NovelToon NovelToon
Dunia Di Balik Batas : Penciptaan Tanpa Batas

Dunia Di Balik Batas : Penciptaan Tanpa Batas

Status: tamat
Genre:Komedi / Barat / Tamat
Popularitas:17.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Shina Yuzuki

Zilogia, penguasa tertinggi ras manusia duduk lemas diatas singasana.

"Aku ingin pensiun, menjadi yang terkuat, heh....omong kosong." Menghembuskan nafas panjang dengan bosan.

"Melindungi dimensi mortal, JANGAN BERCANDA, bahkan aku harus mengorbankan waktu menonton liga Champions demi melawan para monster itu, gak sepadan coy." Mengoceh Zilogia tanpa henti.

"Tapi jika pensiun bagaimana dengan kami, tuan." Berkata salah satu bawahannya .

"Dan apa kau tahu eldfet, kenapa dimensi noir terlalu serius berperang melawan manusia, itu merepotkan saja." Zilogia dengan lemas mengutarakan isi hatinya.

"Kalau begitu tuan, sebaiknya kita mencari seorang penerus anda." Eldfet memberikan pendapat.

"Itu ide yang bagus, baiklah mari kita berikan ujian kepada penerus takdirku, sebagai penyelamat dunia dari takdir sang penguasa." Zilogia bersemangat atas ide itu dan segera memulai tujuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shina Yuzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

teknik meditasi gabungan jiwa

Sina menampar Askar sekuat tenaga, setelah memikirkan apa yang di maksud oleh Askar.

"Aaaaapa yang kalian berdua pikirkan, mesum." Askar kebingungan dengan Sina yang mendadak marah dan menamparnya,

"Kenapa kau menamparku Sina ." Askar bertanya dengan mengelus pipi yang merah bekas tamparan Sina.

"Apa kau tahu perbuatan kalian, dasar tidak tahu malu ."

Askar semakin bertanya-tanya tentang alasan Sina yang marah dengan tiba-tiba. Bahkan Elica sendiri tidak bisa menjelaskan alasan dari Sina, kemudian Elica berbisik kepada Askar tentang teknik meditasi gabungan jiwa secara singkat jelas dan mengejutkan .

Askar bahkan tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut, dari penjelasan Elica, tentu Sina merasa malu jika harus membayangkan Askar menggunakan teknik meditasi gabungan jiwa.

"Tunggu dulu Sina, aku dan senior elica belum sempat melakukannya waktu itu."

Perjelas Elica tentang hubungan dirinya dengan Askar, dimana Elica sendiri malu untuk menjelaskan hal seperti itu .

"Belum ?, jadi kau akan melakukannya nanti ."

"Ya, aku sendiri tidak akan menolak jika di berikan kesempatan ." Jawab Askar dengan tersenyum malu.

Askar mengangguk tak lazim dengan senyuman bahagia saat membayangkannya, bahkan saat Sina melihat senior Elica, wajah Elica memerah tanpa sedikit pun membantah perkataan Askar .

"Aaa...." Sina tidak melanjutkan perkataannya, hanya pergi begitu saja tanpa melihat lagi kebelakang. Separuh hatinya merasa marah dengan Askar, tapi Sina tidak memiliki alasan untuk marah kepadanya .

"Kalau begitu Askar, sebaiknya aku juga pergi ."

"Tunggu .." Sebelum Elica pergi Askar menghentikannya, tapi Askar tidak mengejar Elica, hanya tersenyum dan kembali duduk. Elica sendiri merasa malu dengan situasi yang di alaminya dan bercampur perasaan kesal karena Askar tidak mengejar dirinya.

••••••

Dalam dua Minggu terakhir Askar tidak datang ke guild, dia sendiri sudah meminta izin kepada Adam untuk melakukan latihan khusus. Memberikan alasan untuk mempercepat peningkatan kekuatan, agat bisa mengikuti seleksi pesta malam, Adam pun memberikan izin kepada Askar.

Semenjak Askar pergi untuk melakukan pelatihan khusus, Elica tidak fokus dalam pelatihan, sesekali dirinya melamun dan melihat sekeliling ruangan seperti kehilangan sesuatu. Adam memahami perilaku Elica dalam beberapa hari ini.

"Elica, kenapa kau tidak mengambil cuti ."

"Untuk apa kakak ."

"Beberapa hari ini kau tampak kurang sehat, di wilayah margasari bagian tenggara, ada hutan yang indah untuk menenangkan diri ."

