Cinta itu bukan hanya rumit, tapi juga sakit.
Itulah yang Bianca Putri Bramantya rasakan karena mencintai lelaki yang berstatus saudara sepupunya sendiri. Parahnya lagi sang saudara sepupu sudah memiliki tunangan yang cantik dan seksi.
Menahan perasaannya bertahun-tahun, hingga di suatu titik secara spontan Bianca mengungkapkan cintanya pada Keenan Bramantya.
Keenan adalah sosok kakak yang paling dekat dengan Bianca meskipun Bianca memiliki dua Kakak kandung yang kembar namun tidak identik, yaitu Bhima dan Bhumi.
Ujian keluarga yang bertubi-tubi datang di masa lalu, membuat kedua orang tua Bianca mempercayakan Bianca pada sang Oma juga Keenan, anak lelaki tertua di keluarga Bramantya.
Hingga waktu terus berjalan, Bhima dan Bhumi harus menempuh pendidikan ke luar negeri karena satu dan lain hal.
Semua itu membuat Keenan semakin dekat dengan Bianca.
Keenan yang selalu perhatian dan overprotektif pada Bianca hingga membuat Bianca baper, kini semuanya berubah. Keenan bagaikan orang asing untuknya.
iya, Bianca memutuskan menjauh dan melepaskan perasaanya untuk kebaikan bersama.
-
Ada yang lebih susah dari menahan perasaan cinta yaitu menahan benda tumpul yang bergejolak karena kepolosan Bianca! Itulah yang Keenan rasakan, lelaki minim akhlak yang hatinya seakan berada di persimpangan jalan.
Apapun bisa Bianca beli dan dapatkan karena di merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga konglomerat BRAMANTYA,
Tapi apakah Bianca bisa mendapatkan cinta Keenan? Kalau tidak bisa.. lalu siapakah jodoh seorang Bianca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kanjeng_galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelaki Kotor
Kenapa bahas Alona kepanjangan sih?
Karena masih ada hubungannya sama Keenan~
HAPPY READING
🖤
Revan adalah lelaki yang paling mengenal Alona melebihi Keenan karena Revan sangat paham bagaimana sifat asli Alona yang sesungguhnya.
Karena nyatanya Alona mampu lebih terbuka pada Revan daripada Keenan meskipun pertemuan Alona dengan Revan tidak sebanding dengan kebersamaan Alona dengan Keenan. Ibarat kata, dari 100% apa yang Alona rasakan, Alona hanya mengizinkan Keenan mengetahui tidak lebih 40% nya. Tetapi jika bersama Revan, bisa sampai 80%.
Sebagai dokter kejiwaan juga sekaligus sebagai lelaki yang sudah menghancurkan hidup Alona, Revan sangat tahu jika sebelum dia hadir, Alona adalah wanita baik-baik dan memiliki hati yang tulus bahkan Alona rela berkorban demi orang yang dia sayangi.
Hanya saja, takdir yang ditulis otor terlalu kejam untuk seorang Alona. Bukan hanya hatinya yang diuji sejak kecil, melainkan mentalnya benar-benar hancur karena rasa bersalah, bullying dan kurang perhatian. Sehingga kepribadian Alona yang sekarang, bicara pedas dan bersikap angkuh adalah bentuk Alona menutupi segala kerapuhan hatinya dan luka masa lalunya yang teramat dalam juga menyakitkan. Alona tidak mau orang menganggap dirinya lemah.
Alona yang sekarang sangat susah memaafkan orang lain, termasuk keluarga Wirahardja yang dulu tidak memperhatikannya. Ya, semuanya benar-benar berubah setelah malam pergantian tahun itu. Termasuk kebutuhan biologis Alona.
Alona yang haus perhatian hanya ingin orang lain merasakan apa yang dia rasakan, dan Bianca adalah orang yang paling Alona tidak sukai karena Alona merasa hidup Bianca terlalu sempurna ditambah seorang Bianca mampu mengalihkan segala dunia Keenan. Keenan, lelaki yang dari dulu selalu ada untuknya telah membagi waktunya juga untuk Bianca.
