Nayyara yang biasa dipanggil Naya adalah anak pertama dari Nayra Luis dan Adhit Hafieez. Ia baru saja lulus SMA dan kuliah di bidang kedokteran. Sekarang ia berusia 17 tahun. Ia memiliki seorang adik bernama Nurhikma Hafeeza yang biasa dipanggil Hikma. Sama dengan Putra, Nayya pun berasal dari keluarga kaya raya. Keluarganya memiliki usaha yang diberi nama Feeza Group. Ia sangat suka dengan belajar. Harta kekayaan milik keluarganya baginya bukan miliknya, namun milik ayahnya. Dia memiliki ambisi untuk menjadi sukses dengan usahanya sendiri, olehnya itu dia begitu rajin belajar. Predikat juara umum sudah dipegangnya dari sekolah dasar, sampai lulus SMA Pun, Nayya memegang predikat sebagai lulusan terbaik se indonesia. Masalah kekasih, Nayya sudah beberapa kali pacaran, namun tdk ada yang langgeng. Baginya, sampai saat ini belum ada satu pria pun yang mampu mencuri hatinya. Entah mengapa, ia pun bingung, padahal setiap pria yang mendekatinya memiliki kepribadian yang baik dan berasal dari keluarga terpandang. Namun hal itu belum cukup membuat hati Nayya jatuh. Nayya wanita dengan tinggi 160cm, berkulit putih bersih, mata yang cantik, bibir yang merah, dan bentuk badan yang proposional sebagai wanita. Cerdas, cantik, manis namun begitu dingin. Itulah Nayya, senyumnya mengembang dalam seharipun bisa terhitung jari.
•
Kisah mereka dimulai saat hari pertama OSPEK di Bachtera University. Nayya menjadi mahasiswa baru dan Putra menjadi seniornya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelianns_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan2-Aneh
Tiara : "Maaf Nay, tadi Putra yang nelfon."-ucapnya kepada Nayya dengan bangganya. Sedangkan Nayya membalasnya dengan senyuman hambar.
•
Nayya : "Oh iya. Mmm, kamu udah baikan kan? Baguslah kalau besok kamu sudah bisa pulang."
•
Tiara : "Iya thanks Nay. Thanks juga untuk yang kemaren."
•
Nayya : "Oke, kalau gitu aku pergi dulu yah. Cepet sembuh Ra!"-ucapnya memberikan senyuman ke Tiara lalu beranjak pergi.
•
Tiara : "Nay...!"
•
Nayya menghentikan langkahnya.
•
Tiara : "Kamu cinta gak sama Putra?"
•
Nayya terdiam, ia tetap membelakangi Tiara.
•
Nayya : "Gue gak suka sama Putra."-sambil menarik nafasnya.
•
Tiara : "Apa gue bisa mempercayai lo?"
•
Nayya hanya diam, ia bingung ingin nenjawab apa.
•
Nayya : "Entahlah apa lo bisa mempercayai gue."
•
Tiara : "Gue percaya lo gak akan jatuh cinta sama dia."
•
Nayya : "Kalau lo percaya sama gue, apa lo percaya sama Putra? Apa dia gak bakal jatuh cinta sama gue?"
•
Tiara terdiam memandang lekat kearah Nayya.
•
Tiara : "Gue percaya sama dia lebih daripada gue mempercayai diri gue sendiri. Apa lo mau taruhan sama gue?"
•
Nayya melihat Tiara dengan tatapan tidak percayanya.
•
Nayya : "Hmm, mari kita lihat siapa yang akan memenangkannya. Ingat! Dia hidup bersama gue."-ucapnya dengan dinginnya.
•
Tiara : "Tapi gue yang memiliki hatinya.-ucapnya dengan tatapan sinisnya.
•
Nayya : "Kita lihat saja."-ucapnya masih dengan ekspresi dinginnya lalu beranjak pergi meninggalkan Tiara.
