Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Sampai beberapa saat kemudian, Diana mendapatkan panggilan telepon dari Kinan kalau sahabatnya itu akan pergi ke rumah sakit bersama orang tuanya untuk menjenguk ayah dan ibu Diana. Ravi mengantarkan Diana sampai ke mobil, karena Diana akan pergi ke rumah sakit.
"Setelah urusan pekerjaan selesai, aku akan menyusul mu!" kata Ravi sebelum Diana menutup kaca jendela mobil dan melambaikan tangannya pada Ravi.
Senyum pria itu begitu tulus, dia bahkan masih melihat ke arah mobil yang ditumpangi oleh Diana sampai mobil itu melaju cukup jauh meninggalkan perusahaan.
John yang berada di belakangnya masih menunggu Ravi menoleh ketika dia ingin mengatakan sesuatu pada Ravi.
Begitu Ravi menoleh ke arah John, pria itu segera mengubah sikap waspada nya dan mulai berkata,
"Tuan, semuanya sudah siap. Semua bukti kesalahan Geo sudah berada di meja tuan. Pemecatan bukan mustahil dilakukan sekarang! mengingat kerugian yang ditimbulkan sangat besar"
Ravi mengangguk paham.
"Kalau begitu pecat sekarang! ini akan semakin baik, hak asuh Chia akan semakin mudah jatuh ke tanganku dan Diana"
John mengangguk patuh.
"Baik tuan!"
Ucapan yang begitu tegas, tak ragu sama sekali. Ravi juga sangat ingin hak asuh Chia jatuh padanya dan Diana. Dengan begitu, kebahagiaan Diana akan lengkap.
Tak berselang lama setelah itu, Geo di panggil ke ruangan direktur utama. Ravi tentu tidak perlu turun langsung untuk hal semacam itu bukan? John dan tuan Chalik sebagai direktur utama pun sudah cukup.
Firasat Geo sudah tidak baik, sebenarnya sejak dia mengetahui kalau Diana menikah dengan pemilik perusahaan tempatnya bekerja ini, dan CEO perusahaan ini sendiri yang bilang kalau perusahaan ini sudah dia berikan pada Diana. Firasatnya memang tak pernah baik. Entah kenapa setiap langkah dan gerakan yang dia lakukan, rasanya salah. Dia menjadi sangat gelisah. Mungkin karena dia sudah salah besar dalam mengambil keputusan dengan menceraikan Diana demi Sandra.
Mungkin juga, melihat Diana bisa lebih baik hidupmu dari dirinya, membuatnya tak terima. Kesal, iri, dengki, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin semua itu membuat Geo menjadi tidak tenang dan tidak senang.
Bahkan ketika dia sudah sampai di depan ruangan direktur utama. Tangan Geo yang sudah naik untuk mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali turun lagi. Jelas sangat ragu.
Hingga John yang melihat bayangan seseorang di pintu. Dan memang sama sekali tidak mau menunda apapun yang bisa cepat mereka lakukan. Segera mendekat ke arah pintu dan membuka pintu.
"Tuan John..."
"Kenapa tidak mengetuk? cepat masuk!" perintah John yang hanya bisa dituruti oleh Geo.
Geo masuk ke dalam ruangan tuan Chalik, dan John segera minta pria itu untuk duduk. Wajah tuan Chalik tampak sangat tidak senang. Hal itu membuat Geo semakin ketar-ketir.
"Geo, sudah berapa lama kamu bekerja di perusahaan ini?" tanya tuan Chalik
Sementara John, hanya duduk di sofa yang ada tak jauh dari meja kerja tuan Chalik itu.
"Sudah hampir 7 tahun..."
"Sudah berapa kali kamu dapat surat peringatan?" tanya tuan Chalik lagi yang memang tak menunggu sampai Geo selesai bicara. Langsung di cecar lagi dengan pertanyaan lain.
"Saya belum..."
"Bukan belum, tapi di urungkan!" sela tuan Chalik, "dan itu atas perintah tuan Hartawan selaku pemegang saham. Sayangnya sekarang kepemilikan perusahaan juga sudah pindah tangan, dan pemegang saham terbesar bukanlah lagi mertuamu itu. Kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan, sudah belasan kali. Ganti rugi setiap kali memang di keluarkan oleh tuan Hartawan. Tapi Presdir perusahaan ini sudah tidak bisa mentolerir hal semacam itu lagi Geo. Siang ini, ambil surat pemberhentian kamu di HRD!"
