NovelToon NovelToon
My Beloved Wife

My Beloved Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Indigo / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 5
Nama Author: intanpermata

Mencintai dan dicintai, memang menjadi harapan bagi setiap orang. Namun, bagi seorang Alexander Matthew harus selalu bisa dengan bijak untuk menyikapinya.

Hal yang paling sulit bagi Alex dalam mencintai yaitu memulainya. Terutama untuk membuka kembali hatinya setelah membereskan yang lama.

Pada akhirnya, hanya tiga hal yang berarti dalam hidup Alex yaitu seberapa banyak dia mencintai, seberapa lembut dia menjalani hidup, dan seberapa ikhlas dia melepaskan sesuatu yang tidak dimaksudkan untuknya.

Kini hati Alex pun berakhir pada satu wanita yang mampu membuat dia hanya ingin hidup bersamanya untuk selamanya.

"Meski banyak wanita di luar sana yang lebih baik, lebih cantik mungkin, atau lebih sexy, aku tidak peduli! Bagiku, hanya kamu wanita satu-satunya yang terbaik dari semua wanita di luar sana, dan hanya denganmu, aku ingin menghabiskan sisa hidupku!"

"Dasar gombal! Sejak kapan Tuan Muda sepertimu bisa berkata semanis ini?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBW #31

Amanda hanya diam sambil memperhatikan Alex. Alex menoleh dan menatap Amanda dengan intens.

"Menikahlah denganku!"

Mendengar itu, wajah Amanda terlihat terkejut diam sesaat dan menatap Alex. Mereka saling bertatapan.

"A-apa?" Amanda merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Apa kamu mau menikah denganku?" Tanya Alex dengan menatap Amanda dengan mata sayunya dan ia merasakan tubuhnya sangat lemas kemudian ambruk kearah Amanda.

"Hah! Tuan!"

"Tuan Alex!" Pekik Amanda merasa panik dan khawatir saat Alex tiba-tiba tumbang tidak sadarkan diri.

"Bibi!" Teriak Amanda dengan keras.

"Ya Tuhan, Tuan bangunlah!" Amanda semakin cemas sambil mengusap-usap pipi Alex untuk membangunkannya.

"Bibi!!" Amanda berteriak keras memanggil Bi Salma dan Bi Salma segera mendatanginya.

"Ada apa Non? Oh ya ampun, apa yabg terjadi dengan Tuan Muda?" Tanya Bi Salma yang kemudian juga panik dan khawatir melihat Alex tidak sadarkan diri dipangkuan Amanda.

"Bi, Tuan Alex demam tinggi dan tiba-tiba pingsan!" Jawab Amanda.

Bi Salma segera keluar ingin menghubungi dokter untuk memeriksa kondisi Alex. Amanda masih duduk diam menemani Alex karena juga tidak bisa bergerak. Tubuh Alex yang besar berotot tumbang dipangkuannya yang bertubuh kecil.

Tuan, aku harap kamu baik-baik saja! Jangan seperti ini Tuan!

Ucap Amanda dalam hati dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia merasa takut dan sangat khawatir kepada Alex.

"Bu..

Amanda menatap Alex yang masih memejamkan matanya tapi ia mendengar Alex mengatakan sesuatu dengan sangat pelan.

"Ibu..

Ibu? Apa Tuan Alex sedang memimpikan ibunya?

Tanya Amanda dalam hati dan terus memperhatikan Alex.

"Jangan pergi Bu..

Alex terus memanggil ibunya dengan lirih. Mungkin selama ini ia begitu merindukan ibunya yang telah lama meninggal. Alex sedang bermimpi dan didalam mimpinya, ia menjadi Alex yang masih kecil dengan usianya yang sekitar delapan atau sembilan tahun.

Dalam mimpi Alex, Alex kecil sepulang sekolah dijemput oleh supir dan saat perjalanan pulang ditengah-tengah perjalanan, jalanan macet karena dihentikan oleh polisi. Supir Alex mengatakan kalau ada kecelakaan didepan dan Alex kecil ingin tau. Ia membuka jendela mobil dan mengeluarkan kepalanya untuk melihat kecelakaan didepannya.

Saat melihat mobil yang sangat ia kenali sudah terbalik ditengah jalan, Alex kecil melebarkan matanya dan mulutnya karena sangat terkejut. Ia melihat ibunya yang masih didalam mobil tampak berlumuran darah.

"Ibu! Paman itu Ibuku!" Teriak Alex kecil kemudian segera turun dari mobil dan berlari kearah mobil tersebut. Namun tubuh Alex kecil langsung diraih oleh polisi untuk tidak mendekat karena mobil sudah mengeluarkan percikkan api dan akan meledak.

Beberapa polisi sedang berusaha mengeluarkan ibu Alex dari dalam mobil. Namun naas, sebelum ibu Alex berhasil dikeluarkan, mobil meledak dan Alex kecil dilindungi oleh polisi yang menangkapnya tadi.

"Ibu!" Alex kecil terus berteriak histeris sambil menangis menyaksikan kejadian naas tersebut.

"Lepaskan aku! Aku mau menyelamatkan ibuku!"

"Ibu.."

Amanda yang terus memperhatikan Alex, ia semakin panik karena Alex terus mengigau memanggil ibunya dengan keringat dingin yang membasahi dahinya dan wajah Alex yang pucat tampak seperti ketakutan.

"Tuan..Tuan Alex, bangunlah Tuan!" Amanda masih terus berusaha menyadarkan Alex.

