Hans seorang pemuda yang giat belajar. Berteman dengan dua orang Andika dan Febri.Mereka seperti saudara saling membantu dan menolong.
Tiba-tiba persahabatan itu sedikit tergoyahkan setelah datang seorang gadis jelmaan.Dia adalah cucu angkat dari nenek yang ditolong oleh Hans dan gadis yang sudah lama hilang.
Bagaimana persahabatan mereka selanjutnya,nantikan karyaku yang kedua ini
Nantikan detik-detik terkuaknya misteri Gedung Tua ini.
Terimakasih sudah membaca novelku yang kedua ini kritik dan saran dangat author harapkan agar menjadi naskah yang sempurna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Bantuan
Ketika Hans menelpon pak Ustad Hasan, posisisinya sedang berada di rumah. Ayahnya yang berpesan agar hati-hati selalu diingatnya. Kejadian dulu sampai menimbulkan trauma dan sakit ibunya karena cemas dengan Hans yang menghilang beberapa hari .
" Saya minta tolong bapak supaya bapak datang untuk menemui kucing yang dulu pernah saya ceritakan dulu pada bapak "
📱" Apa tidak bisa besuk nak Hans ? Sekarang sepertinya bapak tidak bisa datang , ada perlu dirumah "
" Tolonglah pak, besuk saya sekolah pak mana bisa !"
📱" Kamu ini ,padahal ayah kamu cerita ke bapak supaya kamu berhenti mainan seperti itu Hans !"
Pak ustad Hasan ingat ketika ayah Hans mengeluh dengan keberaniannya . Sangat mengkhawatirkan keselamatan anaknya. Ia berusaha untuk mencegah Hans namun anak itu sangat keras kepala. Hingga terjadilah peristiwa itu yang membuat Hans tertidur sampai lama.
" Mainan apa pak ,Hans cuma pengen nolong orang saja ini tidak main-main lo. Kalau tenaga kita dapat membantu orang lain kenapa kita tidak menggunakannya ?"
📱" Dasar anak bandel, ya sudah tunggu bapak di situ ya ? kamu sekarang di rumah kan ?"
" Alhamdulillah , iya pak saya tunggu di rumah terimakasih banyak ya pak "
Hans mengakhiri telponnya kemudian menghubungi Andika . Dan alhamdulillah papa Andika tidak keberatan dengan kepergian anaknya. Kemarin Andika yang dibuntuti tidak meresa bersalah bahkan anak buah papanya tidak tahu kalau Andika dan teman-temannya pergi ke air terjun pulang juga dalam keadaan basah.
Papa Andika sebenarnya senang anaknya berteman dengan Hans menjadi anak yang mandiri dan tidak manja walaupun penuh dengan harta . Apalagi dengan riwayat mamanya yang tidak memliki cerita baik. Bersyukur tidak menjadikannya anak broken home yang memilih jalur salah.
Beberapa menit dan hampir satu jam Hans menunggu pak ustad datang dan Andika . Dia menunggu sambil membuat kerajinan tangan berupa ukiran kayu. Di desa itu kayu banyak didapat bahkan tidak dijual. Berkat belajarnya mata pelajaran Prakarya Hans mengolah kayu memnjadi sesuatu yang bisa di gunakan dengan menggunakan alat seadanya. Makanya ketika bertamu di rumah pak Mardi , ia sangat tertarik dengan karya pak Mardi yang berupa ukiran kayu.
Terdengar suara motor datang ke halaman rumahnya. Hans segera beranjak ke depan dan mempersilahkan pak Ustad masuk ke dalam rumah. Tapi pak ustad menolak.
" Ayo lebih baik kita langsung menemui kucing itu katanya ingin menolongnya. "
" Pak kita tunggu satu teman saya pak, katanya mau datang ke sini "
Terdengar suara sepeda motor besar datang menuju rumah Hans yang saat itu sedang terbuka pintunya dan pak ustad belum jadi masuk ke dalam rumah.
" Oh itu dia pak Andika teman yang saya tunggu , kalau begitu kita bisa langsung berangkat ke tempat kucing itu"
" Hans jangan lupa bawa cincinnya "
Andika memperingatkan agar tigak lupa dan membuatnya kembali lagi ke rumah untuk mengambilnya. Hans memang sering lupa dan dia dulu terbiasa Andilah yang selalu memperingatkannya.
Mereka segera berangkat menuju TKP ( bahasa kerennya ) dengan berboncengan karena Febri tidak ikut dengan mereka. Capek katanya badannya sedikit demam karena kurang tidur.Sebenarnya baik Febri dan andika adalah TIM yang tidak terpisahkan ini sudah menjadi sejarah sejak mereka ada di bangku SD. Bahkan kemanapun mereka selalu bersama. Tapi semenjak mulai terpisah dengan Hans yang bersekolah tidak sama mereka jarang kumpul lagi.
