seorang remaja yang bernama raul yang mati karena tersedak permen, lalu menjadi raja iblis dan mendapatkan sistem yang op
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr Mskv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"Baiklah kalau begitu kita absen dulu" ujar guru.
"Ada ilham, ada kurniawan, ada dedy, ada corbuzier, ada gisel, ada gempi, ada kone, ada toll, ada mey, meck..." ujar guru itu.
'Eh buset, kek pernah denger' batin Raul.
"Karena sudah absen, kita akan memulai pelajaran" ujar guru.
Guru itupun menjelaskan tentang sihir, ia menjelaskan walaupun hanya beberapa yang mendengarkan, sesekali ia memarahi murid-murid yang tidak mendengarkannya. Tapi murid itu bukannya mendengarkan malah menjadi semakin ribut.
Melihat murid yang tidak mendengarkan guru, Raul menjadi sedikit kesal. Ia pun mengeluarkan sedikit aura membunuhnya.
*swoshh*
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu menjadi tertekan karena aura yang di keluarkan Raul termasuk guru yang mengajar. Bahkan sebagian besar murid yang di dalam kelas jatuh mencium lantai karena tidak bisa menahan aura Raul.
"Teman-teman, karena guru sedang menjelaskan pelajaran bukankah seharusnya kita mendengarkannya" ujar Raul dengan tersenyum palsu.
Setelah mengatakan itu Raul segera mengilangkan aura yang ia keluarkan.
Kelas itu menjadi senyap, tidak ada yang berani berbicara.
"Nah... Kalau begini kan kita bisa belajar, silakan bu melanjutkan pelajaran" ujar Raul dengan senyum palsu.
"Ehh? Ba-baik aku akan melanjutkan pelajaran" ujar Guru.
Guru itupun melanjutkan penjelasannya.
Setelah beberapa jam.
*kriiing*
Bunyi bell
"Baiklah karena bell istirahat telah berbunyi kalian silakan untuk istirahat" ujar guru itu lalu meninggalkan kelas.
Semua orang segera keluar untuk beristirahat, kecuali Raul yang duduk diam dengan tatapan kodong.
"Sekarang apa?" gumam Raul.
Kemudian Raul teringat dengan Bella, ia segera meminta system untuk menunjukkan kelas S. Raul pun berjalan ke kelas Bella dan Sasha.
Setelah sampai, Raul melihat Bella dan Sasha di kelilingi para siswa yang ada di kelas S.
'Apa mereka tergenkbeng?' batin Raul.
"P, gk jwb \=gey" ujar Raul.
"Wah-wah... Sepertinya kalian sudah sangat populer" ejek Raul.
Bella dan Sasha yang mendengar suara Raul segera keluar dari kerumunan dan segera menuju ke Raul.
Para siswa yang di tinggalkan oleh Bella dan Sasha menatap Raul dengan tatapan tidak suka, Raul yang merasakan tatapan itu langsung memegang tangan Bella dan meninggalkan tempat itu.
Melihat Raul yang memegang tangan Bella para siswa itu semakin memanas.
"Sial, siapa anak itu? Lihat saja nanti akan ku gunakan kekuatan keluargaku untuk membunuhmu" ujar salah satu murid.
...****************...
Kembali ke mamank Raul.
Mereka bertiga berjalan ke kantin, setelah sampai mereka membeli makanan. Setelah membeli makanan, mereka bertiga duduk di kursi yang ada di kantin tersebut. Mereka pun melahap makanannya.
Saat mereka sedang makan, tiba-tiba 3 orang pria datang menghampiri mereka.
"Hey gadis manis, kenapa kau tidak melayani tuan muda kami. Kau tahu? Tuan muda kami adalah siswa terkuat peringkat 22" ujar salah satu di pria di samping sambil menunjuk pria yang di tengah.
"Wah keren... Walaupun gaada yang nanya" ujar Raul dengan nada datar.
"Hey, aku berbicara pada dua gadis ini bukan..."
*bruuk*
Belum selesai dengan perkataannya pria itu di pukul Raul ke atas yang mengakibatkan orang itu tergelantung di langit-langit.
"Jangan ganggu orang yang sedang makan" ujar Raul.
"Hah, rupanya kau cukup kuat untuk bisa mengalahkan bawaha..."
*bruk*
*bruk*
Raul memukul dua orang yang tersisa ke atas yang membuat mereka tergelantung di langit-langit.
...****************...
author: sekian buat chapter kali ini, maaf kalo ngebosenin ide saya lagi mampet soalnya. jadi gak bisa ngeluarin cerita yang menarik.
jangan lupa like,komen dan vote.
(yang kagak\=gey)
up tiap hari.
gitu
sekian dari saya😁