NovelToon NovelToon
Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Masalah Pertumbuhan / Anak Kembar / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 5
Nama Author: Eli

Season lanjutan dari Putra putri sang penguasa 2

Kenzo Osterin Anggara dan Kenzie Lutherin Anggara adalah dua anak kembar dari Lian dan Cheva yang memiliki kepribadian berbeda. Kenzo memiliki sikap yang tenang, bijaksana dan penuh pertimbangan. Sedangkan Kenzie sang adik memiliki sikap ceria, seenaknya dan dan tidak sabaran. Jika kebanyakan anak kembar tidak terpisahkan dan selalu bersama, maka lain halnya dengan Kenzo dan Kenzie. Mereka tidak suka menghabiskan waktu bersama karena sifat yang bertolak belakang,namun mereka tetap selalu menjaga satu sama lain dan bisa melakukan apa saja untuk saudara mereka.

Arisha Nedzara Kusuma adalah putri cantik dari Diaz dan Tania, dia juga merupakan saudara sepupu dari Kenzo dan Kenzie. Dia ceria dan manja namun dia juga gadis yang cerdas. Dia lebih sering menghabiskan waktu bersama saudara kembarnya daripada dengan orang tuanya sendiri.

Bagaimana keseharian dari ketiga saudara ini? Apakah mereka bisa memimpin perusahaan keluarga dengan baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balapan Liar

"Kamu sedang dimana Va? Kenapa berisik sekali?" Diaz sedang menghubungi Cheva karena tahu kalau dia masih belum pulang meskipun ini sudah larut malam

"Aku sedang ada di dekat bukit. Ternyata disini masih selalu ramai kak. Dulu kita tidak pernah datang kemari dan bersenang-senang. Jadi aku ingin mencobanya sekarang" Cheva menjawab Diaz dengan nada bicaranya yang manja dan ceria seperti biasa. Ini juga jadi kesempatan Cheva untuk menggoda Diaz

"Apa yang kamu lakukan disana? Setahuku disana banyak anak muda yang berkumpul sambil minum-minuman keras dan juga mengkonsumsi narkoba. Disana juga sering dilakukan balapan liar. Tempat itu sangat terkenal sebagai tempat berbahaya, Va. Hanya saja entah kenapa selalu tidak ditemukan bukti saat polisi melakukan penggerebekan"

Diaz mengeluh kecewa karena tempat seperti itu dibiarkan tetap ada meskipun rumor mengenai bahayanya sudah tersebar luas kemana-mana

"Aku tidak peduli dengan itu. Aku hanya ingin bersenang-senang. Aku ingin kembali mencoba balapan liar, aku yakin ini akan sangat menyenangkan"

Diaz mengerutkan dahi heran dengan apa yang dikatakan Cheva

"Untuk apa kamu ikut balapan Liar? Kamu ingin mencari mangsa kelas teri? memang mereka bisa bayar taruhan berapa? Apa kamu bisa dapat mobil sport terbaru jika taruhan dengan mereka?"

Diaz terus menginterogasi Cheva yang sedang menunggu para pemuda itu berkumpul untuk mulai balapan

"Aku hanya ingin bersenang-senang. Lagipula ... kakak tahu aku melihat siapa disini?"

"Memangnya siapa?" Diaz pun mulai penasaran dengan orang yang di maksud Cheva

"Pras. Dia anak dari Astria dan Petra" Senyum tipis tersungging di bibir manis Cheva

Tok tok tok

Cheva yang sedang berbincang dengan Diaz sambil mengawasi para pemuda itu dikejutkan oleh seseorang yang mengetuk kaca jendela mobilnya. Cheva pun menurunkan kaca mobil untuk melihat orang itu

"Kak Lian? Apa yang kakak lakukan disini?" Cheva terlihat terkejut dan salah tingkah melihat Lian kini berdiri disamping mobilnya. Sebelah tangannya masih memegang ponsel yang masih tersambung dengan Diaz

"Kak Diaz sudah dulu ya. nanti aku hubungi lagi" Cheva mencoba mengakhiri panggilan teleponnya dengan Diaz namun ditahan olehnya

"Eeh tunggu tunggu. Lian ada disana?"

