Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ucapan yang Menyakiti Hati.
Selesai bertemu Mario dirinya bergegas melajukan mobilnya menuju rumah mama dikawasan Bintaro,memasuki gerbang hitam menjulang tinggi dimana terdapat rumah besar dengan gaya lama yang sangat asri dan nyaman.
" mah..yah ". sapanya mendapati mama dan ayah sedang duduk diteras belakang menikmati secangkir teh ditemani suara kicauan burung peliharaan ayah dan pemandangan asri dari bunga bunga yang selalu mama rawat,bahagia sampai tua menakjubkan.
" yudha???kamu sendiri mana tiara? ". tanya mama bingung menatap kedatangan anaknya hanya seorang diri.
" aku baru selesai bertemu Mario di RS mah,langsung kesini gak bakal keburu kalau pulang dulu macet mah " .kilahnya cepat.
" Loh...tau gitu kan mama tadi lama lamain temenin dia disana,kasihan kan dia sendiri dirumah ".
" Masih ada Bi soimah mah ". jawab ayah menenangkan kecemasan mamah.
" Niko mana mah? " .
" Lagi main Lego sama Bi eem dikamar kamu,masih ngambek sama mamah,apa lagi liat kamu deh pasti mgamuk lagi ". ucap mamah yang kembali menggelengkan kepalanya,suruh siapa manjain,pusing sendiri kan.
yudha berbalik menuju arah kamarnya dulu saat masih remaja.
" Lihat tuh anakmu yah,udah nikah masih aja kelakuan kayak Duda udah dikasih Istri cantik baik pintar masak biar dia betah dirumah malah ngayap nemuin si Rio,yudha yudha ".
" sabar mah...semua ada waktunya biarkan mereka dekat dulu kita sebagai orangtua hanya bisa mengawasi dari jauh ". timpal ayah namun mama masih mendesis kesal dengan kelakuan yudha yang tak berubah.
Setelah beberapa saat yudha kembali menemui ayah dan mama di teras belakang,
" mah yah aku pamit pulang ya ". ucapnya mencium kedua pipi mamah.
" Loh Loh..mana niko? masih marah sama kamu gak mau ikut pulang? ".
" Tenang aja mah beres pokoknya,udah aku kasih tau dan dia mau ngerti kok ".jelasnya
" Bener? wah mama senang dengarnya,terus anaknya mana? kok gak pamit sama mama dan ayah sih? " .
" emm itu ehem... mah yah aku titip Niko satu hari lagi ya hehe ".
" Eehh... " . kaget mamah namun sejurus kemudian seulas senyuman terukir dibibir ayah dan mama bersamaan.
" aku pulang ya mah maaf merepotkan lagi ".pamitnya kemudian berjalan berbalik meninggalkan mama dan ayah yang masih mengulum senyum.
" yudha... ". panggil ayah sekilas menghentikan langkahnya.
" yup? ".
" Jangan terlalu terburu buru,sudah ada Niko menemani kami,Ayah dan Mama tak memaksakan Cucu saat ini,cukup kamu bahagia saja dulu ". ucap ayah dengan senyum merekahnya.
" Oke Dad.. ". jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata dan senyum tengilnya.
" Tuh benar kan apa ayah bilang,sabar mereka masih proses pengenalan kita tunggu saja kabar baiknya mah.
" mamah seneng banget lihatnya yah,anak kita akhirnya sadar juga kal au dia itu memang membutuhkan sosok istri ".
.............................................................................
ting..tong..ting...tong..cklek.. tiara membukakan pintu rumah dan mendapati sosok pria yang kini menjadi suaminya, " kakak sudah pulang? ". tanyanya menepis semua rasa malu dan yudha membalasnya dengan anggukan kecil,
" hmm niko gak ikut pulang kak? " tanya tiara dan yudha yang tengah menaiki tangga menoleh sesaat menatap mata bulat tiara yang sangat menggemaskan,
" Besok,tadi udha tidur dirumah mama kecapean main Lego ". jawabnya kemudian melanjutkan kembali masuk kedalam kamar.
astaga bodohnya aku,takbisakah mulut ini berbicara lebih manis,,yudha merutuki dirinya sendiri didalam kamar.
Seperti biasa tiara masuk kedalam kamar saat yudha tengah mandi menyiapkan pakaian santai untuknya dan bergegas menuju dapur untuk menyiapkan makan malam karena bi soimah sudah pulang tadi tepat jam Lima sore.
