NovelToon NovelToon
Harta Tahta Dan Cinta

Harta Tahta Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah berlanjut......
Ig:Mel.a8813
bukan novel update tiap hari 🙏

Kisah cinta romantis anak-anak dari lanjutan novel MENIKAHI PRIA DEWASA 1&2.

Kisah cinta Malik dan keysha tak lekang oleh waktu, walaupun keduanya semakin tua dan anak-anak tumbuh beranjak remaja.Keysha dan Malik selalu berusaha menciptakan keharmonisan rumah tangga.Dan saling percaya dan selalu menjaga perasaan masing-masing.

Kiran tumbuh menjadi gadis yang cantik, berkulit putih dan kini Kiran duduk di bangku sekolah SMA kelas 12.Sementara Kenzo dan Kai duduk di bangku sekolah SMP.Dan si bungsu Kenzie masih SD dan sangat manja kepada ayah dan ibunya.Kiran tumbuh sama seperti ketiga adiknya memiliki kemiripan dengan sang ayah Malik walaupun Malik bukan ayah kandungnya,dan Kiran selalu berusaha untuk bersikap adil kepada ayah kandung dan ayah sambungnya walaupun sulit dan serba salah.

(DI SARANKAN UNTUK MEMBACA NOVEL MPD SATU ATAU DUA)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Kaindra melangkah masuk ke dalam rumah membawa dua paket besar dan Kiran yang memesannya.

Brak!Kai menendang pintu kamar Kiran dan membuat Kiran dan Sahara terkejut.

”Bisa ketuk pintu dulu kan?”kiran kesal.

”Uang jajan kamu udah habis lagi karena barang beginian.”

Brug! melemparkan dua paket besar ke lantai.

”Pelan-pelan bisa rusak nanti.”Kiran turun dari ranjang dan memindahkan dua paket besar ke atas kursi.

”Kamu kenapa sih selalu membeli barang-barang tidak berguna seperti ini.Kamu sudah kelas 12, giliran nilai ulangan jelek ngeluh sama mama padahal itu karena kamu sendiri yang gak mau belajar dan sibuk dengan barang-barang ini semua.”Kai kesal.

Kiran melangkah maju mendekati adiknya, Sahara diam memperhatikan keduanya.

”Kamu bisa berbicara baik-baik kan,aku kakak kamu ingat itu."Tegas Kiran.

”Kalau kamu sadar kamu seorang kakak, berikan contoh yang baik untuk adik-adik mu."Zain menatap Kiran kesal dan melangkah keluar dari kamar.Kiran terdiam dan tidak bersemangat membuka isi paket tersebut.Kiran duduk di tepi ranjang memijat dahinya perlahan,dan Sahara mengusap bahu nya lembut.

”Sahara kamu buka ya,kakak mau keluar dulu.”

"Iya kak"singkat Sahara dan menatap kepergian Kiran.

Di rumah Dylan.

Malik menunggu di luar dan menatap rantang makanan berisi makanan buatan istrinya untuk Dylan.

”Om?”sapa Dylan saat keluar dari rumah dan tersenyum lebar.

Malik bangkit dan menyodorkan rantang makanan itu kepada Dylan.”Ini dari Tante, Tante yang masak."Imbuhnya dan Dylan menerimanya dengan senang hati.

"Terima kasih om."

”Oke!”

”Om gak masuk dulu,paman Satya juga ada.”

”Tidak perlu nak,sudah sore."Kata Malik lalu pergi meninggalkan kediaman Dylan dan Dylan memperhatikan kepergiannya.Walaupun Malik selalu kasar kepada Dylan, Dylan tidak memungkiri jika pria tersebut sangat perhatian padanya apalagi keyhsa.Dylan merasa beruntung karena tinggal berada dekat dengan keluarga Kiran yang baik padanya.

Membuat kue.

Keysha sedang sibuk dan Kiran turun dari lantai dua lalu pergi ke arah dapur.Tatapannya langsung bertemu dengan Kai yang sedang membantu ibunya membuat kue begitu juga dengan Kenzie, sementara Kenzo entah kemana.

”Mama!"Kiran memeluk Keysha dari belakang, keyhsa yang sedang memasukkan kue ke dalam oven tersenyum tipis.

”Ada mau nya tuh.”Kata Kenzie menekan-nekan adonan kue tidak beraturan.Dan hanya memainkan nya.

Kiran mendelik saat mendengar adiknya seperti itu.