•
Di dalam mobil, Nayya memikirkan semua perkataan Tiara.
•
Nayya : "Gue gak bakal jatuh cinta sama dia. Bodoh! Bodoh! Bodoh! Ngapain juga gue buat taruhan kayak gitu. Udah tau si Putra suka sama Tiara. Bodoh! Bodoh! Bodoh!!"-ucapnya yang membentur-benturkan kepalanya ke stir mobil.
•
Nayya : "Huh! Males banget gue pulang."-lanjutnya lalu menjalankan mobilnya, namun ia tidak pulang kerumahnya melainkan ke rumah orang tuanya.
•
M.Nayra : "Loh, ngapain kamu disini Nay?"
•
Nayya : "Lagi males pulang. Mbok Yem mana?"
•
M.Nayra : "Belakang, kenapa? Berantem kamu sama Putra?"
•
Nayya : "Kalau berantem mah tiap hari ma. Gak kok, cuman lagi males aja."-jelasnya yang berlalu meninggalkan mamanya dan berjalan kearah dapur.
•
Nayya : "Mbok Yem, buatin bubur yah sama ayam goreng. Gak usah dikasih bumbu macem macem."
•
Setelah mbok Yem memasak, ia pun menyuruh mbok Yem untuk membungkus makanan itu dan menyuruh supir keluarganya untuk membawakan makanan tersebut kepada Putra dirumahnya.
•
M.Nayra : "Kamu kenapa sih Nay, itu pake suruh suruh pak Maman lagi. Dia kan supir adik kamu, kalau dicariin Hikma gimana?"
•
Nayya : "Gkpp ma, yang penting si Putra bisa makan."
•
M.Nayra : "Ya kalau khawatir suami kamu makan atau nggak, kenapa gak kamu aja yang pulang masakin dia."
•
Nayya : "Siapa juga yang khawatir, ih males banget. Gak kok ma, lagi males aja pulang kerumah. Udah ah, Nayya mau tidur siang dulu. Capek, semaleman gak tidur."-ucapnya lalu berlalu meninggalkan mamanya.
•
M.Nayra : "Kenapa sih tuh bocah, aneh banget."
•
Nayya memasuki kamarnya, berbaring di ranjang, menatap kosong kearah langit-langit kamarnya. Sesekali ia menarik nafasnya. Ia bangun, dibukanya laci meja hiasnya, ia membuka foto dimana ada gambar dua anak kecil. Ia menatap foto itu dengan lekat.
•
Nayya : "Seandainya aja Kak Puyu masih ada disini."-gumamnya lalu memeluk erat foto tersebut. Ia tertidur sambil memeluk foto tersebut.
•
Dirumah, Putra memperhatikan kotak makanan yang tadi dibawa oleh supir suruhan Nayya tadi.
•
Putra : "Apa coba maksudnya nih cewek? Udah gue suruh balik cepet, titip ama Tiara biar dia cepet pulang, eh yang dateng cuman makanannya. Hadeuuh, telfon gak yaa, mmm."-ucapnya yang menatap kearah HPnya.
•
Setelah memakan makanan yang dikirim Nayya, ia terus berfikir sambil memandang HPnya, ia menonton TV, main game, melihat keluar rumah dan tak terasa hari sudah sore. Ia melihat kembali kearah HPnya.
•
Putra : "Telfon gak ya, telfon aja ah."-ucapnya yang memencet no Nayya.
•
📞Nayya : "Halo?"-jawabnya dengan masih setengah sadar.
•
📞Putra : "WOOYY! CEPET PULANG!"-teriaknya dari seberang telfon.
•
Nayya langsung menjauhkan HPnya dari telinganya karena teriakan Putra.
•
📞Nayya : "Apaan sih lo teriak teriak?"
•
📞Putra : "Cepet Pulang! Udah mau malem nih."
•
Nayya baru sadar ia melihat jam ditangannya, pukul 17.16 sore.