Mata Geo melebar,
"Tunggu pak Chalik, saya dipecat?" tanya Geo.
Di belakang, pria yang dari tadi tampak santai duduk di sofa menghela nafas panjang. John sudah kesal sekali, tadinya dia tidak mau basa-basi. John tentu tahu apa saja yang sudah dilakukan pasangan selingkuh yang akhirnya menikah itu pada Diana dan keluarganya, bahkan apa yang mereka lakukan pada Kinan juga sungguh tidak manusiawi.
"Usiamu bukan yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh tuan Chalik lagi, tuan Geo. Jadi jangan pura-pura tidak paham, kamu dipecat. Seharusnya perusahaan melakukan ini sejak lama. Mempertahankan sumber daya yang tidak punya kemampuan dan terus melakukan kesalahan seperti mu hanya akan membawa perusahaan ini pada tingkat kerugian lebih besar. Silahkan keluar dan ambil suratnya di HRD. Jika aku yang menyeret mu keluar dari perusahaan ini. Kamu akan lebih malu lagi!"
Ucapan yang terdengar sangat pedas. Tapi itu memang benar, Geo itu sama sekali bukan seseorang yang punya prestasi baik.
Geo mengepalkan tangannya. Ada rasa tak terima dalam hatinya. Wajar memang, orang yang punya rasa tidak tahu malu begitu besar seperti Geo, mana mungkin akan sadar apa salahnya dengan mudah.
Geo berjalan keluar tanpa bicara, tapi raut wajahnya jelas tak terima.
Di ruangan lain, Sandra juga sudah ditemui oleh Sandrina. Staf khusus yang menangani pelanggaran dari karyawan level dua ke atas. Posisi Sandra jelas bukan posisi yang bisa di tegur oleh staf HRD biasa.
Brakk
Sandra melemparkan kertas yang dibawa oleh Sandrina tepat di atas meja di depan wanita yang tengah membenarkan kacamatanya itu.
"Apa ini? surat pemecatan? aku?" tanya Sandra sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Iya benar, itu memang surat pemecatan untukmu. Sandra, saham ayahmu tak berguna di depan tuan Ravindra..."
"Ayahku orang terpandang, dia punya kuasa!" sela Sandra.
Sandrina terkekeh pelan.
"Menurut mu begitu? apa kamu tidak tahu siapa tuan Ravindra Wiratama?" tanya Sandrina.
"Aku tidak terima!" Sandra tampak begitu keras kepala.
Dan Sandrina lagi-lagi menanggapi dengan santai.
"Terserah, tapi perusahaan ini bukan milikmu atau ayahmu. Pemiliknya ingin kamu dipecat, mau jungkir balik kamu protes, tidak akan berguna!"
Sandrina segera keluar dari ruangan itu. Sandra marah sekali, dia menyapu dokumen yang dibawa Sandrina itu ke lantai.
Brakk
"Agkkkk!"
***
Bersambung...
tp puas siih ,, akhirnya semua org mendapat balasan yg setimpal sesuai ap yg mereka perbuat ,,
ad yg makin bahagia ,, ad pula yg malah terpuruk ,,
makasih buat cerita ny yx kak ,,
sukses buat karya terbaru ny kak ,,
kok kyk terburu buru kah?
tapi begitulah kalau kita sudah termakan nafsu duniawi semua nya akan berakhir tragis pada akhirnya.
terimakasih atas cerita indah nya Thor 😍🫰
semoga lekas pulih kembali
semangat berkarya
ditunggu karya selanjutnya 🫰
kyk artis yg Ono juga ntar..anggep perempuan yg baru dikenalnya paling lembut dan sempurna sampe sebegitu nya ngotot nyerein istri nya.
karma datengnya ga pernah salah alamat
selamet yeee🫣
boleh bikin slametan ga si kita
atas pemecatan mereka
ehhh,ga boleh ya senang diatas penderitaan orang lain🤣🤣🤣..
KA Noer up nya jangan lama lama🥹🥹🥹
lanjut kak
melihat mu dari jauh bersamanya.
walaupun pasti ku akan cemburu...
tapi pastikan kau jangan kemana-mana ...
aku merindu.
ku yakin kau tau
tanpa batas waktu...
ku terpaku...
akh meminta
walaupun tanpa kata
cinta berupaya
jiaaaah jadi nyanyi🤣🤣🫰