”Kenapa?"Keysha mengajak Kiran untuk duduk.

”Aku mau pergi bersama teman-teman dan Sahara juga ikut, kasihan dia di rumah terus.”Kiran meminta izin dan keysha melirik jam dinding.

”Jangan pulang malam-malam ya,itu papa mungkin minta izin sama papa."Keysha mengizinkan dan meminta Kiran untuk meminta izin kepada Malik dan mendengar suara lonceng angin berbunyi.Ada yang masuk ke dalam rumah.

Kiran pergi untuk melihat siapa yang masuk dan ternyata Malik dan Zain yang masuk.

”Papa”merangkul tangan Malik erat dan Zain di belakang tersenyum tipis.

”Hemm?”

”Aku mau pergi boleh gak?udah janji sama teman-teman."

”Kemana?”menatap putrinya lekat.

”Ke kafe yang baru buka didepan mal.”

”Biar Zain yang mengantar.”Malik mengusap rambut Kiran dan melangkah pergi menaiki anak tangga.Zain melangkah melewati Zain mengikuti langkah Malik dan Kiran mengernyit.Karena Zain sama sekali tidak meliriknya.Kiran juga naik ke lantai dua untuk bersiap.

Menuju kafe.

Kiran diam dan merasa kecewa karena Sahara tidak jadi ikut, Bobby dan Aisyah juga mengajak Sahara untuk jalan-jalan dan Kiran pergi di antar Zain.

”Zain”panggil Kiran dan Zain menoleh sekilas.

”Kenapa?”fokus menyetir.

”Wanita yang aku lihat pacar kamu ya?”Kiran menatap Zain yang langsung tersenyum lebar mendengarnya.

”Itu mantanku.”

”Masih ada mantan pacar lain?”

”No!aku hanya pernah berpacaran dengan wanita itu saja.Mungkin selama enam bulan kami berpacaran dan bertemu dua kali.”

”Kenapa dua kali?”penasaran.

”Dia tinggal di negara yang berbeda,dan negara saat menjadi tempat ku kuliah susah mencari wanita yang satu budaya dengan ku, mungkin disana berhubungan seksual itu biasa dengan siapa saja.Sementara agama kita jelas melarang itu, pokoknya sangat berbeda dan aku tidak tertarik sama sekali.Kami kenal dari media sosial,hanya itu"Zain menoleh lalu tersenyum.

”Kenapa kau putus dengannya?”

”Karena orang tuanya ingin dia segera menikah sementara aku belum siap dan masih kuliah,aku membiarkannya pergi.”

”Kamu sedih?”.

”Biasa saja, karena dia juga berhak bahagia begitu juga aku.Tidak baik berlarut-larut dengan masa lalu.”Zain tersenyum dan mengusap wajah gadis itu kasar yang tengah mendengarkannya begitu serius.

”Kau kalah dengan paman Ken,dia memiliki mantan sangat banyak.”

”Kau tahu itu?”

”Aku pernah meminjam ponselnya,disana banyak foto dia bersama wanita-wanita ih.”Kiran bergidik ngeri.

”Kau tertarik dengan paman mu,kau suka dia?”

”Apa aku terlihat seperti itu?”malah bertanya.

”Aku tidak tahu”lirih Zain dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Di kafe.

Kiran,Sani dan Maryam serta Yuta sudah berada di kafe entah dengan teman-teman yang lain.Kiran memilih dan melihat setiap makanan dan minuman di daftar menu.

”Kamu yang mana?”tanya Kiran kepada Sani.

”Yang ini katanya menu favorit."Tunjuk Sani.

”Oh ya terus kamu mau pesan?”

”Iya aku mau pesan,kamu?"

”Aku bingung pilih yang mana, samain aja sama kayak kamu hehe”Kiran tersenyum dan Yuta menatapnya.

”Dasar tukang nyontek”maki Sani.

”Biarin”Kiran tersenyum tipis.

Kiran menoleh saat Indri datang berbarengan dengan Dylan.Kiran malah mengharapkan Hito yang datang.Hito menghindari teman-temannya setelah kejadian itu dan Kiran merasa sedih.

Indri mendelik sebal kepada Kiran lalu duduk di dekat Yuta.Kiran mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Zain.

Dua puluh menit lagi jemput aku ya

Pesan terkirim, Zain yang sedang berada di kantor untuk memeriksa pekerjaannya dan memeriksa laporan yang tertunda mengeluarkan ponselnya dan membawa pesan dari Kiran, namun ia tak membalas pesan tersebut.

