Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.
cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 BERTEMU PAPA
Dinar meninggalkan kantornya dan pergi ke rumahnya untuk menjemput Pak Sukri, Bik Ani dan Dut yang dari tadi sudah kepanasan menunggu Dinar yang baru bisa keluar. Sesampainya dihalaman Dinar membunyikan klakson mobilnya agar segera berangkat. Dut keluar duluan dan berteriak kepada Pak Sukri ndan Bik Ani. "Paman, bibi kakak. sudah datang ayo kita berangkat" Dinar yang turun dari mobilnya dan sudah sampai di teras disambut Dut yang sudah siap dengan gembira untuk pergi.
"Kakak kok lama datangnya Dut udah capek nunggu" Dut memelas kepada Kakaknya sambil. memegang tangan Dinar.
"Iya kakak kan kerja, harus izin dulu,ayo sekarang kita pergi, Pak, Bik Udah siapkah?"
"Udah Non" Mereka akhirnya bersama berangkat ke rumah sakit untuk jemput Bobby yang searah jalan ke arah Pak Rudiansyah dipenjara.Sesampai dirumah sakit Bobby telah menunggu diparkiran, akhirnya mereka pergi ke penjara.
Penjara pemerintah yang terbesar di kota PD itu berisi banyak tahanan. Setelah Bobby bicara dengan sipir penjara akhirnya Dinar dipersilakan masuk ruang tunggu khusus tahanan. Beberapa saat menunggu akhirnya Pak Rudiansyah sampai dengan Sipir penjara keruangan dimana Dinar menunggu disana. Pak Rudiansyah nampak kaget melihat putri dan putra serta orang-orang terdekat Dinar.
"Dinar.... Iqbal.... Anak-anak ku" Pak Rudiansyah mendekati mereka begitu juga Dinar, mendekati Papanya, Dinar memeluk Papanya."Papa.... kenapa jadi begini Pa" Dinar menangis dalam pelukan Papanya. "Panjang ceritanya Nak, Dut.... anak Papanya " Pak Rudiansyah memeluk Dut, Airmata Pak Rudiansyah tak berhenti tercurah membasahi pipinya. Dipeluknya kedua anak belahan jiwanya dengan Bunga istri yang sudah dia khianati.
Setelah melepaskan kerinduan dalam kesedihan akhirnya, mereka duduk di kursi pengunjung, Pak Rudiansyah bersalaman dengan Pak Sukri, Bik Ani dan Bobby. "dokter Bobby" Pak Rudiansyah kenal. dengan Bobby saat dirumah sakit ketika Meta dirawat.
"Iya Pak" Bobby menerima salam Bobby, Pak Rudiansyah baru menyadari bahwa dokter Bobby adalah teman Dinar ketika masih SMA dan kini telah menjadi dokter muda.
"Iya Pa... ini kan Bobby anak Papi Ferdian teman Papa, dia bersamaan wisuda dengan Dinar dan waktu mengantar undangan wisuda Bobby bersama Dinar waktu itu"
"Iya Maaf Bapak tidak mengenal dokter waktu itu". "Ngak apa-apa Pak" Bobby tersenyum karena dia paham bagaimana situasi ketika itu.
"Beginilah Pak Sukri dan Bik Ani, kondisi saya saat ini, terima kasih sudah menjaga anak-anak saya, yang sudah merepotkan bapak dan Bibi"
"Tidak Pak Kami tidak merasa disibukan ini sudah kewajiban kami karena kami dari dulu sampai bunga menikah dan tiada semua sudah keluarga kami."
"Ya saya sudah menerima segala hal kekasaran saya kepada anak saya dan ketidak setian saya pada bunga kini karma telah menghampiri saya, Meta menjebak saya dengan mencuri rekening perusahaan dan privasi saya lalu memalsukan tanda tangan saya dan mengambil semua. uang kantor dengan surat kuasa dibelakang saya, lalu dia melarikan diri bersama laki-laki lain dan kabarnya dia lari ke Singapura."
"Ya akhirnya tim penyidik menemukan kasus ini dan saya dipenjara, dan minggu depan saya sidang, entah berapa hukuman saya, saya tidak. tahu"
"Saya akan carikan Bapak pengacara karena ini bukan kesalahan Bapak InshaAllah pengacara Papa akan menolong Bapak" Bobby merasa kasihan kepada Pak Rudiansyah yang tidak bersalah terjebak oleh istrinya yang pengkhianat.