Adam sedikit memberikan perhatian untuk adiknya, Elica sendiri tidak menolak anjuran kakaknya. Keesokan hari Elica mengikuti apa yang di anjurkan oleh kakaknya Adam, jarak antara kota Tegal dengan distrik margasari memerlukan waktu dua jam perjalanan menggunakan bus.

Elica berhenti di sebuah desa, sebuah tempat yang di tunjukan Adam, di ujung desa Elica berjalan masuk kedalam hutan yang terlihat indah dan menyejukkan. Semakin dalam Elica masuk, perasaanya menjadi bersemangat dimana Elica merasakan sebuah aura familiar yang sangat ingin dia temui. Elica berlari secara cepat dan terburu-buru hingga membuatnya terjatuh .

"Senior Elica kenapa kau di tempat ini ." Suara lelaki terdengar dari seseorang yang berjalan mendekat dan Elica pun tahu siapa orang itu .

Melihat sosok itu, Elica tersenyum dan menjawab. "Ini adalah .... Refreshing ,ya refreshing ." Jawaban secara asal-asalan dari elica.

"Baguslah kalau begitu ." Askar menarik tangan Elica untuk bangun, tubuh Askar di penuhi keringat dan luka.

Elica memperhatikan dengan teliti bentuk tubuh Askar yang berotot karena pelatihannya.

"Nona Eli, apa yang kau lihat ."

"Tidak, tidak ."

Elica menggeleng dengan wajah yang memerah dan sedikit mengerti kenapa kakaknya Adam menganjurkan untuk datang ke tempat ini. Dalam dua Minggu Askar mengalami sedikit perubahan, dimana Askar sudah mencapai tahap tengah tingkat jendral surga. Walau pun demikian untuk masuk ranah panglima perang adalah proses yang menyulitkan bahkan untuk manusia normal .

Di tempat ini Askar melakukan meditasi untuk mengolah energinya secara maksimal, saat elica melihat Askar melakukan meditasi. Gelombang energi yang di keluarkan oleh Askar, mampu membuatnya terkejut. Segala macam benda di sekitar tempatnya bermeditasi, bergetar karena kekuatan energi yang di keluarkan, bahkan Elica pun merasa gemetar hebat.

Untuk seorang raja tempur seperti Elica, gelombang energi dari seorang jendral surga tidak memiliki efek apa pun kepadanya, tapi Askar berbeda.

"Seberapa kuat energi yang dia punya."

Elica merasakan sesak nafas saat menahan gelombang energi Askar, hingga membuatnya terjauh dengan lemas.

"Senior Eli, apa kau baik-baik saja ."

Askar berlari mendekat saat merasakan ada yang tidak beres dengan aura Elica, tubuh Elica di peluk oleh Askar dan membersihkan keringat di dahi Elica.

"Energimu seperti masuk kedalam sirkuit energi milikku dan membuat aliran energiku menjadi tidak stabil ." Askar tidak mengerti alasan kenapa energi yang dia keluarkan, bisa dengan mudah masuk kedalam tubuh Elica.

Karena malam mulai datang Askar membawa Elica ke sebuah rumah pondok yang Askar buat untuk dirinya tidur .

"Senior Eli, apa tubuhmu baik-baik saja ." Askar segera memberikan minuman kepada Elica.

"Ya, ini hanya memerlukan sedikit istirahat untuk mengontrol energiku kembali ."

"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi mandi sebentar ."

"Tidak ." Elica menahan tubuh Askar, walau sebagian tubuh Askar kotor karena debu selama pelatihan, Elica tidak menolak untuk terus memeluk Askar agar tidak pergi dari sampingnya.

"Tubuhku kotor dan itu akan membuatmu tidak nyaman ." Berkata Askar dengan gugup .

Elica tetap tidak melepaskan pelukannya dari tubuh Askar, api unggun yang Askar ciptakan menerangi malam di sekitar hutan. Dimana hanya ada suara jangkrik, gemericik air sungai dan burung malam yang mulai berkativitas melakukan pemburuan .

"Senior Eli, apa sebaiknya kita keluar hutan, tempat seperti ini tidak baik untukmu." Kata Askar yang dengan lembut menatap mata Elica.

"Aku ingin di tempat ini dan ...."

Elica perlahan merangkul Askar dan secara perlahan Elica mendekatkan wajahnya kepada Askar. Askar bisa dengan jelas mencium aroma wangi shampo yang Elica gunakan, Askar merasakan sensasi lembut dari kulit Elica saat bersentuhan .

