NovelToon NovelToon
Retrouvailles

Retrouvailles

Status: tamat
Genre:Contest / Ketos / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢 WELCOME DI AREA BAWANG GORENG😭😭

Kamiya Maulida harus merelakan kebahagiaan yang selama ini ia bangun hancur, demi mewujudkan wasiat terakhir sang ibu. Tahun ke tahun ia berusaha menghapus semua kenangan indah yang makin lama nampak semakin nyata. Bahkan sosok sempurna di depan matanya tak bisa menggantikan satu nama yang tetap tersimpan apik di hati.

"Gue nggak pernah pengen lu pergi, Mi. Tapi kalo lu nggak percaya sama kebahagiaan yang gue tawarin lu boleh pergi. pergilah, gue tetep di sini. tapi jika suatu saat lu kembali, gue pastiin perasaan ini bukan buat lu lagi. gue pastiin nggak akan ada 'kita' lagi." Ardi Rahardian.

"Aku dan kamu pernah bersama, bahagia. Berada di fase dunia milik berdua, yang lain ngontrak. Karena suatu hal aku pergi, membiarkanmu merasakan ditinggal pas sayang-sayangnya. Jika kini aku kembali, bisakah kamu dan aku menjadi kita?" Kamiya Maulida.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh

“Ayo kita menikah Kamiya Maulida!” bukannya terharu layaknya wanita yang menerima ajakan untuk menikah, Miya justru menertawakan hal itu. Rasanya terlalu cepat mendengar permintaan itu, mereka bahkan baru bertemu kembali dan dengan mudahnya Ardi mengatakannya.

“Kok malah ketawa sih?”

“Ya gimana aku nggak ketawa. Kamu ngajak nikah kok gampang banget. Kayak orang ngajak nonton atau beli jajan gitu.” Jawab Miya masih dengan menahan tawanya.

“Nikah itu nggak main-main sayang. Aku maunya nikah sekali seumur hidup supaya cuma waktu yang bisa misahin kita, lagian kita juga belum genap dua puluh empat jam bertemu loh sayang. Eh kamu malah ngajak nikah kayak orang ngajak main. Kesannya kayak yang gimana gitu. Nggak meyakinkan.” Imbuhnya.

“Jadi kamu kira aku main-main gitu?” Ardi sedikit kesal dengan tanggapan Miya yang tak sesuai dengan harapannya.

“Apa belum cukup waktu empat tahun buat buktiin kalo aku nggak pernah main-main sama kata-kataku, Mi. Bahkan permintaan menikahimu empat tahun lalu sebelum kamu pergi itu pun nggak main-main. Meskipun mendadak tapi semua udah aku pikirin mateng-mateng. Kamu pergi aku tungguin, meskipun aku nggak tau yang aku tunggu itu udah nikah apa belum, yang aku tunggu itu masih hidup apa nggak, tapi aku tetep nunggu kamu.”

“Sayang… sayang… bukan gitu juga maksud aku. Bukannya aku nggak mau nikah sama kamu. Aduh gimana yah jelasinnya,” Miya mulai menggigiti ujung jarinya. Satu-satunya hal yang selalu ia lakukan tanpa sadar begitu dirinya merasa gugup. Niatnya hanya meledek tapi Ardi malah menanggapinya dengan serius.

Sebenernya seneng banget sih diajak nikah nggak harus nunggu lama-lama. Tapi kan dia juga ingin merasakan di lamar yang romantis gitu kayak di drama korea yang pernah ia tonton. Ya setidaknya bawa bunga terus berlutut di depanku sambil bilang ‘will you marry me?’ atau nggak ngajak makan kue atau es krim gitu yang di dalemnya ada cincin lamaran kan kesannya uwuw gitu. Lah ini ngajak nikah kayak orang ngajak main. Haduuuh please daddy Ardi kenapa nggak sadar kode sih?

Masih menggigiti ujung jarinya, sesekali mencuri pandang pada Ardi yang duduk di sampingnya, “Eh sial ngapa pas banget sih natapnya.” Batin Miya saat mendapati Ardi yang ternyata sedang menatapnya dengan serius.

“Jangan ngegigitin ujung jari mulu! Kebiasaan kamu tuh, ntar cacingan.” Ardi mengambil tangan Miya dan menggenggamnya.

“Hish emangnya aku anak kecil apa yang suka cacingan. Nggak lah kan jariku mah bersih.” Tak ada lagi ujung jari untuk di gigit guna meredam gugup kini beralih gadis itu menggigit bibir bawahnya sendiri.

“Jangan gigitin bibir bawah kayak gitu juga.” Lagi-lagi Ardi memprotes tindakan Miya.

“Kenapa sih ini itu di larang mulu. Jadi kesel deh.” Balas Miya.

“Masalahnya ini tempat umum, lumayan rame juga. Kalo kamu gigitin bibir kayak gitu aku jadi pengen ikut gigit juga.” Ucap Ardi sambil melihat ke sekelilingnya yang mulai kembali ramai oleh anak-anak berseragam putih abu. Ternyata sudah jam dua wajar jika OSIS alay mulai bertebaran di cafe-cafe.

Miya melotot tajam pada Ardi mendengar jawaban absurd dan satu pukulan mendarat di punggung lelaki berkemeja hitam itu, “mesum!”