" Beres...tinggal nunggu Si Abang turun ". gumamnya merasa puas dengan hasil masakannya sendiri yang kedua,Capcai kuah seafood dan Bistik daging sapi lada hitam,tiara tak tahu apa kesukaan yudha tapi saat sarapan yudha memilih makan udang goreng maka tiara membuat capcai kuah seafood.
Yang ditunggu ternyata belum juga muncul,tiara berjalan menaiki anak tangga menuju kamar,namun entah mengapa dirinya mengabaikan sopan santun yang biasa ayah dan ibu ajarkan,membuak pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
" Kak Makan Mal---- ". suaraku terhenti seketika,
Dan tebak apa yang kulihat,sebentuk otot otot kokoh punggung Si Abang,karena dia sedang mengganti pakaian yang kusiapkan tadi diatas ranjang,
Aku tak bisa berbohong,aku sangat mengagumi apa yang aku lihat saat ini.Membayangkan bagaimana jika aku menyentuhnya,Walaupun itu hanya bagian belakang namun khayalanku sudah berubah menjadi liar,dia berbalik menghadapku dan aku tertegun melihat semua bayangan ditubuhnya diusianya yang hampir kepala empat namun tubuh atletisnya masih terbentuk sempurna dan aku menyukainya.
" Tiara? " . panggilannya menyadarkan lamunanku.
" hmm itu kak,makan malamnya sudah siap " . aku tak kuasa menatap matanya,lebih baik melarikan diri bisa bisa kak yudha melihat pipiku yang memanas.
seringai tipis terukir diwajah yudha,melihat sang iatri kecilnya berjalan dengan tergesa tanpa menatapnya,menggemaskan.
keduanya duduk dimeja makan," kamu duduk disini ".
tunjuk yudha agar tiara berpindah duduk dekat dengannya,tiara membiasakan diri menyiapkan makan dipiring sang suami,kali ini yudha mau memakan semua menu yang tiara masak,keduanya makan dengan hikmat dan tenang meski jantung tiara berdegub karena mendapati kak yudha yang kadang menatapnya dalam diam.
meneguk air sampai tandas dan membersihkan bibirnya dengan serbet,saat tiara akan membawa beberapa mangkuk kotor kedalam tanganya ditahan oleh kak yudha " Duduk ". ucapnya datar membuatnya kembali mendudukan diri dengan rasa was was.
" i..iya kak,ada apa? ". tiara menundukan kepalanya karena yudha saat ini menatapnya intens.
" Bagaimana dengan pacar kamu,apa dia tahu kita sudah menikah? ". pertanyaan yudha sontak membuat tiara tak mengerti dengan apa yang dia ucapkan.
Sial...mata bulat itu sangat menggemaskan,tiara matamu adalah kelemahanku.gerutu yudha dalam hati.
" pacar?maksud kaka ". tanyanya heran.
" ya..dulu kamu pernah mengatakan kalau kamu punya pacar? hmm orang yang kamu sukai lebih tepatnya mungkin ". jelasnya
" Gak ada kak,, itu..itu hanya cinta sesaat,kalo kata orang cinta monyet ". kilahnya berbohong,gak mungkin gue bilang kalo orang itu kamu kak,malu yang ada gue.
yudha sempat mengulum senyum namun kembali mengontrol diri seperti biasa,
" Bisa kamu gak manggil saya dengan sebutan Kakak atau kamu memang berniat menjadi Adik saya bukan Istri saya? ". ucapnya dengan wajah datar namun dimata tiara yudha kini berucap dengan tegas dan sedikit seperti membentaknya.
" Terus manggil apa dong? " lirihnya yang bingung dan takut ditatap tajam seperti ini.
" Kamu nyesel nikah sama saya? kalau gak ada pria yang kamu sukai seharusnya kamu gak manggil saya dengan sebutan Kakak lagi,, ". ucapnya kembali.
" maaf... saya benar gak tahu harus bagaimana? " . jawabnya jujur karna semua memang terasa sangat mendadak untuknya,jika dikatakan siap tak akan ada yang siap dengan posisi seperti ini diusianya saat ini.
" Kamu mau pakai perjanjian? saya tahu ini berat untuk kamu,diusia yang masih muda kamu harus menerima saya sebagai suami,Saya terima semua konsekuensinya kalau kamu memang merasa terpaksa dengan pernikahan ini kita bisa bercerai sesuai kapan kamu mau,setelah lulus kuliah mungkin? " . ucapnya serius namun bukan jawaban yang dia dapatkan saat ini,melainkan wajah tiara yang memanas menahan tangis,gadis itu beranjak meninggalkan yudha dengan ucapannya yang menyakiti perasaan tiara saat ini.