Berbeda dengan Revan yang memang memberikan sepenuhnya pada Alona meskipun berkali-kali ia ditolak Alona dengan kata-kata pedas dan menyakitkan, Revan masih bertahan disamping Alona dan memberikan pelukan terhangat untuk Alona saat Alona rapuh. Karena dalam hati kecil Revan, Revan sangat ingin membawa Alona kembali seperti dulu, hidup normal layaknya orang-orang pada umumnya sehingga Alona bisa menjadi ibu yang baik untuk Venus.
Dan dari lubuk hati Revan, lelaki itu masih sangat mencintai Alona. Revan tidak peduli bagaimana kehidupan Alona setelah meninggalkan Jerman. Tidak peduli berapa lelaki yang sudah menjamah Alona. Karena semua adalah kesalahannya yang menyetujui temannya memberikan obat sialan itu pada Alona. Bukankah tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya.
Namun rasanya cukup sulit, karena cinta Alona pada Keenan terlalu besar. Begitu pula Keenan yang mau menerima Alona apa adanya. Bukan sesuatu yang mustahil jika nanti Keenan juga mau menerima Venus sebagai anak kandung Alona. Dan itulah ketakutan terbesar Revan selama ini. Dia tidak mau anaknya kecewa karena hubungan ibu kandungnya dengan pria lain.
Begitu pula dengan Keenan, lelaki yang berstatus sebagai tunangan Alona itupun tetap memilih mempertahankan Alona meskipun seluruh orang menganggap Alona sebagai wanita murahan yang jahat dan memiliki sikap buruk. Keenan tidak peduli, Alona nya tetaplah sama, Alona teman kecilnya dan kekasih kecilnya yang selalu menemani Keenan saat senang dan susah. Alona yang memberikan pelukan padanya saat dia kecewa dengan segala sikap dan ucapan Papa Genta dulu. Keenan juga ingin mengembalikan tawa Alona seperti dulu.
Meninggalkan Alona tidak pernah ada dalam benak Keenan sedikitpun meskipun beberapa kali Keenan menggertak Alona akan mengakhiri hubungan mereka jika Alona tidur dengan lelaki lain.
Karena baik Keenan dan Alona keduanya yang masih kecil itu sudah sama-sama menuliskan impian keluarga yang akan mereka bangun nanti ketika dewasa tidak seperti rumah tangga para orang tua mereka. Keenan dan Alona ingin hidup bahagia bersama anak-anak mereka dan jangan sampai anak-anak mereka merasakan apa yang mereka rasakan saat kecil.
Sedangkan Bianca?
Keenan sangat sulit menjabarkan arti Bianca dalam hatinya. Meskipun kerap kali Keenan berpikir memiliki perasaan lebih pada Bianca, Sebisa mungkin Keenan meyakinkan hatinya bahwa perasaannya pada Bianca tidak lebih dari kakak pada adiknya. Keenan tidak ingin mengecewakan keluarga Bramantya dan menyakiti Alona hingga membuat psikis Alona makin parah.
Tapi membayangkan Bianca bersama lelaki lain? sungguh Keenan tidak bisa. Terbukti dengan tangannya yang sudah mengepal dan rahang yang mengeras.
Seandainya Keenan mampu egois sekali saja... mungkin hati kecilnya menginginkan Bianca. Astaga...
Keenan menjambak rambutnya sendiri dengan kasar karena pikirannya terlalu jauh menerawang. Menginginkan Bianca? itu sesuatu yang sangat tidak mungkin.
"Ehmmm..." Gumam Bianca membuat lamunan Keenan buyar.
"Ca.. akhirnya kamu bangun." Ucap Keenan lembut langsung mengusap rambut Bianca. Tatapan Keenan sangat sendu dan mampu menggetarkan hati Bianca tapi Bianca tidak ingin lengah, keputusannya sudah bulat. Bianca mengalihkan pandanganya tanpa menjawab pertanyaan Keenan.
