karya ini menceritakan tentang seorang gadis cantik berusia 19tahun bernama Ririn julianti yang terpaksa menikah karna sebuah insiden dengan milyader muda nan tampan berusia 23tahun bernama Arsyad afgansyah ceo dari perusahaan afgras yang menyamar menjadi tukang ojek.
Awalnya pernikahan mereka baik² saja,tetapi tiba² saja cinta pertama yang menghilang begitu saja datang kembali kekehidupan Arsyad dan Ririn,Yang membuat semuanya berubah total.
"Kamu siapa?"
"Apa?!!aku istri mu mas!!"
Disaat pernikahannya sedang anget²nya Arsyad hilang ingatan dan melupakan istrinya Ririn.
GIMANA KELANJUTAN NYA?APAKAH ARSYAD AKAN MENGINGAT KEMBALI TENTANG RIRIN? ATAU DIA AKAN MELUPAKANNYA SELAMANYA?
*Nantikan terus episode selanjutnya ya.
TERIMAKASIH
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khadijah fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERMOHONAN ARSYAD
Saat dikit lagi mendarat dipipi Ririn, Arsyad langsung menangkap tangan mamahnya itu.
Eriana dan Firman yang melihat itu pun mulai bisa bernafas lega.
Sedangkan Ririn masih diam saja dan sangat tegang.
"Cukup ma!! mamah boleh pukul Arsyad tapi tidak dengan istri Arsyad." ucap Arsyad menatap mamahnya sendu.
Lea menarik tangannya dan membuang wajahnya kearah lain.
Arsyad pun membuang nafasnya kasar dan mulai berbicara "Mah, apapun keputusan mamah Arsyad akan terima. Tapi Arsyad mohon sama mamah restuin hubungan Arsyad dengan wanita yang sudah Arsyad pilih menjadi ibu dari anak² Arsyad kelak." ujarnya panjang lebar. Lea yang mendengarnya pun pergi menuju kamarnya dan membanting pintu kamar kencang.
"Ka Ririn gapapa kan?" tanya Eriana cepan dan langsung nyempil ditengah² Arsyad dan Ririn.
"Dih apaan si kamu." sinis Arsyad kapada Eriana. Erina tidak menghiraukannya, dia fokus menatap Ririn.
Ririn pun benafas lega setelah kepergian ibu mertua yang menjelma seperti nenek sihir tadi. Tapi seburuk apapun ibu mertua dia tetap ibu daru suami kita yang tak lain adalah ibu kita juga, jadi kita harus menghormati dia.
"Engga ko dek, kaka gapapa." jawabnya tersenyum.
Eriana dan Ririn pun berbincang-bincang, tapi yang berbicara terus adalah Eriana, Ririn hanya mengangguk-ngangguk saja.
Eriana menceritakan letak ruang²an yang ada dirumahnya itu.
"Ohh iya²." ujarnya kepada Eriana.
"Udah belum ngombrolnya? kaka mau ngajak istri kaka keatas." ujar Arsyad yang membuat Eriana cemberut.
Ririn yang melihat Eriana cemberut pun tersenyum "Nanti kita bicara lagi ya, kan kaka punya banyak waktu." ujar Ririn yang membuat Eriana tersenyum lebar dan mengguk.
Arsyad pun menarik tangan Ririn dan tangan sebelahnya membawa belanjaan Ririn.
Saat sudah sampai dikamar Arsyad menatap Ririn serius.
"Maafin mamah ku ya, mamah ku memang seperti itu sifatnya. Itu sebabnya aku ragu untuk memperkenalkan kamu ke mamah ku." ujar Arsyad merubah tatapannya kepada Ririn menjadi sendu.
"Iya mas gapapa kok." jawabnya sambil mencium sekilas pipi kanan Arsyad.
"Udah mulai berani kamu ya." ujar Arsyad tersenyum dan menggelitiki pinggang Ririn.
"Ehh mas udah² iya ampun, ampun mas,hahahhaah ampunn hahh udahh." pinta Ririn sambil menggeliat kesana dan kemari.
Arsyad hanya tertawa saja sambil terus menggelitiki istrinya.
***
Arsyad dan Ririn pun turun untuk makan siang.
Dimeja makan sudah ada Lea(mamah Arsyad) dan Eriana.
Ririn dan Arsyad duduk berdampingan.
Arsyad berhadapan dengan Eriana, dan Ririn dengan Lea ibu mertuanya.
Ririn pun menyendokan nasi dan lauk untuk Arsyad dengan tangan yang gemetar.
Eriana yang melihat itu pun tertawa dalam diam.
Saat makan tidak ada yang bicara hanya suara dentingan sendok dan garpu saja.
Jantung Ririn seperti bedug yang berulang-ulang kali dipukul.
Garing banget sih suasana nya. batin Ririn menatap sekilas ibu mertuanya.
Ririn pun menarik nafasnya "Mah, mamah mau ikan lagi?" tanya Ririn lembut menatap mertuanya itu.
Lea yang ditanya hanya diam saja dan terus menyantap makanannya tanpa memperdulikan Ririn yang mengajaknya berbicara.
Ririn hanya bisa membuang nafas kasar saja dan melanjutkan makannya.
Arsyad pun sama dia hanya diam saja.
Setelah makan Lea langsung pergi ke kamarnya.
"Maafin sikap mamah ya ka." ujar Eriana menatap Ririn. Ririn hanya tersenyum saja.
Arsyad menelfon Firman untuk membelikan pakain yang mahal untuk Ririn tak lupa dengan tas dan sepatu.
*Bersambung.......
***JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE UNTUK MENDUKUNG AUTHOR AGAR SEMANGAT TERUS UP NYA😉😘****
ya udah cuzzz ke karya barunya 🤗
next time lanjut lagi
Salam hangat dari
Cinta Asteria &Isyaroh
🌹🌹🌹
🙏🙏🙏
Salam hangat dari
Cinta Asteria &Isyaroh
🌹🌹🌹
🙏🙏🙏
Salam hangat dari
Cinta Asteria &Isyaroh
🌹🌹🌹
🙏🙏🙏
udah tamat aja...
cerita yg bagus Thor.
ditunggu karya berikutnya.
semangat