Cerita ini berkisah tentang ketulusan cinta
seorang pemuda Tampan bernama Bima.
Dia sangat mencintai seseorang wanita
Cantik bernama Seila.
Walaupun Seila tidak pernah mencintainya
Tapi Cinta Bima begitu besar dan tulus
untuk Seila.
Hingga suatu hari Seila kehilangan kesuciannya dan di campakkan oleh
mantan pacarnya Bima tetap menerima
dan mencintai nya dengan sepenuh hati.
Bagaimanakah perasaan Seila kedepannya
untuk Bima ?
Akankah Seila membalas Cinta Bima?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai dyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32 HATi YANG RESAH
Mendengar ucapan sang Nenek Arya dan Arina saling berpandangan.
Sebelum keduanya mengelengkan kepala.
" Nenek lagi bercanda ya?"
Mana mungkin kita bisa menikah, tidak kita tidak mungkin menikah.
"Benar, Nek !" Aku ini cuma orang miskin yang mengadu nasib di rumah ini, mana mungkin
bisa menerima pernikahan dengan sang majikan.
"Bukan kah hal itu lebih baik dari pada kamu jadi pembantu di rumah ini Arina?"
" Tapi...Nek!"
"Sudahlah ikuti apa yang nenek perintah kan pada kalian.
Arina menelan ludahnya dengan kasar.
"Kalian pikirkan permintaan Nenek dan kau Arya,
jika kamu menolak permintaan nenekmu ini,
pastikan kamu sudah memiliki penggantinya
minggu depan.
" Tidak ada alasan lagi untuk kau menolak
menikah kali ini .
"Umurmu, sudah tua.
"Sudah waktunya menikah, masak iya mau jadi
perjaka tua!"
Setelah mengucapkan itu sang Nenek berlalu
meninggalkan mereka berdua.
"Bagaimana ini ?"
"Aku tidak mau menikah dengan mu.
"Kau pikir, apa aku juga mau menikah dengan mu?"
"Lalu kita harus bagaimana?"
"Kamu kabur dari sini!'
"Kalau aku pergi, aku akan tinggal di mana?"
"Nginap di hotel sementara waktu sebelum kamu mendapatkan rumah kontrakan.
"Nginap di hotel pakai uang sedangkan aku tidak punya uang sama sekali.
"Tenang..!Aku akan urus semuanya.
" Baiklah, besok aku akan pergi siapkan saja segalanya.
" Jangan khawatir, aku akan mengantarmu.
" Sekarang, kita istirahat dulu.
"Arina kembali ke kamarnya, dia mempersiapkan segala nya untuk kepergiannya
besok.
***
Sinar mentari senja yang indah telah menampakan diri, hembusan angin yang
dingin menerpa segala yang ada di sekitar
halaman rumah itu.
pepohonan dan dedaunan yang terkena hembusan angin senja melambai lambai
seolah olah sedang menari.
Tampak wajah berseri dan sesekali bernyanyi nyayi riang.
hari bahagia dan hari yang menyenangkan, setelah beberapa waktu lamanya berada di
Negara orang.
Kini mereka sudah berada di tanah air tercinta.
Semua berkumpul di Rumah Bima, Karena rencana hari ini mereka akan makan bersama
di tepi pantai.
Mereka merencanakan makan dengan bakaran.
Siu yesek dalam bahasa Hongkong kantonis nya.
Semua peralatan dan kebutuhan sudah di persiapkan.
Mulai dari Ayam,sosis,Jagung,daging sapi,Roti
dan minuman ringan,arang,korek dan tusuk
semua lengkap.
Bukan hanya teman dekat yang boleh ikut ,tapi semua yang memiliki waktu luang dari siswa murid karete boleh ikut.
Ada yang berangkat lebih dulu, ada juga yang
ingin berangkat bersama Bima dan keluarga.
"Ndet...!Kamu bawa apaan kok berat begitu?
"Biasa Bal..., orang desa tidak akan kenyang kalau
cuma makan daging saja, jangan bilang siapa siapa aku bawa Nasi.
" Ucap Bondet sambil terkekeh.
Igbal pun ikut terkekeh.
"Kita berdua tos...,"Aku juga tidak kenyang kalau cuma makan daging doang, nanti aku minta
nasinya ya.?"