"Iya, ini kak Lian baru datang"

"Waah bisa-bisanya kalian kembali puber saat anak kalian sudah mulai remaja"

Diaz menggoda Cheva sambil tersenyum

"Berisik. Sampai jumpa"

"Kak Lian belum jawab pertanyaanku. Untuk apa kak Lian datang kemari?"

"Tentu saja aku mengikuti istriku yang mengalami puber kedua" Lian menundukkan tubuhnya dan menyilangkan kedua tangannya di sela kaca jendela mobil Cheva sambil berkata dengan nada menyindir.

"Siapa yang mengalami puber kedua? Aku hanya ingin bermain saja" Cheva tersenyum lembut tanpa membiarkan Lian naik kedalam mobilnya

"Ini sudah tidak cocok jadi mainanmu. Seorang pemimpin perusahaan besar dan juga merupakan istri dari pengusaha juga pelukis ternama melakukan balapan liar, itu sama sekali tidak lucu. Dan apa kata orang nanti jika mereka tahu kalau kamu melakukan balapan Liar?"

Nada bicara Lian terdengar dingin dan dia juga menatap Cheva dengan raut wajah tanpa ekspresi

"Hubby aku itu kemari"

"Perhatian-perhatian, untuk malam ini kita akan mengadakan pertaruhan besar, dimana pemenang lomba kali ini akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai 25juta. Seperti biasa pertarungan ini dilakukan dengan bebas jadi tidak ada aturan di dalamnya"

Belum juga Cheva menjelaskan tujuannya datang ke bukit pada Lian, panitia sudah memberikan sambutan sebelum dimulainya acara dan itu berhasil mencuri perhatian Cheva karena semua orang mulai berbaris hendak mengikuti lomba

"Kak Lian balapanya akan segera dimulai aku juga harus mulai berkumpul disana" Cheva mulai mengalihkan pembicaraan dan ingin bergegas berkumpul sebelum balapan

"Eit tunggu tunggu. Aku belum selesai bicara. Aku tidak akan mengizinkan kamu ikut balapan kalau kamu belum kasih tahu apa alasannya" Lian bersikeras mengetahui alasan Cheva ikut balapan

"Haah Hubby... aku kan sudah kasih tahu alasannya. Lihat pemuda yang disana" Cheva menghela napas panjang kemudian menunjuk pada seorang pemuda yang berdiri di dekat mobil SUV miliknya

"Dia itu Pras anaknya Astria. Aku akan mulai membalaskan sakit hatiku atas meninggalnya Lea disini. Dibalapan liar ini, karena disini tidak ada aturan umum" Sambung Cheva dengan nada bicara yang dingin dan sorot mata yang tajam

"Oh biar aku ikut denganmu!" Lian membuka pintu mobil dan hendak naik

"Eh tunggu tunggu. Kak Lian tidak boleh ikut! Kakak cukup ikuti aku dari belakang saja, oke?"

Lian tidak dapat berkata apa-apa lagi. Akhirnya dia menganggukkan kepala dengan terpaksa

"Terimakasih hubby. Sampai jumpa muach" Sambung Cheva sambil memberikan kecupan jarak jauh dan langsung mengikuti barisan untuk balapan

"Haah.. istriku ini bisa-bisanya bersikap seperti dia masih muda. memang sih masih belum 35 tahun tapi kan tetap saja bukan waktu yang pas untuk ikit bergaul seperti anak muda"

Lian terus menggerutu sambil menatap Cheva sebelum dia kembali ke mobilnya sendiri

"Oh sepertinya kita punya anggota baru. Mobilnya cukup mewah. Nona cantik, apa kamu berani ikut bertaruh dengan kami? Kamu tidak takut jika kehilangan banyak uang disini?"

