NovelToon NovelToon
SELIKUR LANJARAN

SELIKUR LANJARAN

Status: tamat
Genre:Horor / Supernatural / Mata Batin / Hantu / Roh Supernatural / Epik Petualangan / Penyeberangan Dunia Lain / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

Akulah Al, sang pewaris kekuatan supranatural.

Akulah Al, sang pembuka gerbang dua alam.

Akulah Al, sang mata batin yang akan melindungimu dari ilmu hitam.

Akulah Al, sang paranormal yang tidak pernah diperhitungkan.

Akulah Al, sang petualang alam gaib yang penuh romansa, darah dan kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ch 32

Aku, Risa dan Rendy pergi survei lokasi tempat yang akan dipakai toko baru Rendy. Aku membantu Risa mengukur ruangan dan membuat sketsa kasar untuk konsep toko yang Rendy inginkan.

Tanpa malu lagi Rendy sudah tidak menutupi jati dirinya, jadi dengan sengaja dia kadang menepuk, mencubit, merangkul atau hanya mengusap lenganku. Bulu kudukku berdiri semua jika disentuhnya, seperti kena kejutan listrik ringan. Hawa tiga perempuan di dalam tubuhnya sangat kuat.

Risa yang sadar kondisi merasa risih, mungkin juga cemburu karena Rendy memperlakukan aku seperti teman istimewa.

"Kenapa kamu, Al?"

"Pusing kepalaku, Ris. Butuh kopi pahit panas!"

"Itu depan ada warkop, mau aku pesenin? Cuma mau kopi aja atau ada tambahan lain?"

"Rokok kretek," jawabku singkat.

Risa melotot padaku, mengamati

hal aneh yang mungkin terjadi pada otakku. "Sejak kapan kamu merokok, Al?"

"Sejak sekarang. Udah beli aja satu bungkus nggak usah banyak tanya." Aku melambaikan tangan mengusirnya agar segera berangkat. "Jangan lupa beli korek juga!"

"Risa mau beliin kamu apa, Al?"

"Kopi," jawabku singkat.

Rendy hampir memanggil Risa kembali tapi aku mencegahnya. "Habis ini kita ngopi di tempat yang enak, Al. Aku rekomendasi tempat nongkrong nanti. Tapi Risa nggak usah ikut, ini khusus laki-laki. Bisa kan Al?"

"Nggak bisa Ren, abis gini aku mesti balik kantor. Meeting," tolakku halus. "Aku juga ada janji sama papa mama kamu malam nanti, jadi ngopi di rumahmu aja."

"Eh… kamu nggak bermaksud mau ngelamar aku secepat ini kan?" Tanya Rendy dengan antusias, dia mengedipkan sebelah mata padaku.

Aku menepuk jidat dan menyeringai lucu padanya, "Kamu nggak lagi berharap aku nikahi kan Ren?"

"Ya kalau di sini kan memang nggak bisa, Al." Dia tertawa sumbang. Aku pastikan hanya sampai hari ini saja kamu bermimpi menikahi laki-laki, Rendy!

Risa datang membawa kopi dengan wajah cemberut melihatku ngobrol akrab dengan Rendy. "Nih kopi sama rokoknya!"

"Keluar bentar ya Risa, Rendy! Aku butuh konsentrasi buat cari ide untuk ruangan ini, lima menit." Aku menutup pintu harmonika toko setelah mereka keluar.

Kopi aku letakkan di sudut ruangan tempat kakek bungkuk tadi muncul, mengancam akan membuat kekacauan jika tempat ini digunakan. Dia sudah lama tinggal di sini dan tidak mau pergi.

Ajian pengasihan lelembut memang sangat berguna untuk urusan ini. Aku patut berterima kasih pada orang sakti yang menciptakannya, karena penyelesaian untuk urusan seperti ini jadi tidak perlu banyak keluar tenaga.

Aku merapal mantranya dan menyuguhkan kopi pahit serta satu batang rokok kretek yang sudah kubakar. Rokok itu terbakar dengan sangat cepat, sehingga aku menyalakan satu lagi. Begitu seterusnya hingga 4 batang rokok sudah jadi abu tidak sampai 2 menit.

Dia menampakkan diri kembali, menghirup aroma kopi panas dengan endusan yang aneh lalu manggut-manggut.

