NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eksperimen

Olivia dan Rey masih berada di dalam gedung mewah, acara inti dari pesta ulang tahun pernikahan seorang pengusaha kaya nan terkenal baru saja di mulai. Pasangan unik yang tidak sengaja bertemu ini memilih bersantai dan tidak terlalu fokus, Olivia begitu sibuk mencicipi berbagai makanan yang telah tersaji, sedangkan Rey memilih mengawal tunangannya agar tidak di dekati oleh pria dewasa lain, mungkin Rey tidak sadar bahwa dirinya kini mulai posesif dan Olivia merasa baik-baik saja dengan sikap Rey yang terus mengekor padanya.

"Hai adik ipar" sapa Daniel menghampirinya.

"Hai juga kak" balas Olivia mengumbar senyuman.

"Aku tidak tahu kalau sekarang kamu di awasi oleh body guard" ledek Daniel melirik pada Rey yang berdiri di belakang calon iparnya, lelaki itu hanya mendengus cuek.

"Aku juga tidak tahu kenapa body guard cilik ini malah mengikutiku kak"

"Benarkah?" Daniel terkikik mendengar sebutan baru untuk Rey yang terlontar dari mulut Olivia, Rey kemudian melotot dan memukul bahu gadisnya pelan.

"Sakit!!" mereka berbalas pandangan mata tajam, sungguh pemandangan yang lucu menurut Daniel, gemas.

"Rasanya aku harus memberitahumu sesuatu Liv"

"Sesuatu? apa itu kak?"

"Tadi sepulang sekolah Rey mendatangiku ke kantor, bahkan dia mengecek jadwal pada sekretarisku malam ini. Kau tahu dia merengek memintaku mengajaknya untuk datang kemari, sepertinya aku tahu alasannya begitu ngotot memaksa agar dia menemaniku"

"Oohhh, lalu apa alasannya kak?" Olivia menjadi antusias mendengarkan, ia menjadi penasaran, berharap memiliki bahan ledekan lain untuk Rey.

"Dia sepertinya ingin menjagamu" bisik Daniel di telinga Olivia namun rupanya Rey sempat menguping.

"Kau!! apa-apan sih kak! kenapa sekarang kau jadi sok tahu!" kini Rey malah memukul bahu Daniel dengan cukup keras.

Sedangkan Olivia yang mendengar penuturan calon kakak iparnya tersebut berubah menjadi malu, kedua pipinya memerah. Haruskah ia percaya dengan ucapan Daniel?

"Sini kak sepertinya aku harus memberimu pelajaran!" sisi sangar Rey mulai keluar karena salah tingkah, dia menarik paksa Daniel untuk menjauh dari Olivia, takut Daniel kembali berbicara yang bukan-bukan. Pria dewasa itu hanya bisa pasrah menerima perlakuan adik kecilnya.

Mendengar hal barusan membuat Olivia merasa sedikit kepanasan padahal di ruangan ini memakai mesin pendingin yang banyak terpasang. Ia memilih untuk mengambil sebuah minuman berwarna orange dan menenggaknya. Sebuah alunan musik yang merdu mulai di dendangkan, bahkan cahaya lampu di dalam ruangan berubah menjadi redup, bunyi khas musik untuk dansa hanya alunan piano dan biola menyeruak. Lampu menyoroti sepasang pria dan wanita paruh baya sebagai tuan rumahnya yang berpelukan serta melenggangkan kakinya ke kanan dan ke kiri mengikuti ketukan lagu. Romantis, saling mencintai hingga tua. Olivia sendiri terbawa suasana, ia terus memperlihatkan barisan gigi putihnya, kagum dengan kemesraan yang terpancar dari pasangan yang meski usianya tidak lagi muda.

Beberapa pasangan lain ikut berdansa untuk memeriahkan acara, Olivia berjalan mundur untuk menjauhkan dirinya namun ia malah hampir menabrak seseorang.

"Maaf" lirihnya sambil membungkukan badan.

"Sebagai permintaan maaf bagaimana jika nona berdansa bersamaku" jawab sang pria kemudian mengulurkan satu tangannya di hadapan gadis cantik yang tak di kenalnya. Olivia tersenyum kikuk dan tiba-tiba saja. .

Bruukkk

Pria itu terdorong beruntung dia tidak terjatuh.

"Hey gadis ini tunanganku!!" tegas Rey memperlihatkan cincin perak di jari manisnya. Pria itu tersadar dan mengalah, dia bahkan berjalan menjauh.