"Sip..!"
"pokoknya, beres.
"Kak Bondet...!"lihat Kak Bima tidak?
" Eh, si cantik Nafa, datang juga, Tuh..!
"Kak Bima, lagi sama Istri tercintanya.
"Oh, trimakasih ya."Ucap Nafa datar.
Nafa segera melangkah pergi.
Baru juga selesai bicara, Bondet tiba tiba mengerang kesakitan.
"Auuuuuhh...!"
"Bal, kenapa kamu injak kakiku,sakit tauk.
"Sssstttt...!"Kenapa bilang Kak Bima bersama dengan Istri tercintanya,lihat tuh..!"
Wajah Nafa jadi layu begitu.
"Oh iya "aku lupa tapi Nafa harus tau kenyataan nya kalau Kak Bima hanya mencintai istrinya.
" Tapi tidak begitu juga Ndet.
"Sana, hibur dia kasian."
"Baiklah" coba Nafa jatuh cinta nya sama aku,akan kupersembahkan cintaku sebesar dan setinggi gunung himalaka.
"Ucap Bondet dengan terkekeh.
"Mana ada cewek yang doyan sama orang gendut seperti mu Ndet.
" Ah menghina kau...!
"Lihat saja nanti cewek ku lebih cantik dari pada cewekmu Bal.
"Ucap Bondet sambil terkekeh.
Nafa yang suntuk tiba tiba merasa asing dan rasanya ingin balik pulang, tidak jadi ikut
duduk menyendiri di pojok halaman berkursi
bambu.
"Sebentar lagi berangkat kenapa masih duduk disini?"
Ucap seseorang dari samping,suara yang tidak begitu asing dan sangat dia rindukan dalam beberapa bulan terakhir ini.
Mendengar suara itu mata Nafa berbinar indah.
" Kak Bima..!
Nafa bangkit dari duduknya dan seperti biasa setiap bertemu pangeran pujaan hatinya selalu
memeluk Bima.
"Eh jangan begini !" Bima berusaha menghindar.
"Aku rindu padamu Kak..?
Bima menelan ludahnya mendengar ucapan gadis di depannya.
"Nafa ..!Masih kecil, sedangkan Kak Bima sudah tua nih,lagipula Kak Bima sudah punya Istri
Jadi Rindu Nafa kasihkan sama yang pantas dengan Nafa ya..?
Nafa mencemberutkan bibir nya membentuk mimik yang lucu.
"Kak menunggu dudamu boleh ngak ?
" Husst...!
Masak Nafa mendoain Rumah tanggaku
ambruk.
"Ambruk itu apa kak ?"
"Roboh, kamu baru ngerti juga kan!"
"Hemm, sudah sekarang pilih, mau Naik mobil
bareng Kak Bima dan Mbak Seila, apa bareng yang lain ?"
" Tapi inget kalau memilih bareng dengan Kak Bina siap siap loe makan ati.
"iiih..! Kak Bima ngeselin deh.
Nafa mencubit kecil perut Bima.
" Kak..!"
"Hemmm.
" Kak Bima cinta banget ya sama mbak Seila.
Bima mengagguk.
"Apa Mbak Seila juga mencintai kak Bima?"
Lagi lagi Bima hanya mengagguk, sebagai jawaban untuk pertanyaan Nafa.
"Bohong..!"
Bima mengernyitkan dahinya.
"Maksud nya bagaimana ?"
"Kak Bima Bohong, kalau, mbak Seila juga mencintai Kak Bima.
Mungkin Cinta mbak Seila sama aku masih
lebih besar cintaku.
"Oh ya , terus?
"Aku nunggu dudamu kak.
Bima mendekati Nafa dan mengacak rambutnya, sambil terkekeh.
"Kamu itu sudah kuanggap adik jadi seorang adik ngak bisa bersama dengan kakak nya.
" Ya sudah, sekarang terserah kamu, mau ikut bareng mobilku, atau bareng sama yang lain.
Aku pergi dulu."
Setelah mengucapkan itu, Bima berlalu.
Nafa menarik nafas panjang dan menghabiskan nya dengan kasar.
***
Bersambung.
aku dkung kamu jd madu