"Apa maumu anak manusia?"

"Jangan tinggal di sini kalau tidak ingin celaka. Pindah ke seberang sana sekarang juga, ke pohon itu!"

"Tapi kenapa?"

"Tempat ini mau saya pakai buat usaha. Dan kamu tidak boleh ada di sini!"

Makhluk itu menghilang begitu saja, menumpahkan sedikit kopi ke lantai. Dia menyetujui permintaanku tanpa banyak bicara. Hawa kehadirannya pergi dan aku tidak lagi merasakan energinya ada di ruangan ini.

Aku membuka pintu harmonika dan meminta Risa mengembalikan gelas kopi. Aku pamit pulang pada Rendy karena harus mengantar Risa juga.

"Nanti malam ke rumahku jam berapa, Beb?" Tanya Rendy padaku. Beb? Oh beautiful gosh, keluarlah dari badan Rendy, jangan membuatku naik darah sekarang!

"Tengah malam," jawabku asal. Mungkin dia gemas dengan jawaban nggak niatku hingga merangkul dan mengecup pipiku sekilas saat aku mau membuka pintu mobil.

"Stop it, pretty boy!" Aku menghardik kasar, menutup pintu mobil dan membantingnya keras.

Gila. Cu*kkkk…

***

Aku menemui Mom di salah satu toko cabang. Beliau di sana bersama Dad, sedang meeting internal dengan kepala tokonya. Mom menghampiriku ketika aku datang.

"What's wrong, Boy? Kamu kusut kenapa? Sudah makan?"

"Sudah. Al mau bicara serius sama Mom soal anak pujan."

Mom melihat menyelidik, seolah Beliau sudah tau bahwa memiliki kekuatan itu sama seperti mendatangkan sejuta persoalan yang harus diselesaikan.

"Hemm ya, ada masalah dengan itu?"

"Bisakah kita mengubah perjanjiannya, Mom?"

"Tidak! Sesuatu yang berhubungan tentang perjanjian gaib dengan iblis tidak akan ada yang namanya negosiasi ulang, tapi kita bisa memutuskan perjanjian itu. Dengan pertaruhan dan pertarungan tentu saja." Mom kembali melihatku dengan khawatir.

Aku mengangguk, "apa benar anak pujan dalam perjanjian umurnya biasanya tidak panjang, Mom? Tidak lebih dari 20 tahun? Teman Al ini umurnya sudah 25 tahun."

"Tidak juga. Tergantung bunyi perjanjiannya. Ada yang begitu anak laki-lakinya lahir, Bapaknya yang meninggal. Yang jelas ada hukum pertukaran dalam setiap perjanjian."

"Teman Al ini kedua orang tuanya masih ada, hanya saja dia membawa sifat perempuan dalam dirinya. Ada 3 perempuan cantik bersemayam dalam tubuhnya."

"Berarti itu perjanjian dengan sistem khodam. Ini lebih buruk dari yang pertama, Al. Karena sistem khodam akan selalu diwariskan. Semua keluarga akan ikut menanggung akibatnya.

Semua saudara perempuan laki-laki tersebut akhirnya ikut menjadi korban dengan hanya mendapatkan anak perempuan. Jika ingin anak laki-laki, harus melalui anak pujan lagi.

Artinya perjanjian yang seharusnya selesai dalam satu generasi saat temanmu lahir itu, jadi turun ke generasi berikutnya dengan jumlah seluruh anggota keluarga akhirnya memiliki anak pujan dengan khodam. Dan akan seperti itu terus sampai ada yang bisa memutuskan perjanjian. Padahal anak laki-laki yang didapatkan juga pasti diikuti khodam perempuan, artinya selalu lahir anak laki-laki yang sejenis dengan temanmu itu."

"Orang tuanya sanggup sebagai pengganti Mom, asalkan anaknya sembuh. Bisa terbebas dari sifat perempuan."

Mom bernafas kasar, "mereka tidak mati karena Allah, Al. Mereka mati karena pindah alam. Membayar perjanjian yang mereka lakukan. Apa mereka menyadari hal itu sebelum mengambil keputusan?"

"Al tidak berani Mom, tapi ibunya memohon agar anaknya disembuhkan." Aku berkata miris.

"Sembuhkan temanmu sesuai keinginan ibunya! Sisanya serahkan pada Tuhan!"

