kebawah gt, soalnya pas lagi asik baca ehhh baru nyadar tnyt ada promo novel. Love you se-pulau bayangan 💗
Jeng Anna: syama² cintaaaaa
total 2 replies
Jeng Anna
Kamu nanyeaaa, Jeng? gumusshh aku sama Ajeng, pengen mencetin komedo di hidungnya sampe keluar darah birunya 🤧
Jeng Anna
Pesugihan bukan narkoboy bukan.. penjualan organ tubuh mungkin.. trus gimana kabar Yudha sama Intan
Jeng Anna
Jawa beda sama Yogyes loh bebbb
Carissa Fanis
keren novelnya...bacanya tegang bgt...
Carissa Fanis: Aamiin.... terimakasih kak...Doa yg sama Buat kakak...🤲😇
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!