"Nona Eli, apa yang kau lakukan ."

Elica tidak menanggapi pertanyaan Askar, wajah elica mendekap didadanya, bergerak keatas dan merebahkan kepala di pundak Askar. Askar merasakan sensasi gemetar ketika Elica mulai mendekap tubuhnya dan tangan Askar pun melingkar di belakang tubuh Elica .

"Nona Eli, ini bisa berbahaya ."

"Tidak ada yang berbahaya di tempat ini, hanya ada kita berdua saja ."

Askar seperti terkena sambaran petir, ketegangannya mengalir hingga bagian bawah miliknya , Askar mencoba untuk menutupi tapi tubuh Elica semakin erat mendekap Askar.

Askar mengikuti alur tubuh Elica, dimana sensasi lembut dari sesuatu milik Elica membuat Askar hilang kesadaran. Menikmati waktu yang berharga saat melihat satu demi satu kancing baju lepas dari lubangnya. Tubuh Elica terlihat dalam bentuk sempurna tanpa ada lemak berlebihan.

Bahkan lembut daging yang di miliki Elica, tampak menakjubkan saat bersentuhan dalam dekapan Askar. Malam semakin sunyi, angin bertiup dingin dengan hembusan sejuk membawa aroma Pinus yang begitu nikmat.

Askar tidak memperdulikan peringatan Re yang terus berkata .

'peringan, berbahaya, energi mengalami peningkatan secara signifikan di area bawah .'

Askar menyuruh re untuk diam dan menikmati dekapan lembut Elica yang tampak kacau dengan rambut berantakan. desahan kecil saat tubuh mereka bersatu, sebuah sensasi penuh kenikmatan yang baru dikenal Askar pertama kalinya. Secara otomatis, energi Askar mengalir masuk kedalam tubuh Elica dan energi Elica pun mengalir masuk kedalam Askar, bercampur dan bersinkronasi dalam lingkaran Yin dan yang.

Level up : panglima perang tahap awal .

Skill elements creator :api level 2 (terbuka )

Skill elements creator : angin level 1 (terbuka)

Skill pemangsa : terkunci

1
teguh andriyanto
🤣🤣🤣2026 baca lagi, dan ternyata masih sama. MC nya ngga berkembang otaknya🤣🤣
KASMAN BATURAJA
🤣🤣
KASMAN BATURAJA
maaf ngakak 🤣🤣
KASMAN BATURAJA
Rabu 08-juli-2026
kembali kesini untuk membaca ulang
Dede Darmawa
Luar biasa
🍊🍊🍊🍊🍊: hooh cok tenan 🤣😁
total 1 replies
🍊🍊🍊🍊🍊
ikeh kimochi yamete kudasai 😂🤣
Pra Yogi
Luar biasa
🍊🍊🍊🍊🍊: hooh cok tenan 🤣😁
total 1 replies
Pra Yogi
lah..!
tak kirain!!!
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
YANTO BIRAHI 🅥
makkk aku kaya makkk
teguh andriyanto: mas, namamu mas🤣🤣🤣👍
total 2 replies
YANTO BIRAHI 🅥
ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh a
YANTO BIRAHI 🅥
ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh
Unknown
gilaa sungguh epic ini adalah klimaks cerita yang ku tunggu seribu tahun sangat hebat sial betapa hebatnya ini
Andrian Septi raharjo
Luar biasa
Herwan Wawan99
30m2 luas dan besar dr mana?
Herwan Wawan99
sak karepmu, diiiiin, uuuudiiiiiiiiin!!!!!!!!!
Sky•X7
pantesan ibu warung nasi diingat
Raditya Vicky
Luar biasa
☆Ryan☆
Akhirnya aq Membaca season 1-nya tanpa ada halangan.
Dulu sewaktu novel ini masih chapter 400-500 aq ngikutin, tapi karena ibuku butuh uang HPku di gadaikan dan setelah di tebus, aq malas melanjutkan-nya.
Dan akhirnya 1/2 minggu lalu aq mulai baca dari awal dan novel ini tetap bagus seperti dulu, Komedi-nya masih bikin aq ketawa & jalan ceritanya g bikin bosen.
GOOD JOB untuk AUTHORNYA👍👍👍
hanachi_🌷
berarti monster ini berasal dari dimensi noir. apakah berbeda dengan dimensi tempat Zilogia dan para monsternya tinggal ?
🍊🍊🍊🍊🍊: berbeda sekali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!