Kisah ini merupakan kelanjutan dari kisah "Pernikahan Hangat" Musim Pertama, masih melanjutkan kisah cinta Embun dan Rendra, serta mengungkap jati diri Embun yang sebenarnya.
Diselingi juga oleh kisah kasih sekretaris Alister dan Manda, dan cerita lucu para tokoh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La_Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama
"Sayang?" Embun masih berusaha agar suaminya itu mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
Mengapa ada seorang wanita paruh baya yang mengaku menjadi ibu kandungnya dan pernyataan itu ia dapatkan dari seorang pelayan wanita, yang juga tengah berdiri di hadapan mereka berdua.
Rendra enggan berkomentar dia menarik tangan istrinya dan memaksanya untuk kembali ke kamar, "Lebih baik kau diam saja mereka bukan siapa-siapa! Kau tidak perlu memikirkannya!"
Nyonya Renata pun ingin segera meraih putrinya, "Tiara... Tiara," seru nyonya Renata memanggil-manggil putrinya.
Embun yang merasa terpanggil pun langsung menarik tangannya dari cengkraman tangan Rendra, dia menjauh darinya. "Aku tidak akan pergi kemanapun sebelum kau jelaskan semuanya kepadaku, ada apa ini? Siapa dia mengapa dia mengapa memanggilku dengan nama Tiara? Kau seorang tuan muda alvarendra Raymond Wilason, tidak mungkin Jika kau tidak mengetahui sesuatu tentang hidupku."
Rendra masih diam dia tetap enggan untuk mengatakan apa yang ia ketahui tentang istrinya itu, dia kembali menarik tangan embun dan memaksanya masuk ke dalam kamar, "Bibi Rita!"
Orang yang dipanggil itu pun segera keluar dengan mempercepat langkahnya, wajahnya terlihat takut karena ini adalah pertama kalinya bibi Rita melanggar apa yang dikatakan Rendra sebagai sebuah perintah kepadanya.
"I- iya saya, tuan?" Bibi Rita mendekat dengan menundukkan wajahnya. Dia terlihat takut, dan apa ya di takutkannya pun terjadi.
Rendra benar-benar marah padanya. "Apa yang kau lakukan di dalam, bukankah aku menyuruhmu untuk menjaganya agar tidak keluar dari kamar?" nada suaranya terdengar begitu tinggi, suaranya membuat sakit telinga siapapun yang mendengarnya.
"Ma- Maafkan saya tuan muda, Saya telah lalai," padahal jika bibir Rita mau, dia bisa saja mengatakan yang sebenarnya. Jika yang terjadi dalam itu adalah kemauan Embun yang memaksa dirinya untuk segera keluar tanpa menghiraukan apa yang dikatakan mereka kepadanya tadi. "Begini saja kau tidak bisa melakukannya, memangnya apa yang bisa kau lakukan selain meminta maaf!"
suaranya benar-benar lantang seperti seorang yang sedang berteriak di dalam ruangan besar itu terdengar seperti menggema.
"Aku sama sekali tidak peduli dan tidak mau tahu kau," Rendra menunjuk tepat nyonya Renata dan Maya, "kau usir mereka, katakan kepada penjaga untuk tidak membiarkan mereka masuk ke rumah ini lagi!"
sementara Embn yang akan mengurusnya pemberontakan itu pun terjadi embun tidak terima jika Rendra bersikap kasar kepada wanita yang lebih tua darinya terlebih lagi dirinya sadar jika tidak ada wanita maka tidak akan ada mereka di dunia ini," jangan menyentuhku!"
Embun melangkah mundur sementara, Rendra, dia menurunkan kelopak matanya dan terlihat dalam kali ini dia benar-benar emosi dibuatnya, "Jangan main-main denganku! Kau belum melihat Seperti apa aku jika sedang marah, selama ini aku masih membatasi diri! "
Embun menggeleng, Dia meneteskan air mata, "Kumohon katakan sesuatu agar aku mengerti, siapapun," lalu dia menatap Maya dan nyonya Renata secara bergantian dengan tatapan sendu berharap siapapun bisa mengatakan kebenarannya maka harus dimulai dari mana dan siapa.
"Tiara sayang ini mama," serunya Renata dengan menepuk dadanya sendiri lalu dia membentangkan kedua tangannya dan mengangguk pelan, seperti sedang memberikan sebuah kode agar embun mendekat kepadanya dan memeluknya, pelukan hangat yang dirindukan oleh sang Mama untuk putrinya.
tapi itu tugas mu Rendra meyakinkan Embun klo itu ibu kandungnya...
kasihan loh, siapa juga yg mau terpisah dg anak kandung sendiri....
cepatlah menikah Alister dan Manda ...
udah kayak d senetron2, nanti baru d akhir2 d ceritain 😄😄😄😄
menyesali kebodohan Manda , udahlah malas cerita tentang Manda ...
bodoh sekali kau... 😄😄😄