Perlahan Bianca mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Bianca cukup terkejut mendapati wajah Keenan yang pertama kali ia lihat namun Bianca memasang ekspresi datar seperti yang sering Keenan lakukan, lalu gadis berusia hampir 22 tahun itu menatap ke sekeliling ruangan dan dia tersadar kalau dia ada di kamar pribadinya.
Ah Bianca teringat dia pingsan saat di lobby. Lalu dimana Raya? kenapa kak Keen yang ada disampingnya?
"Ca.. mana yang sakit?" Tanya Keenan.
Bianca menggeleng, badannya masih sangat lemas sekali.
"Boleh minta tolong ambilkan minum?" Tanya Bianca lirih. Keenan pun mengambil gelas berisi air putih yang memang sudah tersedia di nakas.
Dengan telaten Keenan membantu Bianca untuk duduk dan minum air putih. Tenggorokan Bianca terasa sangat kering.
"Gak usah baper Ca! Dia calon suami orang! " Batin Bianca.
" Bhumi tadi membuatkan kamu bubur.. kamu makan ya mumpung masih hangat." Ucap Keenan mengambil bubur yang sudah Bhumi buatkan untuk adiknya karena baik Geva maupun Raya, keduanya tidak bisa masak. Sedangkan Keenan tidak beranjak sedikit pun dari samping Bianca.
Bianca mengangguk dan meminta mangkuk berisi bubur.
"Aku suapin." Kata Keenan sudah memegang Sendok bubur yang ada dalam mangkuk.
"Gak usah. aku bisa makan sendiri." Jawab Bianca dengan nada sangat dingin. Berbeda dengan Bianca yang kemarin sangat manja.
"Jangan membantah Ca, kamu sedang sakit. Ayo aku suapin.. aku gak mau lihat kamu seperti ini lagi... jangan sakit lagi Ca.." Keenan berucap penuh kekhawatiran.
"berhenti mengaturku! keluar!" Ucap Bianca.
"Ca..."
"Keluar!" Keenan menghela nafasnya kasar. Dia memilih mengalah supaya Bianca makan.
"Kamu habiskan ya buburnya.. cepat sembuh." Kata Keenan yang hendak mengecup kening Bianca namun keburu Bianca menghindar.
Raut kecewa jelas terukir di wajah tampan Keenan. Geva yang hendak masuk ke kamar Bianca pun menahan tawanya atas penolakan Bianca.
"Terima kasih, silahkan keluar dan tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi." Ucap Bianca.
"Ca aku ini..."
"Mulai sekarang kita adalah orang asing Kecuali saat di kediaman utama." Keenan menatap nanar pada Bianca.
"Oh ya satu lagi, untuk kedepannya Meksipun kamu melihatku pingsan di pinggir jalan sekalipun jangan sekali-kali menolongku. Karena aku tidak sudi di tolong lelaki seperti mu!"
"Seperti ku? maksud kamu?"
"Lelaki kotor yang dengan mudahnya menyentuh wanita tanpa ikatan pernikahan!" Geva melongo mendengar ucapan Bianca. Bianca, gadis yang selalu bersikap lembut dan berkata sopan gak pernah neko-neko bisa berkata seperti itu?
"Baiklah kalau itu mau kamu..." Ucap Keenan lirih sambil menahan emosinya itu pun langsung pergi meninggalkan apartemen Bianca tanpa menyapa seorang pun yang ada disana.
BERSAMBUNG...
untuk yg sudah dapat semoga bisa menjaganya dengan sebaik-baiknya seperti
1. Papi Gema + Mami Naya
2. Papa Genta + Mama Bela
3. Papa Arsa + Mama Rachel
4. Bhima + Flower
5. Bhumi + Gevania
6. Revan + Alona
kurang srek sama bianca...terlalu cinta ama sepupu sendiri..gk masuk diakal...maaf iy thor
semangat berkarya🙏🙏