•
📞Nayya : "Iya, bentar lagi gue pulang."
•
📞Putra : "Jangan pake bentar, Pulang sekarang! Ini si Blue, si Blue kan belom lo kasih makan. Cepet Pulang!"
•
📞Tuut...Tuuut...Tuuuut..
•
Nayya : "Dasar, bisanya cuman ngomel mulu."-gumamnya pada HPnya.
•
Ia melihat foto dirinya dan Puyu yang dipegangnya, ia memperhatikan sejenak.
•
Nayya : "Gue bawa pulang aja."-gumamnya membawa foto tersebut bersamanya.
•
Nayya : "Ma! Nayya pulang yah."
•
M.Nayra : "Ehh, masalah bulan madu gimana?"
•
Nayya : "Gak usah lah ma, nanti aja. Aku sama Putra masih sibuk, nanti aja bulan madunya."
•
M.Nayra : "Gimana kalian mau punya anak kalau sibuk mulu, luangkanlah waktu buat bulan madu. Mama sama mama Yuli udah sediain tiket buat ke Eropa, tinggal pilih aja kalian mau kemana."
•
Nayya : "Iya nanti aja, Nayya pulang yah Ma. Assalamualaiku!"
•
M.Nayra : "Itu anak bener bener aneh banget sih."-ucapnya yang masih bingung dengan kelakuan anaknya.
•
Nayya mengendarai mobilnya, ia lupa kalau ia sedang memegang foto dirinya dan Puyu. Ia meletakkan tasnya dikursi sebelahnya beserta dengan foto dirinya dan Puyu.
•
Nayya baru saja sampai di rumahnya, saat turun dari mobil ia mengangkat tasnya, dan foto dirinya dan Puyu terjatuh dibawah kursi mobil. Putra menunggu Nayya dengan wajah ditekuk persegi.
•
Putra : “Lo bilang tadi mau pulang cepet, malah singgah singgah.”-omelnya saat Nayya memasuki rumah mereka.
•
Nayya : “Kangen sama mama.”-jawabnya singkat lalu memberi makan si Blue.
•
Putra : “Si Blue aja yang lo urusin. Masa lo lebih urusin ikan daripada gue.”
•
Nayya memilih diam. Nayya pun memasakkan Putra bubur.
•
Putra : “Sampai kapan gue makan bubur, bosen tau.”
•
Nayya : “Besok udah makan nasi biasa. Tadi siang lo makan obat gak?”
•
Putra : “Makan dong. Tuh liat tuh obatnya, soalnya gue takut ada orang yang ngomel ngomel.”
•
Nayya : “Putra!”
•
Putra : “Hmm.”
•
Nayya : “Lo akan bilang apa kalau Tiara bilang cinta sama lo?”-tanyanya yang membuat Putra menghentikan makannya. Ia menatap lekat kearah Nayya.
•
Putra : “Kenapa lo tiba tiba nanya kayak gitu?”
•
Nayya : “Emm kan eee”-ucapnya terbata bata mau menjawab pertanyaan Putra.
•
Nayya : “Ini, lo kan suka ama Tiara, terus kita masih dalam status menikah, yah walaupun cuman diatas kertas, paling gak gue tau kalau lo punya hubungan sama seseorang biar gue bisa ngelindungin lo.”
•
Putra : “Ngapain lo mau ngelindungin gue. Emang lo bisa ngelindungin gue? Ahahahah ada ada aja lo.”-ucapnya yang menanggapi kata kata Nayya dengan bercanda.
•
Nayya : “Bukan gitu, lo mah. Huuh susah emang ngomong sama lo. Terserah lo deh, habisin makanannya dan jangan lupa minum obat.”-lalu berlalu meninggalkan Putra.
•
Putra : “Kenapa sih tuh anak, aneh banget.”-gumamnyaa.
***
Terima kasih sudah membaca,Jangan lupa like,komen dan Vote ya~
penasaran tiara