"Kerjamu pamer cincin terus!" hardik Olivia menanggapi sikap kekanak-kanakan tunangannya.

"Terserah padaku!!! baru saja kau ku tinggal sebentar sudah dekat-dekat dengan pria lain, sepertinya tempat ini tidak aman. Sebaiknya kita pergi" Ajak Rey kemudian memegang tangan Olivia dan menariknya.

"Tunggu! pestanya belum selesai!"

"Masa bodo! pokoknya ikut aku"

Rey membawa Olivia menuju tempat parkir mobilnya.

"Rey sebentar!" gadis itu melepaskan genggaman tangan kekasihnya. Rey menunggu ucapan selanjutnya.

"Kau akan membawaku kemana? kau tidak akan memaksaku untuk pergi ke hotel kan?" Olivia menyilangkan kedua tangannya tepat di depan dadanya, tatapan matanya pun sulit di artikan.

"Cih!! memangnya lelaki seumuranku ini bisa berpikir sampai ke sana?" Rey jadi terkekeh.

"Bisa saja kan! buktinya sebentar lagi kita akan di nikahkan"

Rey tak menjawabnya, ia malah membuka pintu mobilnya kemudian tak lupa ia memegang dan mendorong bahu Olivia untuk duduk manis di tempatnya.

"Rey jawab dulu!!" hardiknya menolak.

"Tenang saja, aku tidak semesum itu jangkung!" Rey membantu memasukkan gaun Olivia yang panjang dan menutup pintu. Dia berjalan memutar dan duduk di kursi pengemudi.

"Awas jika kau melakukan hal yang aneh-aneh!!" Olivia menunjuk Rey dengan jari telunjuknya sambil mencebikkan bibir. Rey tersenyum puas seraya melajukan kendaraannya.

Hari sudah larut malam, sepanjang jalan banyak pertokoan yang sudah tutup, perjalanan yang ditempuh keduanya sudah cukup jauh dari kota.

"Kita akan kemana? apa masih jauh?" tanya Olivia mulai gelisah, ia mengingat perkataan ayahnya tentang Rey yang sudah akhil baligh.

"5 menit lagi kita sampai"

Benar saja, tak berselang lama Rey pun menghentikan laju mobilnya.

"Kita sampai" ucapnya kemudian membuka pintu mobil dan keluar. Olivia mengedarkan pandangannya, gelap.

Rey menunggu cukup lama di depan kap mobilnya, kekasihnya itu tak kunjung menampakan batang hidungnya, kemudian akhirnya dia memilih menghampiri Olivia.

"Jangkung kenapa kau tidak turun?" tanyanya membukakan pintu.

"Rey, gaunku. Tempat ini tidak cocok dengan pakaianku!" ucapnya memelas, Rey lupa kekasihnya ini masih menggunakan gaun panjangnya.

"Baiklah aku akan membantumu berjalan" kini tugas mengawal kekasihnya di lanjutkan kembali, Rey menggulung dan mengangkat sedikit ekor gaun Olivia.

"Merepotkan" keluhnya.

Olivia melangkahkan kakinya perlahan, jalanannya masih tanah utuh. Kini ia berdiri di tempat Rey tadi.

"Waaahhhh, indah sekali" pujinya setelah melihat hamparan pemandangan malam yang menyejukkan mata. Lampu rumah yang berkelap kelip nampak bersinar seperti bintang di langit.

"Aku setuju denganmu" Rey meletakkan pelan gaun Olivia dan berdiri di sampingnya.

"Aku tidak tahu kau pintar mencari spot pemandangan" Olivia menolehkan pandangannya sambil tersenyum tipis.

"Aku memang pintar dalam segala hal" jawabnya membanggakan diri.

Olivia hanya terkekeh, ia terhanyut kembali pada pemandangan alam ciptaan Tuhan yang terhampar di hadapannya. Letak keberadaan mereka cukup tinggi hingga hembusan angin dan udara dingin mulai menusuk kulit dan tulang. Sesekali Olivia menggosok lengannya untuk mendapat sedikit kehangatan namun tak lama ia pun merasa sebuah kain tebal mulai menutupi tubuhnya.

Rey menanggalkan jas kotak-kotaknya dan memakaikannya pada gadis berbadan langsing tersebut.