( Author mengulang visual yang dulu )
Sampainya di TKP memarkirkan motor di dalam pagar rumah . Tahu juga karena walaupun di desa tapi maling motor juga banyak juga. Maklumlah mereka juga butuh uang. Kalau tidak kerja semua yang tidak terjaga asal ada kesempatan di curinya juga.
Tok..tok.. pintu terbuka dan tampak pak Mardi mengenakan kaos hitamnya mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumahnya. Pak Hasan melihat sekeliling dalam rumah , tampak menyipitkan matanya seolah ada sesuatu yang ganjil di dalam rumah itu.
Ada aura mistis disini , gelap dan tidak terlihat mata batin sama sekali. Apakah ini dari makluk jadian , kalau hanya Jin sepertinya bukan. Dari baunya seperti makluk jadi-jadian.
" Mari silahkan duduk pak "
" Ada orang lain selain bapak disini ?"
" Sekarang ada pak di dalam kamar nenek Asih dan dan mimi kucing manis "
" OO.. kucing yang kamu ceritakan itu ya Hans ?"
"Apa sebaiknya kita langsung ke dalam kamar atau kita bawa keluar mereka ?"
" Kita bawa keluar saja pak, biar saya yang jemput nenek ke sini "
Hans benisiatif untuk membawa ke luar nenek Asih dan kucing Mimi ke ruang tamu. Bismillah semoga ini petualanggannya yang terakhir dan segera terungkap apa yang terjadi pada mereka. Seru juga kalau mengikuti permainan ini.Yah, kasihan orang tuaku jadi cemas memikirkan aku.
" Nenek , ayo keluar ada tamu disana. Mimi ayo kamu juga ikut katanya aku disuruh mencari orang pintar , sudah aku bawa ke sini orangnya pak ustad Hasan "
😺" Meong ,sudah datang orangnya Hans?"
" Waduh kamu bisa panggil namaku. Dari mana kamu tahu ?"
😺" Tahu lah teman-temanmu yang panggil namamu sangat familiar sekali HANS "
"Nenek Asih juga tahu namaku ya ?" nenek Asih mengangguk tersenyum menangkupkan kedua telapak tangan mengucapkan terimakasih kepada Hans.
Andika yang menunggu terlalu lama di ruang tamu akhirnya menyusul kedalam kamar. Menggelengkan kepalanya melihat keakraban mereka bertiga. Sungguh seperti suatu keluarga yang harmonis wwkkk....
" Hai Hans kamu ini bagaimana ditunggu di depan bagaimana , malah mesra-mesra an di dalam kamar !"
" Hust, sembarangan saja mesra sama siapa *gundulmu kui .*Aku masih merayu mereka supaya keluar kamar saja. Bayangkan saja sudah capek-capek bawa pak ustad mereka tidak mau bagaimana ?"
" Alasan saja kamu mau mau berduaan sama Mimi , modus saja kamu "
Kucing Mimi yang yang di omongin melotot mendekati Andika. Mau marah tapi tidak bisa. mereka yang telah menolongnya, Bersikap cuek menyambar lengan menggunakan ekornya.
" Aishh... kamu marah padaku Mimi manis ?"
Andika malah semakin menggodanya, seakan tahu kalau kucing itu berjenis kelamin perempuan. Ya perempuan mungkin saja namanya saja Mimi.( he..he..lucu gak sih ) Seandainya laki-laki kan Momo mungkin namanya.
Mereka berjalan beriringan keluar kamar ,kucing Mimi seakan menjadi manja ingin digendong dalam rengkuhan Hans.Kucing itu mengeong sambil mengibas ibaskan ekornya di kaki Hans. Andika yang mengetahui hal itu menjadi heran juga .Tidak bisa berpikir jauh hanya penasaran saja dan curiga.
Nih kucing sama Hans kog jadi lengket tidak mau pisah . Ada apa sebenarnya ? Hans juga aneh dia palin benci bulu kucing tapi kenapa gendong-gending kucing. Apa otaknya sudah pada miring sejang dari air terjun lalau, mereka kan selalu bersama .HAHH masa bodo bukan urusanku juga
Mereka duduk berhadapan di ruang tamu dengan kucing Mimi tetap minta berada di gendongan Hans tidak mau turun. Pak ustad melihat dengan seksama kedua makluk yang baru saja datang dan duduk dihadapannya.
Hawa dingin mulai menyapa mereka membuat bulu kuduk mereka berdiri....
🌼🌼🌼🌼
**Terimakasih sudah membaca novelku
Ditunggu episode berikutnya
💖💖💖📖✒√**
tetap semangat thorr.💪
Thanks thorr udah mau mampir🙏🤗😁