Salah seorang pemuda yang sudah sering ikut balapan ini mendekati mobil Cheva, dan ketika dia melihat yang mengemudikan mobil sport adalah perempuan, dia bicara dengan nada yang mengejek

"Karena aku sudah ada disini, tentu saja aku berani. Dan kehilangan banyak uang... itu bukan masalah buatku, karena aku bisa menghasilkan banyak uang dengan mudah"

Nada bicara Cheva sangat tenang. Senyum tipisnya semakin membuat dia terlihat anggun dan berkelas

"Bagus kalau begitu. Jadi kami tidak akan sungkan dan kamu juga harus berhati-hati karena balapan liar itu berbahaya"

Pemuda itu memperingati Cheva dengan senyum lembut

"Tentu. Terimakasih sudah memperingatiku" Cheva menjawab dengan senyum tipis dan sikap yang tenang

Tidak jauh dari tempat Cheva ada pras yang bersiap di dalam mobilnya

"Sepertinya aku pernah bertemu dengan wanita itu. Tapi siapa ya? Wajahnya familiar, tapi aku tidak bisa mengingatnya"

Pras terus memperhatikan Cheva dengan raut wajah penasaran sedangkan di belakang mereka dengan jarak yang terhalang beberapa mobil, Lian memperhatikan dengan sorot mata tajam seakan ingin membunuh

"Untuk apa pemuda itu berdiri disamping mobil istriku? Jangan bilang kalau dia lebih suka wanita yang dewasa dan terpesona oleh Cheva? Awas saja, akan ku habisi jika berani macam-macam dengan my princess"

"Tanpa berlama-lama lagi. Kita mulai saja perlombaan kali ini. Kalian akan berkendara mengelilingi bukit dan kembali kemari. Pengendara yang duluan sampai, dialah pemenangnya. Kalian juga harus berhati-hati dan fokus dalam berkendara, karena kita di bukit banyak lokasi yang membahayakan.

"Baiklah, bersedia...

Brom brom

para pembalap mulai menyalakan mobilnya dan menunggu aba-aba

"1 2 3 go!"

Brooommm

Semua mulai melaju dengan kecepatan tinggi begitu diberikan aba-aba. Cheva menoleh pada Pras dan melempar tatapan tajam padanya

"Ini bukan salahmu, tapi aku ingin orang tuamu merasakan kesakitan yang sama. Aku akan membuat keluargamu perlahan mengalami kesulitan sampai kalian kehilangan semuanya"

1
RusNa ANtox DEwi
baguss
abcdefghi__lmnopqrstuvwyz
cerita kenzie gmna nanggung bgt
Ratu Baca
cerita untuk kenzie.....kpan lanjutannya ya
Atiah arini
luar biasa
prima yanary
Luar biasa
Isabela Devi
arumi mau ketemu panji apakah akan terjadi salah paham
Isabela Devi
cheva the best
Isabela Devi
apakah pras kecelakaan
Isabela Devi
kalian gagal adnan
Isabela Devi
ksh mrk pelajaran dit
Rai Serni
kapan lanjutan nya Kak
aemmy
good
🌹YazmiN🌹
250 juta sangat murah astaga hiks hiks aku malah sedih bacanya,,
jiwa irit Emak2 meronta
Dina Alesha
duh kangen sama cerita ini
Dina Alesha
kapan y ada kelanjutannya lagi....
Rai Serni
thor sdh ada kelanjutan ceritanya blm ni...?
Ednarita Cliff: thor jgn kelamaan lanjutannya ya.. kenzi belum ketemu pawangnya.. ceritanya terbaikkk... gue tunggu ya.
total 1 replies
The Lovely
Eh Risha cucu pelakor gak punya sopan santun bngt manggil Kenzo nama emng ya bibit dari cucu pelakor gitu gak punya etika padahal tuaan si kembar daripada Risha tpi lagaknya sok tua dasar cucu pelakor.
imah imut
luar bisa
Noby Kurniawan
lnjut dong gk ada lanjutan lgi
Ratu Emilly
nah kan... u suruh anak org ninggalin keluarganya. anak sendiri yg mau pergi baru kerasakan ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!