”Wah sudah siap tuh”seru Sani dan Kiran tersenyum.

”Kiran kau mau pulang bersamaku naik motor?"ajak Yuta dan Kiran refleks melirik Indri.

”Kiran bisa pulang dengan ku,kami tetanggaan."Timpal Dylan.

”Emm tidak usah sudah ada yang menjemput ku nanti.”Kiran menyela.

”Apa itu Zain?issh sial sekali dia benar-benar sangat tampan”puji Sani meminum jus buah naga dan tersenyum lebar.

”Dia kan laki-laki jelas jika dia tampan”sahut Kiran dan memakan makanannya perlahan.

Anak-anak remaja tersebut menikmati makanan di kafe dengan suasana gembira, saling melempar senyuman dan tertawa kecil dan terbahak-bahak sesekali mendengar ocehan masing-masing.Dylan tertawa saat mendengar Maryam berbicara dan tidak bisa mengatakan huruf R dengan benar karena dia cadel.Indri hanya diam menusuk-nusuk makanannya tak kunjung dia memakannya.

Di toko paman Ken.

Ken meraih beberapa cat warna dan kuas baru serta kanvas untuk dia berikan kepada Kiran,toko semakin ramai ketika malam hari yang tidak suka melukis saja rela datang hanya untuk melihat Ken secara langsung.Ken hanya diam tidak menghiraukan para gadis yang tengah memperhatikannya lalu berbisik, mengomentari fisik dan wajah baby face nya.

”Hai?"sapa seorang wanita yaitu Rania dan Ken langsung kesal dengan kedatangan wanita tersebut.

”Jika urusan mu masih dengan lukisan itu,mending kau pulang.”Usir Ken mendorong bahu Rania agar menjauh darinya.

”Galak amat sih,aku mau beli cat baru yang mana yang bagus?”katanya dan melirik Ken berulang kali.

”Kau bisa memilih di rak sana, terserah cat yang mana asalkan kau membayar."Ketus Ken dan melangkah pergi lalu Rania mengikutinya.”Jangan ikuti aku"pinta Ken dan Rania tidak perduli.Ken menaiki anak tangga dan Rania melewatinya melangkah mundur.

"Kau bisa jatuh,aku tidak mau toko ku memakan korban jiwa."Tegur Ken dan Rania malah terkekeh melihat nya.

”Kau khawatir padaku,kau menyukai ku?"tanya Rania.

Kyakkk.... Tersandung dan akan terjatuh,Ken merangkul pinggang Rania dan Rania jatuh ke dalam pelukannya dengan dagu yang menancap di bahu pria itu.Rania mundur dan memegang kedua bahu Ken.

Cup kiss...

Mengecup pipi kiri Kenan sekilas.

”Terima kasih sudah menolong ku"berbisiknya dengan bibir yang menempel di telinga Ken.Ken terdiam dan mendorong Rania agar menjauh darinya.Ken melangkah pergi lalu mencengkram kuat rambutnya dan Rania mengikutinya dengan berlari kecil.

Di kafe.

Kiran merasa kenyang dan mengusap bibirnya dengan tisu, begitu juga teman-teman nya yang merasa kenyang malas untuk pulang.Kiran pamit untuk pergi ke toilet dan Indri mengikutinya.

Kiran masuk ke dalam toilet dan bahunya ditarik kasar oleh Indri, Indri menggiring Kiran ke dinding dan menatap Kiran tajam.

”Kau mau apa?”tanya Kiran masih santai dan menatap temannya itu.

”Apa kamu gak bisa menjaga sikap didepan laki-laki,kenapa kamu murahan sekali dengan Dylan oke dengan Yuta oke dengan anak buah papa mu juga begitu.Kenapa kamu tidak memberikan ku kesempatan sedikit saja Kiran."Indri kesal.

”Jadi ini tentang laki-laki?kamu tidak bisa membedakan mana teman, sahabat dan pacaran.Aku dan Dylan bersahabat dengan Yuta kami berteman dari kecil dan baru bertemu kembali di sekolah.Kamu suka sama Yuta kenapa kamu marah sama aku?”Kiran mengepalkan tangannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Indri,keduanya saling menatap tajam hanya karena laki-laki..

”Karena kamu selalu mendekatinya,aku suka sama Yuta tapi kamu tidak memberiku kesempatan.”