"Iya Pak setidaknya Hukuman Papa todak berat dan hak Papa bisa dikembalikan." Dinar mendukung niat Bobby"
"Baiklah besok saya akan menyuruh Pak Abeng dan Pak Ardi kesini, Bapak tunggu saja tidak usah pikir yang lain ini urusan Bobby ya Pak" Pak Rudiansyah merasa segan dan dia memilih menerima takdir, Namun atas dukungan anak dan Bobby akhirnya dia menerima semua. Karena Dinar tahu Papanya tidak bersalah hanya dijebak oleh kejahatan Meta dan Nenek Aini.
"Nenek Aini telah meninggal Pa, tiga hari lalu" Dinar memberitahu apa yang terjadi saat dia. berniat mencari Papanya kerumah. "Apa Nenek Aini meninggal? "
"Iya dia meninggal sendiri dirumahnya dan ditemukan oleh warga"Pak Rudiansyah menghela nafasnya tidak menyangka Nenek Aini telah berpulang ke Rahmatullah.
"Iya Allah tidak ingin dia lebih lama lagi tersiksa dan berbuat jahat mengajari cucunya, Dinar sudah mengetahui semua, cerita dan rahasia keluarga kita dengan Nenek Aini Pa, yang tega meracuni Mama secara berlahan, sungguh sangat jahat, Dinar akan cari Meta yang sudah membunuh Mama"
"Jika Dinar tahu bahwa keluarga punya sejarah pahit dengan Nenek Aini, Dinar tidak akan menjadi sahabat Meta yang ternyata mendekati dan memasukkan mereka kedalam rumah kita adalah kebodohan terbesar Dinar, yang menghancurkan keluarga Dinar dia membunuh Mama dan merayu Papa yang juga tidak tahan godaan" Dinar menumpahkan hatinya tanpa berpikir dan menahan hati lagi. "Seandainya Dinar tidak memasukkan Meta kerumah dan kekantor Papa, mungkin Mama masih hidup sekarang dan Papa tidak tergoda rayuannya"
Semua terdiam mendengar ucapan Dinar yang penuh penyesalan."Sudahlah Nak semua sudah jalan Allah inilah takdir yang ditulis untuk keluarga kita. Pak Rudiansyah berusaha menenangkan hati putrinya,yang memang karena sayang mereka, merekalah yang menerima permintaan Dinar untuk tinggal dan menginap serta membawa Meta ke kantornya yang akhirnya godaan itu datang pada dirinya dan merusak rumah tangga yang sudah lama dibina dengan bunga.
"Maafkan Dinar Pa semua kejadian ini adalah kesalahan Dinar, sekarang Papa dipenjara dan Mama akhirnya meninggal tragis, Dinar benci denga Meta, Papa jangan kembali lagi dengan Meta jika dia kembali walau dia masih istri Papa"
"Dia sudah Papa Talak dan ceraikan ketika Papa. menemukan surat lab Mama kamu, dan Papa bertanya dengannya dan nenek Aini, tapi malam itu Meta dan Nenek Aini tak mengaku, Meta melawan Papa dan waktu itu selingkuhannya datang kerumah juga, dan ikut campur dan sempat bertengkar mau meninju Papa, tapi Pak Ustad Hamzah datang,Papa naik pitam dan mengambil baju mereka dan membuang keluar dan menjatuhkan talak ke Meta, mereka Papa usir, Papa tidak tahu bahwa data kantor sudah mereka duplikat kan, sampai Papa diperiksa ada kucuran dana ke dana pribadi Papa.
Pak Rudiansyah menghela nafas panjang akhirnya Papa dinyatakan korup dan ditangkap dan disini Papa tidak tahu lagi kabar Meta.
"Sudahlah Pa sekarang di persidangan nanti Papa akan dibantu oleh pengacara mudah-mudahan semua bisa terbukti Papa tidak bersalah"
"Terima kasih Nak, kamu sudah memaafkan Kesalahan Papa dan menjaga adikmu dengan baik, Papa mendengar kamu sudah sukses makanya Papa tidak memberi tahu kan kamu ketika Papa dipenjara, Papa todak ingin kamu malu karena Papa dianggap koruptor"
"Tidak Pa kenapa Papa bicara seperti itu, Dinar adalah anak Papa, ini adalah masalah kita semua, InshaAllah semua akan baik-baik saja"
"Iya Nak" Seorang petugas sipir datang mendekatinya. "Maaf Pak waktu berkunjung sudah selesai, silakan kembali ke sel Pak" Pak Rudiansyah mengangguk. Akhirnya mereka berpisah Dinar melihat Papanya pergi meninggalkan ruangan dengan memakai baju oren, hatinya sangat teriris akhirnya Papa sampai dititik terendahnya.
Akhirnya mereka pulang, meninggalkan lembaga per masyarakat tersebut, setelah pergi makan akhirnya mereka kembali pulang,ada hati yang sedih dihati masing-masing mereka.