“Aduh… aduh sakit tau yang. Ini kekerasan dalam hubungan yang nggak jelas nih.” Ardi mengusap-usap punggungnya penuh dramatis.

“Jangan lebay deh yang, aku mukulnya juga pelan. Tapi kok kekerasan dalam hubungan yang nggak jelas sih yang? Hubungan kita kan jelas. Kita kan udah balikan.”

“Nggak jelas lah, soalnya hubungan kita nggak diakui oleh negara. Nggak ada bukti legalnya gitu. Makanya nikah yuk! Biar hubungan kita jelas dan diakui negara.” Lagi-lagi ngajak nikah mode terang-terangan kembali terucap.

Sumpah demi apa rasanya Miya ingin teriak “Ardi aku maunya di lamar yang romantis!” tapi teriakannya hanya tertahan di hati.

“Jadi mau nggak nikah?” tanya Ardi lagi mengabaikan pelayan yang sedang meletakan makanan di meja mereka.

“Makasih Mas.” Ucap Miya sambil tersenyum ramah pada lelaki yang menyajikan makanan.

“Jadi gimana mau nikah nggak? Retha udah ngebet pengen punya mommy.”

“Yang ngebet Retha apa daddy nya sih?” balas Miya, “Makan dulu aja yang. Kayaknya kamu laper banget deh jadi ngomongnya ngelantur mulu.” Lanjutnya sambil memberikan sendok pada Ardi.

“Dua-duanya lah.” Ucap Ardi di sela-sela kegiatan makannya, “kata Freya suruh buru-buru nikah takut karatan ini permen, ntar nggak bisa nyetak anak.” Lanjutnya.

Uhuk.. uhuk.. Miya tersedak makanan mendengar ucapan Ardi. Dia menerima gelas yang di sodorkan Ardi dan meneguknya hingga tandas.

“Pelan-pelan makannya sayang.” ucap Ardi sambil mengusap punggung Miya.

Miya hanya mengangguk dan memilih meneruskan makan siang yang sudah kesiangan dari pada menanggapi obrolan Ardi, takut otaknya berfikir terlalu jauh.

Selesai makan siang keduanya pergi meninggalkan cafe, berjalan dengan saling berpegangan tangan di jalan yang cukup ramai oleh anak-anak remaja yang nongkrong maupun wisatawan yang sedang berlibur di sana.

“Sayang…” panggil Ardi lirih dengan tatapan lurus ke depan.

“Hm…”

“Besok aku udah nggak bisa genggam tangan kamu kayak gini lagi.” Ucap Ardi.

Miya berhenti sejenak, sedikit mengangkat wajahnya supaya bisa menatap lelaki jangkung di sampingnya.

Ardi menarik gadis dengan tatapan sedih itu ke bahu jalan, menyuruhnya untuk duduk di kursi. “Duduk di sini.” sedang dirinya berjongkok di hadapan Miya, membuat gadis itu bisa menatapnya dengan mudah.

“Kamu jadi balik ke Bandung besok?” tanyanya masih dengan tatapan sendu.

“Bukan besok sayang, tapi nanti malem.” Jelas Ardi.

“Yah bentar lagi dong,” suara Miya kian lirih sepertinya ia tak ikhlas jika harus kembali berjauhan “bisa nggak sih daddy Ardi pulang ke Bandung nya di undur jadi seminggu lagi?”

“Kalo nggak, nggak usah balik ke Bandung deh. Aku kan masih kangen.” Lanjutnya.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jesi di suruh ke rmh tuh buat ngejelasin boar miya ga slh phm lg tp malah bikin huru hara baru, dasar somplakk.😆
Alfi Alfi
Luar biasa
Irni Yusnita
baru baca kayaknya bagus ceritanya Thor bukannya ceritamu selalu ok👍
Fina Fitriani
makinnn seruuuu... tp sayang harusnya aku bacanya urutan ya dr ortunya eh ini aku baca pas udh baca cerita Jesi sama anaknya ArMi... gak apa2 deh yg penting seruuuuu... lanjut ah baca kisah Ridwan dan renatha .....cus.....
Muliana
Luar biasa
N Wage
semua karya2 kak net gak ada yg gak bagus.
semuanya👍👍👍👍👍
N Wage
baca utk yg ke 2 kali
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
seson 3 ardi rahardian .kamiya.adik arkana .
Dina Marliana
Suami mana suami,......arghhhhhh😅🤭
Dina Marliana
lailahailaallah,....thorrrr nanggung panjangin dikit napah part nya wkwkwk😁🤭
Dina Marliana
yaa elahh thorrr lagi nanggung juga 😅😂🤭
Dina Marliana
tuh kn jadi🤭jadi ikutan seneng juga🤗
Dina Marliana
berharap cuma ngeprank ni si tante-tante😭😭
Dina Marliana
Mmm,... jodohnya Wildan datang😏
Dina Marliana
,👣👣👣👣👣👣😁
Dina Marliana
belum baca yg cerita nya Ardi sama miya gass keunnnn 👍👍😁
aisyah
kisah terberat yg ditulis kak net
aisyah: aq baca ulang semua cerita kak net
total 3 replies
aisyah
aku ikut mewek lagi😭
Fikha Clara
👍
Ratna Nanda Juwita
aku lebih dl bca kisahnya jesi dri pd kisah nya freya arka,miya ardi sama kaleng dirga...jd ky flas back jatohnya.tp ttp seru...lanjut lg kk othor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!