NovelToon NovelToon
Menjadi Antagonis, Tapi Suamiku Terlalu Protektif

Menjadi Antagonis, Tapi Suamiku Terlalu Protektif

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Aku terbangun dan menyadari dirinya telah berpindah menjadi Freya, tokoh antagonis yang kejam, sombong, dan ditakdirkan berakhir tragis — dibenci semua orang, diceraikan dengan hina, dan mati muda. Yang lebih menyulitkan: aku memiliki suami, pria tampan namun dingin yang dalam cerita aslinya tak pernah menyayangi Freya dan justru ikut menghancurkannya.

Aku bertekad mengubah takdir. Aku tak ingin berakhir mati. Namun setiap kali aku mencoba bersikap jahat sesuai watak asli Freya demi tidak dicurigai, sang suami justru bersikap sebaliknya.

Orang lain mencela aku? Ia langsung membela dengan tajam.
Aku hanya sedikit terluka? Ia panik seolah nyawaku terancam.
Aku mencoba menjauh? Ia justru menarikku masuk ke dalam pelukannya dan melarang pergi.

"Siapa pun yang berani menyakiti isteriku, harus siap menghadapi aku," ucapnya dengan sorot mata tajam yang tak pernah kulihat dalam cerita aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Kabar Bohong dan Langkah Berani

Pintu tertutup kembali, meninggalkanku dalam kegelapan yang perlahan merambat. Kata-kata Laras masih berdenting di kepala—dingin, penuh ancaman, dan begitu nyata. Ia berniat melenyapkanku. Dan jika aku tetap diam di sini, takdir tragis Freya bukan lagi sekadar ketakutan, melainkan kenyataan yang tinggal menunggu waktu.

Aku berjalan cepat ke arah jendela, menatap kebun belakang yang kini diselimuti kabut senja yang semakin pekat. Hujan reda, namun udara terasa dingin menusuk tulang. Jendela ini menghadap ke sisi timur rumah, tak terlalu tinggi—tapi cukup berbahaya jika terjatuh. Namun dibandingkan dengan menunggu ajal di dalam kamar yang terkunci, risiko itu terasa jauh lebih ringan.

Tanganku gemetar saat mencoba membuka kait jendela. Kait itu berkarat dan keras, namun dengan sedikit tenaga dan napas yang kuatur perlahan, akhirnya terbuka. Angin malam langsung menyapu masuk, menerpa wajahku yang basah oleh keringat dingin.

Dengan hati-hati, aku naik ke ambang jendela. Tanaman semak tebal tumbuh tepat di bawahnya—mungkin bisa menjadi bantalan jatuh. Aku melompat.

Dentuman samar terdengar saat tubuhku menyentuh tanah. Rasa perih di lengan dan lutut tak kuhiraukan. Aku segera bangkit, menatap ke arah jendela kamar—tak ada siapa-siapa. Laras mungkin sudah pergi, mungkin sedang merencanakan hal lain. Yang kutahu, aku harus menemui Arga. Harus membuatnya mendengar kebenaran, walau hanya sekali.

Aku berlari pelan di antara pepohonan, berusaha tetap tersembunyi. Rumah itu begitu besar, dan aku tak tahu di mana Arga berada. Ruang kerjanya? Atau mungkin di kamar Ayah?

Langkahku terhenti saat mendengar suara percakapan dari balik jendela ruang tengah yang sedikit terbuka. Suara Arga—rendah, dingin, dan penuh ketegangan.

"Kau yakin melihatnya dengan jelas?" tanya Arga, nadanya tajam namun terasa rapuh.

"Ya, Tuan. Aku melihat Nyonya Freya menuangkan sesuatu ke dalam obat Ayah. Laras juga melihatnya, dan ia berusaha mencegah tapi terlambat," jawab suara pria—sepertinya pelayan yang Laras sudah suap.

Hatiku hancur seketika. Semua bukti sudah diputarbalikkan. Laras bukan hanya berbohong, ia sudah menyiapkan saksi palsu.

"Freya..." gumam Arga pelan, penuh kekecewaan yang mendalam. "Aku memberinya kesempatan, tapi ia justru..."

Aku tak bisa diam lagi. Dengan tangan gemetar, aku mendorong pintu kaca itu perlahan hingga terbuka sedikit.

"Arga!" seruku, suaraku pecah namun penuh keyakinan.

Kepala Arga menoleh cepat. Matanya melebar saat melihatku—kacau, berlumuran tanah, wajah pucat namun menatapnya tanpa rasa takut. Di sebelahnya, Laras berdiri kaku, matanya membelalak tak percaya melihatku di luar kamar.

"Bagaimana kau bisa keluar?!" seru Laras panik, hendak memanggil penjaga.

"Diam!" bentakku tajam, mataku tak berpaling dari Arga. "Arga, dengarkan aku. Hanya butuh satu menit. Laras yang memasukkan sesuatu ke dalam obat itu. Ia yang mengancamku, ia yang menyuap saksi, dan ia yang ingin melihatku binasa! Aku tidak pernah menyakiti Ayah, tidak pernah menyakitimu!"

Arga berdiri perlahan, menatapku dalam—seakan mencari sesuatu di balik mataku. Keraguan, amarah, dan cinta yang masih tersisa bertarung di sana.

"Kenapa aku harus mempercayaimu, Freya?" tanyanya pelan, namun tidak lagi sekeras sebelumnya. "Semua bukti menunjuk padamu."

"Karena kau bisa mendengar isi hatiku!" seruku tanpa ragu. "Dengarkan, Arga. Dengarkan apa yang sebenarnya kurasakan saat ini. Bukan kebencian, bukan keinginan berkuasa—tapi ketakutan kehilanganmu. Dan kebencian karena dibohongi oleh orang yang kau percaya!"

Aku berdiri tegak, menatapnya lurus, membiarkan hatiku berbicara tanpa disembunyikan. Dan di detik itu, aku melihat perubahan di mata Arga. Keraguannya perlahan berganti keterkejutan. Ia mendengarnya. Ia mendengar kebenaran yang tersembunyi di dalam hatiku.

Laras menyadari hal itu. Wajahnya berubah pucat pasi. "Tuan Arga! Jangan dengarkan dia! Dia hanya—"

"Cukup, Laras!" potong Arga tiba-tiba, suaranya menggelegar. Tatapannya kini beralih ke Laras, dingin dan tajam seperti es yang tajam. "Sejak tadi... ada yang janggal. Dan sekarang aku tahu apa itu."

Ia melangkah mendekatiku, lalu meraih tanganku—tangannya yang hangat menggenggam erat, seakan takkan pernah melepaskanku lagi.

"Maafkan aku, Freya..." bisiknya pelan, penuh penyesalan yang mendalam. "Aku seharusnya mempercayaimu dari awal."

Air mata jatuh tanpa kuasa. Bukan karena sedih—tapi karena lega. Akhirnya... ia percaya.

Namun di sudut ruangan, Laras berdiri gemetar, matanya menyala penuh amarah dan keputusasaan. Permainan belum usai. Dan aku tahu, ia takkan menyerah begitu saja.

 

Lanjut ke Bab 12? 🫣 Laras mulai terpojok, tapi ia bisa saja melakukan hal nekat! 😊

1
Irsyad
wah keren
Ayu Gerimis: makasiii KK Irsyad udah mampir dan suka yaa 🥰"
total 1 replies
septia19
di tunggu kelanjutannya besti 😍
Ayu Gerimis: siap 👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!