"Iya Mom. Oh ya, Al memindahkan anak gudang yang buat ulah sama Windi ke cabang 3. Sebagai marketing."

"Ok, good. Kasih kesempatan orang untuk berubah menjadi lebih baik!"

"Sama Al mau minta ijin ikut teman-teman kegiatan alam boleh Mom?"

"Kegiatan apa? Dimana?"

"Arung jeram di Magelang Minggu depan."

"Mom keberatan," jawab Mom singkat tanpa alasan. Hanya sekilas melihatku untuk meyakinkan keputusannya. "Tapi Minggu depan Mom mau ke Yogya, Al temani ya?"

"Iya, siap."

Aku memang anak Mom. Tidak perlu bertanya apalagi merengek hingga berdebat untuk mendapatkan ijin kegiatan. Keputusan Mom adalah mutlak untukku, kenapa? Karena Mom sebenarnya punya alasan yang tidak diucapkan. Insting seorang ibu, tidak untuk diungkapkan karena hanya berupa bisikan. Cukup percaya dan laksanakan.

"Boy, jangan main di sana, nanti hilang!" Kata Mom ketika aku mendekati rimbunan tanaman di sebuah taman karena melihat sesuatu bergerak di sana. Kelinci hitam.

Baru saja Mom diam aku sudah pindah alam, diseret makhluk besar menuju kegelapan. Aku menjerit meneriakkan nama Mom dengan sekuat tenaga, dan beberapa saat kemudian aku sudah berada lagi di pangkuan Mom. Aku memeluk Mom dengan ketakutan.

Aku masih taman kanak-kanak waktu itu, tapi sejak saat itu aku mengerti bahwa aku harus mendengarkan Mom.

***

Buat teman-teman Al KTP Surabaya yang belum vaksin, ayo ikut vaksin massal di Gelora 10 November Tambaksari, yang luar kota bisa ke BG Junction sampai hari Minggu 11/07/21, jam 07.00 - 17.00. Cukup bawa fotocopy KTP aja.

"Antri nggak, Al?"

"Yo antri rek, jenenge ae gratis. Es Boba sing berbayar ae tukue antri... ojok ndagel ta lah!"

"Al vaksin juga?"

"Al iku Pendekar alam gaib rek, nak alam nyata mek playboy kacangan. Jadi yo wajib dan sudah vaksin."

Ayo ikut ciptakan Surabaya sehat bebas Covid-19.

1
Riski Saputra
wingi dupo... saiki menyan....😄
Kustri
emg bubur tak bisa mjd nasi... mulane gawenen bubur sg enak😄
Kustri
qu baca lg, gabut gk nemu karya yg bagus, pas ini lewat lgsg klik lg
Kustri
kowe koq murmer ris
Kustri
hrs'a manggil padhe...bkn om thor
kan kakak dr orgtua kita
Humam Rosadi
mantap
Wahyu ningsing
aku syuka cerita nya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks akak🙏
total 1 replies
Siti Choiriyah
udah dr awal kang Al buat selikur lanjaran... baru sekarang bisa ngasih hadiah... selalu kepoin karya kang Al/Grievance/
Siti Choiriyah: sehat selalu biar bisa terus berkarya.... Aamiin/Good/
total 2 replies
𝖓𝕯o🕷
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Diana Dwiari
😂😂😂😂 kapokmu Al....tapi Alhamdulillah dink ya,langsung nikah aja,ketemu jodohnya tanpa ba bi bu
Diana Dwiari
kapok mu kapan Al....
Diana Dwiari
aseekkkk
Diana Dwiari
jangan2 damar jati masuk ke tubuh Roy....yang sama si Wulan yg disukai al
Dina Widiyanti
ada lanjut nya cerita nggak
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: gak ada kak🙂🙏
total 1 replies
bunda aya
al kamu itu casanova banget sih
Rika Iftakul
pasti buat nyembuhin rendy nih rokok kretek
Rika Iftakul
mungkin hendra suka sama windi tapi windi nolak karena hendra udah nikah terus dijampi jampi sama hendra
Rika Iftakul
pasti bukan degan biasa nih
Rika Iftakul
apa kamu memang suka wulan bneran aL
Sibungas
gini ni yg bikin candu baca.. gokil thor. /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!