”Jika kamu suka sama dia,Pepet terus tidak usah menyalahkan orang lain.Aku dan Yuta hanya berteman jika kami kebetulan saling menatap itu wajar kan mata di gunakan untuk melihat, masa iya aku harus merem saat berhadapan dengannya.Aneh-aneh saja.Dan aku gak suka sama Yuta aku suka sama orang lain,jangan menyalahkan ku dan belajar untuk menghargai orang lain."Tegas Kiran benar-benar kesal.Indri terlihat gelisah mendengar kata-kata Kiran padanya.

”Aku kecewa sama kamu Indri,kamu menghancurkan pertemanan kita hanya karena laki-laki.Kamu bahkan menghinaku sebagai wanita murahan,aku kecewa."Kiran mendorong bahu Indri dan di melangkah masuk ke dalam toilet.Kiran terdiam dan Indri yang kesal menguncinya dari luar.

Indri kembali dan teman-temannya kebingungan saat melihat Kiran tidak kembali.

”Kiran kemana?”

”Dia pulang, temannya menjemput.Ini uang dia memintaku membayar makanannya”seru Indri dan semua orang menatapnya.

Dylan dan yang lainnya juga pulang.Zain dari dalam mobil memperhatikan teman-teman Kiran satu-persatu tapi dia tidak melihat Kiran di antara mereka semua.

”Kemana anak itu?"Zain akhirnya menelepon Kiran untuk menanyakan keberadaan gadis itu.

”Zain”suara Kiran berat dan Kiran menggebrak pintu berulang kali.

”Kenapa?”Zain keluar dari mobil lalu mendekat dan memperhatikan ke dalam kafe.

"Aku terkunci di toilet”teriak Kiran dan berusaha mengeluarkan diri."Tolong"teriak Kiran.Zain masuk ke dalam kafe dan mendekati pegawai kafe tersebut.

”Permisi ada gadis yang terkunci di toilet,apa kau bisa mengantar ku"pinta Zain karena dia sadar tidak bisa masuk ke dalam toilet perempuan sembarangan.

”Apa?"pegawai wanita tersebut malah sibuk memperhatikan ketampanan Zain.

”Ada gadis yang terjebak di toilet”seru Zain kembali dan wanita tersebut tersenyum malu-malu membuat Zain mengernyit."Terserah lah”Zain melangkah dan masuk ke dalam toilet perempuan.

"Kiran"teriak Zain.

"Zain”Kiran semakin kuat menggerak pintu.

Zain mendekat dan melihat pintu di kunci dari luar, Zain membuka kunci dan Kiran menarik pintu.

"Zain"Kiran menghambur memeluk Zain dan benar-benar tidak menyangka Indri bisa setega itu padanya.

”Kau tidak apa-apa?”Zain mengusap rambut dan memegang kedua pipi gadis itu, Kiran mengangguk mengiyakan.

”Aku mau pulang"lirihnya tidak mau menceritakan apa yang terjadi sampai dia terkunci di dalam toilet.Zain menggendong Kiran yang terlihat syok itu lalu membawanya keluar dari toilet.

Semua mata tertuju pada Zain dan Kiran, Kiran hanya diam menatap dengan tatapan begitu kosong lalu menutup matanya.Setelah berada di luar kafe Zain menurunkannya,dan Kiran masih diam.

”Apa yang terjadi?”tanya Zain jelas melihat ada sesuatu yang di sembunyikan gadis itu.

”Zain!”Kiran menatap Zain lekat dan kedua matanya sudah berair.

”Ada apa?”Zain menatap Kiran lekat.

”Apa yang harus aku lakukan hiks..”Kiran menangis dan merasa hancur pertemanannya bersama Indri harus seperti itu.”Apa yang harus aku lakukan"terus menangis dan meraih tangan Zain menutupi kedua matanya yang terus menetes dengan punggung tangan besar itu.Zain diam dan tidak mau bertanya lebih banyak karena Kiran hanya ingin menangis saat ini bukan menceritakan apa yang terjadi.Punggung tangan Zain basah dan Kiran terus menangis

Di rumah.

Bobby melangkah dan mendekati Malik yang sedang berada di teras menunggu kepulangan Zain dan Kiran.Bobby menyodorkan segelas jus jeruk dan Malik menerimanya.

Pintu gerbang terbuka dan Dylan masuk dengan sepeda motor nya.Malik mengernyit dan Bobby memperhatikan Dylan dengan seksama.