"Bu!" Seketika Alex membuka matanya dengan nafas memburu. Ia bangkit duduk dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

"Tuan! Apa Tuan mimpi buruk?" Tanya Amanda dengan wajah yang masih terlihat cemas.

Alex menoleh dan menatap Amanda kemudian ia memeluk Amanda dengan erat.

Amanda terpaku dan terdiam. Perlahan ia mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Alex. "Apa Tuan merindukan ibu Tuan?" Tanya Amanda dengan pelan kerena merasa penasaran.

Amanda memang pernah mendengar berita tentang kecelakaan maut yang dialami Nyonya Matthew hingga membuat Nyonya Matthew kehilangan nyawanya. Saat itu ia masih duduk dibangku SMA. Ia bersama ayahnya sedang menonton televisi menyaksikan berita tentang Alex yang sedang mengunjungi makam Nyonya Matthew bersama kekasihnya. Saat itu Alex masih bersama Veronica dan ingin mengenalkan Veronica kepada ibunya dengan mengajaknya mengunjungi makam ibunya.

Amanda berpikiran mungkin saat ini Alex sedang merindukan ibunya yang sudah lama meninggal. Alex melepaskan pelukannya dan menatap Amanda dengan intens. "Ya, aku sangat merindukan ibuku!" Jawab Alex dengan menatap manik mata Amanda.

Amanda yang juga sudah ditinggalka ibunya bahkan ia belum pernah melihat langsung wajah ibunya, ia bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh Alex. Amanda meraih tangan Alex dan menggenggamnya. "Kalau begitu setelah Tuan baikan bagaimana kalau Tuan berziarah ke makam ibu Tuan?" Ucap Amanda dengan lembut dan tersneyum menatap Alex.

Alex melepaskan genggaman tangan Amanda dan mengalihkan pandangannya. Ia sudah lama tidak berziarah ke makam ibunya sejak hubungannya dengan Veronica kandas. Karena ia selalu teringat tentang Veronica saat mendatangi makam ibunya. Jadi, ia selalu menyurih anak buahnya untuk rutin membersihkan makam ibunya. Setiap minggu, Alex juga mengirim bunga ke makam ibunya melalui anak buah kepercayaannya.

"Tuan Muda, dokter Robert sudah datang." Bi Salma menyadarkan Alex dari lamunannya.

Alex mengangguk kemudian bangkit berdiri dengan tubuh yang masih terasa lemas. Ia keluar dan menemui Robert.

Amanda bangkit berdiri dan terdiam memperhatikan punggung lebar Alex yang berjalan keluar dari kamarnya diikuti Bi Salma. Amanda menghela nafasnya panjang kemudian ia beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.

Alex mengajak Robert naik menuju kamarnya dan Bi Salma kembali kedapur untuk membuatkan minum.

"Apa yang terjadi denganmu? Tidak biasanya kamu seperti ini." Tanya Robert sambil mengikuti langkah Alex masuk kedalam kamarnya.

Alex tidak menjawab pertanyaan Robert dan ia membaringkan tubuh berototnya di ranjang king sizenya. Robert juga tidak benyak bertanya lagi, ia langsung memeriksa kondisi Alex.

"Tekanan darahmu naik. Aku sarankan, sebaiknya kamu melakukan pemeriksaan lanjutan dirumah sakit." Ucap Robert dengan tenang.

"Aku baik-baik saja dan hanya kelelahan!" Ucap Alex dengan wajah dinginnya.

"Lex, untuk saat ini tolong jangan keras kepala atau penyakitmu akan kambuh dan semakin parah!" Tegas Robert dengan serius menatap Alex.

Alex bangkit duduk dan menghela nafasnya panjang. Ia teringat terakhir kali ia sakit saat setelah hubungannya dengan Veronica kandas. Saat itu Alex merasa sangat stres dan frustasi dan melampiaskannya pada alkohol dan rokok. Setiap malam ia ditemani Devan ke Club Malam hanya untuk merokok dan minum sampai mabuk hingga akhirnya ia jatuh sakit dan didiagnosa bahwa ia mengalami penyakit jantung diusianya yang masih muda.

Tok! Tok! Tok!

Robert dan Alex menoleh kearah pintu kemudian pintu terbuka. Melihat Amanda yang membuka pintu kamarnya, Alex menatap Robert seolah memberi taunya untuk tidak membahas soal penyakitnya. Robert yang paham dengan tatapan Alex, ia mengangguk dan bangkit berdiri.

...*****...

1
asterchamomile
Oalah pantesan Amanda nggak pernah diganggu lagi waktu dikamar sendirian wkwkwk
asterchamomile
Luar biasa
asterchamomile
Robert udah pulang duluan ya?
asterchamomile
kok selama ini bik Salma nggak pernah diganggu?
asterchamomile
*Tuan typo kk 😭😭
ree
terbaik..
ree
terbaik.,
ree
semangat..
menarik, terus semangat!
Reva Azriyanty
visualnya ngak cocok thor.
Ana Rela
lnjuttttt thor upx🙏❤
Febriy Febriy
ha-ha-ha benar marah blh bodoh jangan di pelihara Amanda
Febriy Febriy
emg bodoh amanda
Desi Listidiyah
sepertinya iya..
tania_
penulisannya masih berantakan...
Maulai7
Luar biasa
Rahma
ceritanya bagus sekali
Agustina Dwi sintia_3PPB
alur ceritanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Ummi Nza
duh amanda sering banget jatuh nyaa .. kalo kata orang sunda mah letoy hihihi
Ummi Nza
knp ngga ngelawan saat d fitnah sih manda mlah lngsung kabur. jd orng lain nyangka ny klian memang selingkuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!