"Apa sudah lebih baik?" tanyanya lalu Olivia menganggukan kepalanya cepat. Jantung gadis itu berdegup kencang saat mendapat perlakuan manis dari kekasihnya yang begitu jarang menampakkannya.

Rey terus mengaitkan kerah jasnya yang tergantung di tubuh Olivia, menutupi seluruh bagian tubuh atasnya namun hal itu mempersempit jarak di antara mereka. Dekat, semakin dekat dan rapat, Olivia mulai mendongakkan kepala, ia mencoba memandang manik mata Rey yang tak lagi berjarak. Apa Rey bertambah tinggi? ia kini tak lagi menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajahnya.

Bola mata Rey memandangnya sendu dan hangat, sama sekali tak ada pembicaraan yang terlontar dari mulut keduanya, mereka nampak asyik mendekatkan diri.

Wajah Rey semakin merunduk, kini Olivia dapat merasakan deru napas kekasihnya di kulit putih mulusnya, Olivia memejamkan mata, dua benda tipis nan ranum itu hampir bersentuhan.

"Kak villa kak" suara seorang pria cukup berusia tiba-tiba menghampiri, membuyarkan dan menghancurkan angan-angan pasangan yang baru saja akan bercumbu.

Refleks keduanya saling menjauhkan diri.

"Tidak pak" tolak Olivia ketika bapak tersebut memperlihatkan brosur miliknya.

"Ayo kak kamar villanya kedap suara, ada fasilitas air hangat, selimut hangat dan selimut hidup tapi selimut hidupnya silahkan bawa sendiri" ucap bapak tersebut merayu, strategi marketingnya cukup andal nampak sudah profesional.

"Tidak pak kami akan pulang" lirih Olivia yang kadung malu, kemudian memegang lengan Rey dan mengajaknya menuju mobil.

"Kak kamar villanya anti gonjang ganjing mulut tetangga, anti ketahuan dan anti peluru terkecuali pelurunya kakak laki-laki ini, hahaha" ocehnya belum berhenti.

Olivia tak bisa menampakkan wajahnya lagi, dirinya benar-benar merasa semakin tersudut mendengar ocehan tentang hal mesum dari bapak tukang villa. Mereka meninggalkan tempat indah tadi.

Rey tak berhenti tersenyum sambil terus mengendalikan kemudinya.

"Kau masih kecil seharusnya belum bisa di tawari vila-vila!"

"Tak apa, aku jadi punya pengalaman menarik, oia sebenarnya kapan kau akan menganggapku sebagai pria dewasa?" raut wajahnya kini berubah serius.

"Tidak tahu!"

"Sepertinya aku harus segera membuktikannya kepadamu"

"Berhenti membicarakan soal kedewasaan Rey, bulu kudukku merinding" Olivia memperlihatkan bulu remangnya yang berdiri.

"Dasar aneh!" kikik Rey, mereka memutuskan untuk segera pulang dan perjalanan pulang lebih cepat dari perjalanan datangnya tadi.

Rey menepikan mobilnya di sebuah halaman yang luas.

"Ini kan rumahmu? kenapa kau membawaku ke sini?"

"Mampir saja sebentar"

Rey berjalan terlebih dahulu dan memasuki rumahnya, rumah ini nampak sepi.

"Apa karena sudah larut malam sehingga tidak ada orang di rumahmu?" tanya Olivia menyapu setiap sudut ruangan.

"Para pelayanku sedang pulang kampung, beberapa memilih tidur di rumahnya karena jarak rumah kami yang dekat jadi pelayan sekarang tidak ada yang menginap" jelasnya menuntun Olivia menuju lantai dua.

"Lalu kedua orangtuamu?"

"Mereka sedang ada urusan bisnis di luar kota" jawab Rey singkat.

Glek

Olivia menelan salivanya, tangan dan bibirnya mulai gemetar.

"Dia memang tidak mengajakku ke hotel atau pun villa tapi dia membawaku pulang ke rumahnya yang tidak ada orang, apa yang sebenarnya dia rencanakan? jangan-jangan. ." Olivia menghentikan pemikiran kotornya. "Lelaki akhil baligh mau bereksperimen" tenggorokannya mulai kering karena salivanya yang sudah di telan habis.

Rey menghentikan langkahnya dan membukakan dengan lebar sebuah pintu di hadapan Olivia, lelaki itu bahkan tersenyum menyeringai.

***

Semoga terhibur ya

Silahkan follow ig author @athania208 😄

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!