”Om”Dylan melangkah mendekati Malik dan Bobby.

”Kenapa?”

”Apa Kiran sudah sampai?”tanya Dylan dan Malik menggeleng kepala cepat.

”Dia belum pulang”Malik khawatir.

”Hah? bukannya dia pulang dari tadi aku ingin memastikan saja om."Seru Dylan yang juga khawatir kepada gadis itu.Malik menoleh dan melihat mobil masuk, Kiran diam dan Malik memperhatikannya.”Oh itu dia”

”Kamu pulang saja sudah malam"titah Malik dan Dylan mengangguk lalu pergi dan mendorong motornya lebih dulu keluar melewati pintu gerbang.Zain turun dan memutari mobil,membuka pintu untuk nona nya.Malik melangkah mendekat dan Kiran menatap Malik yang terlihat marah itu.

”Masuk!"titah Malik kepada Kiran.

"Baby masuk"ajak Bobby dan Kiran mengangguk lalu masuk ke dalam rumah bersama Bobby.

Plak!! tamparan keras mendarat di pipi kanan Zain, Zain mengusap sudut bibirnya yang berdarah karena tamparan keras itu.

”Kau bawa kemana anakku pergi?”

”Ada masalah sedikit tuan itu sebabnya kami berdua telat.”

”Bagaimana bisa Dylan mengatakan Kiran sudah pulang sedari tadi sementara kau dan anakku baru sampai saat ini.”Tegas Malik dan Zain bingung menjelaskannya bagaimana.

”Aku tidak membawa nona kemana-mana tuan mana mungkin aku melakukannya.”Zain berterus terang namun tatapan tajam pria dihadapannya belum juga menghilang.

”Pergi sana”usir Malik melangkah pergi begitu juga dengan Zain, Zain menoleh dan melihat Kiran di atas balkon.Kiran merasa bersalah melihat Zain di salahkan hanya karena kesalahpahaman tersebut.Zain membuang muka dan semakin sadar dia siapa, Zain melangkah pergi menuju ke belakang dan Kiran memperhatikannya lekat.

1
Marwah Cacabila
aku baca ulang lagi
Maryana Fiqa
trimakasih banyak Thor karyamu sungguh luar biasa 👍👍👍
trimakasih banyak sdh menghibur kami sebagai pembaca,,aku percaya tidak mudah mencari ide-ide untuk menciptakan karya mu yang luar biasa ini,menguras otak, pikiran dan waktu, tidak smua orang bisa menciptakan cerita sebagus ini 👍👍👍
semangat dengan karya selanjutnya 💪💪
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭
Maryana Fiqa
mampir lg kak ya,selalu kangen dgn karmu👍👍👍😄😄😄
Bambang Sutrisno
ini kalau dibikin film buagus banget...❤❤❤
Keukeu_amooreacgeulis
keren pisan we pokonamah...

udah yg keberapakali baca novel karyamu ini... nggak membosankan
Faraza Gayatri
sampe di download ber ulang 2 bacanya dari pertama kisah ibu sama ayahnya , papahnya seru bagus ceritanya.. walupun udh baca karya otor yg lain nya tetp aja masih pengen baca ini. sukses terus ya kk otor mel
pipi gemoy
🌹
Yunda
ok
Fiani Arifin Arifin
bner 2 ya visualya bikin wowwww
Maysarah Sarah
Malik❤️❤️❤️❤️
Lia Shechibie'slove
paman Ken ingat, Kiran itu bayi kecilmu flu yg sering kamu gendong2
Lia Shechibie'slove
Ken yg ngurus Kiran dari bayi sampai dewasa, rela dia jadi perjaka tua nungguin Kiran besar😂😂😂
Rinjani
bobby adik Malik..Aisyah adik Agam waduh berebes deh..Aloon itu radaa slengean Kai gak suka😄😄🤣
Rinjani
kenzoo ini nakal .bayar utan Kinar
Rinjani
Ken ini suka memaksakan kehendak suka ngancem
Rinjani
Ken egois ,Zain ingin jd Sekretaris juga selalu ada u 4 anak2 Malik
Rinjani
Heru suami Sera baik ko msh Aja Sera ke rumah Agam buat sebel aja Nabila
Rinjani
emaknya yg ngelahirin oala pasti sakit hati
Rinjani
Agam kenapa diam aaja dgn Sera
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!